"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

Jumat, 04 Juni 2021

Kesulitan Migrasi TV Digital di Kepulauan Nusantara - Bandar Lampung Hanya 8 Channel Sampai Juni 2021

Wilayah kepulauan Nusantara, yang mencakup luasan sepanjang benua eropa, dan dengan gunung dan lautnya menjadikan penghalang alami bagi propagasi siaran radio dan televisi. Ini berdampak sangat buruk terhadap kelancaran migrasi televisi analog menuju televisi digital, yg telah mentargetkan Analog Switch OFF pada november 2022. Kenyataan pahit ini tercermin pada proses migrasi yg lambat di kota Bandar Lampung.




Kota Bandar Lampung adalah sebuah kota di Indonesia sekaligus ibu kota dan kota terbesar di Provinsi Lampung. Dengan kepadatan 5.332/km2, Bandar Lampung juga merupakan kota terbesar dan terpadat kedua di Pulau Sumatra setelah Medan, serta termasuk salah satu kota besar di Indonesia dan Kota terpadat di luar pulau Jawa.


Secara geografis, Kota ini merupakan gerbang utama Pulau Sumatra, tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut Jakarta, memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat dan aktivitas pendistribusian logistik dari Jawa menuju Sumatra maupun sebaliknya.




Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah daratan 169,21 km² yang terbagi ke dalam 20 Kecamatan dan 126 Kelurahan dengan populasi penduduk 1.166.066 jiwa (berdasarkan hasil sensus penduduk 2020). Saat ini kota Bandar Lampung merupakan pusat jasa, perdagangan, dan perekonomian di provinsi Lampung (wikipedia).




Dalam perkembangan migrasi Televisi digital di provinsi lampung, praktis hanya TVRI yang sudah memiliki MUX yang memancar dengan power yang cukup, mencakup Kota Bandar Lampung dan radius 50 km sekitarnya. TV lokal pun ikut menyewa pemancar TVRI ini yaitu LDS TV dan Saburai TV.




Jadi terlambatnya perkembangan migrasi digital ini merupakan sedikit bukti kalau pihak TV swasta juga berhitung capex (pengeluaran) untuk melakukan deployment perangkat digital simulcast dengan perangkat lama TV analog mereka. Ini dialami juga di wilayah dengan pangsa pasar kurang "basah" seperti wilayah nusantara lainnya diluar jawa. Terbukti MUX TV swasta di lampung hanya terdapat 1 yaitu VIVA NEWS, dimana kalau kita ingat salah satu stasiun TV nya ANTV merupakan televisi swasta yg siaran pertamanya  (1993) dilakukan dari kota Bandar Lampung. 



Kecenderungan lain yg akan melipat gandakan beratnya proses migrasi adalah kenyataan bahwa masyarakat di tingkat bawah telah salah kaprah, menilai TV digital = Youtube dan layanan streaming lainnya. Apalagi di jaman pandemi yg memaksa tiap keluarga memiliki gadget demi sekolah daring anak, akan merasakan kebingungan : "Ngapain aku beli STB digital lagi, kan TV ku sudah aku pasangkan YOUTUBE"



Padahal kegiatan ilegal seperti gambar diatas, dimana STB IPTV milik telkom yg berbasis android, kini banyak versi "oprekan" nya beredar di tingkat masyarakat bawah. Jadi STB ini menyediakan aplikasi ilegal untuk menonton TV dalam dan luar negeri, beserta aplikasi film streaming yg tentunya membuat semakin kacau pemahaman masyarakat. Mungkin ini berdampak baik bagi pihak ISP seperti Indihome dimana pasang baru jaringan jalan terus, namun disisi lain akan memusingkan pihak Kominfo. Entah sampai kapan praktek ini akan terhenti.


Kesalah pahaman  masyarakat umum tentang TV digital ini pernah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya disini : https://www.aisi555.com/2021/04/perbedaan-televisi-digital-dibanding-tv.html 



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (13) android (12) antares (3) arduino (16) artikel (5) attiny (2) attiny2313 (18) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (41) display (3) esp8266 (3) euro2020 (11) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (23) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (15) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (13) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (56) mikrokontroller (10) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (66) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (13) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telepon (9) televisi (135) television (21) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (81) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika