"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Tampilkan postingan dengan label parabola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parabola. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2021

Apa yang baru dari NINMEDIA di 2021 ?

 



Masa kejayaan parabola mini Ninmedia yang dianggap sebagai pelopor siaran parabola mini ku-band "GRATIS TANPA BULANAN" mungkin bagi sebagian orang sudah terlewati, bahkan menjadi semakin gawat setelah pihak MNC Group memenangkan perkara hak siar dan tertimpa lagi  dengan ngambeknya EMTEK group pemilik SCTV - Indosiar yang tak mau melanjutkan kerjasama tanpa adanya barter program. Yahhh jadinya ku menangis dehhhh ...





Tapi jangan menangis teruss.... move on yuk  !  Dan ternyata setelah pindah satelit dari Chinasat 11 ke posisi 122 E asiasat 9 ke transponder 12415 dan 12655 , sinyalnya semakin joss sebenernya, karena kita ketahui asiasat 9 merupakan satelit generasi HTS (high troughput satelit) yang kemampuan 1 TP nya bisa memuat banyak siaran.




Tiviplus sebagai pihak yang sepertinya menyelamatkan muka ninmedia setelah masalah bertubi-tubi di 2020, dan dengan melihat kenyataan sodara tua di dunia persatelitan berbayar banyak tumbang akibat pandemi (alasannya sihhh ..padahal bangkrut karena kalah saing) , sebenarnya ini kesempatan untuk ninmedia berbenah agar tidak bernasib sama dengan Big TV dan Topas TV. Tapi model yang digunakan adalah isi paket tayang "Pay Per View" seperti jaman tv kabel jadul. Ini mungkin bertolak belakang dengan Video On Demand yang makin sering ditawarkan oleh Pay TV OTT yang sangat mudah dengan memakai telunjuk saja dan bisa pause play semaunya. 



Apalagi tantangannya adalah masih banyaknya situs berbagi film streaming ilegal yang bagi beberapa orang dianggap sebagai hal yang biasa. Hal ini bisa dibaca pada tulisan saya sebelumnya disini : https://www.aisi555.com/2020/12/deretan-kebiasaan-layanan-it-ilegal.html . Jadi seperti menjual ayam goreng KFC disebuah kampung yang sudah terbiasa makan ayam KFC KW bikinan mak di.




Gambar meleleh seperti jaman diamond grup dulu masih juga muncul, terutama untuk siaran TVRI daerah yang menggunakan streaming sebagai sumber siarannya. Kayaknya gak berubah deh kebiasaan ninmedia. Lalu apa yg baru di 2021 di ninmedia ?



Tambal sulam siaran gratis (atau asal relay alias ilegal kah ?) seperti sudah menjadi tabiat ninmedia terutama sekarang ini makin gencar merelay siaran di asiasat 7 dan 5 . Mau tahu daftar channel terbaru di januari 2021? Berikut ini daftar channel Ninmedia Asiasat 9 setelah pusat kontrol melakukan obrak-abrik susun siaran pada 11 januari 2021 :






Masih berminat pasang Ninmedia ? Hanya yang punya nyali saja yang mungkin berani karena tidak jelas sampai kapan akan bertahan menyewa transponder di asiasat 9. 


GRATIS KOK NGOMEL ?


Share:

Rabu, 18 November 2020

Cara Instalasi Parabola Starlink dari SpaceX dan Test Kecepatan

 



Jika kalian berada pada lokasi yang jauh dari tower seluler atau tak ada satupun jaringan kabel optik menuju lokasi maka akan menjadi masalah besar buat koneksi internet kamu. Satelit merupakan solusi terbaik untuk jalur internet via TOL LANGIT dimana saat ini umumnya yang dipergunakan adalah layanan satelit VSAT melalui parabola C band maupun Ku Band. Begitu juga spacex dengan  ratusan satelit starlink nya mulai mengudara dan menawarkan internet di belahan dunia manapun. Bagaimana cara instalasinya ?





Dari buku panduan, lebih pantas di sebut kertas panduan saja, sangat gamblang to the point instalasinya yaitu seperti ini kira-kira :

  1. Letakkan Parabola pada lokasi terbuka dan akan secara otomatis bergerak menuju satelit yg berada diatasnya. Ingat orbit starlink adalah LEO sehingga akan bergerak terus sehingga ada saat dimana parabola akan berpindah posisi atau mengarah ke satelit yang berbeda.
  2. Hubungkan kabel parabola (RJ45) ke adaptor yang disediakan.
  3. Jangan lupa sambungkan juga modem wifi nya ke lubang yg tersedia pada adaptor.
  4. Setup nama jaringan wifi + password dan selamat menikmati.









Untuk percobaan awal bisa dilihat pada gambar diatas, cukup dengan meletakkan parabola di halaman terbuka dan mengghubungkan kesemua kabel dan alirkan listrik ke adaptor. Selanjutnya secara otomatis akan melakukan pengaturan atau tracking pada sisi parabola. Sedangkan pada sisi wifi router cukup menggunakan laptop / smartphone untuk membuat jaringan wifi baru.




Hubungkan PC ke wifi starlink yang masih tanpa password dan anda akan diminta membuat jaringan baru.




Setelah itu hubungkan kembali PC anda menuju ke jaringan wifi baru tadi dan jangan lupa mengisikan passwordnya.


Setup juga bisa menggunakan aplikasi starlink untuk android / iphone .





Dan jika semua telah terhubung dengan benar maka Internet dapat dinikmati dengan kecepatan sekelas broadband optik, namun dimaklumi karena berbasis satelit maka akan ada delay yang menyebabkan latency / ping yang lumayan besar antara 20 ms s/d 50 ms.




Setelah itu letakkan parabola mini starlink sesuai keinginan anda semisal diatas dek/ atap. Gunakan mounting persegi yang diberikan oleh spacex. Mounting tripod sebaiknya disimpan dan dapat digunakan kembali saat mobile atau ber-kemah dan ingin tetap terhubung dengan internet. 





Karena starlink menggunakan frekuensi ku band maka seperti biasa kondisi cuaca akan sangat berpengaruh seperti saat kondisi hujan salju di gambar berikut ini :





Harga dari layanan starlink adalah 500 dolar amerika untuk perangkat dan 100 dolar untuk biaya bulanannya. Jadi jauh lebih murah dibanding menggunakan VSAT yg berkisar paling murah dengan perangkat parabola mini ku band yg dipinjamkan berkisar 2 juta rupiah per bulan untuk kecepatan 4Mbps dengan kuota 25 GByte.

Lalu apakah dapat terima di wilayah kepulauan Indonesia ? Tentu saja bisa dan konfirmasinya dapat dilihat pada peta sebaran satelit starlink yang ada pada halaman satellitemap dot space. Tapi untuk menikmati layanannya secara resmi harus menunggu ijin labuh satelit dari pemerintah dulu ya...






Courtesy of :  Brett Batie - Northen Idaho - USA



Share:

Sabtu, 10 Oktober 2020

Sejarah Satelit Indonesia Yang Gagal Beroperasi

 


Peluncuran satelit merupakan suatu kegiatan yang memiliki tingkat resiko kegagalan yang sangat tinggi. Tidak heran para produsen satelit dan penyedia jasa peluncuran mensyaratkan asuransi kepada para pembelinya. Bukan hanya kegagalan saat peluncuran melalui roket yang sangat berbahaya, seperti halnya kegagalan challenger 1985 meledak saat throtle up, ada juga kemungkinan gagalnya proses pemindahan ke orbit dan bahkan kegagalan elektronik yang bisa membuat para akuntan di perusahaan asuransinya rontok rambutnya. Mungkin hanya gatutkaca yang bisa diajak kerjasama untuk memperbaiki satelit yang orbitnya 36 ribu kilometer diatas katulistiwa.

Berikut ini beberapa cerita mengenai kegagalan peluncuran satelit yang pernah di alami oleh negara kita Indonesia.


PALAPA B2


Palapa B2 adalah satelit generasi kedua yang dibuat oleh Boeing Satellite Development Center untuk Perumtel (kini Telkom Indonesia ). Satelit ini diluncurkan menggunakan pesawat ulang-alik challenger STS 41B pada tahun 1984 yang seingat penulis di tayangkan secara live oleh TVRI. Namun saat diluncurkan melalui dek kapal chalenger, satelit gagal mencapai orbit geosynchronous karena kegagalan fungsi roket apogee. Sattel Technologies (California) membeli satelit dari grup asuransi  dan mengontrak NASA untuk mengambilnya. 




Pengambilan terjadi pada November 1984 di STS-51A. Sattel juga mengontrak Hughes Aircraft Company (pabrikan asli) dan McDonnell Douglas (penyedia layanan peluncuran) untuk memperbarui dan meluncurkan kembali satelit, kemudian berganti nama menjadi Palapa B2-R (refurbished). Peluncuran kembali pada bulan April 1990 berhasil, dan hak milik dialihkan kembali ke Indonesia.


courtesy of : http://www.sattel.com/life_of_palapa_b2.htm


PALAPA C1


Satelit milik PT Satelindo ini diluncurkan oleh Hughes Space and Communications Company dan berhasil masuk orbit 113 E pada tanggal 31 januari 1996. Pihak satelindo menyatakan satelit tersebut tidak dapat digunakan setelah terjadi anomali tenaga listrik yaitu pada bagian charging baterainya. Klaim asuransi telah dibayarkan dan hak milik dipindahkan ke Hughes Space and Communications Company. Satelit kemudian bernama HGS-3 kemudian diakuisisi oleh Pakistan dari M / S Hughes Global Services dengan "Sewa Waktu Penuh" dan dipindahkan ke slot yang dipesan Pakistan di orbit 38 E.

Pemerintah Pakistan menyetujui akuisisi tersebut pada 3 Juli 2002 dan kesepakatan dengan Hughes Global Services disepakati pada 6 Agustus 2002. Satelit mulai pindah ke slot barunya pada tanggal 5 Desember 2002 dan mengalami perubahan nama dari Anatolia-1 menjadi PAKSAT-1 pada tanggal 18 Desember 2002. 

Setelah serangkaian manuver orbit, Satelit distabilkan di lokasi akhirnya pada tanggal 20 Desember 2002 dengan kemiringan 0 derajat. Satelit tersebut berada pada posisinya di lokasi orbit berlisensi Pakistan, 38 ° Bujur Timur.  Walau hanya bisa berfungsi normal pada siang hari ternyata satelit ini digunakan oleh pihak pakistan sampai lebih 15 tahun kemudian.


PALAPA D



Satelit Palapa D diluncurkan di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) , kurang lebih 64 km di barat laut dari kota Xichang di provinsi Sichuan, Cina menggunakan wahana luncur Chang Zheng 3B pada tanggal 31 Agustus 2009. Peluncuran ini merupakan peluncuran pertama yang dilakukan oleh Cina dalam rentang waktu 4 bulan sebelumnya, dan yang ke-13 bagi roket Chang Zeng 3B.

Beberapa jam setelah peluncuran NASA Spaceflight sempat mengabarkan bahwa terjadi kegagalan pada roket dalam menempatkan Palapa D di orbitnya Kantor berita Cina, Xinhua menerangkan bahwa telah terjadi kegagalan pada ignisi ke-2 di tingkatan ke 3 roket Long March. Teknisi Thales Alenia kemudian turun tangan untuk "menangkap" satelit ini dan mengembalikannya ke jalur aslinya sehingga beberapa jam setelah itu perwakilan Thales menyatakan bahwa Palapa D telah berada dalam keadaan normal dan dapat melakukan manuver di orbitnya.

Manuver penyelamatan satelit ini mengakibatkan berkurangnya bahan bakar yang diperlukan untuk mempertahankan Satelit di orbitnya sehingga masa operasi satelit turut berkurang dari 15 tahun yang direncanakan. Presiden Thales Alenia Space menyatakan bahwa bahan bakar yang tersisa masih akan cukup untuk mengoperasikan satelit Palapa D selama sekitar 10 tahun.


NUSANTARA 2




Seperti tidak mau belajar pada kesalahan peluncuran satelit menggunakan operator dari tiongkok, padahal space x telah sukses meluncurkan telkom 4 / merah putih dan Brisat, pada masa pandemi corona 2020 mengguncang tiongkok, terasa aroma bakal ada kegagalan nya sudah dirasakan semua orang. Ya karena sudah kontrak tetap saja harus meluncur nih satelit pengganti Palapa D yang mulai oleng bahan bakar habis dan condong inklinasinya makin gede. 

"Peluncuran satelit Nusantara 2 mengalami beberapa kendala roket peluncur yang mengakibatkan tahap ketiga, beberapa menit sebelum memasuki orbit, satelit tersebut gagal, atau lose, atau hilang," ujar Johnny dalam keterangan pers secara virtual, Jumat (10/4).

Johnny membeberkan satelit Nusantara 2 telah meluncur dengan aman dengan bantuan roket pendorong Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center (XSLC), China, sekitar pukul 18.46 waktu. Namun, Johnny mengatakan roket mengalami gangguan pada tahap ketiga jelang menuju orbit.

Dan benar saja terbukti perasaan "kurang enak" yang dirasakan oleh saya dan sebagian orang, dan memaksa penyedia layanan TV melakukan migrasi besar-besaran ke Telkom 4 dan seperti mendapat rejeki durian runtuh BUMN yang kinclong ini.  Untungnya sampai tulisan ini dibuat satelit PALAPA D masih tetap mengudara dengan normal, mungkin sempet beli bensin kali ya di orbit sana ? hehehehehe

Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

Apa sih DVB-T2 Itu? Forward Error Correction - FEC [part 4]

Dalam sebuah sistem telekomunikasi data tentu akan selalu menghadapi gangguan berupa noise, derau, atenuasi, atau distorsi yang salah satunya disebabkan karena ketidaksempurnaan dari  perangkat keras atau keterbatasan fisik. Keberhasilan pen-dekoderan sinyal sangat bergantung pada teknik pengendalian kesalahan. Jika data hasil dari output suatu sistem komunikasi selalu memiliki kesalahan pengkodean, maka kenyataan ini seringkali dapat dikurangi dengan penggunaan sejumlah teknik pengendalian kesalahan.


Tujuan dari Error Control Coding adalah untuk menyandikan informasi digital dalam format sedemikian rupa, bahkan jika suatu hubungan komunikasi data (atau media penyimpanan nya) menghasilkan kesalahan, setidaknya penerima dapat memperbaiki kesalahan dan memulihkan informasi / data asli yang ditransmisikan. Beberapa penyebab utama dari kesalahan pengiriman data adalah sebagai berikut :




1. Sinyal Yang Diterima Mengalami Loss (hilang sinyal) 

Sinyal yang diterima kehilangan kekuatan sinyal karena: 

  • Jarak yang jauh antara Antena pemancar dan antena Penerima, 
  • Redaman Sinyal,  semisal terserap mendung atau pepohonan
  • Hamburan sinyal , misal terpantul gedung atau pegunungan, 
  • Refleksi sinyal  ,misal terpantul gedung atau pegunungan,
  • Bias Sinyal sinyal Tx, misal melewati kaca
  • Kesalahan pengarahan antena

2. Interferensi Antar Sinyal Internal

Sinyal penerimaan diganggu oleh sinyal yang ditransmisikan oleh rangkaian dalam perangkat itu sendiri, seperti frequency-dependent effect s(dalam suatu saluran komunikasi atau bisa juga dalam rangkaian amplifier).

3. Noise /Derau dan gangguan interfrensi

  • InterModulation distortion ( IMD )
  • Interfering signals (co-channel & adjacent channel interference).
  • Amplifier noise sources (thermal noise, shot noise, flicker noise).
  • Atmospheric noise and galactic noise sources.




Bagaimana ketika sinyal yang dikirimkan tanpa memiliki rangkaiaan feedback / umpan balik ? Atau semisal DVD anda tergores sehingga data video yang terdapat disana menjadi terganggu ? Nah inilah perlunya apa yang dikenal sebagai Forward Error Corection / FEC . Jadi kebanyakan teori dan penemuan tentang metode memperbaiki kesalahan sinyal ini banyak dipelopori oleh explorasi luar angkasa terutama era dimulainya NASA tahun 50-60 an dengan diluncurkannya proyek apollo dan satelit penjelajah. Bagaimana caranya sehingga data yang dikirim dapat diterima dan diolah dengan benar ? yang kebanyakan kita tahu ujungnya saja yaitu pada era tahun 90-an kita dapat menikmati siaran Televisi satelit digital dan komunikasi data kecepatan tinggi. Nah bagaimana sih teori FEC yang mudah di mengerti ?

Ada 4 type peng-koding-an error secara satu arah yang dikenal, dan kita akan bahas satu persatu di bagian lain agar dapat dimengerti secara terpisah. Metodenya berupa :

  1. Kode Hamming - Ini adalah kode blok yang mampu mendeteksi hingga dua kesalahan bit secara bersamaan dan memperbaiki kesalahan bit tunggal. Rate FEC yang digunakan umumnya 1/3, 4/7, 11/15 ,26/31
  2. Kode Konvolusi Biner  (viterbi) - Di sini, pembuat enkoder memproses urutan masukan dari bit dengan panjang acak dan menghasilkan urutan bit output yang sesuai.  Jenis FEC biasnya 1/2, 2/3, 3/4, 5/6, 7/8
  3. Reed - Solomon Code (RS) - adalah kode blok yang mampu mengoreksi burst error di blok data yang diterima. Umum menggunakan jenis kode 188/204, 216/236
  4. Low-Density Parity Check Code (LDPC) - Ini adalah kode blok yang ditentukan oleh matriks pemeriksaan paritas yang berisi kepadatan 1s rendah. Mereka cocok untuk ukuran blok yang besar di saluran yang sangat bising. FEC yang dipakai adalah : 1/4, 1/3, 2/5, 1/2, 3/5, 3/4, 5/6, 8/9, 9/10
Share:

Rabu, 30 September 2020

Apa sih DVB-T2 Itu? Bandwidth Mhz vs Kecepatan Mbps vs Sewa nya per Rupiah [part 3]


Ada kebingungan tanpa akhir tentang apa yang menentukan kecepatan dalam jaringan berkecepatan tinggi. Di sini kami akan menjelaskan perbedaan antara megahertz dan megabit, serta menjelaskan hubungan keduanya. Kecepatan bit tidak selalu sama dengan frekuensi. Mereka cocok untuk beberapa sistem; bagi yang lain, perbedaannya sangat besar. Lalu, apa hubungan antara frekuensi, hertz, Cyclic dan bit?

Bit, atau digit biner, adalah satuan informasi terkecil yang dapat diproses oleh komputer. Dalam banyak sistem, seperti American Standard Code for Information Interchange (ASCII), dibutuhkan 8 bit, atau 1 byte, untuk membuat satu karakter - huruf, angka atau simbol. BIT ini bisa diartikan sebagai 1 atau 0, "ya" atau "tidak", atau "aktif" atau "nonaktif".

Satuan dari frekuensi suatu sinyal diukur dalam siklus per detik. Satu hertz adalah satu siklus getaran lengkap per detik. Meskipun frekuensi yang lebih tinggi dapat berarti sistem komunikasi juga bisa dianggap lebih cepat, pengukuran kecepatan telekomunikasi  lebih tepat dalam satuan bit.


Kebanyakan sistem komunikasi data beroperasi pada jutaan siklus per detik, atau megahertz (MHz). Dalam frekuensi tinggi ini yang nilai angka dalam rentang jutaan Hertz, waktu yang diperlukan siklus diukur dalam orde sepersekian detik.

Jika satu siklus sinyal membawa 1 bit informasi, maka frekuensi sistem (dalam hertz) sama dengan kecepatannya (dalam bit per detik). Namun, tidak ada alasan mengapa satu siklus tidak dapat membawa lebih dari 1 bit informasi. Oleh karena itu, meningkatkan kecepatan sistem tanpa mengubah frekuensinya adalah mungkin. Dengan premi yang ditempatkan pada kecepatan dalam dunia komunikasi data, tidak mengherankan bahwa beberapa skema pengkodean telah dikembangkan yang mencapai hal itu.


Misalnya, komunikasi data terdistribusi melalui serat optik menggunakan skema pengkodean digital non-return to zero, inverted. Skema ini mewakili 1s dan 0s dalam transmisi digital menggunakan tegangan rendah dan tinggi bergantian. Setiap perubahan tegangan mewakili angka 1 digital, dan tidak ada perubahan yang mewakili angka digital 0.

Karena setiap perubahan dikenali oleh penerima sebagai bit, nonreturn to zero, inverted dapat menghasilkan 2 bit per siklus. Dalam hal ini, bit rate adalah dua kali frekuensi sinyal nominal.

Untuk meningkatkan laju bit atau "kecepatan" sinyal pada contoh di atas, kita harus meningkatkan frekuensi. Sistem masih mengirimkan 2 bit per siklus, tetapi melakukannya dalam siklus yang lebih pendek.




Komunikasi radio (dalam ranah Hz) jarak jauh rentan terhadap gangguan. Para ahli menemukan teknik modulasi, agar pengiriman data jarak jauh bisa lebih handal.

Modulasi yaitu teknik membungkus (mengkodekan) bit didalam Hertz. Teknik modulasi yang umum adalah QPSK (Quadrature Phase Shift Keying). Dimana 2 bit di-angkut oleh 1 Hertz. Dengan demikian efisiensi pengangkut adalah 2. Ada modulasi yang lebih efisien spt 256QAM, dengan efisiensi 8.



Spectral Efisiensi:


  • QPSK: 2 bit per symbol. Jika 1 symbol 1 Hz, maka Spectral Efisiensi QPSK 2 bit/Hz.
  • 8PSK 3 bit/Hz
  • 16PSK 4 bit/Hz
  • 64QAM 6 bit/Hz
  • 256QAM 8 bit/Hz


Jika di lihat di table diatas, kenapa tidak semua transmisi radio pakai 256QAM? Kenapa masih banyak yang pakai QPSK. Tidak ada yang sempurna. QPSK sangat tahan terhadap gangguan. Sedangkan 256QAM sangat rentan gangguan interferensi. Sehingga untuk komunikasi jarak jauh ke satelit, tidak bisa (at least sampai saat ini) menggunakan teknik modulasi 256 QAM. Karena komunikasi jarak jauh banyak sekali interferensi radio, cuaca, petir, dll.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi tidak ada FEC, dll)?

A: Jawabannya adalah 64 kbps, dengan QPSK 2 bit / Hz, maka dibutuhkan 32 kHz.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi FEC 3/4)?

A: Jawabannya adaah 64 kbps data. Jika FEC 3/4 (3 data, 4 total bit), maka total bitrate 64 / (3/4) = 85.33 kbps. Jika spectral QPSK 2bit/Hz, maka diperlukan 42.67 kHz spectrum.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi FEC 3/4, dan guard band 1.35)?

A: 64 kbps data. Jika FEC 3/4 (3 data, 4 total bit), maka total bitrate 64 / (3/4) = 85.33 kbps. Jika spectral QPSK 2bit/Hz, maka diperlukan 42.67 kHz x 1.35 = 57.6 kHz spectrum.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi FEC 3/4, guard band 1.35, Reed Solomon)?

A: 64 kbps data. Jika FEC 3/4 (3 data, 4 total bit), maka total bitrate 64 / (3/4) = 85.33 kbps. Jika spectral QPSK 2bit/Hz, maka diperlukan 42.67 kHz x 1.35 = 57.6 kHz spectrum. Dengan Reed Solomon 188/204, maka spectrum bandwidth 57.6 / (188/204) = 62.5 kHz.



SATELIT  Mbps to MHz


Kita bayangkan mempunyai kebutuhan menyalurkan datacom throughput 64 kbps melalui koneksi Satelit (VSAT). Berapa MHZ transponder satelit yang akan terpakai?

Apabila kita asumsikan :

  • Modulasi: QPSK (power factor (PF) = 2), FEC 3/4, Roll-off factor 0.35 (RO = 1.35).
  • Data Rate (DR) = 64 kbps.
  • Symbol Rate (SR) = DR / (FEC * PF)                                    
  • SR = 64 / (0.75 * 2) = 42.67 ksps
  • Bandwidth (BW) = SR * RO                                                     
  • BW = 42.67 * 1.35 = 57.6 MHz                                             


Apabila asumsi Error Correction dengan Reed Solomon 188/204 maka BW akan menjadi:


BWr = BW / (188/204)                                                           

Bandwidth 57.6 / (188/204) = 62.5 MHz                               


Spectral efisiensi (SE) = DR / BW                         

SE = 64 kbps / 62.5 MHz = 1.024 bit /Hz ( ~ 1 bit /Hz)


Artinya jika komunikasi data kita 64 kbps, maka jika modulator kita set FEC 3/4, Red Solomon 188/204, dan modulasi QPSK maka kita sewa BW transponder +/- 64 kHz (karena spectral efisiensi 1 bit / Hz) 


SATELIT MHz to Mbps


Kita bayangkan menyewa Bandwidth 1 transpoder selebar 34 MHz. Berapa Speed / Data Rate (Mbps) yang bisa di-salurkan dalam satu transponder satelit tsb?


  • Modulasi: QPSK (power factor (PF) = 2)
  • Symbol rate (SR) = BW / RO                                     
  • SR = 34/1.35 = 25.2 Msps (roll-off factor 0.35).


Roll off factor ini perlu di masukkan karena ada bandwidth terpakai diluar bandpass filter, lihat disini.


Bisa dibanyangkan dengan demikian BW 34 MHz, usable 25.2, artinya ada 4.4 MHz di kiri dan di kanan sinyal carrier yang diperuntukkan untuk ketidak linieran bandpass filter maupun untuk guard band dengan sinyal carrier disebelahnya.


Data Rate (DR) = SR * (FEC * PF)                                

DR = 25.2 * 0.75* 2 = 37.78 Mbps


Asumsi pakai Reed Solomon 188/204


DRr = DR * (188/204)                                                        

DRr = 37.78 * (188/204) = 34.8 Mbps



Jadi dengan BW satelit 34 MHz , maka Effective Information Rate = 34.8 Mbps

Spectral Efisiensi 1 bit / Hz (compare ke QPSK 2 bit/Hz).


Apa artinya? Artinya kalau komunikasi jarak jauh pakai satelit walau kita pakai modulasi QPSK dengan efisiensi 2 bit/Hz, pada kenyataannya kita hanya dapatkan efisiensi sebesar 1 bit/Hz. Kenapa? Karena ada bit-bit yang di korbankan untuk mengangkut informasi tambahan supaya jalur komunikasi jadi lebih kebal terhadap interferensi.


Singkat kata rule of thumb bagi komunikasi satelit: Jika pakai QPSK 3/4, maka MHz transponder yang disewa ke provider Satelit, maka segitu Mbps yang akan di dapat. Misal disewa 10 MHz, akan dapat troughput 10 Mbps. 


Ongkos penyiaran PayTV Satelit






Apabila 1 channel SD menggunakan codec H264 bandwdith per channel 2 Mbps, maka untuk 1 transponder sebesar 36 MHz (setara 36 Mbps), dapat menyiarkan 36Mbps / 2 Mbps = 18 channel.Apabila ingin membawa 60 channel perlu 4 transponder. Dengan harga sewa 1 juta USD per transponder per tahun maka biaya per tahun 4 juta USD, sekitar Rp. 4.5 milyar per bulan. Apabila harga jual layanan Rp. 100 ribu dan alokasi biaya transpoder 22,5% alias Rp. 22,5 ribu, maka minimal untuk bisa impas harus ada 200 ribu pelanggan (Rp. 4.5 milyar / Rp. 22.500). Apabila kurang dari itu maka, perusahaan akan "merugi" tiap bulannya. 


Share:

[Parabola] Jauh-jauh Treking Parabola Ke Satelit Yamal Demi Siaran Bola di Матч ТВ Россия Yang Kini Zonk

 


Siaran bola di TV itu GRATIS ! Memang menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang yang rela merogoh kocek dan melakukan treking ke satelit extrim yang beam nya pun tercatat tidak sampai ke nusantara. Tapi kreatifitas treker parabola - penembak burung 36.000 km asal Indonesia sudah teruji sejak lama ya karena memang saja negara kita merupakan negara yang bisa dikatakan pelopor siaran TV satelit. Sejak akhir 70an kita memiliki satelit palapa yang mengudara dengan salah satu tujuannya untuk menyiarkan siaran televisi ke pelosok kepulauan terluar. Jadi jangan di tanya deh bagaimana sejarahnya mencari siaran sport gratisan sudah ada sejarahnya sejak tahun 80-an.



Semenjak internet dan media sosial semakin mendekatkan para treker se-nusantara, dimulai dengan website Forum Satelit dan kini group-group diskusi parabola juga menjamur muncul dan menjadi tempat nongkrong virtual. Apalagi para pengabdi adsense yang semakin gencar membuat konten youtube bertema "treking parabola", berbarengan dengan semakin murahnya perangkat parabola yang dapat dibeli online melalui ujung jempol. Jadi sejak tahun 2000an para pencari feed siaran bola, terutama saat event olahraga macam piala dunia, olimpiade, liga-liga eropa dan lain sebagainya, para treker Nusantara ini memang rajin berbagi siaran mana yang terbuka, bagaimana acakannya dan trick treking yang benar. Nama satelit berikut mungkin sangat familier 10 tahun belakangan ini : Asiasat5, Intelsat19, Eutelsat172B dan yang akan saya sedikit bahas sekarang adalah Yamal 601 yang berada pada 49 derajat Bujur Timur. Dan kalau dilihat lokasi dan beam nya satelit milik russia ke nusantara seperti ini :


 



Jadi dapat dibayangkan lokasinya yang extrem di ufuk barat dan kalau dilihat dari gambar diatas sinyal bisa didapatkan di sebagian utara kepulauan nusantara. Tapi jangan menamakan diri Penggila Parabola Sejati kalau tidak mencoba mencari sinyal satelit ini demi siaran bola dan kates ( katanya ada tiap malam). Dari laporan di forum dan group facebook bahwa ada treker dari lombok yang sukses treking yamal 601 dengan sinyal yang bagus.





Salah satu ciri khas dari parabola yang treking ke "bang Jamal" selain menungging ke barat sangat extrim, juga terdapat sekat dielektrik dari bahan mika untuk memodifikasi LNB C band umum menjadi sesuai dengan polarisasi satelit yamal yang circular (Right - Left bukan Vertikal -Horizontal). Dari ilmu propagasi sinyal kita ketahui bahwa lengkung bumi akan mengakibatkan perubahan polaritas terhadap gelombang microwave dengan jarak jauh, sehingga untuk beam yang extrem ke belahan bumi dekat kutub utara /selatan maka dapat dipastikan polaritas propagasi sinyalnya dibuat circular.




Jadi bahan dielektrik yang memiliki kualitas lumayan dan harga terjangkau adalah talenan masak di dapur. Jangan heran banyak ibu-ibu marah gegara mendapati talenannya berubah bentuk.




Kemarahan ibu-ibu penguasa dapur mungkin akan menjadi lebih parah ketika pada akhir september 2020 ternyata layar TV yang biasanya jernih dengan bahasa ruskyi kini menjadi hijau berkotak-kotak, ini karena sepertinya ada laporan dari pihak pemilik hak siar sepakbola di Indonesia kepada pihak yamal / match tv russia. Menyedihkan memang tapi ini adalah pola yang selalu berulang ketika para treker nusantara saling berbagi informasi dengan "vulgar" dan akhirnya membuat panas telinga pemilik hak siar siaran olahraga di Indonesia.



Jadi cerita lama berulang kembali dan pastinya banyak yang kecewa dan bisa ditebak banyak yang akan mengembalikan parabolanya ke arah ubun-ubun mencari satelit milik NKRI - TELKOM MERAH PUTIH. Saatnya kita tunjukkan cinta kepada tanah air kawan ! Tapi kalau ada info siaran bola gratis bagi-bagi yaa...dan ramai lagi deh menunggingkan parabola ke satelit negeri nun jauh disana.


 

Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (7) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (40) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (13) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (40) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solusi (1) tachometer (2) telepon (7) televisi (80) television (10) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (68) tutorial (79) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika