"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2020

Cara Merubah TV Analog Menjadi TV Digital - Injury Time Analog Switch Off

 


Waktu sudah memasuki babak injury time bagi perkembangan migrasi format siaran televisi analog ke digital atau Analog Switch Off, Singapura sudah teriak karena negaranya gagal meluncurkan 5G pada frekuensi 700Mhz. Kenapa? Karena siaran pemancar televisi analog masih beroperasi pada spektrum itu dan asal sinyalnya dari pulau seberang yaitu BATAM. Malaysia gak kalah kecewanya karena dari wilayah riau daratan masih muncul frekuensi TV analog yang lumayan besar kekuatannya. Sepertinya malaysia menjadi jengkel karena progress migrasi TV digital mereka sudah 90% selesai dan berencana menggelar broadband seluler di pita yang ditinggalkan televisi, ehh masih muncul pula sinyal gangguan pada spectrum analyzer yang dipakai para engineer 5G mereka. Jadi akan sangat berbahaya bagi Indonesia jika kedua negara jiran ini melapor ke badan otoritas telekomunikasi dunia ITU yang mensyaratkan 2020 Indonesia sudah 80% ASO.

Lalu bagaimana sih cara merubah TV analog menjadi TV digital di sisi masyarakat pengguna televisi ? Simak langkah berikut ini ya...


1. Menggunakan Parabola Digital



Karena spektrum frekuensi sangatlah terbatas apalagi untuk penggunaan pada satelit maka sejak akhir 90an siaran televisi melalui satelit atau lebih umum dikenal di Indonesia sebagai PARABOLA sudah dipaksa melakukan migrasi perangkat penerima atau dekoder ke format digital. Jadi sekitar tahun 1999 mulailah beralih ke DVB-S mpeg2 dan menyebabkan banyak pengguna kecewa karena harus mengeluarkan uang yang cukup dalam, padahal saat itu baru saja ekonomi jatuh dihantam krisis moneter. Baru pada tahun 2002 ketika piala dunia berlangsung di korea jepang mulai banyak masyarakat pengguna parabola terutama dilokasi yang siaran RCTI nya tidak menjangkau UHF nya, terpaksa membeli Set Top Box seharga termurah 1.2 juta saat itu. Walaupun akhirnya dikecewakan juga oleh RCTI karena siaran melalui parabola terpaksa diacak/scrambled karena siaran Piala Dunia RCTI lewat satelit Palapa nyampai ke negeri Bollywood dan membuat operator PAY TV disana mengajukan komplain.



Ketika negara naga api menjadi pusat manufacture elektronika segala jenis dan dengan murahnya ongkos produksi maka imbasnya pada penyediaan perangkat penerima televisi satelit menjadi sangat menggembirakan. Bermodal uang rupiah di bawah 500rb maka anda sudah bisa mendapatkan 1 set penerima satelit berupa parabola mini, LNB ku band, kabel dan receiver terbaru. Jadi sebenarnya pada sisi terdalam, terluar dan terdepan negeri ini yang tidak terjangkau siaran televisi teresterial sudah secara mandiri melakukan migrasi televisi digital tanpa bantuan pemerintah.


2. Menggunakan STB / Dekoder DVB-T2  (Digital Teresterial)



Pemerintah meluncurkan program migrasi TV digital pada tahun 2008  saat menteri kominfo dijabat oleh prof. M NUH, penulis sangat ingat waktu itu presiden SBY live via TVRI melakukan tele -confrence bertema TV digital dengan pakde karwo di surabaya dan pakde karwo hanya mantuk-mantuk saja sebab saat itu benar-benar belum populer ide migrasi televisi ini. Semua mengira bahkan saya yakin pak SBY pun berpikir seperti ini : TV digital = TV Lewat internet. 

Padahal yang terjadi saat itu adalah peluncuran konsorsium TV digital  di kota Jakarta dan Surabaya yang akan menjadi MUX / Pemancar gabungan dari semua siaran televisi di Indonesia. Saat itu di surabaya TVRI dipinjam lokasi towernya untuk menjadi pemancar TV digital dan penulis sempat juga merasakan siaran TV melalui DVB-T yang STB nya saya beli melalui penjual online. Siarannya sangat jernih walaupun di tengah kota surabaya yang tingkat ghosting TV analog nya parah akibat pantulan gedung bertingkat. Tapi ini hanya berumur pendek karena petir menyambar pemancar konsorsium TV digital dan hanya mux TVRI yang akhirnya beroperasi sebelum akhirnya kembali migrasi teknologi DVB-T2 pada 2012 yang membuat STB yang saya beli menjadi barang tak berguna.


3. Membeli Televisi LED generasi terbaru dengan Tuner DVB-T2 built in

Ketika program migrasi DVB-T2 digencarkan oleh pak menteri Tifatul S. terdapat wacana akan adanya pembagian STB gratis di tiap kelurahan yang bertujuan untuk lebih menggaungkan dan memasyarakatkan istilah migrasi ini. Seperti biasa proyek ini sedikit gagap di pelaksanaannya dan yang paling tampak hanya spanduk SIARTA - maskot digitalisasi televisi bersama foto besar bapak menteri yang mejeng di baliho besar di kota-kota besar nusantara. Ujungnya sangat tragis karena adanya gugatan pihak pemilik siaran televisi swasta akibat kacaunya proses lelang MUX televisi digital dan akhirnya Mahkamah Konstitusi membatalkan UU Penyiaran dan progress migrasi membuat pak Tifatul menjadi kapok.

Sementara itu produsen perangkat penerima Televisi yang umumnya sudah berwujud TV LED tak ambil pusing dan di tahun 2015 seterusnya rata-rata sudah memproduksi televisi yang support combo TV Analog dan  TV DVB-T2. Jadi dapat dikatakan proses migrasi di sisi pabrikan televisi sudah 100% comply akibat dari kenyataan board assembly yang umumnya diproduksi di china atau korea sudah semuanya memiliki kemampuan prosesing televisi digital. Ya masak sampai harus di cut jalur digitalnya karena siaran televisi di Indonesia masih analog?

Hanya TVRI dan Transcorp yang sekarang ini sangat baik dalam memasyarakatkan televisi digital. Metro TV (media group) pada 2020 juga sangat gigih ke televisi digital dengan mendirikan televisi nasional digital pertama melalui MAGNA CHANNEL yang bersiaran di mux digital mereka . Iklan migrasi televisi digital yang cukup bagus disampaikan melalui iklan di Transtv - Trans 7 - CNN Indonesia seperti pada video dibawah ini.



Sudah siapkah anda migrasi ke Televisi Digital ?

Share:

Rabu, 23 September 2020

Mencari uang lewat Google Adsense itu mudah kok (Flashback 2005 ke 2020 )



Seperti menjadi "budak" adsense ....begitu komentar pada sebuah video youtube yang memang sih isinya seperti menertawakan penontonnya, thumbnail dibuat begitu menggoda dengan isi yang sebenarnya kurang cocok dengan thumbnail atau gambar & tulisan headline nya. Tapi itulah kenyataannya dunia per-iklanan melalui media internet dimana perkembangannya sudah berubah menjadi bidang ekonomi baru yang sangat pesat . Kali ini penulis akan bercerita pengalaman berkenalan dengan dunia adsense sejak pertama kali dipercayakan memegang laptop kantor sehingga kini masih menggunakan laptop  pinjaman kantor walau ya kantor milik sendiri, karena saya berusaha membedakan harta milik perusahaan dengan harta milik pribadi. Begini ceritanya ....


Internet pada tahun 2000an awal akan sangat berbeda dengan internet 15 tahun kemudian, facebook belum ada, chatting masih pake Yahoo messenger, cari video masih lewat sharing p2p atau torent, dan seterusnya. Tapi yang masih ada dan sepertinya akan menjadi penguasa ekonomi kedepan adalah periklanan di website internet. Ketika penulis masih menjadi seorang kaskuser yg walau tak begitu aktif tapi sempat merekam beberapa cara kaskus mendapatkan revenue dengan memasang iklan dan menyarankan usernya untuk membantu "klik" pada iklan yg ada pada sela-sela tulisan board forum diskusi. Sedangkan media berita online di penuhi dengan iklan gambar dan teks sederhana dan sepertinya pengiklan membayar langsung ke pemilik portal berita tersebut. Disinilah kejeniusan google muncul pada tahun-tahun itu dengan program iklan adwords dimana para pengiklan dan pemilik website dapat berkompromi tanpa harus bekerja extra untuk kesepakatan harga suatu tampilan iklan produk. Layaknya seperti biro iklan lah si google dan semakin seru dengan program pengiklan ADSENSE dimana blog dan website milik pribadi bisa dipasang iklan yang membuat seorang engineer seperti saya ini ikut membuat blog tentang apapun. 




Gembiranya penulis karena berhasil mendapatkan verifikasi google dan semakin getol mencari ilmu blogging dan trik-trik mendapatkan klik adsense. Jaman itu sudah ada trik jasa klik iklan sama seperti belakangan ini yg lagi marak dengan aplikasi melihat iklan video aja bisa kaya ! Jadi dulu ada program PTC / PTS...paid to click / paid to surf dimana dengan mengklik iklan maka akan mendapatkan kredit poin. Iming-iming yang lebih dahsyat adanya program referal dan upgrade akun sehingga tiap kali klik mendapatkan pengali sesuai nilai dolar upgrade yg diberikan. Ujungnya ya dapat di tebak ini adalah scam ! Bagaimana dengan para pengguna jasa ini ? Lihatlah gambar berikut ...



Jadi kegembiraan karena sudah bisa mendapatkan pin pencairan uang adsense premature banget, hanya 3 hari langsung dibanned. Walau postcard surat pin google sampai kerumah tapi tak bisa digunakan lagi. Upaya dengan membuat akun baru pun terdeteksi oleh pihak google...dan kembali lah saya ke dunia nyata setelah sebelumnya dengan mimpi penghasilan dari adsense yang lebih besar dari gaji kantoran dan resign dari pekerjaan. Hmmm ..ya iyalah mana bisa dibayar dengan menipu klik iklan gak jelas. Jadi perlu diperhatikan bagaimana ekonomi periklanan bergerak seperti ini:


  • Publisher atau pemilik website, konten youtube, aplikasi android dan sebagainya merupakan masyarakat umum yang memiliki kreatifitas sehingga memiliki pengikut , pemirsa dan daya tarik ke dunia maya.
  • Pemilik produk ingin menjadikan publisher diatas sebagai tempat mereka menjadi papan banner produk mereka karena semakin banyaknya website, blog , konten yutub yang laris manis dilihat oleh pengguna internet.
  • Google memiliki platform Adwords untuk produsen produk dan Adsense untuk publisher dimana google menjanjikan ke produsen iklannya akan ditampilkan sesuai dengan tema website, video dan aplikasi yang tepat sasaran. Publisher dijanjikan akan mendapatkan bagian dari iklan yg dibayar oleh produsen sesuai jumlah view, klik dan ukuran lainnya yg ditentukan oleh algoritma google.
  • Klik iklan yang tidak bersesuaian dengan produk yg ditawarkan akan menyebabkan nilai ekonomi iklan tersebut merosot dan sale nya tidak sesuai harapan produsen. Ujungnya produsen menjadi males mengiklankan produknya pada google adwords. Inilah menjadi perhatian serius google dengan selalu melakukan update sistem monitoring transparansi iklan mereka.


Kalau saya tulis flashback nya secara detail akan kepanjangan karena pembahasannya bisa mumet di era tahun 2010an dimana ada sistem metrik google melalui pagerank , backlink, dan sebagainya. Yang saya ingat adalah seorang teman yang tiba-tiba menjadi super kaya selama beberapa tahun diawal 2010an dengan bisnis "beternak domain" nya, jualan backlink, dan berburu pagerank. Ujungnya dapat ditebak google tidak menyukai iklan mereka dijadikan cenderung tidak "tepat sasaran" dan bisnis teman saya ini tewas beberapa tahun berikutnya. 




2018 saya diampuni ! Kaget karena tiba saja menu adsense muncul di smartphone saya dan mulailah menyusun strategi bagaimana bertindak jujur pada google. Dan ternyata tidak perlu trik apa-apa cukup mengikuti apa yg ada pada help petunjuk pada halaman google adsense. Jadi sangatlah BULLSHIT yang dituliskan pada buku "cara kaya lewat adsense" yang berjejer di gramedia itu. Kalaupun adsense anda melakukan kesalahan, pasti akan diberitahu dengan warning pada email atau ketika masuk ke laman google adsense. 2 tahun menunggu dan ini ujung yang menggembirakan, cukup melegakan di masa pandemi yang serba susah ini.




Keheranan saya masih saja ada orang yang ingin mengakali google adsense ataupun facebook ads dan platform pengiklan lainnya, dan ketika caranya atau lubang celah penipuan ini dikuasai maka dengan mental maling diciptakanlah program, aplikasi, investasi dan apapun itu yang mengajak secara MLM / Ponzi /Piramida /Referal untuk meng-klik, melihat, like, wuahhh macem-macem banyak banget dengan pola yang mirip yaitu ketika mau mendapatkan fasilitas upgrade yg lebih menggiurkan maka akan diminta melakukkan TOPUP rupiah saldo serta mencari prospek pengguna alias calon korban baru. Ngeri sekali dijaman pandemi karena hal ini dianggap shortcut mudah karena kebanyakan akibat pandemi covid-19 semua orang mengalami ekonomi sulit dan kebanyakan dirumah saja. Jadi memanfaatkan kondisi pengangguran dan butuh...tapi masih aja kena tipu. Kasihan ! Jadi waspada kawan !


Intinya ikutilah aturan yang telah dibuat oleh penyedia jasa iklan sehingga benar terjadi perputaran uang yang adil diantara pemilik produk, publisher dan penyedia jasa (google, facebook, dll). Dan saya jadi ingat dosen legendaris di kampus elektro ITS bernama Ir Heru yang mengajar kuliah rangkaian listrik dan Op Amp, doktrin beliau adalah :

" Kalau di kertas ujian tertulis waktu 90 menit dan kamu menyelesaikannya 15 menit lebih awal, berarti kamu telah melakukan kesalahan " 

Share:

Jumat, 28 Agustus 2020

Tukang Solder Menjual " Nothing " ... apakah bisa ?

 


Ketika blog ini menjadi sedikit aneh karena membahas diluar pakemnya di bidang elektronika dan televisi, maka anda pembaca perlu paham bahwa penulis pasti lagi galau. Lihat saja episode tulisan di beberapa tahun yang silam, maka ada beberapa tulisan sejenis yang memang muncul pada periode kegalauan yang menyebabkan otak sang penulis over thinking mau meledak. Jadi menulis adalah salah satu cara saya untuk meredam ke-liaran otak sehingga channeling nya menjadi bermanfaat. Syukurnya kalau tulisan saya ini tidak menjadi bumerang ke diri sendiri dan bermanfaat ke pembaca, karena kadang keanehan pola pikir saya menjadi  sesuatu yang "ealaaaahh" bagi kawan yang membaca tulisan saya. Dianggapnya saya terlalu berusaha merubah sesuatu diluar kemampuan, tapi...sekali lagi ini channeling healing yang saya sering lakukan dan sepertinya berhasil beberapa kali. Mudah - mudahan kali ini berhasil juga.

Saat pandemi covid19 menyebabkan penulis memiliki banyak waktu dirumah, akibatnya kepala saya dijejali berbagai pikiran rencana ini - itu dari solder menyolder - coding - belajar hal baru dan sebagainya. Beberapa pembahasan mengenai IOT sudah saya share dengan sukses dan ditanggapi positip oleh pembaca. Di kemudian hari saat angka penderita covid makin tidak terkendali dan orang semakin cuek,  saya sebagai pemikir logis mulai melakukan mekanisme proteksi diri untuk hal buruk kedepan yang mungkin terjadi. Memori kepala seperti diputar untuk kembali mencari bahasan pemikiran spiritual dan pada agustus menjadi bulan yang bisa dinamakan "motivational month". Nah ini merupakan kejadian berulang yaitu saat periode penulis lulus kuliah - ditinggal teman sekantor mencari kerjaan lain - menikah - PHK . Jadi disaat momen seperti ini entah disadari atau tidak otak saya memproteksi diri saya agar tidak burnout karena stress.

Pada episode pandemi yang sangat gelap ini ada anomali yaitu tiba - tiba berakhirnya kreativitas saya di bulan agustus . Saya menjadi cenderung "doomers" yang beranggapan kiamat sudah dekat. Sang penyelamat yaitu "otak saya" kick in dan entah kenapa menyuguhkan berbagai pembelajaran di era nya yaitu spiritual guru, motivational speaker, business coach, dan sebagainya dalam bentuk podcast dan video. Saking banyaknya video motivational yang serupa berupa cuap-cuap mem "positif " kan diri yang katanya lagi negatif, saya ingin flashback pengalaman dan pandangan saya tentang para penjual motivasi yang selalu muncul layaknya malaikat penyelamat dan memang beberapa dari mereka bisa menyelamatkan banyak orang. Tapi entah kenapa saya melihat sesuatu yang berkontradiksi satu dengan yang lainnya. Kata seorang idola saya "HY" yang sekarang mulai merambah podcast, dalam sebuah videonya saya disindir kalau  saya ini terlalu fokus pada sesuatu yang tidak berguna. HY berkata begini :  "Orang sombong akan membenci orang sombong lainnya" . Ya benar apa yg dikatakan bang HY, saya benci pada motivational speaker yang angkuh itu dan saya dapat dikatakan sombong juga, karena saya merasa mereka itu ngomong bullshit.  Hahahaha ketemu deh salah satu sifat saya yaitu sombong dari kata-kata HY tadi. Dari beberapa podcast nya beliau saya melihat "auto" kejujuran dari para tamu yang jadi nara sumber podcast nya entah karena aura HY itu "orang baik". Seinget saya HY pernah kalah pilkada 3x , perkawinan kacau, dipecat dari pekerjaan, tapi bisa bangkit dengan hebatnya. Jadi ketika ujung agustus saya melihat HY menyadarkan saya pada suatu hal yang akan saya rangkum dalam analisa tukang solder vs motivational speaker.


MLM dan Motivational Speaker


"Kamu pasti bisa...yess yess..." teringat suara tape player di kamar tetangga kos 15 tahun yg lalu, selalu menggelegar tiap pagi sampai suatu hari saya ikutan ahhh dengerin. Luar biasa efeknya lhoo hingga saya jadi ikutan seminar MLM nya dan saya kaget melihat yang menjadi pembicara adalah seseorang teman yang dulunya culun pemalu tapi tidak menyangka bisa ngomong sehebat itu. Wewww..otak ic logic TTL sebagai tukang solder tidak mampu menalarkan ini dan sukses membuat saya kapok ikutan seminarnya. Tapi seperti halnya saat menemukan vcd player yang tiba-tiba mati, maka otak saya beputar terus mencari jawaban apa yg menyebabkan teman saya itu menjadi berubah total. Episode ini dinamakan mencari buku motivational speaker dan saya lahap semua buku yang ada di gramedia dan manual-manual MLM yang saya dapat dari beberapa teman dan saudara yang ikutan MLM. Dan sepertinya saya mempelajari mashab MLM yang terlalu banyak dan kepala saya menjadi pening karena diantara buku ada pandangan yang bertentangan. Contohnya nih tentang "positivity" dimana satu buku menyebut bahwa sesuatu yang positp harus ditanamkan pada diri setiap saat, sedangkan buku lain menganggap positivity itu menjerumuskan. Ya sebagai tukang solder saya tau kalau positip terus maka tak ada aliran arus listrik dan gak akan menyalakan sebuah LED. Begitu akhirnya ketika saya mendapatkan kontradiksinya semakin parah dan setahun kemudian saya me-loakkan semua buku motivasi itu daripada berdebu tak terurus.

Lalu apakah bisnis MLM di 15 tahun kemudian masih berjaya? Masih lahh bahkan suatu ketika Facebook  menunjukkan magicnya dan saya bertemu lagi dengan tetangga kos  saya yg 15 tahun lalu itu di sebuah komentar. Mencengangkan dia masih saja menjual MLM yang sama dan saya add pertemanan dan hasilnya wall FB saya menjadi penuh video motivasi dan postingan mengajak seminar MLM. Tau kan pembaca ujungnya? Ya saya benar kemudian klik unfollow tapi tetap jadi friend..kadang-kadang sih masih stalking statusnya..wkwkwkwk.


Trik Mendapatkan Sesuatu Dengan "Mudah"

 


Seorang teman yang pekerjaannya bankir pernah saya ajak konsultasi mengenai kecendrungan saya yang benci mendapatkan sesuatu secara kredit. Hasilnya saya di ejek dengan kata-kata " You Don't Know How Money Works !" . Ohh shit tukang solder ini ternyata hanya tau cara menyolder ya, sampai dulu tawaran kerja di sebuah bank saat lulus kuliah dilewatkan karena menganggap dunianya tukang solder gak nyambung ke perbankkan. Padahal sekarang sudah semuanya elektronik banking hikss hikss..gak masalah lah nasi sudah masuk sepitenk lanjut terus jangan liat spion lagi. Dan diluar sana ternyata banyak yang entah karena menentang riba atau pandangan sama seperti penulis yg mengalami impostor syndrome - menganggap semua diluar sana penuh kebohongan jadi gak mau ikutan ? entahlah. Yang pasti ini menjadi sebuah market yang besar bagi penjual "trik" shortcut cepat mendapatkan sesuatu dan contoh nyata adalah suatu seminar cara membeli rumah tanpa utang. Parahnya lagi awal muncul dari produk seminar yang banyak peminatnya itu beriklan nya dengan jargon plesetan "TANPA UANG" yang akhirnya banyak diprotes para penggiat property.

Episode menjual trick ini berlanjut ke tema - tema lain seperti : cara cepat kaya, trik blog No 1 di google search, cara laku jualan online, pokoknya polanya : CARA MENDAPAT "SESUATU" DENGAN USAHA MINIMAL . Jadi otak manusia ketika dihadapkan pada pilihan yang lebih ringan maka akan lebih menjual lhoo. Dan ketika produk seminar itu dibeli yang ditampilkan adalah kebenaran umum, cara umum, trik "susah" yang dibuat mudah, dan satu hal selalu ditanamkan positivity sehingga yang sulit menjadi terlihat mudah dilakukan. Salah kah? ya gak ada salahnya boz ! Tapi..ada tapinya yaaa... Ayo coba bayangkan lakukan metode ini ke seluruh rakyat Indonesia maka negeri ini akan menjaid kaya raya seperti di china sana. Kenyataannya ? Ya kembali lagi kalau semua orang sudah memiliki trik menjadi kaya ya ujungnya gak cuan lagi dong bapak-bapak penjual seminar itu ?  Jadi ada kalanya  dibuat kondisi dimana orang-orang yang senang "shortcut" ini selalu kurang puas, kurang berhasil sehingga terus menerus didorong membeli produk seminar - motivasi - cara ini itu dan tanpa melakukan action yang sebenarnya. Pernah kah pembaca membeli buku motivasi dan baru baca setengah lalu bosan dan membeli buku motivasi lainnya?

Fake Guru


Episode ini saya akan singkat saja karena akan membosankan kalau ditulis dalam blog, mungkin saya perlu membuat buku debunking fake motivators..hmmm..saya jadi ikutan ambil untung dong kalau bikin buku? seperti umumnya dari mereka yang mengaku ahli, guru, expert, baba dan sebagainya. Satu hal yang pasti adalah mereka menjual BUKU ! ahhh buku berapa sih untungnya ? ooo jangan sangka buku itu murah ya, salah kalau menilai buku cetakan hanya sekitar 100ribu. 4 jutaan lhoo sepaket dengan DVD, flashdisk, dan yang baru sekarang karena jaman PODCAST yang dipaketkan juga bisa berupa HeadPhone yang katanya akan bisa mengirim sinyal bawah sadar yang lebih bagus ke otak. Preeeettt lahhh ! Lhooo saya jadi judgmental begini, kata seorang motivator yang pertama kali saya ikuti di jaman pandemi ini. Jangan menilai sesuatu! Biarkan semuanya berjalan apa adanya. Diakhir bulan saya sadar bahwa yang dimaksud adalah: Jangan nilai (ajaran) buku ini, terima apa adanya dan kalau dibelakang ada perintah untuk membeli buku selanjutnya maka otak akan menganggap itu adalah jalan yang seharusnya. Ahhh saya terlalu judgemental ! Mungkin inilah yang tidak saya sukai sebagai tukang solder, KONTRADIKSI ! Tapi guru spiritual bilang jangan mengkontradiksi hal yang diluar kemampuanmu, tidak baik nanti hidupmu tidak tenang, bersikaplah nerimo ! Hmmm hasilnya kontradiksi makin parah dan kenapa yang bikin kontradiksi saja dihindari sejak awal? Nah mumet kan ? 

Gini, saya akan berusaha merangkum ciri-ciri fake gurus yang saya dapat dari sumber pengalaman sendiri bahkan dari beberapa sumber dokumentari guru spiritual india yang dikupas habis kebobrokannya. 

  1. Senang menceritakan pengalaman diri sendiri yang selalu bombastis seperti : Bangkrut yang parah lalu bangkit, Sakit lalu mendapat pencerahan, cerita bisnis yang tiada batas keuntungannya, mengesampingkan faktor "luck" dan menganggap sebagai kerja keras yang sangat keras. Roda kehidupan itu berputar bung jangan lupa itu ! Coba deh ditelisik pasti ada yg aneh dengan cerita masa lalu dari kondisi sangat negatif menjadi super positif tanpa di jelaskan secara jelas prosesnya. Nah inilah yg pasti hooked atau nyantol di pikiran netizen +62 dengan mengesampingkan akal sehat.
  2. Menjual sesuatu yang bisa dipelajari sendiri lewat internet, manual book, buku agama atau buku pelajaran umum. Kebiasaan internet search yang sedikit-sedikit memanfaatkan google menjadikan market yang sangat besar bagi predator ini. Dan umumnya pasar besar ini sedikit malas untuk sekedar membaca help.
  3. Kontroversi dan meng-Kontradiksi. Ini rumus umum untuk mendatangkan pemirsa dan calon korban sebanyak-banyaknya terutama di fase awal.
  4. Pendukungnya banyak, referral nya seabrek dan satu frekuensi. Jangan sangka kalau suatu produk software alat bantu jualan online itu tanpa pendukung ya? Mereka mengumpulkan berbagai orang yang satu frekuensi untuk menjual sistem berjualan yang dari hulu - hilir ada semua dan ini sah adanya. Salah satu dokumenter tentang guru spiritual palsu bisa dilihat pada netflix dan akan membuka mata anda bahwa jaringannya rapi banget. 
  5. Orang jaman now  menganggap internet adalah jawaban segalanya dan ini menjadi pasar yang gurih. Jualan ya jualan aja gak ada rahasia apa apa, kalau barangnya bagus ya pasti laku. Saya akan dikecam sebagai "old minded" jika berpikiran seperti itu, dan balik lagi ke penjelasan diatas "buzzer" nya banyak.


Cukup sampai disinilah pelampiasan keliaran otak saya dan lumayan menenangkan pagi saat saya menulis ini. Maaf kalau misalnya pembaca menjadi salah tanggap karena itu adalah pilihan anda untuk mengikuti motivator, guru, penjual shortcut yg bertebaran di internet sana. Dan berhentilah sekiranya tidak pas dengan yang anda yakini agar tidak berujung ke pemborosan tiada ujung. Apabila sudah terjerumus tetap lah dijalan itu karena kalau keluar maka anda akan merasa kebingungan menilai mana yang benar dan salah dan terakhir jangan lupa berdoa berharap apapun itu menuju kebaikan anda.  

 


Share:

Selasa, 11 Agustus 2020

Impostor Syndrome - Penipu semu yang umum di derita pekerja dunia IT (renungan kepergian seorang teman)

 



" ...Sepertinya semua bantuan untuk orang lain telah kukerjakan dengan sempurna, tapi entah kenapa masalah dalam rumahku sendiri sepertinya tidak selesai-selesai ..." 


Tulisan diatas saya baca pada status facebook serang teman yang saya anggap sebagai "master" IT karena beliau seperti layaknya kamus elektronika berjalan. Saya pun bertanya via inbox kenapa hal ini dia sampaikan melalui FB yg menjadikannya sedikit berbahaya. Kenapa ? Karena sifat medsos yg bisa seperti kuda liar, bagaimana jika yg membaca tulisan status FB itu adalah atasan mu dan menjadi "baper" merasa yg dimaksud adalah keluhan karena tugas yg diberikan oleh atasan terlalu banyak ? Dan diapun kemudian menghapus status FB hari itu juga dan melanjutkan curhat dan mengeluh ke saya. Lhaa saya bukan psikiater kok dan saya juga mengalami hal yang serupa pada hidup saya.



Entah ditunjukkan oleh tuhan atau algoritma youtube mulai menjadi menakutkan, video diatas muncul di suggested video pada time line youtube saya di HP. Dan mulailah deretan video mengenai impostor syndrome yg berbahasa inggris  muncul. Otak dipenuhi kegalauan apakah saya mengalami sindrom ini? Ah tidak saya bukan orang sukses kok makanya ngapain juga sampai mengalaminya. Tapi ada pola yang mengena pada diri saya dimana sering melakukan kerja keras sampai mencapai hasil maksimal dan dengan entengnya menampikkan hasil kerja keras ini dengan : " ahh hanya kebetulan saja saya bisa, kalau besok disuruh ngulang pasti gak mungkin.." hmmm..mungkin ini hanya cocoklogi oleh otak dan pikiran saya saja.



Yang sedikit mengejutkan dari beberapa video adalah kenyataan bahwa banyak pekerja IT di india sampe harus bunuh diri karena terlalu parahnya penderitaan sidrom ini. Ahhhh masak iya sih ? Saya pernah berhubungan lumayan intense dan lama pada suatu project dengan pekerja asal negara cerita mahabaratha. Dan dari pandangan saya ada 2 type orang india yg saya temui waktu itu, ada yang sok tau banyak bicara dan satunya pintar dan benar-benar tau teknik tapi pendiam. Ternyata yg pendiam ini sedikit perfeksionis dan gemar melakukan kerja keras jika ada script nya yang kurang sempurna. Sedangkan yang banyak bacot jika mengalami jalan yg susah dan buntu maka dia menelpon ke HQ di mumbai dan tanpa bekerja lembur pun pekerjaan selesai juga kok.

Apa saya seperti india yg pintar itu ? ahh tidak juga saya gak pernah menyelesaikan pekerjaan sampai se "persisten" dia kok, sampe makan pun di skip,  kalau gak kita belikan makan dia cukup minum teh aja sampai berjam-jam. Lalu apakah saya seperti si india tukang telpon ? Hmmm kalau saya sih gengsi menelpon teman di HQ kalau bisa dikerjakan sendiri sampai bisa. Lhoo itu membingungkan apakah saya menjadi india yg mana ? Saya tetap orang bali aja ahh..tapi kenapa saya merasa kalau mengidap sidrome penipu ini ? Ternyata ada yang tidak cocok dengan perbandingan saya vs  kedua india tadi yaitu ke duanya pandai bersyukur, dimana setelah pekerjaan berat terselesaikan maka si "jarjit singh" akan meminta saya mengantarkan ke restoran india terdekat untuk makan kari + dhal + garam massala yang saya kurang suka teksturnya. Yang paling saya suka adalah roti india atau naan yang walau hambar tapi bisa dinikmati lidah saya. Mereka berdua ahlinya untuk bersyukur dengan merayakan ketika menyelesaikan hal kecil sekalipun. Nah disinilah ketemu kaitannya kalau saya cenderung merasa hambar ketika mendapatkan pencapaian. 


Pencapaian yang lumayan bisa dibanggakan adalah ketika mendapat predikat engineer terbaik, karena kebetulan aja kali jadi "terbaik" dimana teman-teman yg "terbaik" lainnya udah loncat ke perusahaan yang lebih besar. Jadi saya menjadi senior sendiri di seluruh kantor Indonesia timur. Nahhh itulah perasaan yg saya dapatkan saat itu, saya merasa kebetulan dan beruntung saja mendapatkan hadiah jalan-jalan suwon-seoul-everland. Hampa dan tidak bahagia lhoo ketika disana karena takut membayangkan jika ex co-worker yg lebih pintar dari saya masih kerja sekantor atau ketika trik-trik saya memanipulasi data akhirnya kebongkar oleh atasan. Saya adalah salah satu engineer yang sangat sering menggunakan shortcut dengan script pada unix atau excel untuk memudahkan pekerjaan dan itu sedikit diharamkan oleh kantor. Begitu juga saat saya mengunakan pendekatan-pendekatan teknikal yang "nyeleneh" dan menyalahi teori. Misalnya dalam menghitung kapasitas sebuah BTS apakah butuh tambah modul atau tambah BTS sekalian, dengan pendekatan perhitungan dagang elektronik dipasar genteng yang akan menambah sesuatu jika terlihat kurangnya melalui error checking. 

Apaan sih kok susah banget ? Ingat penulis bukan lulusan jurusan telco tapi tukang solder. Semisal nih kalau microcontroller yang dipakai memorynya habis (error saat running) maka baru  ganti chip yang lebih besar memorinya. Sedangkan orang telekomunikasi akan menghitung Erlang - Busy Hour Call Statistic - Cell design - Market Survey dan sebagainya sehingga berdasarkan hitungan mumet akan ketemu jumlah penambahan yang dibutuhkan. Kalau saya tukang solder ini menelisik ada tidaknya message error akibat resource kurang maka korelasinya menandakan perlu penambahan sesuatu berdasarkan persen errornya pada jam sibuk. Karena metode saya sederhana dan mudah dipahami maka pihak klien dan perusahaan menganggap metode hitung saya ini brilian. Kantor bisa menjual lebih banyak barang sedangkan klien mendapatkan perbaikan network tanpa harus berdiskusi panjang. Tapi ini MENIPU ! Coba kalau HQ - RND pusat di suwon mengetahui cara hitung saya dan matilah saya !


Nah ternyata betul saya mengidap syndrom ini dan yakin 100% , lalu kenapa ? Menurut pandangan orang pintar didunia psikologi, penyebab hal ini terjadi harus dirunut dari masa lalu yang suram. Ya begitulah tapi jadi baper kalau menulis masa 90an di tulisan ini lagi, jadi kelihatan sering bapernya kayak emak-emak di sinetron ...Ku Menangissss.....sebaiknya saya ceritakan saja bagaimana saya berdamai dengan sindrom yang sejak lama mengakar di sanubari dan menjadi bandulan super berat di kaki. Dalam suatu renungan dan meditasi ala kadarnya saya teringat kembali ke almarhum rekan saya yg sudah meninggalkan kita 40 hari lebih. Ya menulis curhat disini menjadi suatu obat yang dianjurkan pada suatu video youtube. Apa hubungannya dengan kisah sedih di akhir juni itu ?


Disclaimer : sumber klik disini dan tidak ada maksud untuk mendiskreditkan siapapun. Jika kurang berkenan silahkan menghubungi penulis untuk penjelasan lebih lengkap


Ke kaguman saya pada rekan saya DR Istas (almarhum) memang sudah ada sejak kuliah dan walau banyak yg nyinyir " ah dia hanya beruntung" tapi saya tetap angkat topi. Dia take all chances with full responsibility, go to hell with nyinyirers...hahahah ....itu mungkin yang tepat menggambarkannya dan sampai akhir hayatnya memang itu prinsip hidupnya yang dipegang teguh. Semua tugas pasti selesai dan melakukan dengan enjoy, bersinar cemerlang saat ber selfie ria di berbagai kesempatan kalau tugas kemana saja dan merayakan hidup dengan bernyanyi melalui smule. Lepas seperti tanpa ada beban dan mensyukuri hidup seperti halnya ketawa khasnya yang menggelegar. Ahh jangan baper yuk ..balik balik....saya ingin cerita tentang gambar diatas dan hubungannya dengan sindrom penipu yang berusaha saya kendalikan.


Sistem monitoring data polusi yang di buat sebuah kampus di surabaya ini digawangi oleh beliau sekitar setahun yang lalu dan terus terang awalnya saya tidak terlibat didalamnya sampai suatu ketika di bulan oktober ada tawaran dari beliau untuk mengerjakan suatu alat monitoring seperti gambar diatas itu. Lahhh alatnya sudah masuk media dan koran dan foto-foto bersama pejabat yang wajahnya lumayan dikenal publik, kenapa oktober saya diminta mengerjakan ? Ternyata alat yang diatas mobil itu hanya berupa mockup tanpa ada fungsi apapun. WHAT ? Otak tukang solder saya langsung berontak dan keluarlah kata-kata : " C*** kok cik wani'e tas ? " Tertawalah kawan tercinta ini dengan leganya dan mengatakan " mau gimana lagi nyo ? wong arep 17an kudu mari, nah saiki dirimu tak kasi kerjaan ini mau gak ?" . Oooaalaahhh mereka berbohong kah ? "ahh saya gak mau pak , saya gak mampu membohongi diri sendiri ", ini dalam hati looo mana mampu saya mengungkapkannya blak-blakan.

Dan kemudian saya "search" lah berita yang dimaksud pada media online dan disana terdapat jelas wajah senior kami di kampus yang levelnya tidak perlu diragukan, dan mereka juga adalah ahli dibidangnya. Mereka juga sangat saya kagumi dan hormati, lalu kenapa dimata saya mereka melakukan hal yg salah? Saya gak habis pikir setahun lalu itu, tapi karena pak istas ini adalah kawan yang sering membantu saya maka saya kerjakan juga proyeknya walau sedikit mengganjal. Itung-itung juga mencoba mengukur masihkah kemampuan elektronika-IOT saya bisa dihandalkan?

   
Ketika akhirnya alat ini selesai dan akan berencana mengembalikan ke pihak unusa untuk dilakukan pengambilan data sungguhan, berita duka mendadak mengejutkan semua dan saya sampai sebulan bertanya-tanya ada apa ini kok saya sedih banget ? Saya dianggap sangat baper oleh istri dan beberapa teman karena sering mengingat masa-masa akhir bersama kawan ini melalui cerita, posting dan sebagainya. 40 hari setelah beliau berpulang, jawaban-jawaban atas misteri ke-baperan saya atas kepergian beliau menjadi suatu "cocoklogi" yang sangat dipaksakan mungkin, karena tiba-tiba saja ujug-ujug saya sadar kalau saya mengalami 'Impostor Syndrome" dengan melihat kembali ke 10 bulan sebelumnya ketika menyadari bahwa orang itu lazim melakukan "kebohongan" yang bertanggung jawab. Jika dipikir secara jernih ini betul "impostor" walau alatnya cuma tipuan didepan media saat peluncuran, tapi kan ahirnya selesai juga ketika dikerjakan ditangan yang tepat. Jadi  coba saja pikirkan kalau tidak di luncurkan maka saya tidak akan menguasai kembali kemampuan solder menyolder yang sudah saya lupakan hampir 5 tahun. Dan saya menjadi sangat bersyukur karena berhasil melahap teori IOT dari berbagai sumber serta praktek yang buktinya bisa dilihat dari blog ini setahun kebelakang. Jadi salahkah orang-orang hebat yang saya sebut tadi? Tidak bukan ? Mereka mengambil kesempatan dan bertanggung jawab !

Sebagai akhir kata, tulisan saya ini merupakan anjuran dari berbagai video dan tulisan psikolog mengenai cara mengobati "Impostor Syndrome" yang mungkin sudah akut menjangkiti jiwa saya. Perlahan namun pasti saya menemukan jawaban-jawaban atas kegalauan kenapa saya kurang "berhasil" menurut pandangan sendiri, padahal saya hanya kurang bersyukur dan membiarkan semua berjalan secara alamiah. Seperti halnya kata seorang bijak tentang hukum alam "effortless effort" jalani sesuai ceritanya tanpa harus bertanya, menilai dan mempertentangkan, maka kebahagian ada di ujungnya.
 

Share:

Sabtu, 18 Juli 2020

[IOT Itu Gampang] SIM7000 NBIOT Gagal Terima Pesan Subscribe MQTT dari Antares



Senangnya hati ini saat berhasil menduplikasi alat jadul saat penulis kerja praktek pada tahun 2002 (bisa dibaca disini ) terutama saat berhasil mengirimkan data pembacaannya menuju grafik pada microsoft excel menggunakan NBIOT telkomsel dan Antares sebagai platform IOT nya. Dan sekarang saya ingin mengetes proses kebalikan dari alat ini yaitu subscribe ke topic antares dan mencoba menerima data. Sebagai pemahaman untuk pembaca, proses subscribe MQTT dari antares selalu menggunakan topik :

/oneM2M/resp/antares-cse/ACCESS:KEY/json

Access:key merupakan username dan password yang anda dapatkan dari platform antares . Karena topiknya satu saja maka data yg ingin diolah diterima dibagian mana ? Mari kita lihat contoh respon atau jawaban dari topik mqtt.

 {
   "m2m:rsp" : {
      "rsc" : 2001,
      "rqi" : "123456",
      "pc" : {
         "m2m:cin" : {
            "rn" : "cin_63068886",
            "ty" : 4,
            "ri" : "/antares-cse/cin-63068886",
            "pi" : "/antares-cse/cnt-682859183",
            "ct" : "20200707T152502",
            "lt" : "20200707T152502",
            "st" : 0,
            "cnf" : "message",
            "cs" : 35,
            "con" : "{\"led\":\"on\"}"
         }
      },
      "to" : "username:password",
      "fr" : "/antares-cse"
   }
}

Wihh panjangnya sekitar 500 karakter nih...padahal kalau dilihat dari buffer nya library tinyGSM hanya mencantumkan rx buffer sebanyak 64 byte saja. Jadi berdasarkan penelusuran praktek menghidupkan LED melalu NBIOT-ANTARES pesan tidak bisa diterima karena kepanjangan. Kalau saya errorkan mengirim data maka response dapat diterima dengan baik karena pesan nya tidak melewati jumlah byte buffer.







Dapat disimpulkan datanya terlalu panjang untuk buffer sim7000 bagaimana kalau buffernya dibesarkan? Yang terjadi adalah memory RAM arduino yang saya gunakan menjadi kritis 80% dan tidak mampu untuk mengerjakan  fungsi memori dinamis scriptnya. Bagaimana kalau kita menggunakan broker lain dan mencoba mengirim data panjang ? Kita coba menggunakan broker HIVEMQ dan hasil yang didapat kurang lebih sama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut ini.





Share:

Kamis, 02 Juli 2020

[IOT Itu Gampang] Komunikasi 2 Arah Dari Arduino Langsung ke Excel



Semakin asyik dan mudah, kini kita dapat menulis grafik menggunakan arduino langsung ke microsoft excel dengan bantuan library python xlwings. Tapi ada kendala kalau menggunakan MQTT maka jalur akan sedikit kepanjangan seperti yang telah dibahas sebelumnya disini. Seorang teman menyebut kalau pada dunia industri masih belum digalakkan penggunaan jalur internet pada  mesin industri  alasannya rawan di jahili para opreker Indonesia yang terkenal jago. Untuk itu kali ini kita akan bahas menggunakan komunikasi langsung serial UART dari arduino ke PC dan selanjutnya menulis ke Excel.




Karena komunikasi serial langsung ke PC maka kita dapat sedikit berkreasi dengan mengirim balik data dari excel ke Arduino. Jadi perintah paling sakti dari library python xlwings yang kita gunakan pada tutorial kali ini adalah :


sheets.range('cellname').value=?? 
 

Jadi dapat dilakukan 2 arah perlakuan yaitu penulisan cell dan pengambilan nilai/isi cell , sehingga selain menulis data dari pembacaan DHT11, kita juga dapat mengambil nilai cell untuk mengatur nyala mati led. Bagaimana scriptnya ? Sangat mudah kok ...


#include "DHT.h" // Library DHT11

#define DHTPIN 5 //PIN DHT
#define DHTTYPE DHT11

#define MERAH 4   //PIN LED
#define HIJAU 14
  
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE); 

unsigned long previousMillis = 0; //Timer
const long interval = 2000; //2 detik


void setup() {
pinMode(MERAH, OUTPUT);
pinMode(HIJAU, OUTPUT);
Serial.begin(9600); //serial ke usb com
dht.begin();

}



void loop() {

  unsigned long currentMillis = millis();
  //cek timer 
  if(currentMillis - previousMillis >= interval) {
  previousMillis = currentMillis;  
  float h = dht.readHumidity();
  float t = dht.readTemperature();
 
  // cek pembacaan dht benar
  if (isnan(h) || isnan(t)) {
    Serial.println(F("Failed to read from DHT sensor!"));
  }
  else{
    
   //lempar langsung ke serial
   Serial.println( String(t) + ","+ String(h) );
    }

  }

}

Kalau hanya mengirim data serial maka akan se-simpel itu, sedangkan pada python cukup ditambahkan library pyserial untuk meng-capture data serial yang dikirim oleh arduino.


import serial
import xlwings as xw

wb = xw.Book('Book1.xlsx')
sht = wb.sheets['data']
row = 1

serialPort = serial.Serial(port = "COM4", baudrate=9600,
                           bytesize=8, timeout=2, 
                           stopbits=serial.STOPBITS_ONE)
                           
serialString = ""       


while(1):
    if(serialPort.in_waiting > 0):
        serialString = serialPort.readline()
        data=serialString.decode('utf-8')     
        print(data)	
        datae=data.split(',')
        if row == 51:
           row=2 
        else: 
          row=row+1
        rowsuhu='A'+str(row)
        rowhumi='B'+str(row)
        sht.range(rowsuhu).value= float(datae[0])
        sht.range(rowhumi).value= float(datae[1])

Jadi kalau anda sudah memahami pembahasan pada tulisan sebelumnya di : http://www.aisi555.com/2020/07/tutorial-menggambar-grafik-data-arduino.html ,maka tidak akan mengalami kesulitan yang berarti.



Bagaimana dengan proses mengirim data balik dari excel ke arduino ? kita reverse aja script tambahannya seperti berikut :


def kirim():
    if(sht.range('J27').value =='ON' and sht.range('N27').value =='ON' ):
       serialPort.write(b'1')
    elif(sht.range('J27').value =='OFF' and sht.range('N27').value =='OFF' ):
      serialPort.write(b'2')    
    elif(sht.range('J27').value =='ON' and sht.range('N27').value =='OFF' ):
      serialPort.write(b'3')       
    elif(sht.range('J27').value =='OFF' and sht.range('N27').value =='ON' ):
      serialPort.write(b'4')   

Function / routine diatas akan dipanggil setiap selesai data DHT11 dibaca dan memiliki 4 buah kondisi yang diwakili oleh string '1' , '2' , '3' dan '4' yang memiliki terjemah sendiri terhadap kondisi LED yang diinginkan berdasarkan isian dari CELL yang dimaksud. Jadi pada script arduinonya akan ditunggu pada loop utama adakah data serial masuk seperti script berikut:


if (Serial.available() >0) { 
  // baca data masuk: 
  byte incomingByte = Serial.read(); 
  //pilihan konsidi led sesuai script python
 if( incomingByte == '1') {
     digitalWrite(MERAH,HIGH);
     digitalWrite(HIJAU,HIGH);
     }
 else if( incomingByte == '2') {
     digitalWrite(MERAH,LOW);
     digitalWrite(HIJAU,LOW);
     }
 
 else if( incomingByte == '3') {
     digitalWrite(MERAH,HIGH);
     digitalWrite(HIJAU,LOW);
     }
  else if( incomingByte == '4') {
     digitalWrite(MERAH,LOW);
     digitalWrite(HIJAU,HIGH);
     }
   } 

Sesingkat itu scriptnya dan selengkapnya dapat dilihat pada video dibawah ini, selamat mencoba ..


 


#daring #daringadalah daring adalah mpls #sekolah #guru #google classroom google classroom sekolah online guru kelas zoom webcam 
Share:

Senin, 29 Juni 2020

[Rest In Peace] Mengenang kawan yang hebat dan "inspiring" Dr. Istas Pratomo ST MT


 .... A person, when dies, his soul leaves the body only, the mortal world and then enters the immortal one .....

Pada suatu minggu pagi  di awal juni 2020 saya diminta oleh kawan saya yg hebat, dengan kualitas pertemanan dari level duta besar - Menteri - Gubernur hingga rakyat jelata seperti saya seorang tukang solder, untuk mengisi podcast yang sedang dia gandrungi. Entah kenapa tukang solder ini diminta untuk menjadi narasumber mengingat sebelumnya kaliber yang diwawancarai  membuat tukang solder ini minder. Ya beliau adalah Dr. Istas Pratomo ST MT pengajar handal di bidang telekomunikasi dari Elektro ITS dan juga merangkap Dekan Fakultas Teknik UNUSA surabaya. Kita berbicara membahas algoritma medsos dan efeknya pada kehidupan.

Tak menyangka di akhir bulan yang sama dan sedang dihebohkan dengan meningkatnya kasus  covid 19, dengan posisi duduk saya yg sama (saat beliau mengundang saya) setelah rutinitas nyapu halaman, tercenganglah saya mendengar berita dari group WA bahwa beliau telah dipanggil yg maha kuasa. Tak kuasa menahan keheranan sampai kopi dihadapan saya dingin karena tatapan mata saya, ter-ngiang bagaimana keceriaan beberapa minggu yg lalu saat meminta menjadi narasumber. Ahhh saya terlalu baper dan menghubungi teman-teman sejawat untuk memastikan berita dan benar beliau sakit dan telah tiada. Sangat sedih dan saya akan membagi pengalaman saya untuk mengenang jiwa beliau. Mungkin beberapa rekan dari "Orang Baik" ini  juga menulis pengalaman yg lebih hebat, tapi ini versi saya untuk mengenang kawan yang bagi saya sangat Inspiring ! 


Kami diikat oleh persaudaraan angkatan 98 yang disebut e-38 atau Elektro ITS angkatan ke-38, dimana pada masa reformasi itu banyak di warnai dengan demo mahasiswa dan sedikit ketidakpastian. Tapi saya dan mungkin teman saya seangkatan tidak merasakan sama sekali kesulitan diluar sana, maklum masih bau kencur dan kebanyakan perantauan yang diutus ortu hanya untuk menuntut ilmu. Jadi kami santai saja walau ajakan berdemo sering muncul dari kakak kelas, apalagi ketika kakak di Fakultas Teknik ITS sempat berorasi : " Kalian Bayi - Bayi FTI ..ayo lekaslah besar agar bisa meneruskan estafet kami yg akan segera lulus ini  !" .....Salah satu teman berkelakar sambil berbisik : "...tas..istas..awakmu ta sing sing jenenge bayi FTI ? " Sejak itulah kami sering berkelakar kepada rekan kami yang bertubuh mungil dan bulat ini sebagai BAYI FTI. 


Ingatan penulis saat kuliah dulu tidak terlalu sering mengerjakan tugas kuliah bersama beliau karena mungkin beda "genk", beliau  sering kumpul dirumah salah satu teman untuk membahas tugas, mereka umumnya arek suroboyo alumni SMA 5, namun saya tetap akrab karena kadang ketemu di acara kampus seperti saat menjadi panitia reuni home coming elektro ITS di foto diatas. Jangan kaget kalau penulis sempat berambut gondrong dan dengan jailnya teman kami ini menarik rambut saya saat berfoto bersama.


Tukang solder ini sangat idealis tetap pada jalurnya masuk elektro karena ingin melanjutkan kecintaannya pada dunia solder menyolder, beliau masuk bidang telekomunikasi bersama genk yang sama, sangat solidnya mereka dan benar saja sekarang rata-rata mempunyai karir yang moncer. Pernah suatu hari beliau datang ke LAB B202 tempat penulis sering nongkrong dan dengan gayanya membuka tutup flip HP MOTOROLA , penulis bertanya : " wihhh sugihe rek..isok duwe hp" . Penulis memang bermimpi memiliki HP seperti teman lainnya, apa daya uang kiriman cukupnya buat beli tempe penyet dan sesekali nasi goreng + telor ceplok (seminggu sekali). Berbeda 180 derajat dengan penulis,  beliau ini mandiri sejak kuliah seingat saya dan dia menjawab nyinyiran saya : " yo kerjo rek...nge-lesi arek2 SMA - SMP , utowo awakmu kan pinter nyolder, golek'o monitor bekas2 nang loak trus dipermak isok didol dadi duwik !" kalau diterjemahkan " ya kerja dong, bikin les anak smp-sma atau kamu kan pinter nyolder cari aja monitor bekas di loak trus di perbaiki lalu dijual dan jadi uang ! " Ternyata kata seorang teman pernah menyebut, kalau beliau menjadi makelar komputer bekas yang di refurbish dan dijual ulang. 

Naifnya tukang solder ini langsung ingin mengikuti jejak beliau menjadi guru LES, kebetulan ada kakak kelas guru les  ( mahasiswa juga dari Singaraja ) yang penuh jadwalnya dan yang di beri les ternyata adik sepupu teman sekolah dari SMP s/d SMA. Karena sepertinya gayung bersambut deal di harga 17.500 per jam, dengan seminggu 4 jam, jadi sebulan 280rb dikantong lumayan buat nambah jajan dan harapannya jam ditambah bisa deh buat beli HP. Untung tak boleh diraih, sang anak SMP tidak naik kelas, yah karena memang niat belajarnya kurang, dalam waktu 2 bulan saya di pesangoni 500rb dan di minta jangan datang lagi. Sepupunya si anak didik yang teman lama saya langsung cemberut dan sampe sekarang tidak pernah kontak saya lagi. Hehehehe mungkin takdirnya saya disuruh ortu hanya untuk belajar gak boleh cari uang dulu.

Beliau terkenal lucu dan energic..tapi cerdas tentunya


Setelah 4 tahun menempuh kuliah, beliau lulus cepat bersama  kuartet arek pintar yang juga teman akrab beliau, penulis harus menambah masa bertapa di LAB elektronika karena sesuai rencana harus belajar microcontroller dulu baru sah lulusnya. Beliau menjadi asisten dosen termuda di lab telekomunikasi bersama pak Dr Afandi dan kemudian menjadi dosen tunggu. Suatu malam saat kuliah malam mau buyar , dilorong LAB saya bertemu beliau dan ber-keluh kesah kalau gaji nya jadi dosen tunggu sangat kecil dan seingat saya ada beberapa rekan kakak kelas yg ikut nimbrung menyarankan kalau ingin cepat jadi dosen tetap, segeralah S2 dan dengan ajaibnya saat saya lulus kuliah beliau mengabari kalau akan berangkat ke ITB Bandung untuk kuliah S2. Luar biasa kegigihannya..

Setelah itu kami berpisah ke dunia kerja masing-masing, hanya terdengar kabar kalau beliau ikut juga pada proyek telco bersama dosen-dosen telekomunikasi ITS, saya kebetulan juga melenceng pekerjaan dari tukang solder ke dunia CDMA kala itu. Jadi ketika bertemu sub-kontraktor tukang panjat tower maka nama beliau sering dibicarakan. Fast forward ke masa saat medsos facebook mendekatkan kami lagi walau dia jauh di Perancis mengambil Doctoral, kadang masih juga saling stalking sampe dia tahu kalau saya balik nyolder lagi. Hasilnya tahun 2012 saat beliau balik ke tanah air sempat menawari beberapa project sensor dan yang paling ingat adalah kegusarannya karena anaknya yg sejak kecil di prancis gak mau nonton upin ipin. Dimintalah saran ke saya harus pasang parabola apa untuk menonton TV perancis. Youtubenya kenapa kan ada?  Dia bilang gak mau, yang biasa ditonton di  ch 1,2,3 prancis dan sayangnya parabola yg sampe di Indonesia hanya menampilkan sedikit saluran prancis dan kebanyakan saluran berita. Ujungnya saya sarankan memakai STB Android dan menginstall aplikasi streaming , hasilnya sukses !



Saat kembali ke Indonesia nama beliau semakin sering terdengar di media apalagi ketika menjadi dekan Fakultas Teknik di Universitas NU Surabaya (UNUSA), pada tahun 2017 sempat diajak menjadi peserta workshop FGD  kompetensi, dan tahun 2019 diminta membantu mobile data UNUSA untuk merancang hardware pengambil data kualitas udara secara IOT. Senang sekali penulis mendapatkan kepercayaan ini karena mengembalikan "ROH" solder ke tangan saya dan percaya diri bahwa dunia saya adalah solder-microcontroller-IOT.




Kesibukan beliau yang luar biasa menyebabkan proyek ini sedikit terbengkalai, apalagi sekitar desember 2019 beliau dikirim menjadi dosen tamu di Guilin China. Mungkin ini menjadi jalan-jalan paling heboh sebelum covid menyerang daratan china dan benar saja tahun 2020 beliau kembali ke Indonesia dan menghadapi situasi pandemi memaksa semua kuliah dari rumah. Semua yg beliau pelopori sejak dulu yaitu ONLINE CLASS - VIDEO LEARNING - ZOOM dan kelakarnya tahun 2018 saat kami reuni di kampus tercinta " Dunia pendidikan sekarang sudah berbeda dari jaman kita, sekarang cukup bikin video, upload youtube, konsultasi lewat whatsapp dan diskusi via skype. Gak ada lagi mahasiswa yg tidur di LAB demi internet gratis ". Beliau adalah pelopor penggunaan zoom untuk pendidikan dimana sejak awal 2019 sudah beliau gunakan mengajar di lab Telekomunikasi Elektro ITS terutama saat kesibukan beliau keliling negeri maupun luar negeri. 



Nyambung ke alat mobile data yang sempat tertunda,  beliau kontak lagi kesaya sekitar mei 2020 dan menyerahkan sepenuhnya ke saya untuk menyelesaikan alatnya dan sesuai gambar diatas saya telah berhasil menyelesaikan dan melakukan test keliling surabaya sesuai map diatas yang lengkapnya bisa dilihat (klik disini). 




Ternyata legacy dan amal jariyah berupa ilmu dan "video" yang beberapa waktu terakhir makin sering beliau upload di berbagai macam platform medsos menjadi pertanda halus kalau beliau akan pergi untuk selamanya. Kadang kita tertawa oleh tingkah laku beliau di app "smule" yang terlihat begitu riang gembira sampai di grup WA angkatan kami sering meminta beliau untuk nyanyi atau request lagu tertentu. Pertemuan terakhir bersama angkatan merupakan inisiasi beliau saat lebaran melalui zoom dan kami merasa dipersatukan oleh beliau. 


Akhirnya ...kamipun berdoa melepas kawan saudara sejawat kami melalui aplikasi yang beliau pelopori penggunaanya. Semua yang berbicara pada acara tahlilan online via zoom merasa kehilangan, mulai dari mantan rektor dan menteri era SBY prof M Nuh hingga rekan akademisi ITS utamanya elektro ITS merasakan kesedihan ditinggalkan putra terbaiknya. Bapak Dedet yg mewakili elektro mengenang sosok beliau sebagai salah satu diantara mereka yang "Larinya Sangat Cepat ".  Saya pun  sangat kehilangan teman yang luar biasa baiknya tidak membedakan pertemanan dengan kalangan atas maupun bawah, dengan keluwesannya dan persistensi kegigihannya mencapai tujuan yang diinginkan. Semangat nya menginspirasi bahwa tiada yang tidak mungkin kalau kita terus berusaha , membekas di hati saya dan menjadi pecut buat lebih maju kedepan.



Dr. Istas Pratomo, ST., MT.
Lahir tgl. 25/03/1979
Wafat tgl. 28/06/2020
Pendidikan :
S1 ITS (elits 38)
 S2 ITB
S3 Univ. Rennes 1, France
Pekerjaan:
Dosen ITS sejak 2002 di Dep Teknik Elektro, Bid studi Telekomunikasi Multimedia
Sejak 2015 Ketua LPPM UNUSA & Sejak 2017 Dekan Fak Teknik UNUSA



Selamat Jalan Kawan...
suatu hari kita akan PODCAST lagi 
di sana...di keabadian...
Share:

Kamis, 25 Juni 2020

[IOT Itu Gampang] Bug Fatal Pada Mqtt Subscription - Library AntaresESP8266Mqtt - Part 2



[versi youtube dapat dilihat disini]

Kegatalan akibat "kutu" pada library AntaresEsp8266Mqtt berlanjut padahal telah diobati makan siang yang lumayan maknyus di sebual mall surabaya ( sekalian survey apa cafe sudah buka setelah psbb). Selama makan siang, saya beberapa kali ditegur tidak fokus sama kawan, ya iyalah karena pada tulisan sebelumnya http://www.aisi555.com/2020/06/solution-bug-pada-library-antares-mqtt.html , saya hanya berhasil melakukan proses PUB atau kirim dari esp8266 menuju server serta dibaca oleh client pc MQTT.FX. Kenapa tidak lanjut ke proses SUB atau menerima data ? Sebelumnya untuk mendapatkan konsep MQTT dan rangkaian yg saya gunakan sebaiknya lihat video youtube saya di https://www.youtube.com/watch?v=2o9JRb1FGEc .




Konsep yang berbeda ternyata ditemui pada proses PUBSUB apabila terbiasa menggunakan broker berbasis Mosquitto. Dari manual pada website antares.id dinyatakan bahwa proses Menyimpan dan Mengambil data baik secara http maupun mqtt berpola sama seperti ini :

PUSH/PUB  : /oneM2M/req/your-access-key/antares-cse/choose-a-serialization-format 
GET/SUB   : /oneM2M/resp/antares-cse/your-access-key/choose-a-serialization-format 

Dari keduanya ditemukan "oneM2M" yg merupakan standar IOT platform yg digunakan oleh antares, jadi data akan dikirim dan diolah menggunakan REST API dengan serialization berformat XML ata JSON. Pada library antares yg kita bahas kali ini yg karena library oprekan dari pubsubclient maka digunakan format JSON yang saya sangat sukai. Jadi dalam library ini dicopas juga berbagai file library ArduinoJSON untuk melakukan parsing data seperti contoh payload MQTT berikut:

{
   "m2m:rsp" : {
      "rsc" : 2001,
      "rqi" : "123456",
      "pc" : {
         "m2m:cin" : {
            "rn" : "cin_702783788",
            "ty" : 4,
            "ri" : "/antares-cse/cin-702783788",
            "pi" : "/antares-cse/cnt-682859183",
            "ct" : "20200625T172017",
            "lt" : "20200625T172017",
            "st" : 0,
            "cnf" : "message",
            "cs" : 24,
            "con" : "{\"ledstatus\":\"hijau on\"}"
         }
      },
      "to" : "Accesskey:Password",
      "fr" : "/antares-cse"
   }
}


Nah, kini sudah jelas data yg di kirim-terima pada antares berformat json dan kita akan melakukan parsing untuk mendapatkan nilai pada bagian "con", dan saya oprek dulu tambahan  script untuk SUB sebuah topik yg akan menunggu perintah menyalakan atau mematikan LED. Gunakan saja script contoh subscribe yang ada pada LIBRARY ...dan ternyata hasilnya tidak bisa membaca respon SUB apapun ...kesalahan fatalnya ada dibagian ini  antares.checkMqttConnection(); dan kita check dulu


void AntaresESP8266MQTT::checkMqttConnection() {
    

_subscriptionTopic = "/oneM2M/req/" + _accessKey + "/antares-cse/json";

    if(!client.connected()) {
        while(!client.connected()) {
            printDebug("[ANTARES] Attempting MQTT connection...\n");

            String clientId = "ESP8266-" + _accessKey;

            char clientIdChar[clientId.length() + 1];
            clientId.toCharArray(clientIdChar, clientId.length() + 1);

            if(client.connect(clientIdChar)) {
                printDebug("[ANTARES] Connected! Client ID:");
                printDebug(clientIdChar);
                printDebug("\n");
                char subscriptionTopicChar[_subscriptionTopic.length() + 1];
                _subscriptionTopic.toCharArray(subscriptionTopicChar, _subscriptionTopic.length() + 1);

                Serial.println();
                Serial.print("[ANTARES] Topic: ");
                Serial.println(subscriptionTopicChar);

                client.publish(subscriptionTopicChar, "connect!");
                client.subscribe(subscriptionTopicChar);
            }
            else {
                printDebug("[ANTARES] Failed, rc=" + String(client.state()) + ", Will try again in 5 secs.\n");
                delay(5000);
            }
        }
    }
    client.loop();
}

Yang berwarna merah pada library antaresEsp8266mqtt.cpp merupakan KESALAHAN FATAL karena seharusnya pada proses SUBSCRIBE scriptnya seperti ini :

   _subscriptionTopic = "/oneM2M/resp/antares-cse/" + _accessKey + "/json";

Setelah dicoba..ehhh ternyata salah juga..pesan diterima tapi payloadnya kosong ..


Usut-punya usut setelah melakukan debug satu persatu kesalahn FATAL mengikuti kesalahan sebelumnya yaitu parsing JSON "rqp" vs "rsp", sehingga harus diubah pada bagian ini :

String AntaresESP8266MQTT::get(char* topic, byte* payload, unsigned int length) {
    _receivedTopic = String(topic);

    String payloadString;
    for(int i = 0; i < length; i++) {
        payloadString += char(payload[i]);
    }

    DynamicJsonBuffer jsonBuffer;
    JsonObject& object = jsonBuffer.parseObject(payloadString);
    //ASLINYA SALAH
    //String parsedString = object["m2m:rqp"]["pc"]["m2m:cin"]["con"];
    //BENAR NYA SEPERTI INI
    String parsedString = object["m2m:rsp"]["pc"]["m2m:cin"]["con"];
    
    
    _jsonSubDataString = parsedString;
    
    return _jsonSubDataString;
}


Dan ketika saya publish payload json dengan message con: "{\"hijau\":\"on\"} " dari MQTT.FX , saya sukses menyalakan LED pada Wemos D1 saya .




Karena penulis lagi bergembira dapat sukses mengoprek ANTARES yang terlihat cacat, maka saya share script lengkap untuk mengirim PUB tombol dan SUB led pada Wemos D1



#include <AntaresESP8266MQTT.h>

//gunakan acces key antares kamu
#define ACCESSKEY "access:key"

#define WIFISSID "myIOT" //wifi ssid
#define PASSWORD "selaluterhubung" //wifi pass

//Nama project dan device antares
#define projectName "AHOCOOL_IOT"
#define deviceName "test_pubsub"

AntaresESP8266MQTT antares(ACCESSKEY);

int counter=0;


void setup() {
  pinMode(16, INPUT); //Tombol pada port GPIO 16
  pinMode(4, OUTPUT); //LED pada port GPIO 4
  Serial.begin(9600);//Serial monitor
  //koneksi antares
  antares.setDebug(true);
  antares.wifiConnection(WIFISSID, PASSWORD);
  antares.setMqttServer();
  //set function callback yg akan mendeteksi pesan masuk
  antares.setCallback(callback);
}

void loop() {
  
  // ngecek koneksi
  antares.checkMqttConnection();
  
  //tombol ditekan = 0, pin GPIO pullup
  if( digitalRead(16) == 0 ){
  //tambah counter
  counter++;
  //kirim mqtt ke antares
  antares.add("counter", counter);
  antares.publish(projectName, deviceName);
  delay(300);
  }
}

void callback(char* topic, byte* payload, unsigned int length) {
  /*
   Function ini di panggil saat ada pesan masuk
   pada topic : "/oneM2M/resp/antares-cse/" + _accessKey + "/json" 
*/
antares.get(topic, payload, length); Serial.println("New Message!"); // Print topic and payload Serial.println("Topic: " + antares.getTopic()); Serial.println("Payload: " + antares.getPayload()); // Print individual data Serial.println("Lednya: " + antares.getString("ledstatus")); //nyala dan matikan LED if( antares.getString("ledstatus") == "hijau on" ) digitalWrite(4,HIGH); if( antares.getString("ledstatus") == "hijau off" ) digitalWrite(4,LOW); }
Untuk mengirim pada MQTT.FX maka ikuti aturan berikut :

TOPIK PUB :  /oneM2M/req/ACCESS:KEY/antares-cse/json
 
dengan format payload :

{"m2m:rqp": {"fr": "ACCESS:KEY","to": "/antares-cse/antares-id/AHOCOOL_IOT/test_pubsub","op": 1,"rqi": 123456,"pc": {"m2m:cin": {"cnf": "message","con": "{\"ledstatus\":\"hijau off\"}"}},"ty": 4}}

Sedangkan untuk menerima data pada MQTT.FX seperti berikut:

TOPIK SUB :  /oneM2M/resp/antares-cse/ACCESS:KEY/json


Bagaimana sudah puyeng kah ? yang penting ..

[CASE CLOSED and SOLVED]
Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (35) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (38) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) tachometer (2) telepon (7) televisi (71) television (5) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (59) tutorial (78) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika