Semua Akan Digital Pada Akhirnya... Dari Audio, Video, TV, Kontrol, Keuangan, Kesehatan dan Sebagainya. Blog Ini Ditujukan Buat Kamu Yang Ingin Belajar Dasar Digital Dan Yang selalu Bertanya, Kenapa Bisa Begini Dan Harus Begitu ?

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Tampilkan postingan dengan label mikrokontroller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mikrokontroller. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 April 2021

[ Node-RED ] Mengenal Function Node - Tools Ampuh Berbasis Java

 


Bagi penggiat IT yang mungkin kebingungan akan logika dari flow dan beragam node yang ada pada platform IOT Node-RED, mungkin pada saat belajar awal perlu berkenalan dengan node yang bernama  : "FUNCTION". Ya gak jauh berbeda dengan function atau sub-routine pada bahasa pemrograman apapun, function akan menyediakan editor script berbasis java yang akan memudahkan mengubah dan mengolah pesan Input Output pada flow yang anda buat.

Namun perlu diperhatikan komunikasi antar node bukan hanya kirim-terima String biasa, namun keseluruhan berpola JSON seperti contoh berikut:



atau kalau saya copy salah satu pesan raw dari salah satu output debug sebuah pesan yg diterima dari response perangkat modbus seperti berikut ini :


{"topic":"polling","payload":[30,0,71],"responseBuffer":{"data":[30,0,71],"buffer":[0,30,0,0,0,71]},"input":{"topic":"polling","from":"Modbus-DHT22","payload":{"unitid":"6","fc":4,"address":"0","quantity":"3","messageId":"6080af997665b3af28e2168f"},"queueLengthByUnitId":{"unitId":6,"queueLength":0},"queueUnitId":6,"unitId":6},"sendingNodeId":"1c4bea20.9b9666","_msgid":"b2c9254b.4553e8"}



Sepanjang itu pesan yg dikirimkan oleh node MODBUS READ ke node Debug yg saya buat. Jadi secara praktisnya saya hanya butuh data pada object bernama "payload" yang berisikan data array :[30,0,71]  . Jadi yg nantinya saya olah adalah data dari 3 isi array itu saja.

Kemudian saya ingin merubah data payload tadi menjadi NUMBER yang akan saya tampilkan pada web UI berupa GAUGE / Meter. Karena memang yang diminta oleh gauge adalah input data berupa  angka maka saya butuh sebuah Function untuk merubahnya.



Penjelasan dari function diatas adalah sebagai berikut :


  • Variabel temp mengambil data msg.payload yg dikirimkan oleh node modbus read
  • Data array 0 dan 1 dimasukkan ke dalam variabel
  • Karena data 0 berupa puluhan dan 1 berupa angka dibelakang koma, butuh melakukan penggabungan dengan jalan mengalikan data 0 / puluhan dengan 100, menambahkan dengan data 1 lalu membagi hasilnya dengan 100
  • Hasil suhu yg didapat berupa integer kemudian diubah ke float melalui parseFloat
  • Selanjutnya suhu yg sudah berupa desimal float dibungkus kembali menjadi Json  : {payload:suhu} dan dikembalikan ke flow dengan perintah return .


Dengan function yang tepat maka hasil yg diinginkan pun tercapai. Jadi kunci disini adalah kemampuan javascript / programming yang harus cukup dimiliki oleh pengguna Node-RED.




Yang menjadi perhatian dalam function adalah bagaimana menyimpan variabel yang nantinya akan diambil saat flow berikutnya, semisal saya ingin mengubah 7 segmen secara increment. Jika ketemu masalah seperti ini maka yang perlu dipahami adalah perintah java berupa context atau flow. Perhatikan node berikut :



Output Function 7 segmen yg ingin kita dapatkan adalah membaca node inject dan  tombol pada dashboard /web UI yang akan merubah angka 7 segmen naik turun. Singkat saja scriptnya, dimana payload dari inject atau tombol berupa msg.payload = 1 untuk tambah dan msg.payload = 2 untuk pengurangan. Sedangkan variabel 7 segmen yang harus disimpan dan dipanggil lagi pada flow berikutnya disimpan melalui flow.get dan flow.set . Selengkapnya seperti berikut :


var count=flow.get('count') || 0;

var temp = msg.payload


if(temp == 1) count+=1;

else if(temp == 2) count-=1;


if(count > 9) count =0;

if(count < 0) count =9;


flow.set('count',count);


var result = {payload:count};

return[result];



Garis besar dari script diatas seperti ini : 


  • Ambil nilai variabel 'count' yg disimpan pada flow (global) ke dalam variabel count lokal , jika belum ada kasikan nilai 0,   var count=flow.get('count') || 0; 
  • Ambil nilai payload yang diberikan oleh inject atau tombol ui, kemudian cek apakah 1 atau 2 dan lakukan penambahan atau pengurangan variabel count
  • Set kondisi maksimum dan minimum dari count
  • Simpan kembali nilai variabel count lokal ke variabel count global dengan perintah : flow.set('count',count);
  • Kembalikan data ke flow dan lanjut dikirim ke node Modbus Write

Dengan susunan script function yang tepat maka flows node-RED yang diingikan tercapai. Function node yang simple juga sudah disediakan, tinggal drag drop dan siap pakai, namun dengan beberapa keterbatasan. Jadi kalau mau berkreasi lebih manfaatkan script Function saja sesuai keinginan. 

Penjelasan function yang saya buat ini adalah kelanjutan dari praktek Modbus-RTU-Serial sebelumnya yg dapat dibaca disini.







Share:

Rabu, 21 April 2021

[ Node-RED ] Komunikasi Dengan Perangkat MODBUS-RTU Serial - Praktek Sensor Suhu + 7 Segmen


 

Modbus dan PLC  baik dalam komunikasi jadulnya yg berbasis serial RS 485/ RS 232 maupun kini sudah merambah ke komunikasi TCP/IP, menjadi pilihan yang menurut penulis sudah "Final" dikalangan dunia kontrol industrial. Pengalaman penulis ketika menawarkan otomasi berbasis mikrokontroller 8 bit yg saya rancang dengan fungsi yang hampir sama, tetap mendapatkan tantangan dan pertanyaan seputar kehandalannya. Jadi saya yang pecinta hardware dasar pun di sangsikan apalagi mereka yg ingin menawarkan kemudahan dari sisi dunia IT. Sehingga menurut rekan dosen otomasi di UK-Petra Surabaya, Node-Red menjadi jembatan yang ampuh untuk menyatukan perangkat jadul dengan sistem IOT-Industri 4.0

Seperti yang pernah saya bahas di tahun sebelumnya, saat saya belajar dan berhasil merancang Modbus-RTU bridging ke MQTT (silahkan mulai disini , dibaca dan dipahami terlebih dahulu), mutlak diperlukan pemahaman sistem pengiriman data, register I/O , error checking dan sebagainya. Untuk itu perlu diulang kembali praktek awal belajar modbus yaitu menjadikan arduino sebagai perangkat Modbus-slave, dengan penyesuaian rangkaian yg sudah saya buat di praktek node-red sebelumnya,  sebagai berikut :




Dengan Input berupa pembacaan suhu dan kelembaban, maka saya menempatkan data pada Input / Analog Register berupa :


  • 30001 : Angka didepan koma / Puluhan suhu
  • 30002 : Angka desimal / di belekang koma suhu
  • 30003 : Angka pengukukuran kelembaban


Sedangkan untuk Output berupa 7 segmen, register yg digunakan adalah Holding Register dengan alamat 40001. Register ini juga dapat diubah mengunakan Function 0x06. Jadi script untuk merubah rangkaian arduino diatas menjadi berbasis MODBUS-RTU sebagai berikut :



//Silahkan unduh Library modbus slave: 
//https://code.google.com/archive/p/arduino-modbus-slave/downloads

#include <modbus.h>
#include <modbusDevice.h>
#include <modbusRegBank.h>
#include <modbusSlave.h>
#include "DHT.h"

//7seg

#define SEGA 5
#define SEGB 6
#define SEGC 7
#define SEGD 8
#define SEGE 9
#define SEGF 10
#define SEGG 11

#define dhtPin 4
#define DHTTYPE DHT22
DHT dht(dhtPin, DHTTYPE);

unsigned long previousMillis = 0;
const long interval = 5000; 


modbusDevice regBank;
modbusSlave slave;

void setup()
{   //7 seg
    pinMode(SEGA, OUTPUT);
    pinMode(SEGB, OUTPUT);
    pinMode(SEGC, OUTPUT);
    pinMode(SEGD, OUTPUT);
    pinMode(SEGE, OUTPUT);
    pinMode(SEGF, OUTPUT);
    pinMode(SEGG, OUTPUT);

 //Ubah modbus device ID.  
  regBank.setId(6);
  dht.begin();
/*
register modbus mengikuti format berikut
00001-09999 Output Digital, Perangkat master dapat membaca dan menulis ke register ini
10001-19999 Input Digital, Perangkat master hanya dapat membaca nilai dari register ini
30001-39999 Input Analog, Perangkat master hanya dapat membaca nilai dari register ini
40001-49999 Output Analog/ Holding register, 
            Perangkat master dapat membaca dan menulis ke register ini

Nilai analog adalah kata unsigned 16 bit yang disimpan dengan kisaran 0-32767
Nilai digital disimpan sebagai byte, nilai nol OFF dan nilai nonzer ON

Cara terbaik adalah mengkonfigurasi register tipe serupa ke dalam blok yang bersebelahan. ini
memungkinkan pencarian register yang lebih efisien dan dan mengurangi jumlah pesan
dibutuhkan oleh master untuk mengambil data
*/

 
//Pesan alamat Register Analog input di register bank 30001-10010 
  regBank.add(30001);  //DHT11 - suhu puluhan
  regBank.add(30002);  //DHT11 - suhu desimal
  regBank.add(30003);  //DHT11 - kelembaban
  
//Pesan alamat Holding Register 40001
  regBank.add(40001);  // 7 SEGMEN
//Isi nilai awal dari 7 segmen
  regBank.set(40001,8);
    

  slave._device = &regBank;  

// Serial 9600 baud  
  slave.setBaud(9600);   

}

void segmen(int angka)
{
 
   switch(angka) {
                  case 0 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, LOW);
                             break;
                  }
                  case 1 : { digitalWrite(SEGA, LOW);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, LOW);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, LOW);
                             break;
                  }
                  case 2 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, LOW);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 3 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 4 : { digitalWrite(SEGA, LOW);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, LOW);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }

                  case 5 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, LOW);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }                                                          
                  case 6 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, LOW);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 7 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, LOW);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, LOW);
                             break;
                  }
                  case 8 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 9 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
   }
}

// mengubah koma 
int ExtractDecimalPart(float Value, int numberOfDecimals)
{
  float temp = Value - (long)(Value); 
  long p = 1;
  for (int i=0; i< numberOfDecimals; i++) p*=10;
  long DecimalPart = p * temp;
  return DecimalPart;
}

void loop()
{
//Tulis 7 segmen sesuai nilai pada register
  segmen(regBank.get(40001));  


//Baca suhu 5 detikan
  unsigned long currentMillis = millis();
 
  if(currentMillis - previousMillis >= interval) {
   
    previousMillis = currentMillis;   
 
    int h = dht.readHumidity();
    float t= dht.readTemperature();
    int t1 = t;
    int t2 = ExtractDecimalPart(t,2);

//tulis ke register 30001 -30003
    if (isnan(h) || isnan(t)) {
    regBank.set(30001,1000);
    regBank.set(30002,1000);
    regBank.set(30003,1000); 
    }

    
    regBank.set(30001,t1);
    regBank.set(30002,t2);
    regBank.set(30003,h);
   } 

  //jalan terus berulang sebagai slave  
  slave.run();  

}


Jadi jika selesai programming, dapat dilakukan test dengan software simulator modbus RADZIO : 




7 segmen kemudian bisa juga diubah dengan klik 2x pada kolom register  yang sesuai .




Selanjutnya di sisi Node-RED kita akan melakukan instalasi node yg bernama node-red-contrib-modbus. Instalasinya bisa juga dilakukan melalui editor Node-RED dengan memilih pilihan "manage pallete" di menu kanan atas.



Dengan demikian kita bisa menggunakan NODE modbus paling dasar yaitu MODBUS READ untuk membaca sensor suhu kelembaban DHT22 yg saya pakai. Settingnya cukup menyesuaikan dengan praktek sebelumnya yaitu penyesuaian com port, ID slave, dan debug sebagai output.



Hasilnya mencengangkan !



Sehari-semalam saya bingung dibuatnya, kenapa response dari Modbus Slave menampilkan array [0,0,0] ? Sampai kemudian saya ingat ada tools untuk melakukan debug / spy serial port bernama " SerialMon".



Dari hasil penelusuran, saya bandingkan serial yg dikirim terima oleh Radzio dengan Node-RED dan hasilnya saya salah di penomeran register.



Kejadian lagi deh kesalahan saat awal belajar modbus dulu ...jadi alamat register bukan dimulai dari 30001 melainkan cukup ditulis 0 (karena aturan offset jadi 1), ingat deh dulu seperti ini nih seharusnya :


06 04 00 00 00 03 B1 BC

06     =  Alamat device id slave
04     =  Perintah baca input analog/ function 04
00 00  = 2 byte alamat address memori (mulai 0 , logic 1)
00 03  = 2 byte panjang data yg diharapkan (3 buah data)
B1 BC  = Checksum / CRC 16 modbus


Dan yang benar seperti ini nih...langsung muncul angka suhu dan kelembabanya ...


 

Selanjutnya praktek sangat lancar dan cukup mengikuti praktek Node-RED web UI sebelumnya dan berhasil membuat hasil seperti video berikut ini :




Untuk Script Node-Red dalam JSON, saya tempel aja disini, kemudian bisa di import dan copy paste pada editor Node-RED kamu :



[{"id":"a8d0e1d9.32142","type":"tab","label":"Flow 5","disabled":false,"info":""},{"id":"d299086b.f08a88","type":"modbus-read","z":"a8d0e1d9.32142","name":"","topic":"","showStatusActivities":false,"logIOActivities":false,"showErrors":false,"unitid":"6","dataType":"InputRegister","adr":"0","quantity":"3","rate":"5","rateUnit":"s","delayOnStart":false,"startDelayTime":"","server":"824b1538.161228","useIOFile":false,"ioFile":"","useIOForPayload":false,"emptyMsgOnFail":false,"x":279.32994079589844,"y":205.96183681488037,"wires":[["7967f3c9.3415bc","5cfa62af.b1f89c","e0c9cab0.13e948"],[]]},{"id":"7967f3c9.3415bc","type":"debug","z":"a8d0e1d9.32142","name":"read_modbus","active":true,"tosidebar":true,"console":false,"tostatus":false,"complete":"payload","targetType":"msg","statusVal":"","statusType":"auto","x":526.3299407958984,"y":55.16672134399414,"wires":[]},{"id":"341bb8e1.0d3b38","type":"modbus-write","z":"a8d0e1d9.32142","name":"","showStatusActivities":false,"showErrors":false,"unitid":"6","dataType":"HoldingRegister","adr":"0","quantity":"1","server":"824b1538.161228","emptyMsgOnFail":false,"keepMsgProperties":false,"x":685.3369064331055,"y":450.8092050552368,"wires":[[],[]]},{"id":"b0f6eeca.9fc8f","type":"debug","z":"a8d0e1d9.32142","name":"out_modbus","active":true,"tosidebar":true,"console":false,"tostatus":false,"complete":"payload","targetType":"msg","statusVal":"","statusType":"auto","x":681.3334045410156,"y":365.1701936721802,"wires":[]},{"id":"36302ceb.d3b7b4","type":"inject","z":"a8d0e1d9.32142","name":"decrement","props":[{"p":"payload"}],"repeat":"","crontab":"","once":false,"onceDelay":"","topic":"","payload":"2","payloadType":"num","x":272.8958435058594,"y":403.8888854980469,"wires":[["44bf1fc9.8d7fd"]]},{"id":"96e67c14.b9386","type":"inject","z":"a8d0e1d9.32142","name":"increment","props":[{"p":"payload"}],"repeat":"","crontab":"","once":false,"onceDelay":"","topic":"","payload":"1","payloadType":"num","x":272.8958435058594,"y":363.8888854980469,"wires":[["44bf1fc9.8d7fd"]]},{"id":"44bf1fc9.8d7fd","type":"function","z":"a8d0e1d9.32142","name":"7 segmen","func":"var count=flow.get('count') || 0;\n\nvar temp = msg.payload\n\nif(temp == 1) count+=1;\nelse if(temp == 2) count-=1;\n\nif(count > 9) count =0;\nif(count < 0) count =9;\n\nflow.set('count',count);\n\nvar result = {payload:count};\nreturn[result];","outputs":1,"noerr":0,"initialize":"","finalize":"","libs":[],"x":473.89587783813477,"y":379.8889045715332,"wires":[["b0f6eeca.9fc8f","341bb8e1.0d3b38","8ca591c3.507c8"]]},{"id":"39680ef0.a0ec02","type":"ui_gauge","z":"a8d0e1d9.32142","name":"SUHU DHT 11","group":"fc14d827.fe2ea8","order":1,"width":0,"height":0,"gtype":"gage","title":"Suhu Celcius","label":"Celcius","format":"{{value}}","min":0,"max":"50","colors":["#00b500","#e6e600","#ca3838"],"seg1":"","seg2":"","x":746.8958358764648,"y":147.88887405395508,"wires":[]},{"id":"fc85d4ce.fbaa78","type":"ui_chart","z":"a8d0e1d9.32142","name":"","group":"fc14d827.fe2ea8","order":2,"width":0,"height":0,"label":"Kelembaban %Rh","chartType":"line","legend":"false","xformat":"HH:mm:ss","interpolate":"linear","nodata":"","dot":false,"ymin":"40","ymax":"100","removeOlder":1,"removeOlderPoints":"","removeOlderUnit":"60","cutout":0,"useOneColor":false,"useUTC":false,"colors":["#1f77b4","#aec7e8","#ff7f0e","#2ca02c","#98df8a","#d62728","#ff9896","#9467bd","#c5b0d5"],"outputs":1,"useDifferentColor":false,"x":756.8958511352539,"y":260.88890075683594,"wires":[[]]},{"id":"5cfa62af.b1f89c","type":"function","z":"a8d0e1d9.32142","name":"ubah suhu","func":"var temp = msg.payload;\nvar puluhan = temp[0]\nvar desimal = temp[1]\n\nvar ongko = (parseInt(puluhan) * 100) + desimal;\nvar suhu = parseFloat(ongko /100);\nvar result = {payload:suhu};\nreturn[result];\n","outputs":1,"noerr":0,"initialize":"","finalize":"","libs":[],"x":532.3402481079102,"y":154.70834350585938,"wires":[["39680ef0.a0ec02"]]},{"id":"e0c9cab0.13e948","type":"function","z":"a8d0e1d9.32142","name":"ubah humi","func":"var temp = msg.payload\nvar humi = parseInt( temp[2] )\n\nvar result = {payload:humi};\nreturn[result];\n","outputs":1,"noerr":0,"initialize":"","finalize":"","libs":[],"x":527.8958129882812,"y":237.88888549804688,"wires":[["fc85d4ce.fbaa78","f739dfd5.58126"]]},{"id":"f739dfd5.58126","type":"debug","z":"a8d0e1d9.32142","name":"ubah suhu","active":true,"tosidebar":true,"console":false,"tostatus":false,"complete":"payload","targetType":"msg","statusVal":"","statusType":"auto","x":755.3402862548828,"y":202.18057250976562,"wires":[]},{"id":"8ca591c3.507c8","type":"ui_text","z":"a8d0e1d9.32142","group":"fc14d827.fe2ea8","order":4,"width":0,"height":0,"name":"","label":"7 Segmen","format":"{{msg.payload}}","layout":"row-spread","x":681.3299102783203,"y":407.0590515136719,"wires":[]},{"id":"5b185e1a.af2f7","type":"ui_button","z":"a8d0e1d9.32142","name":"Tambah","group":"fc14d827.fe2ea8","order":8,"width":"3","height":"2","passthru":false,"label":"Tambah ","tooltip":"","color":"","bgcolor":"","icon":"","payload":"1","payloadType":"num","topic":"payload","topicType":"msg","x":269.32643127441406,"y":313.2986240386963,"wires":[["44bf1fc9.8d7fd"]]},{"id":"a4c4a5d.a88cc58","type":"ui_button","z":"a8d0e1d9.32142","name":"Kurang","group":"fc14d827.fe2ea8","order":8,"width":"3","height":"2","passthru":false,"label":"Kurang","tooltip":"","color":"","bgcolor":"","icon":"","payload":"2","payloadType":"num","topic":"payload","topicType":"msg","x":273.8958435058594,"y":454.8888854980469,"wires":[["44bf1fc9.8d7fd"]]},{"id":"824b1538.161228","type":"modbus-client","name":"","clienttype":"simpleser","bufferCommands":true,"stateLogEnabled":false,"queueLogEnabled":false,"tcpHost":"127.0.0.1","tcpPort":"502","tcpType":"DEFAULT","serialPort":"COM7","serialType":"RTU-BUFFERD","serialBaudrate":"9600","serialDatabits":"8","serialStopbits":"1","serialParity":"none","serialConnectionDelay":"100","unit_id":"1","commandDelay":"1","clientTimeout":"1000","reconnectOnTimeout":true,"reconnectTimeout":"2000","parallelUnitIdsAllowed":true},{"id":"fc14d827.fe2ea8","type":"ui_group","name":"modbus RTU ui testing","tab":"53c1826d.1539dc","order":2,"disp":true,"width":"6","collapse":false},{"id":"53c1826d.1539dc","type":"ui_tab","name":"HumiTemp Node Red","icon":"dashboard","order":1,"disabled":false,"hidden":false}]






SELAMAT MENCOBA ....

Share:

Selasa, 20 April 2021

[ Node-RED ] Komunikasi ke sensor menggunakan MQTT


Blog ini sudah banyak membahas MQTT terutama sejak 2 tahun lalu saat saya mulai melirik barang yang bernama IOT. Bagi kalian yang baru beralih dari microcontroller 8 bit ke dunia IOT atau kebalikannya  seorang IT programmer yang ingin berkecimpung di dunia 8 bit, mungkin ini suatu keputusan yg akan membingungkan. Jangan salah langkah deh pokoknya, lalu mulai dari mana sih ? Jadi saran saya adalah :


  • Jika anda pecinta elektronika, skema belajar yg tepat adalah Serial Com=>MQTT => Python => Node-RED
  • Jika anda seorang praktisi IT maka kebalikannya  Node-RED => MQTT => Arduino => Serial com

Jadi seperti saya ini yg pecinta dunia 8 bit, maka sudah tepat sekali menghindari Node-RED di awal belajar, karena akan mengalami kesulitan mengikuti logika Flow diagramnya. Sehingga saat saya sudah menguasai betul- betul MQTT sampai ke level advance ( bisa dibaca disini ), saat menghadapi Node-RED yang tinggal Drag-Drop maka akan sangat dimudahkan.



Untuk melanjutkan project MQTT pada Node-RED sebaiknya baca terlebih dahulu praktek MQTT sebelumnya pada pembahasan saya 2 tahun yang lalu : https://www.aisi555.com/2019/10/iot-lebih-lanjut-dengan-mqtt.html .

Dengan rangkaian yg masih sama dengan praktek sebelumnya, kita akan mebutuhkan modul esp8266 sebagai jembatan ke TCP/IP  menggunakan wi-fi. Sehingga akan lebih mudah jika menggunakan WeMos D1 dan sejenis. Jika tidak maka tinggal disesuaikan saja sesuai perangkat yg ada. Script yg dulu kita bahas 2 tahun yg lalu kita modifikasikan seperti ini, menggunakan DHT 22 dan 7 segmen komon katoda.



#include <DHT.h>
#include <ESP8266WiFi.h> //library esp 8266
#include <PubSubClient.h> //library MQTT pubsub client


const char *ssid =  "wifiku";   // nama AP wifi dirumah
const char *pass =  "passwordku";   
//server atau broker MQTT gratis
const char *mqtt_server = "broker.hivemq.com";
const int mqtt_port = 1883;
const char *mqtt_user = "";
const char *mqtt_pass = "";
const char *mqtt_client_name = "ahocool123"; 
//topik yang akan dituju
#define SUHUTOPIC "/test/suhu" 
#define HUMITOPIC "/test/kelembaban"
#define SEGTOPIC "/test/seg"

//Constants
#define DHTPIN 13     // what pin we're connected to
#define DHTTYPE DHT22   // DHT 22  (AM2302)
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE); //// Initialize DHT sensor for normal 16mhz Arduino

//7seg

#define SEGA 16
#define SEGB 5
#define SEGC 4
#define SEGD 14
#define SEGE 12
#define SEGF 0
#define SEGG 2

//timer dht22
unsigned long previousMillis = 0;
const long interval = 5000;  

//Variables
float hum;  //Stores humidity value
float temp; //Stores temperature value

int incomingByte = 0; // for incoming serial data

//inisialisasi klien wifi vs Mqtt
WiFiClient wclient;
PubSubClient client(wclient);

void setup()
{

    pinMode(SEGA, OUTPUT);
    pinMode(SEGB, OUTPUT);
    pinMode(SEGC, OUTPUT);
    pinMode(SEGD, OUTPUT);
    pinMode(SEGE, OUTPUT);
    pinMode(SEGF, OUTPUT);
    pinMode(SEGG, OUTPUT);

    client.setServer(mqtt_server, mqtt_port);
    client.setCallback(mqtt_callback);
    
    Serial.begin(9600);
    setupwifi();
    dht.begin();

}

void setupwifi()  
{
   if (WiFi.status() != WL_CONNECTED) {
    Serial.print("Connecting to Wifi:  ");
    Serial.print(ssid);
    Serial.println("...");
    WiFi.begin(ssid, pass);

    if (WiFi.waitForConnectResult() != WL_CONNECTED)
      return;
    Serial.println("WiFi connected");
    Serial.println("IP address: ");
    Serial.println(WiFi.localIP());
  }
}

void reconnectmqtt()  //ngecek broker KQTT 
{
   
    
      Serial.println("Connecting to MQTT server..");
     
      if (client.connect(mqtt_client_name,mqtt_user, mqtt_pass)) {
        Serial.println("Connected to MQTT server");
      } else {
        Serial.println("Could not connect to MQTT server");   
      }
   

    if (client.connected()){
      Serial.println("subscribe to topic: ");
      Serial.println(SEGTOPIC);
      client.subscribe(SEGTOPIC); //subscribe ke topic 7 segmen
    }  
  
}


void segmen(int angka)
{
 
   switch(angka) {
                  case 0 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, LOW);
                             break;
                  }
                  case 1 : { digitalWrite(SEGA, LOW);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, LOW);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, LOW);
                             break;
                  }
                  case 2 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, LOW);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 3 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 4 : { digitalWrite(SEGA, LOW);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, LOW);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }

                  case 5 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, LOW);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }                                                          
                  case 6 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, LOW);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 7 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, LOW);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, LOW);
                             digitalWrite(SEGG, LOW);
                             break;
                  }
                  case 8 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, HIGH);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
                  case 9 : { digitalWrite(SEGA, HIGH);
                             digitalWrite(SEGB, HIGH);
                             digitalWrite(SEGC, HIGH);
                             digitalWrite(SEGD, HIGH);                             
                             digitalWrite(SEGE, LOW);
                             digitalWrite(SEGF, HIGH);
                             digitalWrite(SEGG, HIGH);
                             break;
                  }
   }
}
void loop()
{
   if (!client.connected())  //ngecek koneksi ke broker
   {
    reconnectmqtt();
   }
   else client.loop(); //cek terus kalau ada data masuk
  
    
    
    
    unsigned long currentMillis = millis();
 
   if(currentMillis - previousMillis >= interval) {
    // save the last time you read the sensor 
    previousMillis = currentMillis;   
    
    //Read data and store it to variables hum and temp
    hum = dht.readHumidity();
    temp= dht.readTemperature();
    //Print temp and humidity values to serial monitor
    Serial.print("Humidity: ");
    Serial.print(hum);
    Serial.print(" %, Temp: ");
    Serial.print(temp);
    Serial.println(" Celsius");
   
    String pubStringt = String(temp);
    String pubStringh = String(hum);
    

    Serial.println("publish to topic: " );
    Serial.print(SUHUTOPIC);
    Serial.print(" : ");
    Serial.println(pubStringt);
    char message_bufft[pubStringt.length() + 1];
    pubStringt.toCharArray(message_bufft, pubStringt.length() + 1);
    client.publish(SUHUTOPIC,message_bufft );

    Serial.println("publish to topic: " );
    Serial.print(HUMITOPIC);
    Serial.print(" : ");
    Serial.println(pubStringh);
    char message_buffh[pubStringh.length() + 1];
    pubStringh.toCharArray(message_buffh, pubStringh.length() + 1);
    client.publish(HUMITOPIC,message_buffh );
   
   
   }


}
   // call back untuk SUBSCRIBE topik 7 segmen
void mqtt_callback(char* topic, byte* payload, unsigned int length) {
 
  Serial.print("Message arrived in topic: ");
  Serial.println(topic);
 
  Serial.print("Message:");
  //ada SUB masuk
  String message;
  for (int i = 0; i < length; i++) {
    message = message + (char)payload[i];  //Conver *byte to String
  }
   Serial.print(message);
  //ubah tampilan 7 segmen
  if(message == "SEG1") {segmen(1); }
  if(message == "SEG2") {segmen(2); }
  if(message == "SEG3") {segmen(3); }
  if(message == "SEG4") {segmen(4); }
  if(message == "SEG5") {segmen(5); }
  if(message == "SEG6") {segmen(6); }
  if(message == "SEG7") {segmen(7); }
  if(message == "SEG8") {segmen(8); }
  if(message == "SEG9") {segmen(9); }
  if(message == "SEG0") {segmen(0);}
}


   


Saya memilih broker MQTT di internet yg opensource dan gratis yaitu htp://broker.hivemq.com dengan port 1883. Jika tidak ada internet di rumah anda dapat menginstall Mosquitto pada PC berbasis linux atau raspberry pi. Penjelasannya dapat dibaca disini : https://www.aisi555.com/2020/05/iot-geopy-sebagai-pengolah-data-gis.html . Jadi jika hardware sudah terhubung dan kita ingin mengetest koneksi PUBLISH dan SUBSCRIBE nya , dapat menggunakan software MQTT FX di pc windows anda.


Setting parameter Broker :



PUBLISH message ke TOPIC di Broker


SUBSCRIBE Topic ke broker dan melihat outputnya berupa suhu dan kelembaban.


Setelah hardware arduino / wemos terhubung dengan sukses ke Broker dan bisa dilakukan kontrol terhadapnya, maka di sisi Node-RED kita perlu menambahan Node MQTT dengan perintah pada command prompt seperti berikut :

npm install node-red-contrib-mqtt-broker

Dan kita bisa langsung melakukan drag-drop node MQTT in seperti gambar dibawah ini :




Karena HiveMq sangat sederhana dan tanpa security, maka dengan setup seperti diatas kita bisa melakukan subscribe pada topic yang diinginkan , seperti  contoh yg kita pakai di topik : /test/suhu :


 
Dan kita bisa menghubungkan MQTT input ke debug sehingga dapat melihat pesan yang masuk.



Tambahkan juga untuk topik :  /test/kelembaban 



Untuk proses PUBLISH yang bertujuan ingin merubah 7 segmen maka Node-RED melakukan PUB ke topik  /test/seg , kita gunakan 10 injector saja untuk memudahkan mengirim string " SEG0 - SEG9 " ke MQTT broker.



Dan hasilnya bisa dilihat pada monitor serial di Arduino lanjut bisa dilihat pula pada display 7 segmen.





Nahh..mudah bukan ? Untuk menghadirkan tampilan yang lebih interaktif pada WEB UI seperti pada pembahasan sebelumnya ( disini ) , maka kita cukup mengganti input port serial menjadi MQTT, kemudian 7 segmennya saya tambahkan drop down menu seperti gambar dibawah :






Tampilannya pun cukup menarik sebagai interface otomasi perangkat IOT di rumah anda.




Wew ...kerennn....Lanjut ke Node-RED vs MODBUS ya pada pembahasan selanjutnya.
Share:

Rabu, 22 Juli 2020

Cara Mudah Belajar MODBUS - Komunikasi Industri Jaman dulu [part 5 -End] Modbus vs Antares.id



Belum lengkap rasanya kalau saya belum mencoba praktek modbus yang telah lengkap piramida IOT nya kedalam platform IOT lokal yaitu ANTARES by telkomiot. Tentunya pembaca yang ingin mengikuti pembahasan kali ini diharapkan membaca penelusuran saya dengan Antares vs ESP 8266 disini dan disini. Masih dengan rangkaian yang sama kita akan mencoba mengirim data pembacaan sensor modbus dan juga menunggu perintah dikirimkan dari antares ke sensor modbus yang saya buat menggunakan arduino.


Dari standar OneM2M yang digunakan antares maka ada ketentuan data MQTT yang di publish dan subscribe hanya terbatas pada 2 topik berikut :


PUBLISH  TOPIC :
/oneM2M/req/access:key/antares-cse/json

SUBSCRIBE TOPIC :
/oneM2M/resp/antares-cse/access:key/json



Data yang dikirim / PUBLISH berupa JSON dimana polanya harus sesuai dimana data apapun yang akan dikirim ke Antares merupakan isi dari dalam "con" :

{
  "m2m:rqp": {
    "fr": "access:key",
    "to": "/antares-cse/antares-id/project-name/device-name",
    "op": 1,
    "rqi": 123456,
    "pc": {
      "m2m:cin": {
        "cnf": "message",
        "con": "{\"data\":\"value\"}"
      }
    },
    "ty": 4
  }
}

Jadi script publish mqtt menggunakan function atau routine sebagai berikut :


   void kirim(String tombol, String suhu, String humi) // kirim 3 item sekaligus
{
    Serial.println("publish to antares topik: " );
    Serial.print(TOPIKPUB);
    Serial.print(" : ");
    Serial.println(tombol + " - " + suhu + " - " + humi );
    
    String pubString ;  //isi json pub message yg super panjang
    pubString += F("{");
    pubString += F("\"m2m:rqp\": {");
    pubString += F("\"fr\": \"");
    pubString += String(accessKey) ;
    pubString += F("\",");
    pubString += F("\"to\": \"/antares-cse/antares-id/");
    pubString += String(projDev);
    pubString += F("\",");
    pubString += F("\"op\": 1,");
    pubString += F("\"rqi\": 123456,");
    pubString += F("\"pc\": {");
    pubString += F("\"m2m:cin\": {");
    pubString += F("\"cnf\": \"message\",");
    pubString += F("\"con\": \"{\\\"tombol\\\":");
    pubString += tombol;
    pubString += F(",\\\"suhu\\\":");
    pubString += suhu;
    pubString += F(",\\\"humidity\\\":");
    pubString += humi;
    pubString += F("}\"");
    pubString += F("}");
    pubString += F("},");
    pubString += F("\"ty\": 4");
    pubString += F("}");
    pubString += F("}");

   // kirim ke topik TOPIKPUB
   char message_buff[pubString.length() + 1];
   pubString.toCharArray(message_buff, pubString.length() + 1);
   client.publish(TOPIKPUB,message_buff);
  
}

    




Untuk menunggu request dari antares harus diperhatikan yang diterima melalui callback merupakan JSON juga lhooo...jadi kalau mumet sebaiknya dihentikan segera melanjutkan membaca blog ini!

 {
   "m2m:rsp" : {
      "rsc" : 2001,
      "rqi" : "123456",
      "pc" : {
         "m2m:cin" : {
            "rn" : "cin_63068886",
            "ty" : 4,
            "ri" : "/antares-cse/cin-63068886",
            "pi" : "/antares-cse/cnt-682859183",
            "ct" : "20200707T152502",
            "lt" : "20200707T152502",
            "st" : 0,
            "cnf" : "message",
            "cs" : 35,
            "con" : "{\"led\":\"on\"}"
         }
      },
      "to" : "access:key",
      "fr" : "/antares-cse"
   }
}


Untuk mengolah data request dari antares maka ESP8266 akan melakukan parsing JSON dari payload MQTT dengan menggunakan library ARDUINO JSON


    DynamicJsonDocument doc(512);
    deserializeJson(doc, message);
    String parsedString = doc["m2m:rsp"]["pc"]["m2m:cin"]["con"]; //pertama cari isi con
    deserializeJson(doc, parsedString);
    String lednya = doc["led"]; //kedua cari isi led on apa off
    Serial.println("lednya : " + lednya);
    

Jadi untuk mendapatkan isi dari message led "on" atau "off" maka diperlukan 2 kali parsing json karena isi dalam "con" juga di syaratkan sebagai JSON. Kenapa begitu? Ya karena itulah standar onem2m yang digunakan jadi harus diikuti saja.




Selengkapnya bisa dilihat pada video berikut ini 



Script lengkap :


// by www.aisi55.com please attach our credential if you using our script
#include <SoftwareSerial.h>
#include <ESP8266WiFi.h>
#include <PubSubClient.h>
#include <ArduinoJson.h>

SoftwareSerial mod(4, 5); // RX, TX

const char *ssid =  "nama wifi";  
const char *pass =  "password";

const char *mqtt_server = "mqtt.antares.id";
const int mqtt_port = 1883;
const char *mqtt_user = "";
const char *mqtt_pass = "";
const char *mqtt_client_name = "ahocool1265352";  
//sesuaikan dengan parameter akun antares kamu
#define TOPIKPUB "/oneM2M/req/access:key/antares-cse/json"
#define TOPIKSUB "/oneM2M/resp/antares-cse/access:key/json"
#define accessKey "access:key"
#define projDev "Project_name/Device_name" WiFiClient wclient; PubSubClient client(wclient); byte ledOn[] = {0x05, 0x05, 0x00, 0x00, 0xFF, 0x00, 0x8D, 0xBE};
//ngidupin Led byte ledOff[] = {0x05, 0x05, 0x00, 0x00, 0x00, 0x00, 0xCC, 0x4E};//matikan Led byte tombol[] = {0x05, 0x02, 0x00, 0x00, 0x00, 0x01, 0xB8, 0x4E};//tombol byte tombolL[] = {0x05, 0x02, 0x01, 0x00, 0xa0, 0xB8}; // tombol Low byte tombolH[] = {0x05, 0x02, 0x01, 0x01, 0x61, 0x78}; // tombol High byte humitemp[] = {0x05, 0x04, 0x00, 0x00, 0x00, 0x03, 0xB1, 0x8F};//baca dht11 byte dhtOK[] = {0x05, 0x04, 0x06} ; byte bufferDataModbus[50]; byte *ptr; bool urut= false; bool led= false; unsigned long previousMillis = 0; String suhunya ="0"; String huminya ="0"; String tomb ="0"; void setup() { Serial.begin(9600); Serial.println(F("ESP8266 Modbus Bridge to ANTARES")); Serial.println(F("http://www.aisi555.com")); Serial.println(); if (WiFi.status() != WL_CONNECTED) { Serial.print("Connecting to Wifi: "); Serial.print(ssid); Serial.println("..."); WiFi.begin(ssid, pass); if (WiFi.waitForConnectResult() != WL_CONNECTED) return; Serial.println("WiFi connected"); Serial.println("IP address: "); Serial.println(WiFi.localIP()); } mod.begin(9600); ptr = bufferDataModbus; client.setServer(mqtt_server, mqtt_port); client.setCallback(mqtt_callback); } void reconnectmqtt() { Serial.println("Connecting to MQTT server.."); if (client.connect(mqtt_client_name,mqtt_user, mqtt_pass)) { Serial.println("Connected to MQTT server"); } else { Serial.println("Could not connect to MQTT server"); } if (client.connected()){ Serial.println("subscribe to topic: "); Serial.println(TOPIKSUB); client.subscribe(TOPIKSUB); } } void kirim(String tombol, String suhu, String humi) { Serial.println("publish to antares topik: " ); Serial.print(TOPIKPUB); Serial.print(" : "); Serial.println(tombol + " - " + suhu + " - " + humi ); String pubString ; pubString += F("{"); pubString += F("\"m2m:rqp\": {"); pubString += F("\"fr\": \""); pubString += String(accessKey) ; pubString += F("\","); pubString += F("\"to\": \"/antares-cse/antares-id/"); pubString += String(projDev); pubString += F("\","); pubString += F("\"op\": 1,"); pubString += F("\"rqi\": 123456,"); pubString += F("\"pc\": {"); pubString += F("\"m2m:cin\": {"); pubString += F("\"cnf\": \"message\","); pubString += F("\"con\": \"{\\\"tombol\\\":"); pubString += tombol; pubString += F(",\\\"suhu\\\":"); pubString += suhu; pubString += F(",\\\"humidity\\\":"); pubString += humi; pubString += F("}\""); pubString += F("}"); pubString += F("},"); pubString += F("\"ty\": 4"); pubString += F("}"); pubString += F("}"); char message_buff[pubString.length() + 1]; pubString.toCharArray(message_buff, pubString.length() + 1); client.publish(TOPIKPUB,message_buff); } void loop() { if (!client.connected()) { reconnectmqtt(); } else client.loop(); //cek terus kalau ada data masuk unsigned long currentMillis = millis(); if(currentMillis - previousMillis >= 5000) { // save the last time you read the sensor previousMillis = currentMillis; if(!urut )mod.write(tombol, sizeof(tombol)); else mod.write(humitemp, sizeof(humitemp)); urut =!urut; } long millisResponModbus = millis() + 1000; while (!mod.available()) { if (millisResponModbus < millis()) { break;//timeout } } while (mod.available()) { byte b = mod.read(); *ptr++ = b; Serial.print("0x"); Serial.print(String(b, HEX)); Serial.print(" "); delay(2); } if (memcmp(bufferDataModbus, ledOn, sizeof(ledOn)) == 0) { ptr = bufferDataModbus; memset(bufferDataModbus, 0x00, sizeof(bufferDataModbus)); } else if (memcmp(bufferDataModbus, ledOff, sizeof(ledOff)) == 0) { ptr = bufferDataModbus; memset(bufferDataModbus, 0x00, sizeof(bufferDataModbus)); } else if (memcmp(bufferDataModbus, tombolL, sizeof(tombolL)) == 0) { ptr = bufferDataModbus; tomb="0"; kirim(tomb,suhunya,huminya); memset(bufferDataModbus, 0x00, sizeof(bufferDataModbus)); } else if (memcmp(bufferDataModbus, tombolH, sizeof(tombolH)) == 0) { ptr = bufferDataModbus; tomb="1"; kirim(tomb,suhunya,huminya); memset(bufferDataModbus, 0x00, sizeof(bufferDataModbus)); } else if (memcmp(bufferDataModbus, dhtOK, sizeof(dhtOK)) == 0) { ptr = bufferDataModbus; suhunya = String(ptr[4]) + '.' +String(ptr[6]) ; huminya = String(ptr[8]); kirim(tomb,suhunya,huminya) ; memset(bufferDataModbus, 0x00, sizeof(bufferDataModbus)); } else { ptr = bufferDataModbus; //Serial.println(""); memset(bufferDataModbus, 0x00, sizeof(bufferDataModbus)); } } void mqtt_callback(char* topic, byte* payload, unsigned int length) { Serial.print("Message arrived in topic: "); Serial.println(topic); //Serial.print("Message:"); String message; for (int i = 0; i < length; i++) { message = message + (char)payload[i]; //Conver *byte to String } // Serial.print(message); //kepanjangan makanya di tutup DynamicJsonDocument doc(512); deserializeJson(doc, message); String parsedString = doc["m2m:rsp"]["pc"]["m2m:cin"]["con"]; deserializeJson(doc, parsedString); String lednya = doc["led"]; Serial.println("lednya : " + lednya); if(lednya == "on") { mod.write(ledOn, sizeof(ledOn)); Serial.println("lednya hidup"); } if(lednya == "off") { mod.write(ledOff, sizeof(ledOff)); Serial.println("lednya mati "); } Serial.println(); Serial.println("-----------------------"); }

Share:

Cara Mudah Belajar MODBUS - Komunikasi Industri Jaman dulu [part 4] Arduino MQTT Bridge




Setelah berhasil memposisikan arduino menjadi modbus master, kita akan butuh sedikit usaha lagi untuk melengkapi piramida IOT nya. Untuk itu perlu penggabungan dari beberapa tulisan sebelumnya yaitu dasar MQTT pada ESP8266 disini dengan tulisan seri modbus part 3 disini. Ada dua mode mqtt yang ingin saya gunakan yaitu mode request-reply dan mode periodic. Perhatikan rangkaian dasar yang telah kita bahas sebelumnya.


Skematik arduino mqtt bridge


Dengan asumsi pembaca telah memahami pembahasan sebelumnya, mode request-reply memiliki 5 type perintah yang akan dikirim ke perangkat modbus dan jika di tuliskan dalam script seperti berikut  :


if (Serial.available() > 0) { //perintah dari serial port monitor/putty
    // read the incoming byte:
    incomingByte = Serial.read();

    if (incomingByte == '1') {  //toggle led mati hidup
       if (!led) mod.write(ledOn, sizeof(ledOn)); //modbus led on
       else mod.write(ledOff, sizeof(ledOff)); //modbus led off

       led=!led;
      }
    else if (incomingByte == '2')  mod.write(tombol, sizeof(tombol));  //cek tombol
    else if (incomingByte == '3')  mod.write(humitemp, sizeof(humitemp)); //baca dht11
    else if (incomingByte == '4')  mod.write(aisi, sizeof(aisi)); //baca holding register

    }
Pada script diatas merupakan perintah atau request yang dikirimkan oleh Terminal Serial semisal putty atau serial monitor sketch arduino dimana terjemahan perintah nya seperti berikut :

  • '1'  : Togle led On atau Off
  • '2'  : Baca penekanan tombol
  • '3'  : Baca sensor DHT11
  • '4'  : Baca Holding Register

Kita dapat  merubah request dari terminal serial menjadi perintah yg  dikirim melalui SUBSCRIBE TOPIK  MQTT,  jadi esp8266 akan menunggu apakah ada request dari server/broker yang masuk dan membandingkan isi payloadnya sesuai script berikut :

void mqtt_callback(char* topic, byte* payload, unsigned int length) {
 
  Serial.print("Message arrived in topic: ");
  Serial.println(topic);
 
  Serial.print("Message:");
 
  String message;
  for (int i = 0; i < length; i++) {
    message = message + (char)payload[i];  //Convert *byte to String
  }
   Serial.print(message);
   if(message == "1"){  //bandingkan payload yang masuk dan kirim modbus
       if (!led) mod.write(ledOn, sizeof(ledOn));
       else mod.write(ledOff, sizeof(ledOff));

       led=!led;
      }
   if(message == "2")mod.write(tombol, sizeof(tombol));
   if(message == "3")mod.write(humitemp, sizeof(humitemp));
   if(message == "4")mod.write(aisi, sizeof(aisi));


 }
Untuk memahaminya tidaklah begitu sulit jika anda rajin membaca blog ini dari seri tulisan mengenai mqtt yang sering saya bahas sebelumnya. 

Setelah modbus me-reply request maka esp8266 akan membandingkan reply modbus dan selanjutnya melakukan PUBLISH MQTT ke topik yang telah ditentukan ke broker mqtt. Anda juga bisa menggunakan Smartphone dengan aplikasi IOT MQTT PANEL untuk menerima data yang di PUBLISH oleh bridge mqtt esp8266 dan tentunya juga bisa mengirimkan perintah/request ke modbus.




Untuk mode periodic cukup menambahkan timer pada loop utama yang akan mengirimkan perintah modbus untuk pengecekan tombol dan pembacaan DHT11 setiap jeda waktu tertentu. Selengkapnya ikuti penjelasan pada video berikut ini :



Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (15) android (12) antares (3) arduino (18) artikel (11) attiny (2) attiny2313 (18) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (42) digital (1) display (3) esp8266 (9) euro2020 (13) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (26) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (16) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (14) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (56) mikrokontroller (10) mikrotik (5) ninmedia (3) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (77) pcb (2) power (1) praktek (2) project (33) proyek (1) python (2) radio (15) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telepon (9) televisi (144) television (28) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (83) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika