"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Rabu, 21 Oktober 2020

Migrasi TV Digital di Seputaran Jakarta - Pake Antena Indoor Bisa Jernih ?



Iklan diatas sepertinya muncul terus baik di iklan online, surat kabar, dan sampai di televisi, antena baru yang katanya "revolusioner" diiklankan yang mengklaim akan menggantikan televisi kabel dan dengan hanya menempelnya pada dinding rumah kamu, lalu bisa mendapatkan siaran premium macam CNN , FOX SPORT dan sebagainya. Benarkah itu ?

Penipuan yang menyesatkan ini telah ada selama beberapa tahun dan di Indonesia muncul saat toko online makin menjamur. Karena migrasi Televisi digital di Indonesia terbilang sangat telat adalah alasan utama iklan ini baru muncul belakangan. Jika di luar negeri sana yg ASO (Analog Switch Off) nya sudah selesai, iklan Antena ajaib untuk siaran OTA (over-the-air)  itu sudah lama muncul pada iklan koran dan majalah dengan tajuk utama yang berani seperti "Penemuan Baru ...Tidak Perlu Lagi Bayar TV Kabel dan Tagihan TV satelit. " Ujungnya sama saja dengan beberapa teman saya yg tergiur iklan dan  menghabiskan lebih dari  250 ribu untuk membeli antena dasi kupu-kupu yang sedikit didandani yang hampir tidak cocok untuk menerima stasiun TV UHF ANALOG. Jadi harus migrasi TV DIGITAL biar jernih ?



Tetap saja antena outdoor lebih ampuh untuk transmisi gambar baik analog maupun digital. Spektrum televisi di Indonesia lebih banyak pada frekuensi UHF (400 - 800 MHz) yang mementingkan kondisi Line Of Sight yang kalau diartikan dalam pemahaman kita "tanpa halangan" . Ya mungkin kalau lokasi kamu di Jakarta dengan kondisi pemancar tinggi di wilayah BOGOR akan mendapat siaran yang lumayan bagus apalagi dekat pemancar. Cukup Paper Clip dicolokkan ke jack antena TV pun hasilnya akan jernih ! 


Jika menggunakan antena outdoor siaran TV digital yang didapat di seputaran Jabodetabek adalah seperti berikut :









Share:

Sabtu, 10 Oktober 2020

Sejarah Satelit Indonesia Yang Gagal Beroperasi

 


Peluncuran satelit merupakan suatu kegiatan yang memiliki tingkat resiko kegagalan yang sangat tinggi. Tidak heran para produsen satelit dan penyedia jasa peluncuran mensyaratkan asuransi kepada para pembelinya. Bukan hanya kegagalan saat peluncuran melalui roket yang sangat berbahaya, seperti halnya kegagalan challenger 1985 meledak saat throtle up, ada juga kemungkinan gagalnya proses pemindahan ke orbit dan bahkan kegagalan elektronik yang bisa membuat para akuntan di perusahaan asuransinya rontok rambutnya. Mungkin hanya gatutkaca yang bisa diajak kerjasama untuk memperbaiki satelit yang orbitnya 36 ribu kilometer diatas katulistiwa.

Berikut ini beberapa cerita mengenai kegagalan peluncuran satelit yang pernah di alami oleh negara kita Indonesia.


PALAPA B2


Palapa B2 adalah satelit generasi kedua yang dibuat oleh Boeing Satellite Development Center untuk Perumtel (kini Telkom Indonesia ). Satelit ini diluncurkan menggunakan pesawat ulang-alik challenger STS 41B pada tahun 1984 yang seingat penulis di tayangkan secara live oleh TVRI. Namun saat diluncurkan melalui dek kapal chalenger, satelit gagal mencapai orbit geosynchronous karena kegagalan fungsi roket apogee. Sattel Technologies (California) membeli satelit dari grup asuransi  dan mengontrak NASA untuk mengambilnya. 




Pengambilan terjadi pada November 1984 di STS-51A. Sattel juga mengontrak Hughes Aircraft Company (pabrikan asli) dan McDonnell Douglas (penyedia layanan peluncuran) untuk memperbarui dan meluncurkan kembali satelit, kemudian berganti nama menjadi Palapa B2-R (refurbished). Peluncuran kembali pada bulan April 1990 berhasil, dan hak milik dialihkan kembali ke Indonesia.


courtesy of : http://www.sattel.com/life_of_palapa_b2.htm


PALAPA C1


Satelit milik PT Satelindo ini diluncurkan oleh Hughes Space and Communications Company dan berhasil masuk orbit 113 E pada tanggal 31 januari 1996. Pihak satelindo menyatakan satelit tersebut tidak dapat digunakan setelah terjadi anomali tenaga listrik yaitu pada bagian charging baterainya. Klaim asuransi telah dibayarkan dan hak milik dipindahkan ke Hughes Space and Communications Company. Satelit kemudian bernama HGS-3 kemudian diakuisisi oleh Pakistan dari M / S Hughes Global Services dengan "Sewa Waktu Penuh" dan dipindahkan ke slot yang dipesan Pakistan di orbit 38 E.

Pemerintah Pakistan menyetujui akuisisi tersebut pada 3 Juli 2002 dan kesepakatan dengan Hughes Global Services disepakati pada 6 Agustus 2002. Satelit mulai pindah ke slot barunya pada tanggal 5 Desember 2002 dan mengalami perubahan nama dari Anatolia-1 menjadi PAKSAT-1 pada tanggal 18 Desember 2002. 

Setelah serangkaian manuver orbit, Satelit distabilkan di lokasi akhirnya pada tanggal 20 Desember 2002 dengan kemiringan 0 derajat. Satelit tersebut berada pada posisinya di lokasi orbit berlisensi Pakistan, 38 ° Bujur Timur.  Walau hanya bisa berfungsi normal pada siang hari ternyata satelit ini digunakan oleh pihak pakistan sampai lebih 15 tahun kemudian.


PALAPA D



Satelit Palapa D diluncurkan di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) , kurang lebih 64 km di barat laut dari kota Xichang di provinsi Sichuan, Cina menggunakan wahana luncur Chang Zheng 3B pada tanggal 31 Agustus 2009. Peluncuran ini merupakan peluncuran pertama yang dilakukan oleh Cina dalam rentang waktu 4 bulan sebelumnya, dan yang ke-13 bagi roket Chang Zeng 3B.

Beberapa jam setelah peluncuran NASA Spaceflight sempat mengabarkan bahwa terjadi kegagalan pada roket dalam menempatkan Palapa D di orbitnya Kantor berita Cina, Xinhua menerangkan bahwa telah terjadi kegagalan pada ignisi ke-2 di tingkatan ke 3 roket Long March. Teknisi Thales Alenia kemudian turun tangan untuk "menangkap" satelit ini dan mengembalikannya ke jalur aslinya sehingga beberapa jam setelah itu perwakilan Thales menyatakan bahwa Palapa D telah berada dalam keadaan normal dan dapat melakukan manuver di orbitnya.

Manuver penyelamatan satelit ini mengakibatkan berkurangnya bahan bakar yang diperlukan untuk mempertahankan Satelit di orbitnya sehingga masa operasi satelit turut berkurang dari 15 tahun yang direncanakan. Presiden Thales Alenia Space menyatakan bahwa bahan bakar yang tersisa masih akan cukup untuk mengoperasikan satelit Palapa D selama sekitar 10 tahun.


NUSANTARA 2




Seperti tidak mau belajar pada kesalahan peluncuran satelit menggunakan operator dari tiongkok, padahal space x telah sukses meluncurkan telkom 4 / merah putih dan Brisat, pada masa pandemi corona 2020 mengguncang tiongkok, terasa aroma bakal ada kegagalan nya sudah dirasakan semua orang. Ya karena sudah kontrak tetap saja harus meluncur nih satelit pengganti Palapa D yang mulai oleng bahan bakar habis dan condong inklinasinya makin gede. 

"Peluncuran satelit Nusantara 2 mengalami beberapa kendala roket peluncur yang mengakibatkan tahap ketiga, beberapa menit sebelum memasuki orbit, satelit tersebut gagal, atau lose, atau hilang," ujar Johnny dalam keterangan pers secara virtual, Jumat (10/4).

Johnny membeberkan satelit Nusantara 2 telah meluncur dengan aman dengan bantuan roket pendorong Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center (XSLC), China, sekitar pukul 18.46 waktu. Namun, Johnny mengatakan roket mengalami gangguan pada tahap ketiga jelang menuju orbit.

Dan benar saja terbukti perasaan "kurang enak" yang dirasakan oleh saya dan sebagian orang, dan memaksa penyedia layanan TV melakukan migrasi besar-besaran ke Telkom 4 dan seperti mendapat rejeki durian runtuh BUMN yang kinclong ini.  Untungnya sampai tulisan ini dibuat satelit PALAPA D masih tetap mengudara dengan normal, mungkin sempet beli bensin kali ya di orbit sana ? hehehehehe

Share:

Jumat, 09 Oktober 2020

Apakah itu TV Test Card - Pola Teknik ?

 



35 tahun yang lalu, gambar diatas ini mungkin sangat dinantikan oleh penulis setiap sore jam 4. Walau hanya warna pelangi, lingkaran , garis-garis dan jam beserta musik latar berupa lagu perjuangan, tetep saja dipantengin dengan sangat antusias, Kenapa ? Karena setelah pola siar muncul di layar TV , tepat pada menit ke 25 dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, lalu tinjauan acara hari ini , dan yang dinanti akan  muncul kemudian yaitu acara anak dan kartun favorit kids jaman old. Tentunya sudah cakep dan wangi habis mandi dengan bedak putih di contreng emak asal-asalan...wkwkwkwk...mungkin tahun itu satu pesawat TV ditonton oleh semua anak tetangga sebelah rumah, maklum di kota kecil yang hanya pegawai negeri bisa punya TV berwarna dan itupun nyicil menggadaikan SK Korpri nya sang bapak di Bank.

Saat penulis dewasa dan menuju ke kota besar belajar di kampus yang mempelajari seluk beluk elektronika, suatu hari sempat melihat buku manual TV TEST CARD yang berisikan banyak pembahasan dari segi teknikal pesawat penerima televisi. Dan terjawablah bahwa pola pelangi pada layar TVRI itu memiliki makna yang sangat berarti, yaitu pada saat televisi masih harus di-seting setiap saat menyalakannya. 

Maklum saja ketika tahun-tahun awal pesawat televisi muncul, teknologi transistor belum sepenuhnya dapat dihandalkan dan perlu dilakukan proses "pemanasan", apalagi kalau televisinya masih memanfaatkan transistor tabung. Jadi seiring waktu dan tv menjadi stabil "panas" nya maka gambar akan mengalami perubahan kualitas. Jadi untuk mendapatkan kualitas siaran yang maksimum, maka 30 menit sebelum siaran televisi dimulai, para pemilik televisi diharapkan memutar tombol setting pada televisinya sehingga saat siaran dimulai akan mendapatkan kualitas yang bagus.


Ketika dunia internet jaman now, membawa saya ke sebuah website yang ternyata menyimpan buku yang saya baca jaman 90an itu. 

courtesy of : https://www.transdiffusion.org/2014/08/18/how-to-use-testcard-f







Pada buku manual testcard model F dari BBC memang sedikit berbeda dengan test card yang dipakai TVRI sejak 80an hingga sekarang. Tapi prinsipnya sama yaitu untuk mengetahui kondisi tampilan televisi. Test card yang digunakan TVRI merupakan versi electronics keluaran philips dengan model testcard PM5544. Jaman dulu sebelum adanya mikrokontroller maka test card dibuat dengan memasukkan gambar kesebuah kamera yang dinamakan monoscope seperti gambar diatas.


Untuk mengetahui pola test card Phillips PM5554 bisa dilihat pada gambar berikut :




Philips PM5544 adalah generator pola teknik televisi, yang paling umum digunakan untuk menyediakan Pola gambar yang rumit untuk kepentingan pengaturan stasiun televisi. Biasa disebut sebagai Pola Philips atau Pola Lingkaran PTV, isi dan tata letak pola dirancang oleh insinyur Finn Hendil ( 1939–2011) di laboratorium Philips TV di Kopenhagen di bawah pengawasan kepala insinyur Erik Helmer Nielsen pada tahun 1966–1967. Alat Generator Pola Teknik PM5544, yang menghasilkan gambar seperti contoh pada gambar diatas, dibuat oleh insinyur Finn Hendil dan kelompoknya pada tahun 1968–69. Sejak pengenalan PM5544 di awal tahun 1970-an, Philips Pattern telah menjadi salah satu kartu tes yang paling umum digunakan diseluruh dunia.  Penjelasan teniknya kira-kira seperti berikut ini :



Share:

Rabu, 07 Oktober 2020

Migrasi Televisi Digital di Semarang - Ada TV KU yang merupakan TV Kampus Digital Pertama

 




Ada yang menarik di migrasi televisi digital di semarang yaitu dengan mengudaranya Televisi Kampus Universitas Dian Nuswantoro (TVKU) yang diresmikan  tahun 2003. TVKU dahulunya berafiliasi dengan televisi edukasi yang sempat mengudara dibeberapa kota besar dan kemudian di kota semarang diambil alih menjadi TVKU pada saluran 49 UHF . Mulai Oktober 2017 TVKU dapat disaksikan juga melaluiTV digital DVB-T2 pada MUX TVRI semarang. Selain itu TV KU juga aktif melakukan streaming lewat youtube terutama acara kelas online yang sangat disukai penulis.




TVRI merupakan penyedia mux yang merata di seluruh stasiun relay nya termasuk di pelosok nusantara seperti yang dapat dilihat dari hasil scan pada lokasi cilacap dibawah ini :



Dapat dipastikan dana yang disiapkan pemerintah untuk digitalisasi TVRI sudah terserap bagus  dengan bukti keseriusan nya mengudara secara digital hingga pelosok nusantara. Untuk kalangan pengusaha televisi private / swasta di kota seperti semarang tidak jauh berbeda dengan kota lainnya di Indonesia yaitu terdapat mux  Metro dan TransMedia yang memang sudah sadar bagaimana manfaat TV digital yaitu 1 frekuensi dapat dipakai untuk multi channel.




Jadi untuk semarang terdapat 12 channel televisi digital yaitu dengan 3 MUX  dan yang menarik juga adalah Magna Channel milik Media Group / Metro TV dengan siaran yang High Definition dan menyasar market anak muda. Acara musik kpop dan K-Drama nya lumayan sebagai hiburan jernih di layar televisi LED anda.




Share:

Senin, 05 Oktober 2020

Televisi Digital Di Malang Raya - TransMedia Group Memang Paling Niat


 

Demi mendukung migrasi Televisi Analog ke Digital atau istilah nya ASO (Analog switch off) pemerintah dikabarkan akan mendistribusikan 6,7 juta set-top box (STB) kepada rakyat. Tujuan dari distribusi dekoder ini adalah untuk memperlancar transisi nya  sehingga semua orang yang menerima set-top box dapat menggunakan layanan televisi digital melalui televisi lama yang masih berformat analog.

Anggaran yang diajukan kominfo berkisar uangnya 6,7 ​​juta dikalikan 100.000 rupiah. (Perkiraan harga Set Top Box oleh pemerintah) Ali Subroto, Ketua Asosiasi Produsen Telematika Indonesia (AIPTI), memperkirakan STB untuk masyarakat miskin bisa menjadi motor penggerak di balik program pergeseran siaran TV analog-to-digital.



Polytron Indonesia( PT Hartono Istana Teknologi ) sebagai produsen lokal Televisi dan STB, mengaku belum ada negosiasi dengan pemerintah. Jogianto, Senior Business Development Manager Polytron, mengatakan Polytron telah lama menjual produk STB tiga tahun lalu dengan kisaran harga Rp 300.000 hingga Rp 400.000, tergantung juga dari keuntungan yg dipatok penjualnya.


Lalu bagaimana kondisi Televisi digital di wilayah Malang raya ? Dari hasil scan pada STB digital pada oktober 2020 kenyataannya hanya transmedia group yang bersiaran pada frekuensi 674 MHZ atau saluran UHF 49.




Siaran CNN dan CNBC indonesia sudah berformat HD dan sangat terlihat jernih pada layar TV LED



Bagaimana siaran digital di kota anda? Sudah siapkah bermigrasi ke siaran super jernih ?

Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

Apa sih DVB-T2 Itu? Forward Error Correction - FEC [part 4]

Dalam sebuah sistem telekomunikasi data tentu akan selalu menghadapi gangguan berupa noise, derau, atenuasi, atau distorsi yang salah satunya disebabkan karena ketidaksempurnaan dari  perangkat keras atau keterbatasan fisik. Keberhasilan pen-dekoderan sinyal sangat bergantung pada teknik pengendalian kesalahan. Jika data hasil dari output suatu sistem komunikasi selalu memiliki kesalahan pengkodean, maka kenyataan ini seringkali dapat dikurangi dengan penggunaan sejumlah teknik pengendalian kesalahan.


Tujuan dari Error Control Coding adalah untuk menyandikan informasi digital dalam format sedemikian rupa, bahkan jika suatu hubungan komunikasi data (atau media penyimpanan nya) menghasilkan kesalahan, setidaknya penerima dapat memperbaiki kesalahan dan memulihkan informasi / data asli yang ditransmisikan. Beberapa penyebab utama dari kesalahan pengiriman data adalah sebagai berikut :




1. Sinyal Yang Diterima Mengalami Loss (hilang sinyal) 

Sinyal yang diterima kehilangan kekuatan sinyal karena: 

  • Jarak yang jauh antara Antena pemancar dan antena Penerima, 
  • Redaman Sinyal,  semisal terserap mendung atau pepohonan
  • Hamburan sinyal , misal terpantul gedung atau pegunungan, 
  • Refleksi sinyal  ,misal terpantul gedung atau pegunungan,
  • Bias Sinyal sinyal Tx, misal melewati kaca
  • Kesalahan pengarahan antena

2. Interferensi Antar Sinyal Internal

Sinyal penerimaan diganggu oleh sinyal yang ditransmisikan oleh rangkaian dalam perangkat itu sendiri, seperti frequency-dependent effect s(dalam suatu saluran komunikasi atau bisa juga dalam rangkaian amplifier).

3. Noise /Derau dan gangguan interfrensi

  • InterModulation distortion ( IMD )
  • Interfering signals (co-channel & adjacent channel interference).
  • Amplifier noise sources (thermal noise, shot noise, flicker noise).
  • Atmospheric noise and galactic noise sources.




Bagaimana ketika sinyal yang dikirimkan tanpa memiliki rangkaiaan feedback / umpan balik ? Atau semisal DVD anda tergores sehingga data video yang terdapat disana menjadi terganggu ? Nah inilah perlunya apa yang dikenal sebagai Forward Error Corection / FEC . Jadi kebanyakan teori dan penemuan tentang metode memperbaiki kesalahan sinyal ini banyak dipelopori oleh explorasi luar angkasa terutama era dimulainya NASA tahun 50-60 an dengan diluncurkannya proyek apollo dan satelit penjelajah. Bagaimana caranya sehingga data yang dikirim dapat diterima dan diolah dengan benar ? yang kebanyakan kita tahu ujungnya saja yaitu pada era tahun 90-an kita dapat menikmati siaran Televisi satelit digital dan komunikasi data kecepatan tinggi. Nah bagaimana sih teori FEC yang mudah di mengerti ?

Ada 4 type peng-koding-an error secara satu arah yang dikenal, dan kita akan bahas satu persatu di bagian lain agar dapat dimengerti secara terpisah. Metodenya berupa :

  1. Kode Hamming - Ini adalah kode blok yang mampu mendeteksi hingga dua kesalahan bit secara bersamaan dan memperbaiki kesalahan bit tunggal. Rate FEC yang digunakan umumnya 1/3, 4/7, 11/15 ,26/31
  2. Kode Konvolusi Biner  (viterbi) - Di sini, pembuat enkoder memproses urutan masukan dari bit dengan panjang acak dan menghasilkan urutan bit output yang sesuai.  Jenis FEC biasnya 1/2, 2/3, 3/4, 5/6, 7/8
  3. Reed - Solomon Code (RS) - adalah kode blok yang mampu mengoreksi burst error di blok data yang diterima. Umum menggunakan jenis kode 188/204, 216/236
  4. Low-Density Parity Check Code (LDPC) - Ini adalah kode blok yang ditentukan oleh matriks pemeriksaan paritas yang berisi kepadatan 1s rendah. Mereka cocok untuk ukuran blok yang besar di saluran yang sangat bising. FEC yang dipakai adalah : 1/4, 1/3, 2/5, 1/2, 3/5, 3/4, 5/6, 8/9, 9/10
Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (35) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (38) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) tachometer (2) telepon (7) televisi (72) television (5) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (59) tutorial (78) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika