Semua Akan Digital Pada Akhirnya... Dari Audio, Video, TV, Kontrol, Keuangan, Kesehatan dan Sebagainya. Blog Ini Ditujukan Buat Kamu Yang Ingin Belajar Dasar Digital Dan Yang selalu Bertanya, Kenapa Bisa Begini Dan Harus Begitu ?

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Tampilkan postingan dengan label dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2021

Kenapa Komunikasi Infra Merah Untuk Remote Menggunakan Modulasi 38Khz ?

Radiasi Infra Red atau disingkat  IR merupakan cahaya yang tidak dapat kita lihat, yang membuatnya bagus untuk media komunikasi. Sumber IR ada di sekitar kita contohnya : Matahari, bola lampu, atau apa pun yg mengeluarkan panas atau berpendar sangat terang dalam spektrum IR. 



Saat Anda menggunakan remote TV, LED IR digunakan untuk mengirimkan informasi ke TV Anda. 


Jadi, bagaimana penerima IR di TV Anda mengambil sinyal dari remote Anda di antara semua IR sekitar? Jawabannya adalah bahwa sinyal IR dimodulasi. Memodulasi sinyal seperti menetapkan pola ke data Anda, sehingga penerima menjadi tahu apa yg disampaikan..


Skema modulasi umum untuk komunikasi IR adalah sesuatu yang disebut modulasi 38kHz. Ada sangat sedikit sumber alami yang memiliki keteraturan sinyal 38kHz, sehingga pemancar IR yang mengirimkan data pada frekuensi tersebut akan menonjol di antara IR sekitar. Data IR termodulasi 38kHz adalah yang paling umum, tetapi frekuensi lain dapat digunakan.


Saat Anda menekan tombol pada remote, transmisi LED IR akan berkedip sangat cepat selama sepersekian detik, mentransmisikan data yang disandikan ke peralatan Anda.


Setiap pulsa dihidupkan dan dimatikan pada frekuensi 38kHz


Jika Anda menghubungkan osiloskop ke LED IR remote TV Anda, Anda akan melihat sinyal yang mirip dengan sinyal di atas. Sinyal termodulasi ini persis seperti yang dilihat oleh sistem penerima. Namun, tujuan dari perangkat penerima adalah untuk mendemodulasi sinyal dan mengeluarkan bentuk gelombang biner yang dapat dibaca oleh mikrokontroler. Ketika Anda membaca pin OUT dari TSOP382 dengan gelombang dari atas, Anda akan melihat sesuatu seperti ini:




Dengan mengontrol jarak antara sinyal termodulasi yang ditransmisikan, bentuk gelombang dapat dibaca oleh pin input pada mikrokontroler dan diterjemahkan sebagai aliran bit serial.


Di bawah ini adalah pandangan konseptual tentang cara kerja pasangan penerima pemancar IR.



Terima kasih kepada SBProjects.com untuk gif dan sumber daya IR yang luar biasa!



Arduino atau mikrokontroler lainnya dapat dihubungkan ke salah satu ujung sistem untuk mengirimkan data (sisi kiri) atau menerima data (sisi kanan).


Sumber: sparkfun

Share:

Selasa, 08 Juni 2021

[ Komponen ] LED - Dasar dan Cara Penggunaan Yang Benar

Pada akhir tahun 1800an, Thomas Edison menemukan bola lampu pertama yang layak dan kemudian dapat dikomersilkan. Bola lampu seperti ini bekerja dengan mengalirkan arus dengan jumlah besar melalui sebuah filamen tipis yang pada dasarnya adalah hanya sebuah kabel. Filamen menjadi begitu panas sehingga mulai berpijar dan memancarkan cahaya. Proses ini sangat tidak efisien - kurang dari 5% energi yang dihasilkan bola lampu berubah  menjadi cahaya - sisanya berubah menjadi panas.




Sumber cahaya yang jauh lebih efisien dari bohlam adalah dioda pemancar cahaya (Light Emiting Diode) atau LED.  LED pada dasarnya mengandung dua semikonduktor khusus yang ditempel bersama, dan ketika Anda mengalirkan  tegangan yang cukup besar, cahaya akan terpancar dalam proses yang disebut elektroluminesensi.



Memang ada sedikit panas yang dihasilkan, tapi keseluruhannya proses ini jauh lebih efisien dan Anda dapat  mendapatkan banyak sekali cahaya dari alat yang kecil sekali. Rata-rata, ini bertahan selama lebih dari 10 tahun digunakan terus-menerus, sehingga Anda dapat melihat  mengapa mereka begitu populer. Kini kita punya senter LED, lampu jalan LED, papan iklan LED bahkan bola lampu LED.  Tapi Anda tidak perlu menjadi sebesar Sony untuk membuat sirkuit LED.

Tulisan saya akan menunjukkan Anda dasar bagaimana menggunakan LED dalam praktek keseharian  Pertama, dapatkan sejumlah LED yang Anda dapat membelinya di penjual elektronik mana saja, tapi kini online shop menjual dengan amat murah dan Anda  dapat mendapat beragam jenis hanya dengan beberapa rupiah, paling sebiji cuman 150 rupiah untuk ukuran 1.5 mm.




Saya sarankan untuk membeli resistor 330 ohm sejumlah yg sama  LED sebagai pengaman arus berlebih. Jadi setiap LED mempunyai 3 hal penting yang perlu Anda ketahui :  Polaritas, tegangan maju dan tingkat arus maksimal.  

Mari mulai dengan polaritas, pada dasarnya ini berarti bagaimana cara Anda memasang LED di  sirkuit. Semua LED mempunyai dua kaki, sebuah "anoda" dan sebuah "katoda", Anoda dan katoda kadang-kadang disingkat A dan K. Anoda adalah sisi arus konvensional  akan mengalir ke dalam LED. Dengan kata lain, Anda menyambung sisi positif sumber tenaga / baterai  ke anoda.  Katoda adalah di mana arus konvensional keluar dari dalam LED. Jadi Anda akan menyambung sisi negatif sumber tegangan dengan katoda.


Untuk LED 5mm standar seperti ini, ada dua cara mudah untuk mengetahui polaritas  Anoda memiliki kaki yang lebih panjang dan katoda memiliki kaki yang lebih pendek. Kalau Anda juga perhatikan dengan hati-hati, Anda akan melihat satu sisi plastik diasah rata / mendatar.  Sisi yang rata adalah katoda dan sisi yang bundar adalah anoda.  Jadi pada contoh ini saya sambung sisi positif catu daya ke anoda dan  sisi negatif catu daya ke katoda dan LED menyala sesuai harapan.



Jika Anda mendapati polaritas LED di sirkuit keliru, jangan khawatir, untuk proyek tegangan rendah  LED yang terbalik menghalangi aliran arus dan tidak menyala. 

Mari lanjut kita bahas tentang tegangan maju / forward sebuah LED. Semua LED perlu tegangan tertentu untuk dapat melewatinya, dengan arah yang benar. Sebelum setiap arus listrik dapat mengalir dan mulai memancarkan cahaya,  LED putih superbright yang saya gunakan di gambar diatas mempunyai tegangan maju 3 volt, jadi kita perlu sekitar  3 volt sebelum LED dapat melakukan hal yang menarik yaitu menyala. 

Dengan suplai diatur ke 0 volt, LED tetap padam  Dengan suplai diatur ke 1,5 volt, masih tidak cukup untuk menyalakan LED  Tapi seiring kita mendekati 3 volt, LED mencapai kecerahan penuh.


Setiap LED punya tegangan maju yang sedikit berbeda dan di sini ada beberapa  panduan kasar besar tegangan yang dapat digunakan dari LED yang berbeda. Ketika LED menyala, akan ada penurunan tegangan konstan relatif di dalamnya.

Berikutnya, mari bicara soal batas arus maksimal LED. Misalnya percobaan saya diatas, saya menggunakan fitur spesial catu daya saya untuk membatasi arus yang mengalir  melalui LED hingga maksimal 30mA, yang kira-kira sebesar arus yang dapat ditanggung LED ini. Tapi apa yang terjadi jika saya melewati batas?  




Saya akan mengatur catu daya hingga 7,5 volt dan saya akan hilangkan semua batas arus. Mari kita lihat apa yang terjadi!  Jadi jika Anda melewati angka tengangan maju secara signifikan, arus dalam jumlah sangat besar  akan mengaliri LED dan tidak ada yang dapat menghentikannya dari meledakkan dirinya sendiri.  

Jelas jangan lakukan ini di rumah, sebenarnya mungkin bagi LED untuk meledak, melontarkan serpihan  plastik dan logam kecil ke wajah Anda. Anda tidak ingin berakhir tampak seperti ini! Jadi sebuah baterai kotak 9 volt cukup untuk  membunuh LED secara instan - ada sesuatu yang diperlukan untuk membatasi arus hingga batas aman. 




Angka arus setiap LED dapat berbeda-beda  Misalnya, modul LED berdaya tinggi ini dapat menanggung 100 miliampere, tapi umumnya  LED 5mm standar yang biasanya anda gunakan di rumah memiliki nilai 20 miliampere.  Jadi apa yang Anda lakukan jika Anda ingin membatasi arus dan tak punya catu daya bagus yang dapat diatur? Anda dapat gunakan benda yang disebut resistor! Untuk LED sebagai lampu indikator perangkat tegangan digital TTL, yang biasanya ada pada level 5 volt maka resistro 330 ohm lazim digunakan. Untuk baterai 9V dan catuan aki motor anda 12 volt maka resistor yg dipilih adalah 1 Kilo Ohm. Jangan salah pilih ya, karena sangat berpengaruh pada tingkat kecerahan dan keawetan LED. 

Share:

Senin, 11 Januari 2021

Mana Yang Lebih Membunuh - Arus Apa Tegangan Listrik ?

 


BERBAHAYA !!

JANGAN DITIRU SEMUA YANG ADA DITULISAN BERIKUT INI 


Memang pertentangan mengenai mana yang membunuh anda saat kesetrum, apakah arus atau tegangan nya, menjadi abadi seperti halnya kisah mana duluan ayam sama telur .... Kalau dipikir - pikir , dibayangkan, saat apes dan listrik  harus membunuhmu,  ya gak menjadi soal bagian mana yang mengantarmu ke pangkuan ilahi, tapi yg lebih penting , kenapa sampe bisa kesetrum ? Bagi seorang ilmuwan youtuber macam mehdi, ini harus dibuktikan secara teori dan praktek. Yaaa tersengat lalu terbakar sedikit itu kulit demi keilmuan tetap saja harus dibuktikan.



Ketika suatui power suply kemudian elektrodanya di konsletkan, maka arus yang mengalir akan maksimum dengan tegangan mendekati nol. Ini sesuai dengan hukum listrik OHM dimana arus berbanding terbalik dengan tegangan (  V = I x R ) . Dan jangan terkejut kalau hasilnya konektor akan menimbulkan panas saat di konsletkan seperti gambar diatas.  



Bahkan ini juga yang menjadi prinsip pengelasan listrik dan secara ajaib walau konektor dipegang tangan,  kita terhindar dari kesetrum akibat proses konsleting tegangan yang menghasilkan percikan api tadi. Ini dikarenakan arus sepenuhnya mengalir pada konektor sedangkan tubuh bita memiliki resistansi lebih besar sehingga tidak merasakan nya (walau ada juga mengalir dikit). 



Karena tidak berasa apapun saat dipegang tangan, mari kita coba menggunakan lidah yg resistansinya lebih rendah....dan jangan percaya 100% kepada layar 7 segmen pada power suply, nanti kayak mehdi yang seharusnya dia mencari 1 volt...ehhh nyatanya masih ada di 11 volt...terjungkallah dia akhirnya ! Tapi kalau memang benar 1 volt yang dibuktikan dengan voltmeter sehingga lebih valid..ya aman aja kok ...(itu buat mahdi yang memang kuat kesetrum, bukan penulis yg takut kesetrum!)



Jadi berdasarkan hukum ohm, dengan sumber tegangan 1 volt dan resistansi tubuh sebesar 10.000 ohm maka arus yang mengalir pada tubuh sebesar 0.1 mili amper.  Sehingga jika ingin mengalirkan arus 1 Ampere menuju tubuh maka dibutuhkan tegangan 10.000 volt. Inilah hubungan timbal balik antara arus dan tegangan yaitu arus tak akan mengalir tanpa adanya perbedaan tegangan antara kedua titik. Begitu juga kalau tak ada arus yang mengalir pada suatu konduktor, maka tegangan tidak akan hadir pula.

Tegangan dan arus sama-sama dapat membunuh seperti Analogi kejadian Gempa yang terjadi jauh di laut samudra tidak akan kamu rasakan getarannya, tapi akibat setelahnya yaitu Tsunami yang bisa membunuhmu. 



Kerjasama yang berbahaya antara arus dan tegangan juga bisa membunuhmu seperti percobaan diatas, dimana tegangan suplay diatur pada 4 volt dan kemudian dialirkan pada seutas kabel tipis dan terjadilah PANAS beserta API. Kebakaran pun bisa mengakibatkan bencana yang tidak kalah menakutkan. 



Jadi kesimpulannya jangan lagi mengucapkan bahwa arus listrik lebih membunuh daripada tegangan listrik. Begitu juga sebaliknya, mereka BEKERJASAMA !


SEKALI LAGI JANGAN DICOBA APAPUN YANG SAYA TULIS DIATAS !

Share:

Jumat, 01 Januari 2021

Merakit Lampu Led Vu Meter Music Yang Keren

 


Kali ini saya akan membedah cara merakit dan teori dibalik sebuah video menarik kreasi dari greatscott. Seperti yang pernah saya bahas di tulisan beberapa tahun lalu disini dan disini , VU meter atau singkatan dari voltage unit meter, merupakan suatu cara memvisualisasi tingkat keluaran audio music, baik dalam bentuk meter jarum atau lampu seperti gambar diatas. Untuk itu kita siapkan dulu bahan-bahannya sbagai berikut :


  • 1x PCB lubang ic strip
  • 100x 5mm LED (sesuaikan dengan selera anda jumlah dan warnanya)
  • 1x 3.5mm Audio Jack
  • 1x DC Jack
  • 2x LM324 OpAmp
  • 1x 47µF Capacitor
  • 1x 100kΩ Potentiometer
  • 7x IRFD220 N-channel MOSFET
  • 11x 10kΩ, 1x 47kΩ, 4x 1kΩ, 2x3.3kΩ, 3x 4.7kΩ, 2x 2kΩ, 1x 6.8kΩ, 1x 2.2kΩ, 1x 51kΩ Resistor
  • 1x 12V 2A Power Supply
  • 1x: Buck Converter / penurun tegangan dc to dc converter yg bisa diatur


Rangkaiannya seperti disini, untuk lebih jelas bisa di klik agar terbuka besar, nanti saya bahas juga per bagian kok..

catatan : tanda panah atau symbol dengan bentuk dan nama sama itu artinya rangkaiannya nyambung atau memiliki koneksi kabel yang sama

Komponen IC utama yang merupakan OP-AMP adalah LM324 , dimana merupakan op-amp multi purpose yang dalam 1 packing memiliki 4 buah op-amp. 



Langkah pertama adalah menyusun LED sesuai keinginan anda, mau tulisannya seperti apa dan urutan nyalanya seperti gimana. Jadi LED dengan level yang sama dihubungkan secara paralel anoda ketemu anoda, katoda ketemu katoda. Jika PCB anda pcb lubang biasa bukan strip yang seperti dicontohkan, dapat menggunakan cara dengan memanfaatkan sisa kaki LED atau menggunakan kabel.




Sambungkan katoda LED (negatif) dari masing2 level dan hubungkan anoda LED (posisitf) secara bersamaan / common, dan kemudian test nyala led menggunakan power supply / yang dapat dirubah tegangannya.




Lanjut dengan merangkai rangkaian op-amp, paling depan merupakan pengatur level input yang dapat diatur besar kecilnya melalui potensiometer.





Kemudian kita akan menggunakan 7 opamp yang tersisa sebagai komparator, dimana akan ditentukan 7 level tegangan input audio versus tegangan referensi yang dibuat melalui pembagi tegangan 2 resistor.



Sambungkan output komparator op-amp menuju ke mosfet transistor sebagai switch dari tegangan supply tiap LED (nyambung ke katoda tiap level). Nah untuk suply led diperlukan penurun tegangan buck converter sehingga tegangan yg dihasilkan sekitar 2.4 volt (sesuaikan dengan kecerahan LED yang di inginkan , jangan sampai berlebihan).





Lanjut hubungkan Anoda bersama ke input Buck converter / 2.4 volt dan katoda (negatif) LED ke masing-masing level mosfet. Jangan lupa beri input musik dari pemutar mp3 anda dan putar potensio sesuai level yang anda inginkan.




SELAMAT MENCOBA ..

Share:

Rabu, 30 Desember 2020

Dioda sebagai penyearah arus AC ke DC

 



Youtuber lainnya selain Electroboom yang merupakan favorit saya, adalah Great Scott yang khas dengan aksen nya seperti orang dari eropa timur. Sejak lama scott membedah segala hal berhubungan dengan rangkaian elektronika. Kali ini saya akan mengurai video dasar elektronikanya mengenai komponen semikonduktor DIODA.



Komponen dioda paling sering kita temui di rangkaian elektronika yang berhubungan dengan power supply, semisal di adaptor penurun tegangan PLN ke DC, anda akan menemukan 4 buah dioda yang dijejerkan mengubah input PLN yang berupa arus AC menjadi tegangan DC, yang akan dipergunakan berbagai keperluan pencatuan daya. Komponen ini juga ditemukan di berbagai circuit board, seperti pada gambar diatas dioda SMD dipasang sebagai pengaman tegangan terbalik. Kenapa bisa digunakan sebagai pengaman? karena sifat dioda yang mengalirkan arus pada satu arah saja dan menghambat arah arus sebailknya.


Bayangkan jika suatu rangkaian listrik DC dialiri tegangan yang terbalik...dijamin wuzzz..keluar jin nya.



Jadi apabila tegangan dan arus yang diberikan  tidak melebihi arus dan tegangan rating dari jenis dioda tersebut, maka akan mengamankan rangkaian setelahnya. Jika tidak maka arus reverse yang diberikan melewati batas rating akan menyebabkan dioda panas dan putus.



Yang perlu diperhatikan dalam mendesain rangkaian yang menggunakan dioda adalah adanya voltage drop yang umumnya 0.7 volt dan dengan disipasi daya sesuai rangkaian diatas sekitar 5 miliwatt. Jika arusnya semakin besar tentunya arus yang mengalir pada dioda akan menghasilkan panas sehingga diperlukan pemilihan dioda sesuai dengan arus maksimum yang mungkin dialirkan. Jika melebihi rating arus maka yang terjadi yaitu dioda kepanasan dan putus.



KIta lakukan percobaan menggunakan transformer penurun tegangan PLN 220V AC menjadi 15 volt AC, sehingga tegangan sinusnya dapat dibaca osciloscope. Ketika dioda dibias forward terhadap tegangan AC tadi maka osciloscope menunjukkan hasil pemotongan setengah dari sinus, sehingga hanya siklus saat tegangan positif yang dikeluarkan oleh dioda. Ini belum DC murni sehingga untuk meratakan arusnya menjadi positif diatas , kita perlukan komponen yg dapat menyimpan tegangan beberapa waktu yaitu kapasitor yang telah dibahas pada tulisan sebelumnya. 



Jadi sesuai gambar diatas, saat ditambahkan kapasitor maka akan muncul DC murni pada osciloscope. Sayangnya ketika ada beban diberikan terhadapnya, maka akan terjadi discharge sedikit pada kapasitor yang menyebabkan tegangan DC nya menjadi bergerigi. Lalu bagaimana mempercepat geriginya agar tidak terasa saat digunakan ? Kita guanakan FULL BRIDGE RECTIFIER !



Hasil dengan menggunakan 4 dioda dalam rangkaian FULL BRIDGE RECTIFIER menyebabkan gerigi dari output DC semakin berkurang (jangan lupa tambahkan kapasitor), sehingga layak digunakan sebagai catuan daya untuk rangkaian DC.


Share:

Selasa, 29 Desember 2020

Bagaimana Kapasitor Bekerja ? Begini Ceritanya ..

 


Sebuah channel youtube bernama electroboom menjadi favorit penulis sejak 4 tahun yang lalu, mungkin karena "power" nya yg cukup kuat menahan sengatan listrik dan ledakan komponen elektronika. Lucu tapi ngeri juga, karena penulis blog ini mendapatkan julukan tukang solder takut setrum, karena memang semenjak trauma kesetrum flyback tv tabung, badan ini serasa sangat sensitif terhadap sengatan listrik statis sekalipun! Dan refleknya cukup membuat kaget orang sekitar sehingga kadang malu pegang antena TV aja kudu pake sarung tangan...wkwkwkwkw....

Mehdi ini orang persia yg hidup di kanada dan tema video youtube nya berupa elektronika dan yang paling saya sukai adalah pendekatan jenaka dalam menjelaskan sesuatu. Kali ini saya akan membedah salah satu videonya mengenai pengenalan komonen elektronika dasar yaitu "KAPASITOR" .



Dalam hukum fisika-kimia di alam, sebuah atom memiliki inti proton yang bermuatan positip dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif, sehingga muatan yang berlawanan ini sesuai hukumnya akan tertarik satu dengan lainnya (kalau muatannya sejenis ya akan saling tolak menolak). Jadi apabila kita ingin mengalirkan elektron pada suatu konduktor (semisal kabel) maka tidak mungkin menjejalkannya langsung ke kabel melainkan harus diberikan "sogokan" berupa muatan positif pada konduktor itu. 



Contoh penggambaran yang cukup menggelitik adalah adegan dimana mehdi yang bermuatan negatif mau dimasukkan ke penjara, dan sang penjaga (baterai) menyuruhnya memilih mau masuk ke sel yg ada isinya sesama negatif atau ke kamar yang banyak cewek bermuatan positif. Hasilnya bagaimana? Ya mehdi pasti mau dong masuk ke penjara bersama dengan cewek-cewek itu. Hahahahaha.



Contoh penggambaran lainnya adalah dengan magnet neodyum yang dimasukkan kedalam suatu kotak kaca, magnet kecil dimaknai sebagai muatan negatif memenuhi kotak. Dan ketika magnet lainnya diluar yang digambarkan sebagai muatan positif, maka dapat dilihat magnet kecil tadi akan mendekati magnet positif, dan menyebabkan ada ruangan kosong sehingga memungkinkan elektron dari luar dapat masuk lagi. Jadi kapasitor menurut mehdi dapat digambarkan sebagai 2 pelat konduktor yang dipisahkan oleh non konduktor berupa dielektrik, seperti gambar dibawah ini.



Dielektrik bisa berupa udara atau cairan kimia lainnya, sehingga saat diberikan baterai maka elektron akan dijejalkan dari kutub negatif baterai menuju kapasitor dan kemudian dapat juga di sedot oleh kutub positip baterai. Aliran arus tentunya akan berlawanan dengan aliran elektron yaitu dari kutub positip menuju kutub negatip baterai.


Saat baterai dihubungkan ke kapasitor itu dinamakan "charge", dan saat dilepas maka energi yang tersimpan dalam kapasitor dapat dilepaskan atau "discharge". Kalau punya kapasitor dirumah dan kamu ada baterai bisa mencoba proses ini.



Hati-hati nyambungin kapasitor ke baterai lo...kapasitor yang bernama ELCO memiliki kutub positif dan negatif, begitu juga dengan rating tegangan yang di ijinkan. Kalau tidak ya hasilnya meletus DUARRR seperti kejadian diatas. 



Jangan lupa juga bahan dasar dari kapasitor berbeda-beda, begitu juga dengan bahan dielektriknya. Jadi harus dipahami benar-benar sebelum menggunakan nya, disesuaikan dengan keperluan. Kalau tidak hati-hati bisa jadi mercon yang keren looooo...




Cara yang baik untuk melihat efek discharge adalah dengan memberikan beban resistor sehingga lebih aman proses pelepasan energinya.


Dielektrik yang digunakan memisahkan 2 plat konduktor juga berfungsi untuk melindungi loncatan arus listrik diantara keduanya apabila dialirkan arus yang tinggi. Ini akan tidak terlindungi dengan baik kalau dielektriknya hanya berupa udara saja. Begitu juga keuntungannya dalam menyimpan energi, yang disebut sebagai istilah PERMITIVITAS elektrik yang akan berhubungan dengan nilai atau kapasitas dari suatu kapasitor. Kondisi lainnya yang menentukan karakteristik suatu kapasitor adalah jarak dari kedua plat konduktor. Jadi kalau mau pusing hitung2an ruusnya bisa ambil buku lagi ya seprti gambar rumus berikut ini :


Nah kalau udah kena rumus yang meledak kepala kalian bukan ? Satuan dari kapasitor adalah Farad untuk menghormati ilmuan penemu listrik Michael Faraday, sedangkan satuan muatan yang dapat diisi dinamakan coulomb. Buka buku lagi deh hubungan farad dan coulomb seperti apa ...



Kalau ingat jaman SMA kita gampang aja mengingat sebuah hukum bahwa kapasitor akan memblok arus DC dan menyalurkan arus AC , seperti penggambaran mehdi yang lucu diatas . hehehehehe ...arus bolak balik yang berupa sinus dapat nyelip ke logo kapasitornya..padahal seperti ini penjelasannya.


Ketika arus DC yang kutub nya selalu tetap dihubungkan ke kapasitor, maka arus akan berhenti saat tegangan pada kapasitor menyamai tegangan pada sumber baterai. Sedangkan pada kapasitor yang diberikan arus AC maka terjadi perubahan kutub tegangan secara periodik dan mengakibatkan arusnya akan selalu mengalir akibat perubahan kutub pada plat kapasitornya. 




Bayangkan saja kapasitor sebagai gelas yang diisi air, dan kecepatan gelas mencapai penuh ditentukan oleh seberapa deras arus yang mengalir sampai air tumpah. Nah saat tumpah ini artinya kapasitornya mleduk lhoo !




Jika sebuah tegangan AC memiliki gelombang sinus seperti diatas dihubungkan ke kapasitor, maka akan terjadi efek terhadap Arus AC yang dinamakan  "Leading" terhadap tegangan dikarenakan adanya perubahan tegangan terhadap waktu.

Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (15) android (12) antares (3) arduino (18) artikel (11) attiny (2) attiny2313 (18) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (42) digital (1) display (3) esp8266 (9) euro2020 (13) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (26) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (16) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (14) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (56) mikrokontroller (10) mikrotik (5) ninmedia (3) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (77) pcb (2) power (1) praktek (2) project (33) proyek (1) python (2) radio (15) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telepon (9) televisi (144) television (28) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (83) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika