Semua Akan Digital Pada Akhirnya... Dari Audio, Video, TV, Kontrol, Keuangan, Kesehatan dan Sebagainya. Blog Ini Ditujukan Buat Kamu Yang Ingin Belajar Dasar Digital Dan Yang selalu Bertanya, Kenapa Bisa Begini Dan Harus Begitu ?

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Tampilkan postingan dengan label analog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analog. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Juli 2021

Marconi first wireless signal transmission in London on 27 July 1896

Italian inventor and electrical engineer Guglielmo Marconi was born on 25 April, 1874, in Bologna and became a pioneer in the field of long-distance radio transmission and a key developer of radio telegraphy.





Marconi initially began experimenting with radio waves when he was 20 years old, with the hope of creating a form of wireless telegraphy.


By 1895 he had succeeded in transmitting a signal just over a mile ‒ but the Italian Ministry of Posts & Telegraphs was not interested in funding further research.


It later transpired that the letter he sent explaining his wireless telegraph machine had been dismissed as madness – the head of the ministry apparently scrawled "to the Longara" on the document, referring to an asylum in Rome.

Undaunted by lack of interest in his native Italy, Marconi travelled to London and, via family connections, was introduced to William Preece, engineer-in-chief to the General Post Office – a forerunner of today's BT. Preece and the Post Office supported Marconi in his early career in the UK.


On 27 July 1896, Marconi successfully demonstrated his wireless telegraphy system by sending a signal between two Post Office buildings.





The transmitter was placed on the roof of the Central Telegraph Office – at the junction of Newgate Street and St Martin’s Le Grand, where the BT Centre now stands – and a receiver on the roof of GPO South building on Carter Lane. A plaque on BT Centre commemorates this first public transmission of wireless signals.


Though the distance covered by the signal between the two London buildings was only 300 metres, the demonstration persuaded the GPO to fund further tests by Marconi on Salisbury Plain.

But despite recognising the system’s potential, the GPO failed to sign a formal agreement with Marconi – leaving him free to establish a private company (The Wireless Telegraph & Signal Company Ltd) in London in 1897.


The company enjoyed rapid success – first successfully transmitting across the English Channel in 1899, then across the Atlantic in 1901. Marconi’s company became well-known as a provider of wireless equipment and operators for shipping – most famously to the Titanic, whose wireless transmissions as the ship sank in April 1912 helped save many lives.





Herbert Samuel, postmaster general at the time, said of the Titanic disaster: “Those who have been saved, have been saved through one man, Mr Marconi... and his marvellous invention.” Marconi and his family had been invited to sail on the ship’s doomed maiden voyage but had been unable to make the journey.


Marconi shared the 1909 Nobel prize in physics with Karl Ferdinand Braun “in recognition of their contributions to the development of wireless telegraphy’’.


Braun's major contributions included introducing closed tuned circuits in the generating part of the transmitter, and its separation from the radiating part (the antenna) by means of inductive coupling – and, later, the use of crystals for receiving purposes.  Braun also developed the first cathode ray tube in 1897 – a key element in the creation of television.

Share:

Kamis, 24 Juni 2021

Amerika Melarang Impor Komponen Panel Surya Dari Tiongkok - Kenapa ?

Dikutip dari kantor berita Reuters - Pemerintahan Biden pada Rabu 23 juni 2021 memerintahkan larangan impor AS atas bahan panel surya utama dari Hoshine Silicon Industry Co (603260.SS) yang berbasis di China atas tuduhan kerja paksa, kata dua sumber yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.




Departemen Perdagangan AS secara terpisah membatasi ekspor ke Hoshine, tiga perusahaan China lainnya dan paramiliter Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC), dengan mengatakan mereka terlibat dengan kerja paksa orang Uyghur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

Tiga perusahaan lain yang ditambahkan ke daftar hitam ekonomi AS termasuk Xinjiang Daqo New Energy Co, sebuah unit dari Daqo New Energy Corp (DQ.N); Xinjiang East Hope Nonferrous Metals Co, anak perusahaan dari raksasa manufaktur East Hope Group yang berbasis di Shanghai; dan Xinjiang GCL New Energy Material Co, bagian dari GCL New Energy Holdings Ltd (0451.HK).

Departemen Perdagangan mengatakan perusahaan dan XPCC "telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye penindasan China, penahanan sewenang-wenang massal, kerja paksa dan pengawasan teknologi tinggi terhadap Uyghur, Kazakh, dan anggota lain dari kelompok minoritas Muslim. di "Xinjiang.





Setidaknya beberapa perusahaan yang terdaftar di Departemen Perdagangan adalah produsen utama silikon monokristalin dan polisilikon yang digunakan dalam produksi panel surya.

Perusahaan atau perusahaan induknya tidak segera menanggapi permintaan komentar, atau tidak dapat segera dihubungi. XPCC tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Ketika dimintai komentar, kedutaan besar China di Washington menyebut pernyataan pada hari Selasa oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian yang menolak tuduhan genosida dan kerja paksa di Xinjiang sebagai “tidak lain hanyalah rumor dengan motif tersembunyi dan kebohongan yang benar-benar bohong.”





"Menahan Perintah Pelepasan" oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS hanya memblokir impor materi dari Hoshine. Sebuah sumber yang mengetahui pesanan tersebut mengatakan bahwa hal itu tidak berdampak pada sebagian besar impor polisilikon AS dan produk berbasis silika lainnya.

Sumber kedua mengatakan langkah itu tidak bertentangan dengan tujuan iklim dan dukungan Presiden Joe Biden untuk industri surya domestik.

Pemerintahan Biden pada bulan Maret mengumumkan target untuk memotong biaya energi surya sebesar 60% dalam 10 tahun ke depan. Presiden Biden telah menetapkan tujuan jaringan listrik bersih 100% pada tahun 2035.


Sumber tersebut mengatakan Amerika Serikat terus menyelidiki tuduhan kerja paksa oleh perusahaan China yang memasok polisilikon.

Wilayah Xinjiang menyumbang sekitar 45% dari pasokan polisilikon tingkat surya dunia, sebuah laporan oleh analis industri surya ditemukan.

Dua sumber yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan Gedung Putih melihat tindakan tersebut sebagai "kelanjutan alami" dari perjanjian G7 awal bulan ini untuk menghilangkan kerja paksa dari rantai pasokan.


"Kami melihat tiga tindakan ini sebagai perwujudan komitmen itu," kata salah satu sumber. "Kami percaya tindakan ini menunjukkan komitmen untuk mengenakan biaya tambahan pada RRC karena terlibat dalam praktik kerja paksa yang kejam dan tidak manusiawi."





XPCC, sebuah organisasi paramiliter yang dikirim ke Xinjiang pada 1950-an untuk membangun pertanian dan pemukiman, tetap kuat di sektor energi dan pertanian di kawasan itu, beroperasi hampir seperti negara paralel. Baca selengkapnya

Pemerintah asing dan aktivis hak asasi manusia mengatakan telah menjadi kekuatan dalam tindakan keras dan pengawasan terhadap Uighur di wilayah tersebut, menjalankan beberapa kamp penahanan. Departemen Keuangan AS tahun lalu memberi sanksi kepada XPCC karena "pelanggaran hak serius terhadap etnis minoritas."

Share:

Senin, 21 Juni 2021

[ OP-AMP ] Rangkaian Oscilator Dengan Op-Amp Bukan IC 555

Praktek kali ini saya akan menunjukkan cara membuat osilator stabil hanya dengan satu op amp, beberapa resistor dan kapasitor. Seperti banyak yg saya tulis di blog ini, IC timer 555 cukup populer dan dapat digunakan untuk menghasilkan gelombang persegi atau untuk membuat LED berkedip. Lalu bagaimana jika kehabisan IC 555 dan hanya ada IC Op-Amp dirumah ? Ayo kita rakit.




Carilah di kotak komponen disekitar atau mungkin Anda memiliki op-amp di sirkuit tak terpakai. Sirkuit saya ini memanfaatkan op-amp yg menggabungkan umpan balik positif dan umpan balik negatif yang tertunda oleh kapasitor yang harus diisi melalui resistor. Untuk memahami cara kerjanya mari kita mulai dengan membayangkan bahwa kapasitor adalah benar-benar habis. 




Ini berarti bahwa input pembalik adalah pada nol volt pembagi tegangan ini membawa input non-pembalik menjadi satu setengah vcc. Karena ini lebih tinggi dari input maka non-pembalik output menjadi tinggi. Pada titik ini umpan balik positif meningkatkan tegangan sebelumnya menjadi dua pertiga vcc yang tidak mengubah apa pun kecuali kapasitor mulai mengisi.


Setelah tegangan kapasitor melebihi dua pertiga vcc output menjadi rendah ini membawa input non-pembalik ke sepertiga vcc melalui resistor umpan balik dan kapasitor mulai terpakai. Ketika tegangan kapasitor turun di bawah sepertiga vcc output kembali tinggi dan siklus berlanjut berulang-ulang.


Dari semua penjelasan diatas berarti bahwa frekuensi tergantung pada kapasitor dan nilai resistor, misalnya dengan kapasitor 47 mikrofarad dan resistor 10k saya mengukur periode sekitar 1 milidetik atau 0,67 detik ini memberikan frekuensi kurang lebih satu setengah hertz.




Jika Anda bertanya-tanya apa teori dasarya dari frekuensi maksimum? Mari kita pertimbangkan waktu naik sekitar 16 mikrodetik dan waktu jatuh serupa dengan beberapa perhitungan ini memberi kita 31 kilohertz, angka ini sama sekali tidak realistis namun saya menemukan bahwa pada 10 kilohertz masih memiliki bentuk gelombang persegi yang layak dan ya saya tahu itu menyedihkan di tampilan oskiloskop.




Tetapi perhatikan bahwa judulnya tidak mengatakan cara membuat osilator yang sangat cepat dan jika Anda bertanya-tanya apa ini benjolan kecil di grafik?  Itu disebabkan oleh induktansi regangan pada kawat di dalam resistor. 


Jadi sekarang Anda tahu cara membuat osilator stabil dengan hanya menggunakan op-amp bekas atau leles-leles sirkuit tak terpakai dan beberapa komponen tambahan. Saya berharap tulisan ini bermanfaat dan menghibur. Jika Anda memiliki keraguan atau pertanyaan tulis di komentar saya akan membaca semuanya dan mencoba menjawabnya.


Sumber : 5VLogic

Share:

[ OP-AMP ] Sejarah Penemuan Negative Feedback Amplifier di Bell Labs

Berbagai macam sistem modern sangat bergantung pada sifat dari sebuah penemuan, yang dirancang di Bell Laboratories hampir 100 tahun yang lalu dan terus digunakan sampai sekarang. Pada seluruh Sistem telefoni pada Bell (yg kini bernama AT&T), mereka mengoperasikan mesin switching terbaru dan sistem modern untuk transmisi panggilan telepon. Ini adalah versi awal dari penemuan itu disebut penguat umpan balik negatif.




Di masa awal dunia telefoni, melakukan panggilan jarak jauh sangatlah sulit. Hanya beberapa jalur suara yang bisa dilakukan pada sepasang kabel saat panggilan jarak jauh. Telefoni tumbuh dan dengan tantangan  sistem komunikasi kapasitas tinggi, diperlukan pengolahan sinyal untuk dapat melakukan banyak panggilan telepon secara bersamaan. Tetapi sinyal yang digunakan dalam sistem berkapasitas tinggi perlu diperkuat secara lebih sering dan amplifier yang tersedia saat itu mendistorsi sinyal.




Pada tahun 1921 harold black mulai bekerja pada penguat bebas distorsi yang efisien yang memungkinkan transmisi jarak jauh untuk sejumlah besar panggilan telepon dengan biaya rendah.


"Saya  mencoba lagi dan lagi untuk membangun amplifier yang praktis atau layak yang akan mencapai apa yang saya coba lakukan dan kebanyakan  semuanya gagal total. Beberapa bahkan ketika saya membuat sketsa saya dapat melihat bahwa saya tidak mendapatkan apa-apa dan ketika saya mengatakan di mana-mana. Maksud saya ini tidak mungkin dan kemudian datang pagi yang menentukan di bulan Agustus tahun 1927. Saya naik feri dan pergi bekerja seperti hari-hari lainnya."




"Saya sedang melihat Patung Liberty dan tiba-tiba ide itu datang kepada saya. Dalam hati saya memikirkan bagaimana membuat penguat umpan balik negatif. Lalu saya membeli koran NEW YORK TIMES  dan saya membukanya halaman dan itu hanya seperti kebetulan bahwa hari itu saya dapat  halaman koran dengan hanya nama koran dan tanggalnya saja,  dan kemudian seluruh halaman hampir dalam keadaan sangat bersih kosong. "




"Lalu saya menghabiskan sedikit waktu membuat diagram yang saya sebut itu diagram kanonik karena bersifat universal dan berlaku untuk apa pun: hidrodinamik, kimia, mekanik, listrik atau sistem gelombang, apa pun. Yang dapat Anda pikirkan ketika saya sampai di laboratorium dan saya berlari untuk sampai ke sana terburu-buru, segera mendapatkannya disaksikan dan dipahami oleh EC Bless salah satu rekan saya."


"Kemudian saya menunjukkan salinan diagram saya ke Steve Mike dan memintanya untuk merakit bagian-bagiannya jadi bahwa kita bisa melanjutkan dengan pembuatan model kerja. Saat pagi berlalu dia melakukannya dengan baik dan banyak yg sudah dirakit  tetapi setiap 15 menit saya terus berjalan ke toilet dan mengatakan Steve bagaimana kabarmu dan dia berkata Harold, saya baik-baik saja, tetapi jika Anda membiarkan saya sendiri, kembalilah ke dalam kantor santai letakkan kaki Anda di atas meja dan mungkin akan ada masalah lain dari penguat umpan balik negatif yang perlu diperhatikan ."



"Ini terbukti menjadi nasihat yang lebih baik dan mengerti maksud saran Steve, saya yakin karena pada akhirnya kami memiliki penguat umpan balik negatif "broadband" dan  bekerja seperti hal yg cukup aneh ! Memiliki umpan balik negatif sebanyak 50 desibel lebih dari cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah saya mulai Desember 1921." 





Penguat umpan balik negatif bekerja dengan cara ini : pada inputnya adalah sinyal tingkat rendah yang ingin Anda perkuat pada output adalah sinyal yang diperkuat diperbesar sesuai yang Anda inginkan. Tetapi amplifier menghasilkan juga gangguan atau distorsi yang juga diperbesar.





Dengan menghubungkan sebagian kecil dari output kembali ke input maka distorsi dibatalkan dan sinyal menjadi jelas.


Sejak penemuan umpan balik negatif Harold black telah menerima lebih dari selusin penghargaan utama dan telah dinobatkan sebagai rekan dari 10 masyarakat profesional yang masih dia ingat hari ketika semuanya dimulai dengan lamunan "sekejap" hampir tepat 100 tahun yang lalu.


"Kilasan Sekejap - saat pikiran terlintas atas penemuan saya adalah sesuatu yang tidak dapat saya pahami di waktu itu dan dalam 50 tahun yang telah berlalu dan ketika saya memikirkannya lagi, dan sekali lagi saya tidak punya penjelasan apa pun tentang itu - bagaimana bisa terjadi ? "




courtesy of : AT&T Archives
Share:

Minggu, 20 Juni 2021

[ OP-AMP ] Dasar Pemahaman dan Kegunaan

Jika Anda pernah menggunakan IC dalam rangkaian elektronika Anda, maka Anda mungkin telah memperhatikan bahwa sebagian besar dari rangkaian mengandung komponen berbentuk segitiga didalam skematik. Yang dimaksud segitiga ini disebut Operational Amplifier / penguat operasional  juga dikenal sebagai OP AMP. 



Karena mereka sangat umum dan berguna untuk peralatan elektronik analog dan digital dan sudah sering saya pergunakan pada tulisan saya yg membahas rangkaian dengan fungsi tertentu. Kali ini saya akan menunjukkan kepada Anda apa yang mampu dilakukan op amp dan bagaimana menanganinya dengan benar, dan  mari kita mulai.


Pertama-tama Anda bisa membuka daleman sebuah IC Op Amp dan melihat dalam paket inline ganda dengan 14 pin yang biasanya memiliki empat op amp  atau delapan pin yang memiliki dua atau hanya satu bagian dalam op-amp. Sebagai contoh saya akan menggunakan opamp favorit sejuta umat LM 358 yang cukup populer di kalangan penghobi elektronika.


Dari IC Op amp , rangkaian ground GND terhubung ke nol volt dan VCC / pin + ke sumber tegangan dua belas volt, dan ini aman saja karena tidak melebihi rentang suplai tunggal IC. Selanjutnya saya menerapkan tegangan plus 1 volt ke input plus (+) alias non-inverting masukan dari op amp serta resistor pulldown 10 kilo ohm.




Untuk mengatur set tegangan referensi ke ground, maka saya membuat pembagi tegangan yang terdiri dari: resistor 1 kilo ohm dan 5.1 kilo ohm dan terhubung  antara pin output dan input negatif alias input pembalik / inverting. Sebagai hasilnya saya mengukur output mengeluarkan tegangan 6.1 volt pada yg artinya faktor amplifikasi 6,1.

Tapi mengapa juga aturan pertama op amp memberi kita jawaban output dari op amp akan selalu mencoba segalanya untuk menjaga perbedaan tegangan antara input pada nol volt ? Itu berarti perlu ada penurunan tegangan yang sama pada R1 dengan tegangan input.



Jika kita sekarang menambahkan rumus pembagi tegangan ke ini dan fakta bahwa penguatannya adalah tegangan output dibagi dengan tegangan input kita akhirnya mendapatkan rumus klasik  untuk penguatan op-amp non-pembalik (Non Inverting Amplifier).

Rangkaian seperti itu dapat digunakan untuk: memperkuat sinyal dari sensor seperti misalnya sensor suhu PT 100 atau sinyal AC dari mikrofon electret. yang satu ini menghasilkan maksimum puncak tegangan sekitar 100 milivolt ac .



Sekarang dapat saya perkuat dengan mudah keuntungan 48x dengan mengubah resistor 5.1 kilo ohm menjadi 47 kilo ohm. Tetapi ketika saya mengamati output, kami melihat masalah lain hanya AC positif tegangan diperkuat karena ayunan tegangan keluaran terbatas pada suplai tegangan yang berarti kita membutuhkan 12 volt positif dan negatif untuk berhasil memperkuat sinyal AC.

Ini bisa kita bikin dengan catu daya di Lab , tetapi karena itu biasanya bukan pilihan yg bagus. Juga juga bisa tambahkan offset DC ke input sebelumnya dengan cara ini amplifikasi lengkap berfungsi sampai batas tertentu tetapi karena kita juga memperkuat tegangan DC ini waktu kami mencapai batas output rangkaian 10,8 volt bukannya 12 volt. Dan kenyataan dari tegangan suplai juga tidak ada yang sempurna. 

Op-amp yang ideal juga akan memiliki impedansi input tinggi yang tak terbatas dan dengan demikian tidak ada arus input yang bisa mengalir yang tidak benar itu akan memiliki impedansi output dari nol yang berarti kita dapat menarik arus sebanyak yang kita inginkan, yang tidak benar dan daftarnya terus bertambah.




Tetapi di sisi lain memang ada jenis rail to rail op amp yang dapat mencapai tegangan output yang sama dengan suplainya tegangan dan selama Anda tidak ingin membuat sirkuit presisi seperti itu karena  tidak ada yang ideal. Parameter tidak terlalu penting, tetapi mari kita kembali ke sirkuit penguat  mikrofon.



Yang lebih cocok untuk tugas ini adalah op-amp inverting / pembalik. Di konstelasi ini input (+)  terhubung ke ground yang berarti input minus harus memiliki potensi tegangan nol volt juga dan karena aturan  kedua op amp mengatakan bahwa : input tidak menarik arus arus yang melalui r1 harus sama dengan yang melalui r2.

Ini menghasilkan rumus klasik untuk rangkaian op-amp pembalik dan dengan menghubungkan meneruskan input ke tegangan offset DC alih-alih ground, kita dapat memperkuat mikrofon sinyal AC dengan  tanpa memperkuat tegangan DC apa pun. Sinyal output kemudian dapat dihubungkan ke speaker tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya karena arus keluaran maksimum yang kecil, suaranya hampir tidak dapat didengar.




Aturan penting terakhir ketika bekerja dengan op amp adalah ketika tidak ada umpan balik terpasang di antara output dan input, output akan melompat ke tegangan output maksimum ketika input plus memiliki tegangan lebih tinggi dari  input (-). Output akan melompat ke tegangan output minimum minimum ketika input minus memiliki tegangan lebih tinggi dan alasannya adalah gain loop terbuka yang tinggi dari op-amp dan konfigurasi seperti itu disebut :"COMPARATOR" dan ada juga  IC komparator terpisah yang mencapai  waktu respons lebih cepat daripada rata-rata op-amp.

Dan dengan tiga aturan emas itu Anda dapat memahami dan membuat rangkaian :


Constant Current Source



Voltage Follower / pengikut tegangan




Integrator


Diferentiator


Schmitt Trigger




Dan daftar rangkaian nya terus berlanjut, dan seperti yang Anda lihat Op Amp adalah komponen serbaguna dan masih banyak lagi yang bisa dikatakan tentang nya.



courtesy of : Great Scott

Share:

Kamis, 02 Juli 2020

The Coolest Way To Visualize VU Meter From Arduino to Microsoft Excel



On this tutorial i will try to show you how cool is python if combined with arduino, as i've already wrote on previous blogs Here dan Here . Sorry since i was writing only in Bahasa so please use google translate for your convenience and now i would like to write in english and i hope you'll understand.

First prepare some components from this schematic for amplifier part, the purpose is to create audio signal gain (from condenser mic) which is too weak for arduino's ADC to read from. 

Since we only want to read the signal's voltage so we can skip loud speaker part, but if you want to hear some poor noisy sound then it is up to you. Pin no 5 of LM386 can directly feed into any arduino ADC pin and the power supply can directly connected to 5 volt on arduino. The Script is quite simple as i only copy and paste from arduino's ADC example scripts collection.


int analogPin = A0; // Any ADC Pin on ardiuno
                    
int val = 0;  // variable to store the value read

void setup() {
  Serial.begin(9600);           //  setup serial
}

void loop() {
  val = analogRead(analogPin);  // read the input pin
  Serial.println(val);          // send value to serial
  delay(100);   // 100 ms delay is the best, try other number
}
That is one simple scripts, i only use hardware serial directly connecting to USB COM port then the python will do the rest. Xlwings library is a simple tools to write and read directly to any excel 'cell' so then the graph chart on excel can becoming "alive" in real time if the data is changed rapidly. 


import serial #serial library
import xlwings as xw #excel library

wb = xw.Book('Audio.xlsx') #file name, change accordingly
sht = wb.sheets['data'] #sheets name, change it depend on your excel
row = 1

serialPort = serial.Serial(port = "COM4", baudrate=9600,   #baudrate
                           bytesize=8, timeout=2, 
                           stopbits=serial.STOPBITS_ONE)

serialString = ""   

while(1):
    if(serialPort.in_waiting > 0): #read if any serial data is coming
        serialString = serialPort.readline()
        data=serialString.decode('utf-8')     
        print(data) 
        if row == 51: #reset the row
          row=2 
        else: 
          row=row+1
        audio='A'+str(row) #new cell
        sht.range(audio).value= float(data) #write cell

The scripts read the integer value from ADC readout which is sent by arduino, then write it rapidly on cell A2 until A51 in excel file. The graph will be "dancing" according to the sound wave traveling through the condenser microphone.



As microsoft excel is easy to use or to customize then you can create any chart or graph you like and can be use as simple visualization as long as the data speed is not very fast, eg: Heart Beat or ECG.





 I hope you understand and happy Visualizing your favorite music on Excel


Naya Marie Rivera , naya rivera, glee, @nayarivera, missing
Share:

Selasa, 24 Juni 2014

[ PROJECT ] Intercom PTT (push to talk) memanfaatkan kit amplifier





INTERCOM ...jadul amat sih boz...kata salah satu teman di kantor saya yg baru. Tapi capek juga kalau mesti turun tangga atau menghabiskan urat tenggorokan 'teriak' kalau ada keperluan mendesak dari lantai 1 ke lantai 2. Masalah yang agak terlalu "gampang" bagi penggemar elektronika...tinggal beli kit intercom atau wireless handy talkie. Ehhh ternyata di toko elektronika sebelah adanya cuman kit preamp mic dan kit amplifier OCL 100 watt. kata yang jualan " Jadul amat mas cari intercom, napa ga pake HP aja ?" ...iya juga sihh..di playstore android ada juga app nya kok dengan search kata kunci "PTT (push to talk)"...masa bodooo...kita ini orang elektronika...solder aja !!




Dan gambar diatas menunjukkan daftar belanjaan kami. Ada kit preamp + mic condenser, kit amplifier, push button DPDT, speaker kecil dan adaptor 12v. Mulailah merangkai dengan sangat gampang , tujuan pertamanya mengetest mic --> preamp --> ampli --> speaker ...setelah tersambung hasilnya mengecewakan, mic condensernya kurang sensitif terhadap suara atau mungkin pre-amp nya kurang gede. Sang arsitek yg bernama deni pun ga kalah akal dengan bimbingan master aisi555 kemudian dimanfaatkanlah speaker sebagai microphone. Kok bisa bos ? ya bisa lah..wong dalemannya mic sama aja dengan speaker.





Bagaimana dengan koneksi dan perkabelan nya ? ya perhatikanlah dengan seksama gambar dibawah ini, warna-warni dari koneksi menunjukkan hubungan yang berbeda dan hanya dibutuhkan 5 buah pasang kabel. Power suply dan bagian preamp/ampli bisa diletakkan dimana saja.

Klik pada gambar dibawah biar tambah jelas





Keterangan:


  • Speaker B dan switchnya di letakkan berjauhan dengan rangkaian utama, menggunakan sambungan 5 kabel ( 12v adaptor, suply 12v ke kit, input Mic preamp, output Amplifier, dan Ground)
  • Hubungkan kabel dengan warna sama dan nama yg sama. Hanya gunakan 1 Baterai/adaptor saja, jangan salah ya ... yg kodenya panah 12V itu nyambung .
  • Tekan switch untuk berbicara didepan speaker, otomatis speaker lawan akan terdengar suara juga



Prinsipnya adalah memanfaatkan switch DPDT untuk memilih speaker apakah sebagai input atau output dan juga memutus arus supply dari adaptor ke pre-amp/amplifier (agar lebih awet). Video demonya dapat dilihat pada video youtube berikut :





Jika alat ini diberikan box yg bagus bisa dipasang di depan gerbang/ pintu disebelah bel pintu sehingga bisa menyapa tamu yang akan berkunjung dan bisa saja mengusir marketing kartu kredit yg iseng ke rumah. Kalau ditambah kamera video kecil bagus juga tuh.


TIPS :

  • Untuk menghasilkan suara lebih jernih tanpa dengung maka pada output adaptor cukup diberi regulator tegangan 78xx (dalam contoh ini 7812), kecuali adaptornya memang sudah bagus outputnya semisal adaptor switching.
  • Switch DPDT seperti contoh yg digunakan aslinya memiliki latch/kunci atau kata lain bukan toggle yg akan kembali setelah di lepas. Jadi modifikasi kawat/besi pengait dengan menariknya dan kemudian cukup diletakkan disamping untuk menjadikannya toggle switch.



SELAMAT MENCOBA !!



.
Share:

Senin, 05 Agustus 2013

Kreasi Pembaca: Vu meter Untuk Sound Level menggunakan IC LM 3914/5 (Versi Analog)



Masih ingat dengan kisah sukses mia dari aceh yang dibimbing penulis untuk tugas akhir ? Ternyata tidak hanya mia yang meminta saya untuk membimbing tugas akhirnya, ada seorang temannya mia yang juga meminta ide dari saya dan ide ini harus berhubungan dengan pengukuran suara. Awalnya saya terpikir untuk memberikan ide yang mudah saja karena jurusan kuliah yang mereka ikuti adalah jurusan fisika-mipa. Jadi kali ini saya hanya akan berkutat pada rangkaian analog. 

Teringat saya ketika saya SMA pernah membuat VUmeter dengan membeli kit jadi yang berbasiskan ic vu meter yang umum yaitu LM3914 atau LM3915. Ic ini cukup populer dikalangan penghobi elektronika karena dapat mempersingkat waktu desain dengan komponen yang sangat sedikit.



LM3914 umumnya digunakan pada display vu meter - led  untuk perangkat audio dan beberapa kreasi di google juga ada yg menggunakannya untuk mengukur tinggi air atau bahkan ada kreasi yang pernah saya baca digunakan sebagai pengukur isi tangki bensin kendaraan roda2. Kembali ke tugas akhir teman kita dari aceh ini, yang ingin diukur adalah level dari suara yang ditangkap oleh sebuah sensor. Sensor ini tidak lain adalah microphone dan yang saya pilih kali ini adalah microphone berjenis Mic Condenser.




Microphone jenis ini bersifat kapasitif dimana perubahan diafragma membran oleh gelombang suara akan menyebabkan kapasitansinya berubah-ubah. Untuk mengolah perubahan ini menjadi sinyal audio yang dapat diterima oleh ic LM3914 maka sinyal harus dikuatkan melalui transistor atau op-amp. Kali ini penulis memilih penguatan menggunakan op-amp LM358 (dual op-amp) yang cukup umum dipasaran walaupun response frekuensinya kurang bagus untuk diatas 5KHz.

LM358


Trus apa gunanya kalo hanya sebagai hiasan level suara dengan Led ? Ternyata rekan mahasiswi kita ini agak kebingungan karena ide yg pertama kali dia ingin capai adalah merancang alat sebagai alarm jika level suara tertentu dicapai. Semakin tidak masuk akal karena jika dilogikakan secara nalar anak SD ... apabila ada level suara yang melebihi batas itu pun sudah menjadi alarm tersendiri bagi telinga, betul tidak ? Telinga yang terhubung ke Otak merupakan sensor dan sistem alarm ciptaan Tuhan yang sangat sempurna....

Ahhh... tapi buat pembaca lainnya jangan dibuat bingung, alat ini cukup bagus kok apabila diletakkan di dekat speaker atau sound system, dengan kreasi Led warna-warni maka yang seperti di video youtube ini dapat juga dikreasikan dengan modal yang cukup murah.







Rangkaiannya cukup simple kok...ini nih saya kasi yaa...


(klik untuk memperbesar)


Kelanjutan dari tugas akhir teman dari aceh ini dilanjutkan dengan perubahan mendasar dengan menggunakan microcontroller. Yahhh..akhirnya barang yang powerful ini keluar juga karena si dosen pembimbing katanya tidak puas karena tidak ada penunjukan level dB dari suara pada suatu display. Mau tidak mau harus menggunakan microcontroller dan akan kita bahas pada tulisan selanjutnya.


SELAMAT MENCOBA
Share:

Rabu, 17 Juli 2013

Trick: Solid State Relay dengan menggunakan Triac


Ketika kita menginginkan isolasi antar input dan output maka kita akan selalu teringat dengan Relay. Perangkat elektro magnet - mekanikal ini memanfaatkan isolasi dari suatu elektro magnet yang dihasilkan oleh suatu kumparan. Ketika suatu kumparan diberikan tegangan yang sesuai maka medan magnet yang dihasilkan dapat menarik suatu saklar mekanikal yang akan memutus atau menyambung arus listrik. Relay ini merupakan komponen yang penting dalam perkembangan awal komputer sebelum transistor diciptakan


Sifat mekanik dari kontaktor ini memiliki beberapa kekurangan yang dapat disebutkan antara lainnya kecepatan kontak, kelenturan mekanisme pir, keausan pergerakan kontaktor dan yang paling berbahaya disini adalah "spark" atau percikan yang dapat berbahaya dilingkungan yang combustible seperti pada tangki kendaraan bermotor atau kilang minyak bahkan percikan ini dapat menyebabkan kebakaran pada penyimpanan biji-bijian yang menghasilkan debu " grain dust " (silahkan baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Dust_explosion).

Solusinya adalah menggunakan perangkat semikonduktor seperti halnya transistor. Secara sederhana transistor yang berfungsi sebagai switch tidak memiliki sifat isolasi seperti halnya relay, akan tetapi solusi yang ditawarkan oleh photodioda yang ditrigger oleh cahaya menjadikannya terisolasi penuh. Alat ini dinamakan sebagai "OPTOISOLATOR"

OptoIsolator jenis 4N25



Opto isolator memiliki prinsip trigger cahaya terhadap photodioda sehingga ketika tegangan setara untuk menghidupkan LED ( 5v + resistor 1K) diberikan ke pin input maka led didalam bungkus akan mengalirkan arus dari 5 ke 4 dengan kata lain jika ohm meter dipasang maka resistansinya akan kecil (seperti tersambung). Jenis OptoIsolator yang seperti ini hanya berlaku pada beban yang bersifat DC. Bagaimana dengan beban yang AC atau beban yang tidak tentu arah alirannya? Diciptakanlah OptoTriac.







Triac sebagai perangkat semikonduktor dengan 3 layer silikon berfungsi untuk mengalirkan arus AC saat trigger diberikan. Sifat arus AC yang sangat berbeda dengan DC dengan sinusnya menyebabkan ke kompleksan dalam pengaturan switchingnya. Pada gambar diatas terdapat OptoTriac dengan zerocrossing detector yang sangat membantu saat trigger mendekati tegangan sinus 0V. MOC3041 hanya memiliki rating dengan arus yang cukup kecil, sehingga diperlukan suatu Triac yang lebih tinggi ratingnya seperti BTAXX  (xx= rating arus). 



*)Watt dari Resistor di bagian power disesuaikan dengan watt / arus beban


Rangkaian diatas merupakan solid stater relay dengan optotriac MOC-3104 serta power triac BTA-12 (12 Ampere). Triac jenis BTA yang ada dipasaran umumnya adalah versi SNUBBERLES yang artinya sekali tertrigger maka triac akan menyala terus. Untuk itu deperlukan rangakaian tambahan berupa snubber R-C yang cukup akan memutus junction semikonduktor pada Triac. Ketika ON, C pada snubber akan full terisisi dan bersifat open, sedangkan ketika ada gangguan akibat optotriac yang "off" maka menyebabkan C ter discharge secara pelan (sesuai besarR) dan kemudian meng "short" power triac dan triac akan menjadi OFF.

Dengan menggunakan solidstate model ini  akan menghemat biaya pembelian solid state relay yang sudah dalam satu packing yang cukup mahal.



SELAMAT MENCOBA

Share:

Senin, 18 Februari 2013

Penurun dan Penstabil Tegangan DC Dengan Linear Regulator 78XX





Ketika diperlukan tegangan yang berbeda dari suatu sumber tegangan DC, maka yang terpikir adalah dengan menggunakan hukum pembagian tegangan menggunakan Resistor seperti gambar dibawah ini .






Berdasarkan rumus , Vout sangat dipengaruhi oleh resistansi/impedansi dari beban yang dipasang. Kemudian munculah solusi dengan menggunakan dioda "terbalik" yang memanfaatkan tegangan breakdown dari dioda yang lazim disebut "ZENER". Umumnya zener dipasang seperti gambar berikut :

220px-Zener_diode_voltage_regulator.svg.png (220×180)
Series_reg.gif (142×96)


Kestabilan dari regulator menggunakan zener ditentukan oleh besar arus yang di alirkan ke beban. Selanjutnya para produsen komponen elektronika merancang komponen regulator tegangan linear dengan memanfaatkan sifat-sifat dari zener. Ada dua jenis linear regulator yaitu Fixed dan Variabel, untuk Fixed regulator umumnya berkode 78xx ( positif regulator) dan 79xx (negatif regulator) sedangkan untuk Variabel regulator contoh yang paling banyak digunakan adalah LM317.



contoh rangkaian regulator +12v  dan -12v


Untuk LM317 lebih flexibel dengan mengatur nilai resistor pada pembagian tegangan di kaki nomer 1





contoh rangkaian regulator variabel menggunakan LM317



IC 78xx maupun LM317 umumnya memiliki rating arus beban maksimum berkisar 1 Ampere, sehingga untuk melayani arus yang lebih dari 1 Ampere diperlukan rangkaian driver arus seperti berikut ini :





penggunaan TIP2955 / 2SC2955 (Transistor jengkol) untuk menaikkan rating arus Max 5 Ampere


Bagaimana dengan arus yang lebih tinggi? ya mudah saja dengan melakukan cascade dari transistor daya seperti rangkaian berikut :



Perlu diperhatikan bahwa regulator penurun tegangan linear mempergunakan prinsip penghambatan energi melalui zener internal, sehingga tegangan dari input harus lebih tinggi sekitar 2 volt dari output yang diinginkan. Jika tegangan input terlalu tinggi, maka kelebihan energinya akan dibuang menjadi panas, sehingga pemakaian heatsink / aluminium kisi2 udara mutlak diperlukan.



SELAMAT MENCOBA
Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (15) android (12) antares (3) arduino (18) artikel (11) attiny (2) attiny2313 (18) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (42) digital (1) display (3) esp8266 (9) euro2020 (13) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (26) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (16) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (14) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (56) mikrokontroller (10) mikrotik (5) ninmedia (3) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (77) pcb (2) power (1) praktek (2) project (33) proyek (1) python (2) radio (15) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telepon (9) televisi (144) television (28) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (83) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika