"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

Senin, 28 Desember 2020

Nasib digitalisasi siaran TV di perbatasan Indonesia Malaysia

 


Gambar diatas saya potong dari seorang youtuber di kota sambas, yang berbatasan langsung dengan malaysia, dimana bapak ini sedang membuat konten tentang tangkapan televisi digital di kotanya. Dan karena letak geografisnya berbatasan dengan sarawak dan pemancarnya di bukit yang lumayan LOS dengan posisi bapak ini, maka siaran freeview dari mytv malaysia dapat diterima dengan baik.


Dapat dipahami luas negara kita yang beribu-ribu pulau menyebabkan proses migrasi siaran TV digital menjadi sedikit terkendala. Sebenarnya bagi mereka yang berdomisili di wilayah 3T (Terdepan, Terluas, Tertinggal) sudah melakukan digitalisasi televisi satelit mandiri sejak tahun 2000an, apalagi dengan hadirnya parabola mini yang dipelopori Ninmedia, maka tak ada kendala berarti bagi mereka. Lalu bagaimana dengan digitalisasi televisi teresterial di wilayah 3T ?


Mengutip antara - Direktur Teknik TVRI Supriyono mengatakan TVRI berencana untuk menambah 15 lokasi transmisi digital dalam upaya mewujudkan tercapainya target migrasi TV analog ke digital atau ASO (analog switch off).

"TVRI sudah punya 120 pemancar digital. Tahun depan tambah sekitar 15 lokasi," ujar Supriyono kepada Antara. Saat ini TVRI telah memiliki pemancar digital yang berlokasi di hampir seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Ada pula Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku dan Papua.

Sementara 15 lokasi usulan pada 2021, yaitu Blangkejeren (Aceh), Tarutung (Sumatera Utara), Tebo (Jambi), Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Ketapang (Kalimantan Barat), Pasang Kayu (Sulawesi Barat), Raha (Sulawesi Tenggara), Pinolusian (Sulawesi Utara), Saketi (DKI Jakarta & Banten), Unaaha (Sulawesi Tenggara), Liwa (Lampung), Kota Baru (Kalimantan Selatan), Muara Enim (Sumatera Selatan), Punggaluku (Sulawesi Tenggara) dan Luwuk (Sulawesi Tengah).

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama DPR dalam Undang-Undang Cipta Kerja telah sepakat tanggal 2 November 2022 sebagai batas akhir siaran TV analog.


Dari lokasi sambas kalimantan barat, cukup dengan antena UHF standar siaran yang didapat dari televisi digital malaysia seperti berikut :









Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (7) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) artikel (1) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (40) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (14) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (13) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (44) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solusi (1) tachometer (2) telepon (7) televisi (93) television (16) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (71) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika