"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Tampilkan postingan dengan label television. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label television. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2020

How To Build A Satellite TV Distribution System For Small Hotel - Villa - Boarding House


When you are staying at a hotel, each room is generally equipped with a television set. It is a compulsory service, some hotels  only show local TV broadcasts and there are also hotels that are better at serving foreign FTA ( free TV) and also some paid television broadcasts. This broadcast is taken from the satellite dish and distributed via MATV / CATV devices or known as analog cable tv. Years ago i was staying at a hotel which room has a TV set paired with  STB - IPTV broadcast from Telkom's UseeTV . Then i wondered how it would be if the hotel rooms let say 50 rooms, then how much is the monthly subscription fee?  How to manage the internet bandwith if one HD channel required around 5 Mbps of bandwith ?



Several years ago i had a project to install signage  software  at a hotel. This software will be used as a tv content for one of the information channels at the hotel's CATV system. The device in the picture above is called CATV Head End  which consists of a broadcast source from a parabolic dish and  receiver or via DVD player,  then the audio video signal goes to the RF Modulator - Combiner - and ends with a Power Amplifier at each point which is considered experiencing a weakened reception. The quality of the TV broadcast in the room is beyond expectation, if the room  is far from the CATV "booster" then there must be some complains that tv picture had many noises which deteriorates the broadcast quality so bad.




By using RF modulator for analog CATV distribution , the maximum number of broadcasts cannot be more than the number of Analog TV Channels  in the VHF - UHF spectrum  which are generally 60. To make it more inefficient is the fact that more channels  you wanted then you must use the same amount of satellite receivers / decoders + RF Modulators.  It will be less economical, for example for a hotel or boarding house with 20 rooms, can you imagine how much money is needed for 60 receivers and modulators  per channels ? If you reduce the channel numbers than the quality of service to the hotel is considered incomplete. Why don't we bring the decoders to the rooms instead ?



This device is called as "MULTI SWITCH" which functions is to divide the signal from the LNB (satellite dish) to several receivers / decoders. Usually in the electronics market there are 2 types of Multi Switch, first is a "passive type" where the supply voltage comes from the receiver and is suitable for distribution at household where the distance between rooms are near. The other type is "Active" which has a separate power supply and is suitable for use with multiple receivers and the distribution distance is quite long. Another special type of Multi Switch is "Cascade-able" which means that the LNB signal from this MultiSwitch can be "Repeated" to another Multi Switch (in series). So that those cascade-able can reduce  the use of additional satellite dishes and of course it is easier to arrange the wiring because it can be broken down, such as installing 1 multi switch on each floor of the building. This is easier to set up than centrally in one room which can be a pain in the coaxial cable arrangement.

Now let's take a look at steps on how to make satellite tv distribution which was done previous years ago


HARDWARE :

1. Parabolic Dish - C band - 7 feet.





This 7 feet parabolic dish were chosen for economic reasons and the two satellites were good enough for 7 feet with dual twin LNB.


2. Dual Out LNB - Split Polarity


The multi switch will functions as a polarity selector / switch of each broadcast then distributed for many receivers. So we need a special LNB which polarity Vertical and Horizontal are on different ports. Nowadays as the multiswitch capability is getting better, a simple 2 out LNB is sufficient for this purpose.


3. Bracket / Scalar Ring for twin LNB.

If you are only using single satellite then a single scalar ring is enough.


4. Multiswitch  5 x 8/16/24/32 


Unfortunately the 5 x 24 type was out of stock so we use the 5 x 32 type. Why 5 inputs? because 4 inputs for LNB to Palapa & Telkom satellite and 1 input for UHF antenna. So if you are worried that your digital satellite channels will be scrambled (especially in sport match), then you can combine the UHF lines using a multiswitch + diplexer.


5. Coaxial Cables, F Connectors, I connectors, Panel Boxes and other equipment


ASSEMBLY and SATELLITE TRACKING


1. Assembly the 7 feet parabolic dish  in a upward free location for allowing  an easy satellite tracking. 













2. Install the two LNBs with the Telkom 4 on Focus Position while Palapa (backup) is on the WEST side with a distance of about 2 fingers. The depth of LNB is around 40 for Palapa and 38 for Telkom (varies depending on the parabola / LNB brand). Adjust the tilt / elevation and azimuth direction with the satellite distance to the installation location. Plug in 4 coax cables into 2 LNBs and try to test the connection per port as well as the satellite tracking via tv monitor.



























3. Plug in 4 LNB cables into the Multiswitch ports 




The ports configuration above is 22khz off for the Palapa satellite and 22khz on for the Telkom satellite.


4. Connect the coaxial cable to every room and setup the receiver 






If you have difficulty in setting up receivers one by one then the easy way is by copying the "user db / user database" to USB, so first complete settings in 1 receiver and then copied to another receiver via usb flash drive. This copy method only works with specific STB and preferably all receiver in every rooms are uniform / similar. The number of broadcasts for the combination of Palapa D & Telkom 4 satellite is around 120 channels (Free To Air) and 50 premium pay tv channels.






Share:

Minggu, 16 Agustus 2020

Cara Gampang Cari Parabola Mini Ninmedia / Tiviplus di Satelit Asiasat 9

 




GAMBARAN UMUM POSISI PARABOLA  KE ASIASAT 9:



LANGKAH RE -POINTING :





1.  Longgarkan Baut pengencang pada poros tiang utama dan geser memutar kearah sesuai lokasi anda terhadap satelit , jika anda di jawa atau sumatera maka geser Timur Laut sekitar 100 derajat dari posisi ninmedia, jika anda di papua maka geser ke barat laut sampai ada tanda sinyal bergerak pada monitor.  Jika anda di Sulawesi utara maka arah parabola ke selatan lurus dan jika di sulawesi selatan anda mengarahkan parabola lurus ke utara.  Posisi skew / konektor LNB jangan diubah tetap pada posisi jam 4 untuk indonesia timur dan barat serta jam 6 untuk indonesia tengah .

 

2. Siapkan monitor treking pada satelit Asiasat 9 (122 E) dengan Transponder terkuat yaitu myTV malaysia  11490 V 45000 atau pada transponder tiviplus yang baru 12655 V 45000 sampai sinyal muncrat dengan merubah elevasi naik/turun. 

 

3.  Lakukan scan ulang dengan langkah awal menghapus semua siaran ninmedia, pilih Menu -> Daftar Saluran -> Hapus Semua -> Password umum “0000” nol empat kali . Lewati langkah ini jika tidak mau menghapus saluran. 



 

4. Lakukan Blind scan / buta pada satelit ninmedia , bisa juga dilakukan dengan menambahkan satelit baru dengan parameter LNB Frek : Universal (9750 -10600).Pilih Menu -> Geser ke Instalasi -> Daftar satelit, Pilih satelit ninmedia atau satelit apapun yang ingin digunakan. Sesuaikan parameter diseqc sesuai yg ada pada instalasi parabola di rumah user sebelumnya. 

 


5. Tekan tombol Biru untuk memulai blind scan dan pastikan pilihan seperti pada gambar layar dibawah

 

6. Tunggu proses scan sampai selesai  dan tekan OK

 
 

7. Pastikan channel Ninmedia dan channel MytV malaysia (gelap)  muncul dan jika sempat hapus channel yg tidak tampil alias zonk alias gelap.

 


 


*) CATATAN : Siaran Nimedia sudah berganti dalam naungan Tiviplus dan tidak ada kejelasan apakah akan terus mengudara di asiasat 9 karena statusnya saat ini masih bersifat trial. Jadi siaran ninmedia / tiviplus pada satelit asiasat 9 bisa hilang kapanpun tergantung kontrak dari asiasat. Jadi harap maklum dan bagi rekan teknisi agar mengarahkan pelanggan ex-Ninmedia untuk mencari layanan Pay TV parabola mini lainnya yang masih memiliki modal kuat dan tidak bermasalah seperti : TransVision Nusantara HD - Kvision/Garmedia - NexParabola
Share:

Senin, 20 Juli 2020

Televisi Digital & Satelit [Seharusnya] Menjadi Solusi Kelas Jarak Jauh Saat Pandemi



Pernahkah anda membayangkan sebelumnya apa yg kini terjadi di 2020 ? Ekonomi morat-marit , banyak korban virus berjatuhan, ambulance meraung dijalan dengan sopir yang berpakaian astronot. Ahh saya terlalu dramatis dan akan diserang para pendukung mereka yg menganggap kalau corona itu HOAX ! Tapi ada satu hal yang sangat nyata dihadapi para orang tua yang memiliki anak usia sekolah mulai Paud sampai tingkat mahasiswa, masalahnya sama yaitu : KUOTA INTERNET ! Gak usah mikirin korona hoax setingan amerika-china -iluminati dan sebagainya..ini nih jeritan nyata para orang tua di tahun ajaran baru 2020/2021.




Jawaban normatif akan diberikan oleh rata-rata guru ketika para ortu murid protes, umumnya di kota yang jaringan internetnya merata, dimana para ortu teriak lantang anaknya gak bisa mengikuti akibat miskin kuota.  Guru pasti menyarankan untuk mencari sumber internet gratis di tetangga, taman, balai RW dan sebagainya. Memang sih penulis sempat juga menjadi surveyor di wifi.id milik telkom dimana dulu itu banyak titik keramaian dan public area yg ada hotspot gratis disediakan oleh telkom. Tapi saat pandemi ini telkom menggenjot di pemasangan indihome ke rumah-rumah dan ndak tahu lagi nasib wifi.id, namun demi CSR kepada masyarakat seharusnya wifi.id mengikuti penetrasi Indihome yang semakin masive. Cerita akan menjadi ironi ketika dipelosok yang jaringan telpon sekelas 2G pun gak sampai, jadi kalau masalah jangkauan internet kurang merata ya saya siapa kok berani protes ? hehehehe


- Perhitungan Kuota Perbulan

  




Mari kita hitung yuk berapa sih kira-kira kuota yang dihabiskan untuk kelas online ? Kita asumsikan kelasnya dilakukan di youtube dengan resolusi video paling standar bisa dilihat enak di mata yaitu 240p dengan perhitungan dari wikipedia sekitar 180-250 MB. Kita ambil tengahnya yaitu 200MB per jam. Jika per-hari siswa mengikuti kelas online sebanyak maximal 2 jam maka sebulan...


200 MB x 2 (jam) x 5 (hari) x 4 (minggu) = 8 GB 


Glekk glekk..hhoekkk ..itu baru seorang anak yg culun dan gak maen game , jangan dikira iklan nongol diyutub gak makan quota apa? Terus searching jawaban dari tugas guru, tulis status IG yg videonya seabrek , maen tiktok, video call untuk tatap muka ke guru dan itu tuh..PUBG dan FF akan susah untuk dikontrol ..apalagi rata-rata anak terbiasa mencari ini nih seperti gambar dibawah...




Hanya bisa geleng-geleng saya , niat baik TVRI dan Kemdikbud untuk mengatasi permasalahan kuota dan infrastruktur internet di daerah terluar dan terdepan Indonesia, menjadi ternoda oleh ulah para "Budak Adsense" yang sudah menyediakan seolah-olah "kunci jawaban" ( jauh sebelum acara kelas tvri dimulai) , dengan harapan menjaring viewer saat kelas tvri selesai dan terdapat tugas untuk dikerjakan dirumah. Sepertinya kesalahannya ada pada TVRI telah menyediakan jadwal dan kisi-kisi yang akan dibahas, dan para yutubers ini entah mendapat ide dari mana akan telah menyediakan bank soalnya. Dan benar saja saat selesai TVRI  memutar satu kelas maka dipublish lah video yang sesuai dan view dari video youtube ini menjadi melonjak drastis. Luar biasa ! Youtube menjadi kebanjiran pengunjung dari anak-anak sekolah, operator telco mendapatkan penghasilan penjualan pulsa quota internet dan yutuber mendapatkan berkah dari adsense. Orang tua siswa hanya bisa menggaruk kepala karena bayar SPP tetap jalan begitu juga Kuota internet yang 2 minggu dijamin sudah lenyap !


- TV DIGITAL SEHARUSNYA MENJADI SOLUSI



Harapan muncul saat membaca artikel viral diatas pada sebuah postingan di Facebook dimana sekolah di padang berusaha merelay LAN sekolahnya via WiFi ke lokasi disekitar sekolah sehingga siswa mendapatkan sinyal yg terhubung dengan server sekolah. Saya awalnya lumayan salut dengan ide yang sebenarnya saya pernah liat pada website luar negeri beberapa tahun yang lalu, tapi gak apa-apa namanya juga meniru sah sah saja. Yang menjadi permasalahan yg mengusik sanubari adalah "kenapa harus selalu pakai jaringan IP sih? "  Bukannya lebih mudah kalau pake sistem broadcast seperti radio dan televisi ? Masih ingat penulis pernah membuat alat pemancar TV sekampung untuk menyebar pengajian ke rumah-rumah (baca disini) ? 



Jadi ide sederhana ini sudah terbukti bisa menjadi solusi di pelosok daerah yang terbebas dari scanner BALMON kominfo, kalau dikota besar ya jangan gunakan ide ini ya pasti di tutup langsung ! Daripada susah-susah narik kabel LAN atau menaikkan tiang PTP wifi dari sekolah menuju titik berkumpulnya murid kenapa tidak dibagikan materinya melalu FLASHDISK saja ? atau guru burning VCD video pelajaran tiap minggu dan seninnya diambil siswa , jumat tugas dari dalam video tadi dikumpulkan. Syarat tanpa kontak langsung guru  ke peserta didik pun menjadi terpenuhi.






Indonesia merupakan pelopor "distance learning " pertama di negara ASEAN ketika TPI - Televisi Pendidikan Indonesia muncul pada tahun 1991. Saat itu penulis rajin menonton pembelajaran tiap pagi dan siang hari dimana produksi acara dilakukan oleh pustekom depdikbud saat itu. Kini TPI menjadi MNC tv dan pustekom telah mendirikan siaran TV satelit TV Edukasi yang mengudara via satelit Palapa. Dulu TVE sempat mengudara melalui UHF analog tapi karena suatu dan lain hal turun tayang kalah dengan tv komersial. Nah inilah seharusnya peran penyiaran sekolah diambil oleh TV DIGITAL yang menyediakan banyak kemudahan.


Gambar diatas merupakan siaran DISTANCE LEARNING TV dari satelit thaicom 8 yang kemudian dapat diterima di daerah thailand dan sekitarnya. Juga satelit ini berfungsi sebagai sumber siaran pemancar digital UHF di seluruh negeri gajah putih. Dengan teknologi digital satelit DVB-S2 maupun DVB-T2 melalui teresterial UHF maka 1 kanal frekuensi yang kalau siaran analog hanya 1 siaran bersemut dan berbayang, dengan tv digital dapat ditingkatkan menjadi 10 siaran kualitas HD. Saya membayangkan jika migrasi digital kita mengikuti jadwal ASO - Analog Switch OFF tepat jadwalnya di 2018  maka permasalahan kuota internet pada orang tua murid bisa sedikit ditekan dengan siaran televisi pendidikan yang beragam channelnya.

Sebagai penutup marilah kita ikuti teleconfrence Bapak Presiden SOEHARTO saat meresmikan siaran TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA tahun 1991.



by : nyoman yudi kurniawan
pencinta elektronika dan tv satelit
ahocool@gmail.com

Share:

Kamis, 02 Mei 2019

RCTI - MNC TV - Global TV - INews Kini hadir di Kvision dan Garmedia


Apakah anda punya parabola bekas?
Nganggur berkarat di atas genteng ?
Atau masih fungsi tapi siaran kurang lengkap?




Kami bantu menghadirkan siaran
 TERLENGKAP
Tanpa Biaya Bulanan Lagi






Parabola Mini - Kvision dan Garmedia Menghadirkan Channel Favorit Keluarga Indonesia



Bagi pengguna Parabola Jaring 
Jangan Bersedih Cukup Ganti Receiver 
K-Vision BROMO atau Garmedia OTTIMO
Anda Sudah Mendapatkan 
RCTI - MNCTV - Global TV - Inews 
TANPA ACAK & GRATIS SELAMANYA






Dapatkan Segera di Kami
0812 4663 7645
0821 4311 1200
atau whatsapp


*GRATIS CHANNEL PREMIUM  *
1. My Kids
2. My Cinema
3. My Cinema Asia
4. My Family
5. ZEE Bioskop
6. ZING
7. Nickoledeon
8. Nick Jr
9. Fox Sport 3
10. MTV Live
11.MTV Asia
12.Fox Movies Action
13. Super Soccer


SUPPORTED BY * K-VISION “ON TERUS” *

**FREE 30+ Channel FTA SELAMANYA (Measat3A KU)**
1. TVRI               
2.  KTV
3. Tv one           4.TVMU
5. TRANS 7       6.ChNews Asia
7. TRANS TV     
8. DaAI 
9. SCTV             
10. DW
11. Antv               12. France24
13. Indosiar          14. NHK world
15. Kompastv       16. MNC News
17. RTV                18. Quran Tv
19. Bali tv             20. Arirang
21. Metro tv          22. Anhui
23. NET tv            24. Hunan
25. Beritasatu        26. CGTN doc
27. Jawapos          28. ZING
29. KTV                30. Tv9
31. MIC                 32. Reformed21
33. MyTV              34. O channel
35. Elshinta           36. ON channel
37. *Rcti*
38. *Mnctv*
39. *Gtv*
40. *INews*

BISA DI ISI VOUCHER PREMIUM
HANYA *Rp 29,000* (7hari *GOL07*)



Share:

Selasa, 08 Januari 2019

Menengok Kembali TV Digital Teresterial di Surabaya


Tidak terasa sudah 10 tahun sudah kehadiran TV Digital Teresterial di kota Surabaya dan saya sebagai pemerhati televisi seharusnya sudah bisa menikmati ratusan siaran TV digital karena digital migration - analog switch off seharusnya sudah selesai di 2018. Tapi rupanya saya hanya bermimpi karena kenyataanya program perpindahan nya tidak begitu mulus. Mari kita tengok kondisi TV digital di tahun 2019 di wilayah seputaran kota Surabaya. Tulisan ini disusun bersama anak PKL dari SMKN 2 Kediri yg kebetulan sedang praktek di tempat kami.

Pengertian Televisi Digital
             
Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi.

Pengertian Televisi Digital Terestrial      

Siaran televisi digital terestrial adalah siaran yang menggunakan frekuensi VHF/UHF seperti halnya penyiaran analog, tetapi dengan modulasi sinyal yang digital. Sistem ini menyediakan transmisi digital satu arah melalui jaringan tranmisi berbasis darat (land-based transmitter) yang bisa diterima antena TV UHF konvensional.

Mengapa siaran TV analog akan digantikan oleh TV digital ?

"Karena saat ini dunia bersama-sama beralih ke digital, maka teknologi analog akan menjadi usang dan mahal pengoperasiannya."

Penggunaan frekuensi penyiaran analog pun tidak akan mendapatkan proteksi internasional. Digitalisasi berdampak pada efisiensi pita frekuensi radio sebagai sumber daya terbatas. Selain itu pada siaran TV digital mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh perangkat siaran TV analog.



Perkembangan Teknologi TV Digital

Di era teknologi digital saat ini terus berkembang setiap saat, penemuan-penemuan terbaru yang mungkin akan menghilangkan penemuan lama. Tahun 2019 ini Indonesia akan terus melakukan migrasi penyiaran televisi analog ke penyiaran digital. Migrasi teknologi analog ke digital ini tidak hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi baru, tetapi lebih pada upaya efisien-si penggunaan frekuensi. Selain itu, juga meningkatkan peluang usaha, bisnis, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Teknologi yang berkembang dengan pesat saat ini salah satunya adalah teknologi telekomunikasi. Beragam bentuk teknologi dan kecanggihannya setiap saat terus berubah sesusai kebutuhan. Keuntungan perkembangan teknologi bermacam-macam, salah satunya pengguna / konsumen sudah bisa menikmati informasi tanpa batas. Hal tersebut terjadi ketika zaman sudah maju dan selalu ada penemuan terbaru dibidang teknologi.

"Borosnya" Televisi analog menjadi pemicu utama migrasi ke televisi digital, selain kesepakatan negara-negara untuk Telekomunikasi Internasional (ITU) juga karena teknologi analog dinilai akan semakin mahal pengoperasiannya. Secara bertahap, teknologi ini akan usang dan tergeser. Yang lain adalah frekuensi sumber daya terbatas. Mengingat 1 siaran TV analog membutuhkan 1 frekuensi dan kian lama semakin padat. Perangkat TV Analog menggunakan tabung katoda sebagai display, sementara TV Digital menggunakan panel layar datar seperti LCD, plasma, atau LED. Akibatnya, TV Analog cenderung lebih besar dan tebal dibandingkan dengan TV Digital jaman now. TV Analog juga mengonsumsi daya yang lebih banyak dibandingkan dengan TV Digital. Hal ini lah yang membuat Kominfo untuk migrasi ke TV Digital. TV Digital dinilai lebih unggul dari TV Analog.

Televisi digital bisa digunakan untuk siaran interaktif, layanan komunikasi dua arah seperti menggunakan jaringan internet. Kebutuhan daya pancar televisi digital juga lebih kecil. Penyiaran televisi digital menyebabkan tersedianya saluran siaran yang lebih banyak. Selanjutnya penyiaran secara digital akan menjadi sebuah trend yang mencerminkan sebuah kemajuan negara di bidang teknologi.

Perbandingan TV Analog Dan TV Digital

Seperti yang kita ketahui, sekarang ini terdapat TV digital dan analog, kedua tv tersebut cukup mempunyai perbedaan. Berikut ini perbedaan antara TV digital dan Tv analog :


1. Perbedaan yang paling mendasar adalah penerimaan gambar lewat pemancar. Pada system analog, semakin jauh pesawat televisi dari stasiun pemancar televisi maka sinyal akan semakin melemah dan penerimaan gambar akan semakin buruk. Sedangkan TV digital dioptimalkan penerimaan akan bagus walau lokasi jauh dari pemancar tv. 
 
Ilustrasi pantulan multipath


2. Televisi digital mengatasi problem MULTIPATH pada kota-kota besar akibat pantulan sinyal ke gedung tinggi. Pada system analog maka sinyal asli dan pantulan akan diterima perangkat televisi sebagai phase yg berbeda sehingga menimbulkan efek "ghosting" atau gambar berbayang / dobel. Dengan teknologi digital hal ini dapat diperbaiki dengan sinyal prosesing yg lebih canggih dan hasilnya siaran yg diterima jernih.

3. TV analog, hanya dapat memproses sinyal analog, sedangkan tv digital dapat memproses sinyal analog dan digital.

Keunggulan TV Digital

Untuk sekarang ini hampir semua negara didunia telah berbondong-bondong untuk mengganti dari TV analog menuju ke TV digital, sedangkan Indonesia sedang berproses untuk pengalihan dari TV analog ke digital. Pemerintah akan menghapuskan system TV analog dan menggantinya menjadi TV digital dan tentunya pemerintah  telah mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan dari tv digital, sehingga keunggulan tersebut menjadikan alasan mendasar pemerintah untuk melakukan migrasi selain alasan keharusan dari badan PBB yang mengatur frekuensi (ITU) .Beberapa keunggulan dari TV digital yaitu:

1. TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi yang cukup tinggi(Hight Definition). Tv digital dapat menghasilkan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan walaupun pesawat penerima dalan keadaan goyah/bergerak dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sedangkan TV analog menghasilkan akurasi dan resolusi rendah gambar tidak sejernih TV Digital (Standart Definition)

(klik gambar biar lebih jelas)



2. Dalam satu Kanal TV digital mampu memiliki hingga puluhan channel yang beragam, dari channel yang beragam tersebut, terdapat channel yang gratis dan channel yang berbayar.

3. Mengurangi terhadap efek noise (gangguan gambar dan  suara pada televisi)


Kelemahan TV Digital

1. Harus menyiapkan peralatan tambahan STB atau upgrade ke TV baru yg support DVB T2
2. Siaran bersifat 1 atau 0 artinya ada dan tiada siaran sesuai kekuatan sinyal di dapat dilokasi.
3. Harga TV yg support siaran digital masih dibilang cukup tinggi untuk kalangan tertentu
4. Belum semua stasiun TV menyediakan format siaran digital



Alat dan Bahan Pemasangan Antena  TV Digital

Untuk alat dan bahan pemasangan antena yang dibutuhkan sudah lengkap ada ketika membeli antena mungkin hanya membutuhkan alat seperti :
- Obeng untuk menguatkan baut mur
- Kawat dalam pemasangan penempatan antena




Lalu untuk perakitan antena,setiap antena memiliki bentuk yang berbeda beda. Jadi perakitan antena bisa kalian ikuti di panduan manual book / buku panduan.
       


Apa itu Set Top Box dan kenapa membutuhkan Set Top Box?
     


Set Top Box adalah alat untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di pesawat TV yg belum mengadopsi sistem digital. Set top box dibutuhkan untuk membaca sinyal digital dan merubahnya ke dalam bentuk composit (CVBS / RCA / AV) maupun HDMI. Tanpa set-top-box, gambar dan suara tidak akan muncul di TV.

Tata Cara Instalasi Set Top Box

1. Bagian belakang STB terlihat jek atau colokan ANT IN, yang biasanya kita temukan pada bagian pesawat televisi di sisi belakang, maka koneksi dari antena UHF ke TV itu kita cabut, lalu kita pindah  ke ANT IN (antena input) pada STB DVB T2. Lalu kita lihat juga ada colokan RCA Video (warna kuning), Colokan Audio L (Left) yang warna putih, dan Audio Right (warna merah), maka kita ambil saja kabel RCA bawaan STB (seperti halnya kabel vcd / dvd), lalu kita hubungkan sesuai warnanya. Terus selanjutnya lihat kabel power ada di sisi kanan bawah pada foto dibawah dan hubungkan ke jala jala listrik PLN.





2. Pada foto dibawah  terlihat jelas koneksi kabel RCA sesuai warna atau gunakan port HDMI jika tersedia input HDMI di TV. Sedangkan antena UHF dihubungkan ke ANT IN .



3. Langkah selanjutnya mari kita hubungkan kabel power Televisi dan kabel power  ke stop kontak seperti foto diatas. Lalu pencet tombol Power di televisi dan di STB.



4. Diatas tampak hasil dari pencarian otomatis dari sinyal televisi digital dan didapatkan hasil seperti berikut ( update agustus 2020 )

 

Frekuensi

Nama TV

 

1.

506 MHz

(25 UHF)

MetroTV

MetroTV HD

Magna channel  HD

BBS TV

 

 

2.

522 MHz

(27 UHF)

Trans TV

Trans 7

CNN Indonesia HD

CNBC Indonesia HD

 

 

3.

586 MHz

( 35 UHF)

TVRI SPORT HD 

TVRI 3

TVRI JATIM

TVRI NASIONAL

INSPIRA TV (off)

 

 


5. Hasil saat kita pindah pindah saluran akan tampak jendela keterangan seperti itu


Bagaimana perkembangan TV Digital Teresterial di daerah kamu? Ayo tuliskan di komentar dibawah ya...

Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (35) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (38) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) tachometer (2) telepon (7) televisi (72) television (5) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (59) tutorial (78) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika