"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

Minggu, 30 Mei 2021

Saatnya POTONG KABEL Bagi Pengusaha TV Kabel & Satelit ? Siap-siap beralih ke Streaming OTT

Pingin tanya nih , kapan terakhir kali anda ngebut cepet - cepetan pulang dari tempat kerja karena takut kelewatan acara kesayangan yg tayang pukul 18:00 ? Mungkin ini mengingatkan saya  15 tahun yg lalu, saat channel STAR WORLD menayangkan acara American Idol - yang diputar pada hari yg sama dengan Fox Amrik (walau tidak live). Wow ... betapa kesalnya kalau kelewatan satu episode saja,  padahal nantinya diputar ulang juga waktu dinihari, tapi penulis beralasan ingin segera menulis review penampilan dari masing-masing peserta di forum kaskus. Sampai segitunya tahun 2000an demi kiriman 'cendol' yang diberikan oleh para kaskuser yg merasa terbantu review saya. 





Ketika serial Heroes yg fenomenal hadir di TV yg sama pada 2006, saya juga mengikutinya walau seasonnya dimulai agak jauh dari yg di amrik. Mungkin saat itu harga hak siar TV serial amrik lebih mahal atau ada pertimbangan lainnya. Namun kecenderungan yg terjadi adalah film seri primetime di amrik banyak yg di "share link" downlotan hasil rekamannya, hanya berselang 30 menit setelah tayangan usai. Saat itu saya heran, kok enak banget ya dan gampang, bagaiman sih cara orang amrik merekam acara TV Favorit mereka? Ternyata disana pada  tahun-tahun itu mulai menggunakan TiVo dan layanan lainnya yg bisa merekam acara secara digital, apalagi jika layanan  TV cable yg digunakan merekam adalah IPTV.


Penulis mengalami masa itu, dimana TV kabel satelit murah hadir melalui Astro Nusantara, yg tanpa syarat berbelit mau melakukan pemasangan bahkan di kost-kostan sekalipun. Jaman itu internet paling cepat ya dikantor bukan diperumahan, mentok di 1Mbps. Jadi ada rekan kerja saya nitip ke komputer server di kantor untuk download film kesayangannya ( yg sama dengan saya ) "Heroes". Jadi jam 1 siang setelah makan siang, dia sudah selesai nonton episode film seri itu, sedangkan saya harus menunggu beberapa hari kemudian untuk tayang di Astro Nusantara.



Walau astro nusantara akhirnya tutup, saya tetap melanjutkan kegemaran menonton acara TV kabel melalui jaringan kabel yg beneran "kabel" yaitu First Media. Namun kecewanya saya dengan situs download film ilegal mungkin dirasakan juga oleh para pemilik stasiun tv kabel, sehingga mulai tahun 2009 banyak tayangan TV amrik dan korea diputar secara "Same Day" sama harinya kayak dulu American Idol itu. Jadi setelah itu kedudukan antara yang rajin bayar iuran VS tukang download menjadi seri. Ini mungkin menjadi lebih murah menonton sore-malam hari ketimbang menghabiskan bandwith internet yg saat itu masih mahal.




Lalu negara api mulai menyerang, membuat polusi pemandangan ruwet tarikan kabel optik semrawut di ujung gang perumahan. Internet menjadi murah dan terjangkau kalangan menengah di era 2015 keatas dan menyebabkan banyak orang memiliki bandwith yg cukup untuk streaming TV dan download film seri. Apalagi saat STB android yg oprekan bekas milik telkom dijual sangat murah di market place. Ujungnya kedudukan menjadi jauh unggul para opreker pencinta jalur ilegal. Nah inilah menjadi tantangan para pemilik platform streaming berbayar yang sangat dirugikan dengan praktek ini. 





Netflix juga mendapat tantangan dari telkom group, karena dianggap hanya memanfaatkan jaringan internet baik kabel maupun wireless yg sudah ada tanpa memberikan kontribusi pemasukan. Negara juga beranggapan ini harus dipalak dengan pajak yang setimpal. Masak rakyatnya nge- Binge Watch - nonton film seri netflix ber jam-jam sampai seasonnya lengkap, ehh negara gak dapat kontribusi apa-apa. Dan dengan ke alotan bertahun-tahun akhirnya di 2019, Netflix, telkom group, dan pemerintah sepakat membuka jalurnya lebar-lebar saat pajak digital melalui PMSE ( perdagangan melalui sistem elektronika ) dan undang-undang sejenis mulai diterapkan.


Kabar buruk datang dari Disney. Disney akan menutup 18 channel atau saluran program TV mereka mulai 1 Oktober 2021. Penutupan channel Disney ini berlaku untuk seluruh wilayah Asia Tenggara dan Hong Kong.


Ini jelas menakutkan bagi pelanggan TV berbayar sekaligus pukulan telak bagi pebisnis televisi berbayar seperti First Media besutan PT Link Net Tbk (LINK), Indovison milik PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), nextmedia, TV kabel punya PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), Transvision sampai Indihome. 


Dari 22 channel TV yang dimiliki Disney hanya empat yang akan bertahan, yaitu Star Chinese Channel, Star Chinese Movies, National Geographic Channel, dan Nat Geo Wild. 



Channel lain seperti program film, olahraga, dan konten khusus untuk anak-anak akan ditutup. Masuk dalam kategori yang akan ditutup Fox, Fox Crime, Fox Life, FX, dan Channel V; saluran Fox Action Movies , Fox Family Movies, Fox Movies dan Fox SCM; saluran olahraga Fox Sports, Fox Sports 2, Fox Sports 3, Star Sports 1, Star Sports 2; saluran anak-anak Disney Channel dan Disney Junior; layanan faktual Nat Geo People dan SCM Legend.


Dalam pengumumannya, Disney menjelaskan  alasan penutupan siaran 18 kanalnya itu. Disney mengaku tengah beralih bisnis model yang kelak akan berbasis layanan streaming. Penutupan 18 kanal atau saluran televisinya adalah untuk efisiensi dan mengembangkan bisnis Disney Plus.


“Perusahaan seperti seperti Disney lebih mengutamakan rilis konten eksklusif di platform streaming sendiri daripada memasukkan pada program channel mereka di TV kabel. "


Disney semisal sudah menempatkan acara terbaiknya seperti WandaVision di Disney Plus daripada di Disney Channel.


Penutupan lima channel olahraga dipastikan juga berimplikasi pada kekecewaan pelanggan TV berbayar. Banyak pelanggan TV kabel yang tertarik pada hak siaran yang dimiliki channel-channel olahraga milik Disney, seperti F1 dan Australia Terbuka, Australian Open, U.S. Open, French Open dan Wimbledon.


Jadi, Berani Potong Kabel Jaringan TV Kabel Anda dan Beralih Bisnis Ke Internet Service Provider (ISP) ?


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (13) android (12) antares (3) arduino (16) artikel (5) attiny (2) attiny2313 (18) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (41) display (3) esp8266 (3) euro2020 (11) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (23) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (15) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (13) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (56) mikrokontroller (10) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (66) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (13) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telepon (9) televisi (135) television (21) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (81) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika