"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Jumat, 30 April 2021

Review STB EviniX - Receiver Digital UHF DVB T2 - Versi Terbaru

 



EfiniX versi 2020 atau yg terbaru, memiliki beberapa keunggulan dibanding seri sebelumnya yaitu :


  • Bisa digabungkan dengan USB Wifi (dongle dijual terpisah)
  • Otomatis jika support wifi maka bisa memutar Youtube dan Streaming IPTV
  • Miroring HP versi MeeCast

Jadi dengan menggunakan Receiver DVB T2 / C bisa menjadi pilihan yg lebih keren daripada hanya menonton TV digital teresterial aja.



Panel depan belakang masih tetap sama dengan versi lama yg dulunya masih menggunakan jargon "Supported by Skybox". Mungkin EviniX sudah bercerai dengan SkyBox. 

Selanjutnya kita akan bahas tampilan menu nya.




Dari informasi STB, Versi terbaru ini menggunakan SW V2.05 dan HW V2.01. Untuk informasi lain keuntungannya adalah bisa menggunakan dongle wifi usb yg umum digunakan oleh STB parabola yaitu versi RT dan MT.



Untuk menu selanjutnya standar, bisa edit urutan siaran manual atau berdasarkan LCN / Local Channel Number yg sayangnya belum diterapkan di Indonesia.



Untuk proses scan siaran DVB T2 lumayan cukup cepat untuk versi terbaru ini.



Jika anda memiliki dongle wifi MT / RT maka dapat terhubung internet dan menonton Youtube / IPTV.





Informasi cuaca pun bisa kita lihat karena telah disediakan menunya, asal terhubung dengan jaringan internet tentunya.



Fitur canggih lainnya adalah bisa dihubungkan dengan smartphone Android Maupun Iphone melalui aplikasi meecast. Sehingga file multimedia dari smartphone anda dapat ditampilkan pada layar tv.




MeeCast adalah sistem pintar sebagai pemutar multi-media, berdasarkan jaringan yang sama, MeeCast dapat memperluas fungsi Kotak melalui Ponsel dan membagikan layar kecil Ponsel ke layar TV kapan saja, Anda juga dapat mentransmisikan file media lokal ponsel dan file media situs web ke TV Anda secara nirkabel dan bebas.



Dengan menghubungkan STB EviniX dengan Smartphone, anda juga bisa memanfaatkan fasilitas Meecast yg berfungsi sebagai Remote Controlnya STB. Juga dapat mengirimkan layar youtube yg di HP bisa tampil pada layar TV. Canggih bukan ? 

Share:

Rabu, 28 April 2021

HD RADIO - "Hybrid Digital" : Standar Radio AM-FM di Amerika Serikat yg Berdampingan A+D Dalam 1 Frekuensi

Di banyak kota Amerika Serikat ternyata memiliki lusinan stasiun radio tersembunyi dalam format digital atau dikenal sebagai Radio HD.  Dengan cara yang operasional yg sama (sub saluran)  di stasiun TV digital,  radio hd telah ada selama hampir dua dekade tetapi tidak banyak orang menyadari itu. Perkiraan terbaru sekitar 3.500 stasiun radio hd  mengudara di Amerika Serikat.



Banyak dari Anda mungkin mengira huruf "HD" di radio hd adalah singkatan dari "High Definition " atau definisi tinggi,  itu sebenarnya adalah singkatan dari "hybrid digital ", istilah merek dagang untuk in-band on channel  atau radio IBOC yang disetujui oleh FCC (kominfo nya amrik)  pada tahun 2002.

In-band On-channel (IBOC) adalah metode hybrid untuk mentransmisikan sinyal siaran radio digital dan radio analog secara bersamaan pada frekuensi yang sama.


Dengan memanfaatkan subcarrier atau sideband digital tambahan, informasi digital "digandakan" pada sinyal analog AM atau FM, sehingga menghindari alokasi ulang pita siaran. Namun, dengan meletakkan energi RF di luar saluran yang ditentukan secara normal, interferensi ke stasiun saluran yang berdekatan akan meningkat saat menggunakan pita samping digital. Penambahan sideband digital berfungsi lebih baik di Amerika Serikat, di mana saluran pita siaran FM memiliki jarak 200 kHz, dibandingkan dengan 100 kHz yang normal di tempat lain. Jarak 200 kHz berarti bahwa dalam praktiknya, stasiun yang memiliki area cakupan bersamaan atau berdekatan tidak akan diberi jarak kurang dari 400 kHz. Di luar AS, jarak bisa 300 kHz, yang menyebabkan masalah dengan sidebands digital IBOC.

IBOC memungkinkan beberapa saluran program, meskipun hal ini dapat memerlukan beberapa subcarrier yang ada off air untuk membuat bandwidth tambahan tersedia di baseband modulasi. Di FM, ini pada akhirnya bisa berarti menghilangkan stereo. Di AM, IBOC tidak kompatibel dengan stereo analog, dan saluran tambahan apa pun dibatasi untuk suara yang sangat terkompresi, seperti lalu lintas dan cuaca. Akhirnya, stasiun dapat beralih dari mode hibrid (analog dan digital) ke semua-digital, dengan menghilangkan audio monofonik pita dasar.


Banyak stasiun radio di seluruh negara bagian di Amerika mengoperasikan sinyal radio digital bersamaan di atas sinyal radio analognya.  sinyal ini memungkinkan mereka untuk menyiarkan tidak hanya konten radio utama  stasiun tetapi juga sub saluran tambahan,  seperti yang Anda lihat di TV digital pada umumnya. 



Jika Anda menggunakan antena luar,  beberapa stasiun radio HD2 dan HD3 tambahan memiliki format unik dengan sedikit atau tidak ada iklan sama sekali. Sedangkan kualitas suara dapat bervariasi tergantung pada  berapa banyak sub saluran yang digunakan di atas  sinyal utama. HD 1 biasanya terdengar bagus namun ketika  ada tambahan dua atau tiga sub saluran audio  terdengar sedikit lebih di kompresi. Namun seperti radio sirius xm masih jauh lebih baik dari kualitas  radio  AM.





Anda memerlukan penerima radio hd untuk mendengarkan stasiun-stasiun ini dan  sebagian besar radio mobil baru (di Amerika) memiliki radio hd internal, tetapi Anda dapat menemukannya perangkat radio mini dengan harga antara 50-150 dolar. Untuk mengetahui apakah lokasi Anda memiliki radio hd  buka hdradio.com dan ketik kode pos Anda  ini akan memberi Anda daftar stasiun radio yang menyiarkan  format digital hybrid.



Website ini sangat membantu untuk menentukan  stasiun radio mana yang mengudara dalam format hd di wilayah Anda. Namun kadang saya menemukan sub saluran tidak selalu up-to-date,  misalnya di kota philadelphia , Radio WMGK  subchannel nya tercatat sebagai genre "Deep Trax namun aslinya lagu oldies jadul.  Website itu juga menunjukkan WTDY hd2 sebagai "channel q" tetapi sebenarnya  menyiarkan lagu rock alternatif.

Anda biasanya dapat memverifikasi jenis format radionya yg ada di sub-saluran dari stasiun radio tertentu  dengan mencari artikel wikipedia. Contohnya Anda ingin melihat apa disiarkan di stasiun radio WMGK dan jika Anda mencari di google "wiki wmgk" dan klik  pada artikel ini akan menunjukkan kepada Anda daftar sub-saluran hd yang lebih up-to-date.




Anda membutuhkan sinyal yang cukup bagus untuk mengambil sinyal digital dari pemancar stasiun radio yang menyiarkan hd.  Secara umum dapat dikatakan sinyal hd dari sebuah stasiun radio, paling penuh dapat dihasilkan jika radio penerima berada dalam jarak 30 mil (50 Km) dari menara siaran.  Lebih jauh dari itu Anda mungkin membutuhkan antena luar seperti pada tv. Umumnya sinyal digital pada stasiun pemancar radio hd  jauh lebih lemah daripada  sinyal radio analog.

Namun kenyataan radio hd telah ada selama  hampir 20 tahun, kenapa tidak banyak diketahui  orang kebanyakan ? Salah satu alasannya ada hubungannya dengan  ketersediaan pesawat penerima radio hd yang sebenarnya tidak banyak beredar di luar sana. Ini juga, ada ketentuan produsen pesawat radio hd harus membayar royalti kepada  perusahaan ibiquity. 

Alasan lain radio hd belum sepenuhnya  lepas landas karena tidak tersedia di semua area  kemungkinan besar karena biaya yang harus dibayar stasiun radio  untuk meluncurkan sinyal digital hibrid, biayanya dapat berkisar antara seratus ribu hingga dua ratus ribu dolar . Stasiun radio yang lebih kecil mungkin  tidak punya sebanyak itu, dan inilah sebabnya beberapa daerah pedesaan bahkan tidak  memiliki satu stasiun radio hd.

Jika stasiun radio hd tidak ada di sekitar Anda, jangan khawatir karena ini tidak seperti transisi TV digital  tahun 2009 di Amerika. Untuk radio fm analog akan tetap ada untuk waktu lama karena tidak ada persyaratan untuk merubah semuanya digital. Mungkin sekarang di Amerika yg terjadi adalah kuburan  radio AM dan kita mungkin mulai melihat beberapa (hampir semua) stasiun radio AM menjadi digital di area tertentu.


FCC  baru-baru ini menyetujui perubahan aturan yang memungkinkan stasiun radio untuk   mematikan sinyal analog mereka dan dipancarkan secara eksklusif dalam bentuk digital. 


Bagaimana kualitas radio HD  yg mengudara bersamaan pada  frekuensi tradisonal AM ( 550 - 1700 khz ) di amerika? Mari kita lihat video berikut ini :





Bagaimana dengan di Indonesia ? Dapat di lihat dari artikel saya sebelumnya di : https://www.aisi555.com/2021/04/rri-radio-digital-dab-pertama-di.html


Semoga informasi ini bermanfaat ...


Courtesy of : https://www.youtube.com/watch?v=dKSepjpPDhs

Share:

RRI - Radio Digital DAB Pertama di Indonesia pada 2016

Pada April 2016 lembaga penyiaran publik Radio Republik Indonesia (RRI) meluncurkan uji coba layanan radio digital DAB + di Jakarta. Keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) menyatakan bahwa Indonesia akan menggunakan DAB + sebagai platform digital resminya pada Band III.

Radio Republik Indonesia (RRI), penyiar layanan publik, telah mengoperasikan uji coba DAB + sejak Agustus 2013, didukung oleh pemancar dan antena 2,5 KW yang terletak di bagian atas kantor pusat RRI di Jakarta, Indonesia, menggunakan saluran 12D VHF pada Pita. III. Uji coba DAB + tahap pertama akan mencakup wilayah Jakarta dan kedepannya RRI berencana mengembangkan cakupan dan jumlah program yang dicakup uji coba tersebut.


Pita Frekuensi Radio DAB Menurut wikipedia

BlockCentre Frequency
5A174.928 MHz
5B176.640 MHz
5C178.352 MHz
5D180.064 MHz
6A181.936 MHz
6B183.648 MHz
6C185.360 MHz
6D187.072 MHz
7A188.928 MHz
7B190.640 MHz
7C192.352 MHz
7D194.064 MHz
8A195.936 MHz
8B197.648 MHz
8C199.360 MHz
8D201.072 MHz
9A202.928 MHz
9B204.640 MHz
9C206.352 MHz
9D208.064 MHz
10A209.936 MHz
10B211.648 MHz
10C213.360 MHz
10D215.072 MHz
10N210.096 MHz
11A216.928 MHz
11B218.640 MHz
11C220.352 MHz
11D222.064 MHz
11N217.088 MHz
12A223.936 MHz
12B225.648 MHz
12C227.360 MHz
12D229.072 MHz
12N224.096 MHz
13A230.784 MHz
13B232.496 MHz
13C234.208 MHz
13D235.776 MHz
13E237.488 MHz
13F239.200 MHz


RRI dan MCIT akan meluncurkan layanan DAB + dari dua stasiun radio RRI, satu di Entikong, kota kecil Kalimantan / Kalimantan, dan lainnya di Kota Batam, pulau yang dekat dengan perbatasan Singapura. Layanan ini sejalan dengan kebijakan Presiden untuk melayani WNI di daerah perbatasan dan terpencil. Isinya adalah program lokal, regional dan nasional.


Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) dalam Sidang Umum Digital Audio Broadcasting Dunia (World DAB) di Paris, Prancis, menyampaikan bahwa institusinya telah menjadi perintis penerapan sistem radio digital di Indonesia di bawah payung hukum Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.

"Pada intinya RRI mewakili Indonesia menjadi perintis DAB Plus dengan memulai siaran radio digital, sekaligus memperlihatkan komitmen negara dalam sistem demokrasi dan dan keterbukaan melalui media siaran radio," demikian laporan anggota Dewan Pengawas LPP RRI Freddy Ndolu untuk ANTARA News, Kamis, usai Sidang Umum World DAB di Paris, pada 7 dan 8 November 2017.




Di depan lebih dari 200 peserta sidang dari 30 negara, Freddy memaparkan bahwa para produser teknologi digital di Indonesia telah mencanangkan komitmen sejak RRI didirikan 11 September 1945 untuk tetap mengudara hingga akhir zaman.

Bahkan, ia juga mengemukakan bahwa Pemerintah RI, DPR dan praktisi penyiaran sedang memasuki tahap akhir menyelesaikan perdebatan mengenai digitalisasi penyiaran radio dan televisi.

"Saat ini masih alot perdebatan antara Komisi I DPR dengan Badan Legislasi DPR seputar siapa yang berhak mengatur digitalisasi, yakni operator tunggal oleh LPP RRI dan TVRI single mux atau operator multi mux atau sistem yang diatur oleh lebih dari satu operator digital," ujarnya.

Oleh karena itu, dalam forum internasional itu Freddy juga mengemukakan bahwa pihaknya meminta komitmen penyelia teknologi digital agar lebih serius memainkan peran di negara-negara berkembang, seperti Indonesia untuk memfasilitasi proses dari analog ke digitalisasi penuh.

Tanggapan dari lembaga-lembaga penyiaran Eropa dan hampir semua lembaga penyiaran radio televisi melihat masalah konten perlu dibenahi oleh media penyiaran di era digital.




Selain itu, ia menyatakan, perlu dukungan serius dari parlemen dan pemerintah bagaimana fasilitasi masalah pembiayaan konten program lebih profesional.

Freddy menambahkan, konteks untuk Indonesia dibutuhkan niat baik secara politis (political will) dari parlemen dan dukungan secara baik (good will) dari pemerintah mengenai pembiayaan program LPP RRI dan TVRI untuk memastikan independensi dan tanggungjawab sosial media penyiaran publik untuk menjaga demokrasi.




Sumber : Antara News Portal

Share:

Selasa, 27 April 2021

Digital Audio Broadcasting - DAB Radio FM Digital - Mari Kita Kenali

Tulisan ini akan memberikan gambaran umum atau  memberikan informasi tentang dasar-dasar apa itu DAB, Digital Audio Broadcasting, salah satu bentuk teknologi penyiaran radio yang kini digunakan di sejumlah negara.


Radio Digital DAB, yang juga dikenal sebagai siaran audio digital, adalah sistem yang sepenuhnya baru untuk menyiarkan dan menerima stasiun radio. Seperti namanya, sinyal disiarkan dalam format digital untuk memungkinkan kualitas suara setara  CD tercapai. Orang-orang yang telah mendengar radio digital DAB telah mengomentari kualitas suara yang jauh lebih baik dan "keberagaman" sistem radio baru. Juga tidak mengalami efek multipath yang sering dialami pada transmisi FM dan karena sistem menggunakan apa yang dikenal sebagai jaringan frekuensi tunggal (SFN), tidak diperlukan retuning ke frekuensi baru untuk stasiun radio yg sama, saat berpindah dari satu area jangkauan ke area berikutnya.


Selain itu, banyak layanan baru yang dapat dilakukan pada transmisi radio digital ini sehingga memungkinkan sistem baru ini kompatibel dengan abad ke-21. Sinyal radio digital membawa data bersama audio, dan ini memungkinkan teks dan gambar ditransmisikan bersama audio untuk meningkatkan pengalaman mendengarkan. Dengan cara ini dimungkinkan untuk mengirimkan judul lagu, dan gambar artis saat beberapa musik sedang dikirim. Juga dimungkinkan untuk memiliki berita yang berjalan (news ticker) di bagian bawah layar yang digunakan di radio.


Radio Digital Portabel


Radio digital DAB sekarang sudah mapan di banyak negara di seluruh dunia dari Inggris dan Eropa hingga Kanada, Australia, dan banyak negara lainnya. Dengan fasilitas yang ditawarkan radio digital, sekarang diterima dan pendengar beralih ke transmisi radio digital baru ini di area di mana mereka tersedia.


Bagaimana radio digital DAB bekerja ?


Untuk menghasilkan sistem digital yang beroperasi secara memuaskan dalam kondisi yang dibutuhkan untuk radio digital, sejumlah besar pekerjaan telah dilakukan dalam tahap pengembangan. Beberapa teknik digital yang ada telah diselidiki tetapi disadari memiliki keterbatasan yang signifikan untuk aplikasi ini. Salah satu masalah utama adalah banyak penerima akan menggunakan antena non-arah dan akibatnya mereka akan mengambil sinyal yang dipantulkan. Ini akan cukup tertunda sehingga data menjadi rusak. Selain itu, bandwidth yang diperlukan untuk mengakomodasi sinyal stereo penuh perlu dikurangi untuk memastikan penggunaan spektrum yang efisien. Standar teknis untuk radio digital dikembangkan di bawah naungan Proyek Eureka Eropa 147. Konsorsium ini terdiri dari produsen, badan penelitian penyiaran, dan operator jaringan.




Ada dua area utama dari sistem yang menarik di radio digital: yaitu sistem modulasi dan sistem pengkodean dan kompresi audio digital.


Sistem pengkodean dan kompresi sangat penting. Agar sistem dapat berjalan, kecepatan data harus sangat dikurangi dari CD standar. Sistem radio digital yang diadopsi mengurangi kecepatan data hingga 128 kbits / detik, seperenam dari kecepatan bit untuk kualitas sinyal yang dikodekan secara linier. Untuk mencapai pengurangan ini, sinyal audio yang masuk dianalisis dengan cermat. Diketahui bahwa telinga memiliki ambang pendengaran tertentu. Di bawah ini sinyal tidak terdengar. Selain itu, jika ada suara yang kuat di satu frekuensi, maka suara yang lebih lemah di dekatnya mungkin tidak terdengar karena ambang pendengaran diubah. Dengan menganalisis audio yang masuk dan hanya mengkodekan konstituen yang akan didengar telinga, pengurangan yang signifikan dapat dilakukan. Penurunan lebih lanjut dalam kecepatan data dapat dicapai dengan mengurangi bandwidth audio. Ini diimplementasikan pada beberapa saluran seperti yang digunakan hanya untuk pidato.


Kunci lain untuk pengoperasian radio digital adalah sistem modulasi. Disebut Coded Orthogonal Frequency Division Multiplex (COFDM), ini adalah bentuk modulasi spektrum tersebar yang memberikan ketangguhan yang diperlukan untuk mencegah pantulan dan bentuk gangguan lain dari mengganggu penerimaan.


Sistem ini menyediakan sekitar 1500 operator individu / radio yang mengisi spektrum sekitar 1,5 MHz. Tiap operator radio ditempatkan sangat dekat satu sama lain. Interferensi antara pembawa dicegah dengan membuat sinyal individu ortogonal satu sama lain. Ini dilakukan dengan memberi jarak masing-masing dengan frekuensi yang sama dengan kecepatan data yang dibawa. Dengan cara ini null dalam sideband modulasi jatuh pada posisi pembawa berikutnya berada. Data audio kemudian tersebar di seluruh operator sehingga setiap operator hanya mengambil sebagian kecil dari kecepatan data. Ini memiliki keuntungan bahwa jika interferensi ditemui di satu area maka data yang cukup diterima untuk menyusun kembali sinyal yang diperlukan. Pita pelindung juga diperkenalkan di awal setiap simbol, dan efek gabungannya sedemikian rupa sehingga sistem menjadi kebal hingga penundaan yang konsisten dengan sinyal 60 km lebih jauh dari sumber utama.


Catatan tentang OFDM:

Orthogonal Frequency Division Multiplex, OFDM adalah bentuk format sinyal yang menggunakan sejumlah besar pembawa jarak dekat yang masing-masing dimodulasi dengan aliran data laju rendah. Sinyal jarak dekat biasanya diharapkan untuk mengganggu satu sama lain, tetapi dengan membuat sinyal ortogonal satu sama lain tidak ada interferensi timbal balik. Data yang akan dikirim dibagikan ke semua operator dan ini memberikan ketahanan terhadap pemudaran selektif dari efek multi-jalur.





Dengan tingkat kekebalan ini, sistem dapat beroperasi dengan pemancar radio digital lain yang beroperasi pada frekuensi yang sama tanpa efek buruk. Artinya, dimungkinkan untuk menyiapkan sistem di mana semua pemancar untuk jaringan beroperasi pada frekuensi yang sama. Ini berarti bahwa dimungkinkan untuk mengatur jaringan frekuensi tunggal di seluruh area di mana "multipleks" umum digunakan. Meskipun tampaknya ini adalah resep untuk penerimaan yang lebih buruk yang disebabkan oleh beberapa pemancar yang menggunakan frekuensi yang sama, yang sebenarnya terjadi adalah sebaliknya. Diketahui bahwa sinyal di luar area cenderung menambah sinyal yang dibutuhkan. Ini juga berarti bahwa area kecil dengan cakupan yang buruk dapat memiliki pemancar kecil dengan frekuensi yang persis sama yang mengisi lubang dan selanjutnya meningkatkan penerimaan di area yang berdekatan.


Keuntungan lebih lanjut dari sistem radio digital ini adalah membutuhkan daya yang lebih sedikit daripada pemancar tradisional. Misalnya yang membawa jaringan utama BBC FM dari situs pemancar utama seperti Wrotham di Tenggara Inggris beroperasi dengan daya sekitar 100 kW untuk masing-masing dari empat layanan utama yang dipancarkan. Biaya listrik sendiri merupakan faktor penting dalam biaya operasional BBC dan pengurangan daya akan menghasilkan penghematan yang sangat besar, belum lagi manfaat lingkungan.


Spektrum Pita Frekuensi DAB

Di Inggris, alokasi spektrum antara 217,5 dan 230 MHz telah dicadangkan untuk transmisi radio digital. Ini memberikan total tujuh blok 1,55 MHz, masing-masing mampu membawa layanan multipleks. Di negara lain juga spektrum sedang tersedia. Dalam spektrum Eropa tersedia baik dalam Pita III seperti di Inggris atau di pita L antara 1452 dan 1467 MHz. Bagian atas pita antara 1467 dan 1492 akan disediakan untuk pengiriman satelit radio digital.


Peralatan radio DAB

Salah satu masalah utama peluncuran awal radio digital adalah ketersediaan peralatan. Diperlukan investasi besar dari produsen peralatan. Ketergantungan yang besar pada teknik pemrosesan sinyal digital berarti program pengembangan besar diperlukan untuk mengembangkan peralatan. Ada juga masalah dengan fakta bahwa implementasi awal membutuhkan level arus tinggi. Solusi ini tidak akan cocok untuk receiver portabel, dan untuk aplikasi dalam mobil dan rumah, pembuangan panas menjadi masalah. Selain itu, solusi multi-chip membuat peralatan menjadi besar dan besar serta membuat biaya produksi menjadi tinggi.


Produsen segera memecahkan masalah tersebut. Perangkat chip khusus untuk DAB dikembangkan dan biaya ini memungkinkan untuk dikurangi secara dramatis dari yang semula terlihat sehingga DAB tidak ada yang mendekati setinggi itu jika dibandingkan dengan penerima FM.



Banyak orang sekarang mengomentari peningkatan signifikan yang dibawa radio digital DAB. Salah satu contoh tipikal adalah ketika seorang teman masuk ke toko dan memperhatikan bahwa musik yang dimainkan semakin meningkat. Dia berasumsi itu pasti DAB, dan ini dikonfirmasi ketika dia bertanya. Orang lain telah memperhatikan kinerja yang mulus saat berada di dalam mobil. Tidak ada desisan yang terputus-putus saat melakukan perjalanan melalui area pinggiran di antara dua pemancar.


Oleh karena itu, radio digital DAB sekarang menjadi media penyiaran abad ke-21.



Disadur dari : https://www.electronics-notes.com/articles/audio-video/broadcast-audio/digital-radio-audio-broadcasting-dab-tutorial.php

Share:

Minggu, 25 April 2021

Tenggat Migrasi Televisi Digital Menurut ITU : Perjanjian GE06



Pertanyaan: Apa itu 'Digital Switchover'?

 

Digital Switchover (DSO) adalah proses perpindahan dari televisi terestrial analog ke TV digital. 

Proses umumnya mencakup tiga tahap:

 

a) Membangun layanan digital baru pada frekuensi sementara jika diperlukan, dan mengoperasikan keduanya (layanan tv analog dan digital) untuk suatu periode (siaran simulcast), selama pemirsa memiliki kesempatan untuk membuat perubahan pada instalasi penerima televisi mereka untuk menerima sinyal tv digital yg  baru.

b) Mematikan layanan analog (ASO - Analog Switch-off)

c) Ubah frekuensi layanan digital ke frekuensi akhir jika diperlukan (yang disebut penataan ulang).


Status proses DSO di seluruh dunia dipantau oleh ITU.





Pertanyaan: Apa itu Perjanjian Regional GE06 ?

 

Perjanjian Regional GE06 adalah perjanjian internasional, yang diadopsi oleh 119 Negara Anggota ITU di Konferensi Komunikasi Radio Regional diadakan pada tahun 2006 di Jenewa Swiss, untuk perencanaan digital layanan radio dan televisi di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan Republik Islam Iran pada pita frekuensi 174-230 MHz dan 470-862 MHz.

Perjanjian ini diadopsi untuk memfasilitasi transisi ke penyiaran TV digital di wilayah ini oleh memastikan ketersediaan spektrum terkoordinasi di akhir transisi dari TV analog ke TV digital .


Perjanjian GE06 mencakup:

 

Rencana frekuensi analog, yang pada saat penerapan Perjanjian berisi 94.536 penetapan frekuensi analog yang diizinkan untuk digunakan tanpa batasan di suatu negara hingga 17 Juni 2015 (kecuali dalam pita VHF di 35 negara dimana tanggal jatuh tempo berada 2020)

Rencana frekuensi digital, yang pada saat perjanjian diadopsi , berisi 45.456 penetapan frekuensi digital dan 25.035 alokasi frekuensi yang diizinkan untuk digunakan tanpa batasan setelah 17 Juni 2015 dan dengan batasan perlindungan siaran analog sebelum tanggal tersebut (dalam pita VHF di 35 negara, tanggal jatuh tempo pada tahun 2020).

Daftar penetapan frekuensi ke stasiun layanan utama lainnya di pita frekuensi tercakup dalam perjanjian yang kompatibel dengan paket analog dan digital GE06. Pada saat adopsi perjanjian, daftar berisi 23.558 tugas. prosedur pengaturan yang akan diterapkan untuk membuat perubahan pada rencana atau daftar di atas, misalnya menambahkan ijin baru ataupun  jatah frekuensi, mengubah ijin frekuensi yang ada (atau jatah) atau menutup ijin yang sudah ada (atau jatah). 

Prosedur ini telah diterapkan secara ekstensif oleh Negara Anggota ITU sejak tahun 2006 untuk menampung dividen digital dan persyaratan spektrum baru untuk penyiaran. Karena alasan ini, angka-angka di atas telah berubah sejak saat itu 2006, dengan sebagian besar penetapan frekuensi analog baru ditiadakan dan mendorong lebih banyak penambahan ijin dilakukan pada format tv digital. 

Perjanjian GE06 tidak hanya memberikan kemungkinan baru untuk pengembangan  penyiaran terestrial digital terstruktur tetapi juga fleksibilitas yang cukup untuk beradaptasi dengan komunikasi radio yang berubah terhadap efeknya ke lingkungan Hidup. Perjanjian GE06 memicu peralihan siaran analog ke digital di negara pihak dalam perjanjian ini dan membantu proses peralihan digital di seluruh dunia.

 



Pertanyaan: Bagaimana tanggal 17 Juni 2015 ditetapkan untuk peralihan analog ketelevisi TV digital untuk negara-negara Wilayah 1 dan Iran? Mengapa ada aperiode transisi?


Setelah putaran negosiasi intensif selama Konferensi Komunikasi Radio Regional di Jenewa pada tahun 2006 (RRC-06), 119 negara ITU Region-1 (Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia Tengah) dan Republik Islam Iran menyepakati dua tanggal sebagai tenggat waktu berakhirnya transisi periode dari televisi TV analog ke digital. RRC-06 menyetujui bahwa masa transisi dari analog ke siaran digital, yang dimulai pada 00:01 UTC pada 17 Juni 2006, harus berakhir pada 17 Juni 2015 untuk UHF Band, dengan perpanjangan lima tahun untuk pita VHF (174-230 MHz), yaitu pada 17 Juni 2020, di beberapa negara.


Dalam mengembangkan rencana frekuensi termasuk dalam Perjanjian GE06 untuk penyiaran televisi digital transmisi ("GE06 Plan"), dua opsi dipertimbangkan:

 

  • Rancang rencana digital untuk memastikan kompatibilitas timbal balik antara transmisi analog dan digital, yaitu hidup berdampingan tanpa gangguan berbahaya. Ini akan memungkinkan fleksibilitas penuh untuk penentuan tanggal di mana peralihan digital akan terjadi di masing-masing negara, namun ini akan menyebabkan sangat banyak rencana yang tidak efisien setelah transmisi analog berhenti karena sebagian besar spektrum akan berhenti kemudian tetap tidak digunakan.
  • Mendesain denah digital secara independen dari denah analog, yang telah ada di Eropa sejak saat itu 1961 dan di Afrika sejak 1989. Ini berarti mendefinisikan masa transisi sampai akhir transmisi analog akan mendapat prioritas (transmisi digital diperlukan untuk melindungi transmisi analog dan tidak mengklaim perlindungan dari mereka) dan setelah itu sebaliknya terjadi, yaitu transmisi digital akan memiliki prioritas (transmisi analog diminta melindungi transmisi digital yang sesuai dengan rencana dan tidak dapat mengklaim  jika mereka mengalami gangguan). Opsi kedua ini adalah opsi yang dipertahankan dalam Perjanjian GE06.


Tanggal 17 Juni 2015 untuk UHF dan 17 Juni 2020 untuk VHF untuk beberapa negara, berakhirnya masa transisi tercapai, oleh karena itu transmisi digital yang sesuai dengan GE06 Plan sekarang menjadi prioritas melalui transmisi analog, di antara 119 negara Perjanjian GE06.

Setelah masa transisi, TV digital berpotensi penuh dan siaran radio digital di negara-negara tersebut karena itu telah tersedia.

 



Pertanyaan: Apakah transmisi TV analog dilarang setelah akhir dari periode transisi di negara-negara penandatangan Perjanjian GE06? Apa yang akan terjadi pada negara-negara yang belum memenuhi tenggat waktu 17 Juni 2015 dan 17 Juni 2020 untuk Digital Switchover disetujui di GE-06?


Tidak.


Berakhirnya masa transisi tidak berarti berakhirnya transmisi TV analog. Itu berarti pemilik frekuensi status regulasinya dikurangi tetapi mereka dapat terus dioperasikan, asalkan melindungi  transmisi digital beroperasi sesuai dengan rencana GE06. Selain itu, mereka tidak dapat mengklaim perlindungan (gangguan) dari transmisi digital ini.


Pertanyaan: Apa yang terjadi setelah 17 Juni 2015?


Di akhir masa Transisi tersebut di atas, tepatnya pada tanggal 17 Juni 2015, Radio Komunikasi ITU Biro membatalkan entri dalam Rencana analog yang diterapkan pada tanggal 17.06.2015, meninjau status tugas terkait yang dicatat dalam Master International Frequency Register (MIFR) dan mengundang administrasi untuk membatalkan entri terkait dalam MIFR (Lihat rincian di Pasal 12 Perjanjian GE06). Rencana Analog tidak lagi ada untuk negara-negara dan dalam frekuensi pita yang tanggal ini berlaku.


Ini tidak berarti transmisi analog dilarang. Itu hanya berarti perlindungan terhadap siaran mereka tidak diperpanjang lebih lama di tingkat internasional, dan bahwa mereka harus melindungi transmisi digital yang ada kesesuaian dengan Rencana GE06. Sedangkan untuk database ITU, ijin operasional analog disimpan direkam di MIFR dengan basis non-proteksi / non-interferensi.

Secara konkret, itu berarti bahwa di daerah perbatasan suatu negara, kendala interferensi baru mungkin muncul transmisi analog resmi sebelumnya: daya mereka mungkin diperlukan untuk melindungi  transmisi digital dari negara tetangga dan mereka mungkin harus menerima gangguan dari digital ini transmisi.


 

Pertanyaan: Apakah perpanjangan tenggat waktu telah dibahas? Mengapa?

 

Jawabannya adalah tidak". karena alasan berikut:


Batas waktu tersebut disetujui oleh keputusan konsensual dari semua Negara Anggota yang berpartisipasi dalam Konferensi Regional Komunikasi Radio. Mengubah keputusan ini akan membutuhkan pertemuan Regional lain pada Konferensi Komunikasi Radio, yang tentunya tidak direncanakan dan tidak perlu.





Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan administrasi jika mereka tidak dapat mematikannya stasiun analog?


Untuk stasiun analog yang akan melanjutkan operasi, koordinasi operasi ini dengan negara tetangga sangat penting, terutama untuk penugasan di dekat perbatasan.

Ketiadaan koordinasi ini, interferensi berbahaya dapat terjadi, atau pengurangan daya mungkin diperlukan, yang mungkin membuat seluruh area tanpa liputan televisi.


Negara yang ingin melanjutkan pengoperasian ijin  frekuensi analog perlu memiliki ijin tercatat di Master International Frequency Register (MIFR) ITU. Mereka memiliki dua opsi untuk melakukan ini:

 

  • Menurut §5.1.3 Perjanjian GE06, suatu negara dapat menggunakan data frekuensi yg seharusnya untuk digital  namun digunakan untuk mengoperasikan stasiun analog, dengan syarat ijin tv analog itu tidak menyebabkan lebih banyak interferensi, atau membutuhkan perlindungan dari gangguan dari TV Digital. Analoginya ijin di bawah rencana digital akan memiliki hak perlindungan dan pengakuan.
  • Beri tahu secara langsung penetapan analog ke MIFR (lihat § 5.1.7 Perjanjian GE06) dengan kondisi untuk tidak menyebabkan gangguan yang tidak dapat diterima, dan tidak mengklaim perlindungan dari, apa pun penugasan sesuai dengan Perjanjian dan Rencana terkait.

sumber : https://www.itu.int/en/ITU-R/Documents/ITU-R-FAQ-DD-DSO.pdf

Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (7) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (16) artikel (1) attiny (2) attiny2313 (18) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (40) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (21) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (14) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (13) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (56) mikrokontroller (10) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (50) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (6) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solusi (1) tachometer (2) telepon (7) televisi (111) television (19) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (74) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika