Semua Akan Digital Pada Akhirnya... Dari Audio, Video, TV, Kontrol, Keuangan, Kesehatan dan Sebagainya. Blog Ini Ditujukan Buat Kamu Yang Ingin Belajar Dasar Digital Dan Yang selalu Bertanya, Kenapa Bisa Begini Dan Harus Begitu ?

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Kontrol Perangkat Rumah Dari Internet

    Internet Of Things sudah menjadi istilah yang semakin dikenal orang. Mau tahu bagaimana konsep, cara pembuatan dan pemanfaatannya ?

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • Node Red - Kontrol Industri 4.0

    Teknologi kontrol sudah melampaui ekspektasi semua orang dan dengan kemajuan dunia elektronika, kini semakin leluasa berkreasi melalui Node Red

Kamis, 06 Mei 2021

Pemenang Penyelenggara Multiplexing TV Digital Telah Ditetapkan. Kenapa harus ada MUX ?

 



Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas, sehingga menjadi tantangan yang sangat berat bagi dunia penyiaran terutama televisi. TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik hanya bisa menjangkau 80% dari wilayah NKRI, sehingga sejak jaman Pak Harto diluncurkan satelit Palapa sebagai alat komunikasi dan penyiaran yg dapat menjangkau 100% wilayah. Namun penetrasi perangkat parabola sebagai antena penerima siaran TV satelit dirasa cukup memberatkan masyarakat. Menjadi keniscayaan bahkan suatu kewajiban stasiun TV untuk mendirikan antena pemancar di seantero wilayah Nusantara.

Pada saluran televisi analog, baik terestrial, kabel atau satelit, Gambar dan suara ditransmisikan sebagai layanan program TV tunggal pada suatu frekuensi tertentu, dimana gambar dan audio nya mengisi seluruh bandwith spektrum kanal yang tersedia. Sedangkan saluran televisi Digital dapat disisipkan banyak konten video dan audio dalam format yang umumnya terkompresi, sehingga bandwidth yang 1 saluran TV butuhkan bisa  bervariasi (karena bitrate beragam) yang bisa disediakan untuk setiap saluran frekuensi. 



Jadi lebih hemat biayanya untuk mengirimkan beberapa saluran secara bersama-sama, sehingga mereka berbagi bandwidth pada satu frekuensi yang sama, dan setiap saluran memiliki bitrate yang dibatasi dengan pengaturan khusus. Tujuan akhirnya diharapkan saluran TV yg bergabung dalam 1 pemancar dapat mengisi bandwidth frekuensi / saluran yang disediakan secara efisien. Kita sadar spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya yg sangat terbatas dan diperebutkan oleh banyak pengguna, baik untuk televisi, radio, radar, seluler dan sebagainya.


Untuk itu pemerintah melakukan langkah positip untuk mendukung pemerataan penyebaran TV digital menuju ASO (Analog Switch Off) pada november 2022. Pada lokasi yg pemancar TV nya tidak lengkap jaringan TV nasionalnya dan pada daerah yg infrastruktur penyiarannya belum bagus, diadakan seleksi penyelenggara multiplexing TV digital dan akan berdampingan dengan MUX dari LPP TVRI. Hal ini akan mengakibatkan kegairahan pada industri televisi, dimana tv swasta yg memiliki dana sedikit, dapat kebagian spektrum frekuensi dengan menyewa pada pemilik hak multiplexing pada suatu daerah.


Berikut pemenang MUX TV Digital yg ditetapkan KemKomInfo mei 2021, adapun daftar peserta lembaga penyiaran swasta yang telah memenuhi persyaratan di 22 wilayah layanan yaitu:


  1. Wilayah layanan Sumatera Barat-1, jumlah mux yang diseleksi ada 2, pemenangnya adalah ANTV dan Metro TV.
  2. Wilayah layanan Riau-1, jumlah mux yang diseleksi ada 2, pemenang Trans TV dan Tvone
  3. Wilayah layanan Jambi-1, jumlah mux 2, pemenang Indosiar dan Trans TV.
  4. Wilayah Sumatera Selatan-1, jumlah mux 2, pemenang Indosiar dan Trans 7.
  5. Wilayah Bengkulu-1, jumlah mux 2, pemenang Indosiar dan RCTI.
  6. Wilayah Lampung 1, jumlah mux 3, pemengan ANTV, Metro tv, dan Nusantara TV
  7. Wilayah Kep. Bangka Belitung-1, jumlah mux 2, pemenang RCTI dan Metro TV
  8. Wilayah layanan Bali, jumlah mux 3, pemengan ANTV, Metro tv dan Nusantara TV
  9. Wilayah NTB-1, jumlah mux 2, pemenang Metro TV dan SCTV
  10. Wilayah NTT-1, jumlah mux 2, pemenang Metro TV dan RCTI
  11. Wilayah Kalimantan Barat-1, jumlah mux 2, pemenang Indosiar dan Trans TV
  12. Wilayah Kalimantan Tengah, jumlah mux 2, pemenang SCTV dan Trans TV.
  13. Wilayah layanan Sulawesi Utara-1, jumlah mux 2, pemenang Metro TV dan Trans TV
  14. Wilayah Sulawesi Tengah, jumlah mux 2, pemenang RCTI dan SCTV
  15. Wilayah layanan Sulawesi Selatan 1, jumlah mux 2, pemenang Metro TV dan RCTI
  16. Wilayah Sulawesi Tenggara 1, jumlah mux 2, pemenang Metro TV dan SCTV
  17. Wilayah Gorontalo-1, jumlah mux 2, pemenang RCTI dan Trans TV
  18. Wilayah Sulawesi Barat-1, jumlah mux 1, pemenang RCTI
  19. Wilayah Maluku-1, jumlah mux 2, pemenang RCTI dan Tvone
  20. Wilayah Maluku Utara-1, jumlah mux 1, pemenang Trans TV/
  21. Wilayah Papua-1, jumlah mux 2, pemenang RCTI dan Trans 7
  22. Wilayah layanan Papua barat 4, jumlah mux 1, pemenang SCTV.


Ketentuan MUX Digital

Penyelenggara multiplexing TV digital di setiap wilayah layanan harus mengalokasikan 50 persen dari slot multiplexing berbasis teknologi Standard Definition (SD) sebagai infrastruktur penyelenggara penyiaran atau konten di luar grup yang bersangkutan.



Jika penyelenggara multiplexing memilih menggunakan teknologi High Definition (HD), maka yang bersangkutan dapat melakukan penyesuaian penggunaan teknologi tersebut.


Cakupan siaran MUX yg telah ditetapkan sebagai berikut : 

No

Provinsi

Wilayah Layanan

Cakupan Kabupaten/Kota

 

1.

Sumatera Barat

Sumatera Barat-1

- Kabupaten Solok

- Kabupaten Sinjunjung

- Kabupaten Tanah Datar

- Kabupaten Padang Pariaman

- Kabupaten Agam

- Kota Padang

- Kota Solok

- Kota Sawahlunto

- Kota Padang Panjang

- Kota Bukittinggi

- Kota Pariaman

 

2.

Riau

Riau-1

- Kabupaten Kampar

- Kota Pekanbaru

 

3.

Jambi

Jambi-1

- Kabupaten Batanghari

- Kabupaten Muaro Jambi

- Kota Jambi

- Kabupaten Sarolangun

 

4.

Sumatera Selatan

Sumatera Selatan-1

- Kabupaten Ogan Komering Ilir

- Kabupaten Banyuasin

- Kabupaten Ogan Ilir

- Kota Palembang

 

5.

Bengkulu

Bengkulu-1

- Kabupaten Bengkulu Tengah

- Kota Bengkulu

 

6.

Lampung

Lampung-1

- Kabupaten Lampung Selatan

- Kabupaten Lampung Tengah

- Kabupaten Lampung Timur

- Kabupaten Pesawaran

- Kabupaten Pringsewu

- Kota Bandar Lampung

- Kota Metro

 

7.

Kepulauan Bangka Belitung

Kepulauan Bangka Belitung-1

- Kabupaten Bangka Tengah

- Kota Pangkal Tengah

 

8.

Bali

Bali-1

- Kabupaten Jembrana

- Kabupaten Tabanan

- Kabupaten Badung

- Kabupaten Gianyar

- Kabupaten klukung

- Kabupaten Bangli

- Kabupaten Karangasem

- Kabupaten Buleleng

- Kota Denpasar

 

9.

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Barat-1

- Kabupaten Lombok Barat

- Kabupaten Lombok Tengah

- Kabupaten Lombok Timur

- Kota Mataram

 

10.

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur-1

- Kabupaten Kupang

- Kota Kupang

 

11.

Kalimantan Barat

Kalimantan Barat-1

- Kabupaten Mempawah

- Kabupaten Kubu Raya

- Kota Pontianak

 

12.

Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah-1

- Kabupaten Pulang Pisau

- Kota Palangkaraya

 

13.

Sulawesi Utara

Sulawesi Utara-1

- Kabupaten Minahasa

- Kabupaten Minahasa Utara

- Kota Manado

- Kota Bitung

- Kota Tomohon

 

14.

Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah-1

- Kabupaten Sigi

- Kota Palu

 

15.

Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan-1

- Kabupaten Takalar

- Kabupaten Gowa

- Kabupaten Maros

- Kabupaten Pangkajene Kepulauan

- Kota Makassar

 

16.

Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara-1

- Kabupaten Konawe

- Kabupaten Konawe Selatan

- Kabupaten Konawe Utara

- Kabupaten Kepulauan

- Kota Kendari

- Konawe

 

17.

Gorontalo

Gorontalo- 1

- Kabupaten Gorontalo

- Kabupaten Bone Balango

- Kabupaten Garontalo Utara

- Kota Gorontalo

- Kabupaten Boalemo

 

18.

Sulawesi Barat

Sulawesi Barat-1

Kabupaten Mamuju

 

19.

Maluku

Maluku-1

- Kabupaten Seram Bagian Barat

- Kota Ambon

 

20.

Maluku Utara

Maluku Utara-1

- Kabupaten Halmahera Barat

- Kota Ternate

 

21.

Papua

Papua-1

- Kabupaten Jayapura

- Kabupaten Keerom

- Kota Jayapura

 

22.

Papua Barat

Papua Barat-1

- Kabupaten Manokwari

- Kabupaten Manokwari Selatan

- Kabupaten Pegunungan Arfak

 


Share:

Senin, 03 Mei 2021

EWS (Early Warning System) - Fitur Yg Seharusnya Jadi Handalan TV DIGITAL



BPPT bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Seminar Nasional Penerapan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) pada Siaran TV Digital di Indonesia bertema Peluang dan Tantangan dalam Penerapan EWS di Siaran TV Digital Indonesia, di Auditorium BPPT, Jakarta, (10/6/2014). 


Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan tema pada seminar nasional ini sangat istimewa karena mensinergikan dua aspek penting bagi daya saing dan kemandirian bangsa, yaitu siaran TV digital sebagai salah satu aspek menuju konversi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta aspek teknologi untuk mitigasi kebencanaan melalui sistem peringatan dini atau EWS.





"Indonesia adalah negara yang besar dengan sumber daya alam yang kaya, namun secara geografis merupakan salah satu negara di dunia dengan tingkat risiko bencana alam yang tinggi. Tentunya bencana alam yang terjadi akan menimbulkan kerugian finansial, korban jiwa, dan menurunnya produktivitas ekonomi. Oleh karena itu, BPPT sangat memerhatikan bagaimana teknologi dapat berperan untuk meminimalisir dampak bencana," kata Unggul.


Kepala BPPT kemudian menambahkan, untuk mengaplikasikan EWS diperlukan suatu teknologi untuk menyampaikan pesan secepat mungkin sebelum terjadinya bencana alam pada lokasi tertentu, sehingga korban jiwa bisa diminimalkan. Selama ini, dalam catatan BPPT, banyak teknologi kebencanaan berbasis TIK di Indonesia merupakan produk asing sehingga menyebabkan tingginya biaya apabila ingin diterapkan dengan kondisi alam di Indonesia.



"Hal itu menjadi tantangan besar bagi BPPT, khususnya Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi (PTIK-BPPT). Dengan munculnya sistem digital teresterial free to air di Indonesia telah memberikan satu alternatif TIK bagi BPPT untuk pengembangan teknologi kebencanaan. Saya berharap seminar nasional ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan dalam waktu dekat sistem digital terestrial free to air yang menyertakan fitur EWS dapat dinikmati bersama oleh masyarakat Indonesia." ujar Unggul.





Sementara, menurut Hammam Riza, Direktur PTIK-BPPT, seminar ini membahas banyak hal, mulai dari kesiapan dan ketersediaan teknologi, membahas industri nasional, serta kesiapan masyarakat dalam menyongsong kesiapan EWS pada siaran TV digital di Indonesia. Kajian EWS di TV digital hanya salah satu dari teknologi yang bisa diterapkan. Sebetulnya masih banyak inovasi teknologi lagi yang bisa dikomersialisasikan di siaran TV digital.





"Industri TV di Indonesia terus berkembang melalui migrasi dari TV analog ke TV digital. Saya berharap migrasi ini bisa memberikan multi effect kepada industri TV di Indonesia, baik dari sisi teknologi dan konten. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi negara yang maju dan mandiri menghasilkan produk-produk nasional," tutup Hammam.


Sebagai informasi, seminar nasional ini dihadiri oleh 300an peserta yang terdiri dari berbagai lembaga negara yang menjadi pemangku kepentingan sistem EWS pada siaran TV digital, seperti Kominfo, BNPB, BPBD, BMKG, Basarnas, Konsorsium TV Digital, serta berbagai perwakilan dari kalangan industri.


Untuk informasi, kami telah review beberapa merek STB digital yg sudah ada di pasaran dan anda kini bisa bandingkan sesuai fasilitas dan keunggulannya :


Matrix Apple     - Polytron PDV 600T2   - Venus Cabe Rawit  - Evinix H-1  - Akari ADS-2230


Bagi anda yg berada di lokasi lain di Nusantara dapat juga membaca update perkembangan  migrasi TV digital di  kota-kota besar seluruh Indonesia :

Surabaya  MNC  ,  EMTEK , VIVA )

Malang

Jember 

Kediri

Jombang & Mojokerto

Madiun

Jogja

Semarang

Banjarmasin

Makasar

Medan

Palembang

Perbatasan Malaysia

Share:

Minggu, 02 Mei 2021

Matrix Apple - STB DVB T2 dengan SMC ID - Matrix Garuda HD

 


Untuk produk matrix apple terbaru bisa di klik disini

Awal perkenalan saya dengan produk Matrix Apple DVB T2 adalah saat berkeliling pasar genteng surabaya di tahun 2012, dimana saat itu saya kecewa dengan pemerintah dibawah pak tiffatul sembiring sebagai menkominfo saat itu, yg tiba-tiba memutuskan upgrade teknologi ke DVB T2. Sedangkan receiver digital yg saya beli sejak 2010 (merek PF) hanya support DVB T saja. Jadi mesti beli baru lagi nih dan jatuhlah pilihan ke Matrix apple. Namun sayangnya receiver keluaran 2012 itu cepat sekali panas dan hanya bertahan 1 tahun saja, dan saya harus membeli STB yg baru. Lalu bagaimana dengan versi terbaru dari produk besutan produsen parabola terkemuka "Matrix" ?




Update: Syarat Penerima Pembagian STB Digital Gratis 


Ternyata yg saya liat pada video review nya tamtamboyz surabaya, produk ini varian dengan ijin postel 2015, jadi merupakan barang yg cukup jadul. Faslitasnya pun minim sekali tanpa support wifi dan youtube. Jadi matrix apple ini STB digital DVBT2 yg persis spec nya dengan yg saya beli di tahun 2012 dulu.



Untungnya matrix menyeragamkan remote pada semua STB berlogo GARUDA, sehingga kalau remotenya keinjek anak dirumah, maka mencari penggantinya cukup gampang tersedia di toko elektronika.



Tidak ada yg istimewa dari panel depan dan belakang, dengan power supply melalui adaptor AC-DC 12 volt. Jadi mungkin yg 2012 dulu desain power supplynya bermasalah karena membuat STB panas, kini oleh matrix disiasati dengan menggunakan adaptor external.

Sedangkan yg menjadi sedikit keunggulan dari versi 2015 ini adalah support SMC ID, atau Smart Card ID untuk autorisasi CAS / PAY TV. Jadi sebenarnya STB ini bisa dihubungkan dengan system TV Digital UHF berbayar yg dulu sempat di jakarta ada layanan NEXMEDIA milik group EMTEK (satu group dengan SCTV / Indosiar). Pay TV ini kemudian tutup dan menjelma menjadi Nex Parabola yg mengakuisisi pay tv satelit milik Matrix.


BACA JUGA : Perbandingan Kualitas TV Analog vs TV Digital Menggunakan Antena Indoor


Jadi mbulet disitu aja ternyata, namun misalnya pasar pay TV digital UHF ada lagi, maka matrix apple ni sudah siap digunakan. Namun entah kapan dan siapa yg masih mau berinvestasi di dunia Pay TV yg semakin tergerus streaming OTT ? Entahlah...



Tampilan awal menu sedikit menyedihkan karena sakit dimata, dengan gambar khas matrix call center jaman dulu yg biasanya kita temui di STB Parabola matrix burger dan sejenisnya. 




Software yg dipergunakan juga sudah terbaru dengan tanggal 27 januari 2021. Namun software ini minim fitur untuk wifi dongle, jadi kalah saing dengan produk lain yg mengandalkan fasilitas youtube.






Fasilitas EPG, PVR, multimedia player dan menu lainnya cukup standar, dengan harga terjangkau bagi masyarakat awam. Review STB ini mengambil video youtube dari tamtamboyz surabaya, jadi jika ingin membeli STB nya bisa meng klik link berikut ini :  https://www.tokopedia.com/tamtamboyz08 


Untuk panduan, kami telah review beberapa merek STB digital yg sudah ada di pasaran dan anda kini bisa bandingkan sesuai fasilitas dan keunggulannya :


Matrix Apple     - Polytron PDV 600T2   - Venus Cabe Rawit  - Evinix H-1  - Akari ADS-2230

-Tanaka


Bagi anda yg berada di lokasi lain di Nusantara dapat juga membaca update perkembangan  migrasi TV digital di  kota-kota besar seluruh Indonesia :

Surabaya  MNC  ,  EMTEK , VIVA )

Malang

Jember 

Kediri

Jombang & Mojokerto

Madiun

Jogja

Semarang

Banjarmasin

Makasar

Medan

Palembang

Perbatasan Malaysia

Share:

Polytron DVB-T2 STB PDV 600T2 - Support EWS yg Menjadi Syarat TV Digital di Indonesia

Peranan media dalam memberitahu kejadian bencana sangat penting, karena mempunyai akses yang luas, dan sumber daya yang mempunyai keahlian tersebut.Namun kendala pasokan listrik harus merata di seluruh daerah, sehingga peringatan dini tentang bencana mampu diketahui oleh penduduk indonesia yang berada didaerah bencana.



Jadi, ketika ada bencana alam seperti gempa bumi atau tsunami, seluruh siaran TV digital akan terhenti sementara, berganti dengan siaran peringatan dini bencana. Sementara itu,  BPPT sangat mendukung dan berpartisipasi dalam proses penerapan fitur peringatan dini pada siaran TV digital ini dengan ikut berperan serta bersama berbagai stakeholder melalui kegiatan, seperti kajian dan pembangunan sistem Peringatan Dini Bencana EWS TV Digital khusus Indonesia.




Tahun 2014 ketika jaman menteri tifatul sembiring, telah dikeluarkan permen mengenai EWS ini, namun kelihatannya hanya produsen elektronik asli Indonesia - Polytron yang mengikuti syarat ini. Sementara STB keluaran produsen lain yg meng-Import dari china jarang ada fitur EWS dan digantikan oleh fitur Wi-fi melalui USB Dongle.


Di luar negeri sebenarnya teklnologi DVB S2/S2X untuk satelit DTH juga mengadopsinya, namun karena era 2010 keatas muncul Smartphone dengan berbagai aplikasinya menyebabkan peranan EWS di TV Digital menjadi tergeser dengan  gawai yg selalu ada di genggaman tangan. Mungkin lebih cepat info bencana disebar melalui group whatsapp kali yaa ? 




Mari kita review STB DVB T2 keluaran Polytron dengan seri PDV 600T2, dari kesan awalnya mungil banget dan berakibat pada panel Outputnya dikeluarkan melalui kabel tambahan serta power supply menggunakan adaptor 5V DC yg dihubungkan kabel  charger USB seperti layaknya charger HP.





Sehingga ketika kabel panel belakang dicolokkan semuanya , akan sedikit kurang indah akibat perkabelan yg sedikit ramai. Tapi ini akan menjadi aman dari panas berlebih sebab adaptor power supply berada di luar casing / box STB. 



Tapilan awalnya pada LED TV ber input  HDMI cukup keren, dan proses scan TV nya menggunakan Kode POS sesuai lokasi STB, sehingga informasi EWS nya gak nyasar dari lokasi yg jauh. Entah EWS ini akan berguna atau tidak di era 2021.

Untuk fitur lainnya cukup sederhana yaitu rekam siaran TV ke flashdisk / hardisk dan kemudian dapat melakukan playback saat diinginkan. Fitur PVR juga memungkinkan untuk mem pause siaran  live dan kemudian mundur ke waktu yg diinginkan, semisal saat menonton bola atau konser maka dengan hardisk / flashdisk yg cukup hal yg biasanya dilakukan di USEETV Indihome dapat kamu lakukan juga di STB Polytron.



Fitur lainnya adalah remote copy, jadi dapat mengcopy tombol power dan volume dari remote TV. Keuntungannya adalah cukup 1 remote untuk mengoperasikan TV dan STB polytron yg digunakan.






Sedangkan untuk fitur EWS mungkin tidak bisa di demokan, namun bisa dibayangkan seperti kejadian gempa di jepang beberapa waktu yg lalu. Siaran TV langsung ada warning , dimana gambar warningnya muncul ditengah acara. 



Jadi warning gempa pada video diatas merupakan pesan yg di generate oleh server EWS nya milik BMKG jepang dan langsung muncul pada layar TV dan bukan diberikan oleh studio siaran TV nya.


Untuk panduan, kami telah review beberapa merek STB digital yg sudah ada di pasaran dan anda kini bisa bandingkan sesuai fasilitas dan keunggulannya :


Matrix Apple     - Polytron PDV 600T2   - Venus Cabe Rawit  - Evinix H-1  - Akari ADS-2230

-Tanaka


Bagi anda yg berada di lokasi lain di Nusantara dapat juga membaca update perkembangan  migrasi TV digital di  kota-kota besar seluruh Indonesia :

Surabaya  MNC  ,  EMTEK , VIVA )

Malang

Jember 

Kediri

Jombang & Mojokerto

Madiun

Jogja

Semarang

Banjarmasin

Makasar

Medan

Palembang

Perbatasan Malaysia

Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (15) android (12) antares (3) arduino (21) artikel (11) attiny (3) attiny2313 (19) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (45) digital (1) display (3) esp8266 (25) euro2020 (13) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (44) jam (7) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (16) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (14) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (70) micropython (6) mikrokontroller (12) mikrotik (5) mqtt (1) ninmedia (3) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (78) pcb (2) power (1) praktek (2) project (33) proyek (1) python (3) radio (15) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telegram (2) telepon (9) televisi (145) television (28) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (83) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika