"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Kamis, 28 Januari 2021

Bagi - Bagi STB hanya Sekedar Wacana ? Padahal sudah gembar-gembor lhooo



Pembagian STB alias decoder digital gratis merupakan cara jitu yang dipakai negara maju untuk "memancing " masyarakat mau mengganti cara mereka menonton TV. Tapi ini memang untuk negara maju yang punya duit lhoo..kalau tidak ada anggaran tentunya bisa bekerjasama dengan pihak produsen elektronika sebagai CSR sekaligus promosi produknya. Saat penulis mengikuti awal siaran digital menggunakan standar DVB T di tahun 2010, saat itu beberapa produsen elektronika di indonesia diminta pemerintah untuk menyumbang program ini, dan beberapa kawan yg kebetulan bekerja di beberapa produsen elektronika dikirim ke korea dan china untuk mempelajari  standar teknologinya dan perakitan STB DVB T.




Tapi apa yang terjadi adalah ujug-ujug standar DVB T menjadi usang (karena memang telat migrasi di negeri kita) dan pemerintah berusaha catch up dengan kembali berkiblat ke wilayah eropa terutama Inggris yang sejak tahun 80an sangat ditiru oleh TVRI format televisinya. Terbukti dengan  pernah diadaptasinya sistem iuran TV yang sampai saat ini masih dijalankan di negara berbendera Union Jack. Kembali ke STB DVB T yang sudah kadung dipesan modulnya oleh beberapa produsen yaitu PF antenna bandung dan polytron kudus, yang menurut cerita teman banyak komponen STB harus dibuang karena tidak terpakai akibat perubahan standar menjadi ke DVB T2 (yang mendukung format HD TV). Ngambeklah para produsen elektronika ini alias kapok mendukung program bagi-bagi STB gratis.


Mengutip CNN Indonesia , Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menegaskan masih mengkaji pembagian sebanyak 6,7 juta set top box (STB) untuk masyarakat guna mempercepat migrasi televisi analog ke tv digital.

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan proses pengkajian harus melibatkan pihak televisi swasta.


"Setelah RPP Postelsiar disahkan, rencana pembagian set top box masih perlu dikaji dan dibahas terlebih dahulu dengan pihak Televisi Swasta mengenai seberapa besar Televisi Swasta akan berkontribusi," ucapnya kepada CNNIndonesia.


STB adalah perangkat penerima siaran TV digital yang dapat dikoneksikan ke pesawat televisi. Harga set top box termurah di marketplace memang masih dibanderol dengan kisaran Rp155 ribu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian sedang menyiapkan aturan untuk menghentikan produksi dan impor televisi analog.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pelaku usaha dalam negeri agar dapat menaikkan kapasitas produksi STB buatan Indonesia.



Dedy menjelaskan, saat ini masyarakat dapat mengakses siaran digital di stasiun TVRI di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Namun untuk siaran televisi swasta lainnya baru dapat diakses di beberapa provinsi.


"Untuk siaran digital televisi swasta seperti Metro, Trans Group, MNC Group, Viva Group, dan Emtek, baru dapat diakses di 12 provinsi," ucapnya.


Sebanyak 12 provinsi tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, pihaknya kini tengah melakukan seleksi kepada pihak televisi yang bertujuan untuk menguji kelayakan pihak televisi yang akan menyelenggarakan multipleksing karena sumber daya frekuensi yang terbatas.

Seleksi ini akan diatur dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (RPP Postelsiar) yang kini masih dibahas dan disahkan.

Dedy berharap, jika RPP Postelsiar telah disahkan maka digitalisasi televisi dapat berlangsung di seluruh Indonesia.


Perkembangan TV Digital di Indonesia

Wacana TV digital telah dimulai sejak 1997. Kemudian pada 2004 mulai dilakukan migrasi dari analog telah dilakukan, namun sekadar uji coba.

Pemerintah menetapkan standar Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVBT) tiga tahun kemudian. Saat itu pemerintah melakukan uji coba DVBT untuk format siaran digital.

Pada 2009, di era Menkominfo Muhammad Nuh, pemerintah mengeluarkan Roadmap infrastruktur TV digital disusun sebagai peta jalan bagi implementasi migrasi dari sistem penyiaran televisi analog ke digital di Indonesia. Peta jalan ini dimulai sejak awal 2009 sampai akhir 2018.

Sebagai dukungan regulasi terhadap implementasi penyiaran TV digital, pada 2009 pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 39 tahun 2009 tentang Kerangka Dasar Penyelenggaraan Penyiaran TV Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (free-to-air).

Pada November 2011, di era Menkominfo Tifatul Sembiring, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 22 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (free-to-air) sebagai pengganti Permen Kominfo No. 39/2009.

Kemudian pada 2012, Kemenkominfo menelurkan peraturan Menteri Kominfo No. 05 tahun 2012, mengadopsi standar penyiaran televisi digital terrestrial Digital Video Broadcasting - Terrestrial second generation (DVB-T2) yang merupakan pengembangan dari standar digital DVB-T yang sebelumnya ditetapkan pada 2007.

Kini, migrasi TV digital dari analog dinamakan (Analog Switch Off/ ASO) tertuang dalam UU Cipta Kerja Omnibus Law yang disahkan November 2020.

Dalam ayat 2 pasal 60A disebutkan bawah migrasi penyiaran televisi terestrial dari teknologi analog ke teknologi digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penghentian siaran analog (analog switch off) diselesaikan paling lambat 2 (dua) tahun sejak mulai berlakukan UU Ciptaker, 22 November 2020.

Artinya siaran televisi di Indonesia akan dilakukan secara terestrial di seluruh Indonesia pada November 2022.


Di kutip dari : CNN Indonesia

Share:

Selasa, 26 Januari 2021

Penyebab Penerimaan Televisi Digital Di Tempat Anda Jelek Dan Cara Mengatasinya



Bagaimana kabar migrasi TV digital di lokasi kalian? Apa siarannya sejernih yang diharapkan ? Kali ini saya akan membahas tentang enam jenis gangguan yang dapat mempengaruhi penerimaan TV Digital kamu dan bagaimana sih perjalanan sinyal yang ideal dari pemancar atau ke antena kamu, sehingga siarannya jernih ?




Mungkin ada gunung di antara pemancar dan antena tv kamu yang dapat mempengaruhi kualitas penerimaan dan jarak juga jangan sampai dilupakan. Beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi keberhasilan untuk menerima siaran stasiun tv tertentu, dengan asumsi bahwa kamu telah menggunakan antena tv yang benar di wilayah kamu sinyalnya benar-benar ada, ayo kita bahas ..


1. Antena Indoor vs Material Rumah 



Yang pertama menjadi perhatian paling penting adalah antena kamu vs tembok rumahmu! Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhinya, pertama adalah terbuat dari apa bahan bangunan di rumah kamu? Sinyal tv tidak berjalan dengan baik melalui bahan bangunan dan jika kamu menggunakan antena di dalam ruangan (indoor) kemungkinan besar ini akan melemahkan sinyal.

Beberapa stasiun TV mungkin tidak muncul atau mungkin tidak dapat gambar bagus bahkan jika kamu memiliki antena terhebat di dunia sekalipun dan secara tepat disetel ke frekuensi TV nya. Jika kamu telah mencoba untuk menangkap sinyal  dengan sekuat upaya, akan sia-sia saja jika melalui bahan bangunan rumah kamu yang umumnya berupa BETON.

Memakai antena dalam rumah tidak  akan benar-benar berhasil lhoo ! Mungkin beberapa dari kamu berada di kompleks apartemen, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan penerimaan dalam ruangan kamu jika kamu dibatasi hanya boleh menggunakan antena dalam ruangan yang terpasang pada tembok seperti video iklan antena super hebat itu. 


2. Gangguan Jaringan Listrik PLN di Sekitar Rumah 




Salah satu cara untuk meningkatkan penerimaan TV Digital kamu jika terpaksa memilih untuk menggunakan antena dalam ruangan, adalah menemukan faktor lain yang dapat mengganggu siaran tv. Jaringan kabel PLN di sebelah rumah misalnya terutama kabel sutet atau jalur tegangan yang lebih tinggi juga cukup berpengaruh lho. Itu terjadi pada saya beberapa bulan yang lalu ketika saya berada di rumah teman yang mengeluh penerimaan antena digital indoor terbarunya. Kemudian saya coba bawa antena indoor itu ke rumah dan sangat jernih hasilnya.

Ujungnya saya mencoba antena luar dengan membeli antena yang cukup bagus dan tidak peduli di manapun antena itu ditempatkan, di samping tembok juga  di atap , tetap ada beberapa gangguan pada salah satu stasiun tv dimana siarannya pixelate alias cekot-cekot. Jadi saya curiga STB digital atau receivernya ini bermusuhan dengan sutet karena ketika saya gunakan receiver punya saya (yang harganya jauh lebih mahal) hasilnya bagus saja tuh.





Jadi tuner digital pada STB murah tadi tidak melakukan pekerjaan yang baik dalam pengkodean  sinyal  TV yang lebih lemah atau mungkin pada frekuensi tv yang nabrak dengan harmonisa dari jaringan PLN, tidak mampu difilter dengan baik oleh STB seharga 200 ribuan itu (saya gak sebut merek lhoo) .



3. Barang Elektronika di Rumah



Yang mungkin mengganggu selanjutnya adalah beberapa barang elektronika di dalam rumah kamu, ini termasuk microwave, blender dan bahkan bola lampu LED jaman now. Saya mengalami masalah ini secara langsung sekitar satu setengah tahun yang lalu ketika saya pertama kali pindah  rumah. Setiap kali saya menyalakan microwave saya akan kehilangna beberapa stasiun tv, cekot-cekot dan gak bisa dinikmati lah siaran tv nya. 

Jika kamu berada dalam situasi ini dan kamu ingin menggunakan antena dalam ruangan saya sangat menyarankan berhenti menggunakan model ini, beralihlah ke antena luar UHF seperti biasa nya saat masih menggunakan TV Analog.



Tapi jika kamu tidak ada pilihan harus menggunakan antena indoor, maka jika kamu ingin TV kamu dapat menerima gambar terbaik, kamu ya harus memilih menonton tv apa memasak. Kamu dapat menyalakan microwave oven dan mematikan TV atau  sama sekali membuang microwave maupun sumber lain yang dapat mengganggu sinyal TV Digital kamu. Jadi Nonton tv jernih seharian tapi perut lapar. Go Food aja ahhhhhh...



4. Pepohonan



Mungkin jika pohonnya hanya satu atau dua ini gak akan jadi masalah lah, tapi bagaimana jika rumahmu berada di sekitar pepehonan yang lebat? Ketika hari-hari yang hujan dan berangin kamu akan melihat bahwa stasiun TV tertentu mulai cekot-cekot dan kurang nyaman dilihat karena halangan pepohonan mengganggu sinyal mereka. Jika kamu berada dalam situasi tersebut maka kamu benar-benar harus mendapatkan antena yang sangat bagus dan diletakkan pada posisi yang tidak terhalang.


5. Pesawat Terbang Dan Mobil Lewat

Faktor lain yang mengganggu pesawat penerima TV kamu adalah  pesawat terbang yang melintas di atas kepala dan ini lebih menonjol terjadi jika kamu menggunakan antena kecil atau dalam ruangan, dan kebetulan rumahmu dekat bandara.



Yang terjadi adalah sinyal televisi dipantulkan oleh pesawat dan antena kamu mulai menangkap terlalu banyak sinyal atau dikenal sebagai gangguan MULTIPATH (pantulan beragam) dan tuner televisi digital tidak mampu mengatasinya sehingga kamu akhirnya mendapatkan sekelompok piksel pada gambar alias cekot-cekot atau tidak ada sinyal sama sekali jika kamu berada dalam situasi  yang sangat kurang beruntung. Walau dalam standar DVB-T2 ada perbaikan masalah multipath namun akan berpengaruh jika multipathnya terlalu banyak.




Solusinya adalah menggunakan antena luar dengan pengarah yang sangat baik atau bisa juga menggunakan antena yang dapat diputar arahnya. Jangan lupa arahkan  antena ke luar  jalur yang sering dilewati pesawat terbang. Selain pesawat terbang yang membuat bete, yang ini juga menyebabkan banyak gangguan yaitu mobil lewat di jalan depan rumah terutama jika kamu menggunakan antena dalam ruangan.


6. Tower 4G LTE / 5G

Ini akan menjadi masalah jika frekuensi 700mhz dikembalikan ke pemerintah dan digunakan untuk seluler 4G/5G. Jadi siaran di channel 40an keatas rentan interfrensi sinyal BTS apabila kamu berada di lokasi dekat tower BTS seluler. Ciri khas dari interfrensi ini adalah gambar yang pixelate / cekot-cekot dengan jeda yang teratur, misal 10detik atau 30 detik sekali. Ini menandakan ada pancaran liar dari perangkat BTS yang bocor. 



Sekarang sih masih aman saja karena frekuensi 700 mhz belum dipakai seluler karena belum kelar migrasi ASO nya, tapi jika waktunya sampai solusinya adalah dengan menggunakan filter LTE seperti gambar diatas. 


Share:

Kamis, 21 Januari 2021

Migrasi Televisi Digital di Kabupaten Madiun - TransTV dan Trans7 hadir kembali

 


Salah satu kota di jawa timur yang sudah menikmati geliat migrasi TV Digital adalah Madiun dan sekitarnya. Kota ini sempat dihebohkan dengan berakhirnya siaran transmedia group akibat tidak diperpanjangnya kontrak penggunaan frekuensi di beberapa kota di jawatimur. Jadi bagi kalian di wilayah madiun dan ingin menyaksikan Bioskop TransTV atau acara Jejak Petualang Trans7 dapat menggunakan STB digital DVB T2



Tidak perlu merubah antena UHF lama anda cukup dengan membeli STB digital atau membeli televisi yang sudah memiliki Tuner DVB T2 di dalamnya dan ikuti langkah-langkah berikut :



1. Sambungkan Kabel Antena UHF anda ke port ANT IN dibelakang Set Top Box.


Jadi memang dalam pengunaannya, kabel antena uhf anda  tidak lagi dihubungkan ke televisi anda, tetapi dihubungkan ke set top box.


2. Hubungkan Kabel Audio Video (Kabel AV/ Kabel Merah Putih Kuning) anda dari set top box ke televisi. 



Di TV anda pasti ada colokan berwarna merah putih kuning bukan? colokan ini biasanya anda gunakan saat anda ingin memasang DVD Player.  Alternatif lain bagi anda yang menggunakan TV LED/LCD bisa menggunakan Kabel HDMI sebagai pengganti kabel Audio Video (Kabel AV/ Kabel Merah Putih Kuning). Keunggulan Kabel HDMI dibandingkan kabel audio video adalah resolusinya yang lebih tinggi, sehingga bisa menampilkan gambar yang lebih tajam.

3.Setelah itu jika anda membeli set top box di jaringan toko kami biasanya akan mendapat bonus berupa Kabel Loop Out, nah fungsi kabel loop out ini agar tv anda tetap bisa menyaksikan siaran tv analaog biasa di tv anda, tanpa harus cabut colok kabel lagi. Sambungkan kabel loop out ini diantara set top box dan tv. Hubungkan ke di port Loop Out dibelakang set top box. dan port antena dibelakang TV. Port antena ini biasanya tempat anda mencolokkan kabel antena di belakang tv.




Setelah semuanya dihubungkan dengan tepat, kini nyalakan set top box dan pesawat tv nya. Set Top Box Skybox memiliki 2 tombol power yang berada didepan dan belakang set top box. Pastikan keduanya dalam keadaan aktif.



Jika keduanya sudah aktif, jika anda menggunakan Kabel Audio Video, sekarang ubah mode TVnya ke mode VIDEO/AV1/AV2/AV3. Dan Jika mengunakan kabel HDMI anda bisa ubah modenya ke HDMI.

Untuk mengubah mode di tv biasanya anda cukup klik tombol source atau input di remote pesawat tv anda.


Jika anda benar memasangnya nanti akan muncul menu PANDUAN INSTALASI di layar TV.

Jika belum muncul menunya, kemungkinan terbesar anda salah colok kabel dibelakang TVnya.

Coba di cek lagi, karena ada sebagian pesawat tv yang memiliki banyak port audio video dan HDMI sehingga banyak yang salah colok kabelnya dan berakibat menu panduan instalasi set top box tidak muncul di tv.



Jika sudah muncul menu panduan Instalasi / Instalation Guide nya, lalu pilih

OSD language / Bahasa OSD : Indonesia (atau bahasa lain tergantung anda)

Country / Negara : Indonesia

lalu pilih Pencarian channel /channel search klik oke. Lalu akan muncul progress instalasi .. tunggu sampai 100%. Nanti akan muncul daftar tv digitalnya di kolom sebelah kiri dan radio di kolom sebelah kanan.



Lalu klik exit saja, dan anda sudah bisa menyaksikan siaran tv digitalnya.




Update : Untuk wilayah madiun kini terisi slot digital untuk Metro TV group, EMTEK group (SCTV INDOSIAR) dan TransMedia Group . Terakhir di cek pada februari 2021 sesuai gambar diatas.

Share:

Senin, 18 Januari 2021

Migrasi Televisi Digital Teresterial di Yogyakarta dan Sekitarnya - Ada RCTI dan MNC Group

 


RCTI yang bernaung di group media terbesar di Indonesia - MNC group - mulai serius melakukan migrasi siaran televisi teresterial, dari UHF Analog menjadi berformat DIGITAL DVB T2, ini terbukti setelah melakukan penyalaan kembali MUX digitalnya di jakarta, maka kota-kota lainnya menyusul seperti yang kita bahas sekarang adalah di wilayah Yogyakarta. Jangkauan pemancar digitalnya meliputi kota-kota sekitarnya yaitu Bantul, Magelang, Solo dan Surakarta.




Frekuensi yang digunakan adalah 634 Mhz atau channel UHF 41 dan terdapat 4 buah channel milik MNCgroup yaitu RCTI - MNC TV - GTV - INews TV. Jadi anda yang berada di yogyakarta dan sekitarnya kini dapat melihat siaran sinetron IKATAN CINTA lebih jernih. Total ada 30 saluran di Yogyakarta yaitu :


  • 25 UHF  (506 Mhz) : EMTEK Group - SCTV - Indosiar - Ochannel
  • 27 UHF (522 Mhz) : Media Group  - Metro TV (HD) - BN TV (HD)- Magna Channel (HD) - JiTV
  • 29 UHF (538 Mhz) : Mux TVRI - TVRI Nasional -TVRI Jogja -TVRI Jateng - TVRI 3 Budaya - TVRI 4 Sport - Nusantara TV - Inspira TV - TV MU - Tegar TV - TA TV - TA TV Jogja -  ADi TV 
  • 41 UHF (634 Mhz) : MNC Group - RCTI - MNC TV - GTV - Inews TV
  • 47 UHF (682 Mhz) : TransMedia - Trans TV (HD) - Trans7 (HD) - CNN Indonesia (HD) - CNBC Indonesia (HD) - Kompas TV


Bagaimana kualitas siaran RCTI di jogja ? Seperti ini kira-kira :




Lumayan cukup bening seperti halnya jika menggunakan parabola besar maupun mini, yang sejak 2019 hanya bisa disaksikan melalui STB pay tv Kvision / GOL - Nusantara / Transvision dan Nex Parabola. Sehingga wilayah jogja dan sekitarnya tanpa parabola pun siarannya sudah sangat jernih. Ini membuat menangis para teknisi parabola yang menjadikan sinetron RCTI sebagai promosi untuk pemasangan parabola mininya. Mungkin jualan STB TV digital dan pemasangan Antena UHF bisa menjadi alternatif sepinya pemasangan parabola mini dijaman pandemi ini. Karena masih banyak TV jadul yang harus menggunakan STB untuk menonton siaran TV DIGITAL.




Dengan undang-undang cipta kerja ( OMNIBUSLAW) yang menyertakan pasal tentang migrasi Televisi Digital harus kelar pada tahun 2022, maka tidak lama lagi akan laris manis penjualan STB digital DVBT2 dan akankah menggerus pasar parabola mini yang sedang dilanda kegalauan akibat persaingan melawan jalur optik ? Kita tunggu keseruannya kawan.





Share:

Rabu, 13 Januari 2021

Daftar Teknologi Masa Pandemi Covid 19 Yang Segera Usang

 


Pandemi covid 19 yang sangat menyita perhatian seluruh dunia pada tahun 2020 ternyata trend nya tambah mengkhawatirkan setelah memasuki tahun 2021. Padahal banyak usaha telah dilakukan oleh individu maupun pemerintah seperti halnya pada masa awal PSBB yang sangat terasa efeknya, jalan sepi dan gerbang kompleks perumahan jadi seperti cek point di film-film bertema "epocalyptic". Tapi ada sesuatu yang tidak disadari bahwa pandemi ini juga menjadi sangat memasyarakat akibat semakin canggih dan terjangkaunya internet melalui smartphone. Informasi baik yang benar maupun berbau "click bait" menjadi semakin sering menjadi santapan publik. 

Kali ini aisi555 akan membahas teknologi dan penemuan selama pandemi yang pada awalnya menjadi harapan untuk menghadapi virus covid-19, namun segera saja menjadi ZONK karena keefektifannya dipertanyakan. Apa saja itu ? 


Bilik Desinfektan 



Di bulan maret - april 2020 hampir semua publik figure terutama politisi rajin menampilkan solusi pencegahan penyebaran covid 19, seperti di gambar diatas adalah bilik semprot kuman yang di yakini akan membunuh virus corona. Jadi hampir semua tempat keramaian baik mall, toko, restauran maupun kantor-kantor memasang bilik semprot desinfektan, dan kadang menjadi masalah kalau kita sering keluar masuk lokasi tersebut. Bayangkan kalau seorang sopir gojek yang dapat orderan go food nya lumayan gacor, dijamin sebulan jaket gojeknya berubah jadi putih tuh...


Namun ini tak berlangsung lama karena tidak ada standarisasi bahan desinfektan yang dipakai dan banyak pakar meragukan bahkan mengecam penggunaan cairan yang dapat membahayakan seperti chlorin yang akan berakibat buruk jika terhirup atau terkena selaput lendir (semisal mata). Dan dapat ditebak kini umumnya bilik desinfektan tidak digunakan lagi bahkan jadi pajangan di pintu masuk yang kurang sedap dilihat mata.


Semprotan desinfektan di jalan


Sama seperti biliknya, penyemprotan di jalan melalui pemadam kebakaran atau semprotan bikinan warga RT di depan gang, menjadi trending topik di bulan april 2020. Tapi kembali lagi ini menjadi pertanyaan, apakah virus covid-19 munculnya di permukaan jalan? Nempel pada daun tanaman di pinggir jalan ? Atau di pos satpam perumahan ?

Sepertinya akhir 2020 jadi semakin jarang melihat kegiatan semprot-semprotan ini, karena semakin banyaknya kasus masal penyebaran covisd-19 malah ditemukan di lokasi tertutup, semisal pada klaster perkantoran. Kenapa tidak kantornya aja yang disemprot seperti halnya yang dilakukan oleh petugas rumah sakit saat ada pasien yang meninggalkan kamar rawat inap. Sepetinya ini lebih efektif.


Tempat Cuci Tangan Pinggir Jalan



Tak dipungkiri lagi cuci tangan (dengan sabun)  merupakan langkah efektif yang bisa dilakukan secara pribadi dalam rangka pencegahan covid 19. Tapi blunder dari pemasangan tempat cuci tangan di pinggir jalan, seperti yang penulis perhatikan di trotoar kota surabaya, adalah hanya sedikit orang yang menggunakan moda transportasi 2 kaki. Pemotor, pesepeda bahkan pengendara roda 4 akan melewati saja tempat cuci tangan di jalan, karenanya banyak tempat cuci tangan yang tak dirawat dan rusak setelah beberapa bulan. Ya mungkin kalau didepan pasar sih bisa jadi berguna karena banyak pejalan kaki yang lalu lalang. Tapi di trotoar dengan mayoritas kendaraan 60 km/jam ? Tidak semudah itu fulgoso..


Empon - Empon



Penulis seperti halnya presiden Jokowi sangat suka minum jamu, kalau batuk langsung aja ngunyah kencur + digelontor air hangat. Kalau radang atau badan panas, sambiloto yang pahit itupun saya rebus dan diminum tanpa sungkan, ya itu dikarenakan saya percaya ke-efektifannya dan efek samping yang natural. Klaim berlebihan tentang empon-empon (sebutan jamu temu-temuan bersifat penghangat) pada awal pandemi menyebabkan efek ekonomi yang lumayan bagus bagi pengrajin jamu. Tapi sekali lagi ini hanya untuk meningkatkan kebugaran tubuhmu tapi bukan membuat kebal dari si virus. Ya tetap aja hasil swab akan positif kalau kamu pernah seruangan dan berbincang tanpa masker bersama temanmu yg sudah terpapar covid.


Kalung penangkal covid berbahan kayu putih




Kalau ini sih jelas-jelas diragukan ke efektifannya dan saya yakin hanya dihembuskan oleh orang yang bermotif ekonomi agar komoditi kayu putih menjadi mahal dan laku. Sebenarnya saya sih tidak menyangkal kalau pilek pasti mengoleskan minyak kayu putih ke hidung atau dibalurkan di tubuh sebagai penghangat. Namun untuk penolak virus sih TIDAK ! ....pikir aja kenapa gak di semprotkan kayu putih di bilik desinfektan ? HAYOOOOOO.....

Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (7) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) artikel (1) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (40) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (13) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (42) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solusi (1) tachometer (2) telepon (7) televisi (87) television (15) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (71) tutorial (79) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika