"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Jumat, 09 Oktober 2020

Apakah itu TV Test Card - Pola Teknik ?

 



35 tahun yang lalu, gambar diatas ini mungkin sangat dinantikan oleh penulis setiap sore jam 4. Walau hanya warna pelangi, lingkaran , garis-garis dan jam beserta musik latar berupa lagu perjuangan, tetep saja dipantengin dengan sangat antusias, Kenapa ? Karena setelah pola siar muncul di layar TV , tepat pada menit ke 25 dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, lalu tinjauan acara hari ini , dan yang dinanti akan  muncul kemudian yaitu acara anak dan kartun favorit kids jaman old. Tentunya sudah cakep dan wangi habis mandi dengan bedak putih di contreng emak asal-asalan...wkwkwkwk...mungkin tahun itu satu pesawat TV ditonton oleh semua anak tetangga sebelah rumah, maklum di kota kecil yang hanya pegawai negeri bisa punya TV berwarna dan itupun nyicil menggadaikan SK Korpri nya sang bapak di Bank.

Saat penulis dewasa dan menuju ke kota besar belajar di kampus yang mempelajari seluk beluk elektronika, suatu hari sempat melihat buku manual TV TEST CARD yang berisikan banyak pembahasan dari segi teknikal pesawat penerima televisi. Dan terjawablah bahwa pola pelangi pada layar TVRI itu memiliki makna yang sangat berarti, yaitu pada saat televisi masih harus di-seting setiap saat menyalakannya. 

Maklum saja ketika tahun-tahun awal pesawat televisi muncul, teknologi transistor belum sepenuhnya dapat dihandalkan dan perlu dilakukan proses "pemanasan", apalagi kalau televisinya masih memanfaatkan transistor tabung. Jadi seiring waktu dan tv menjadi stabil "panas" nya maka gambar akan mengalami perubahan kualitas. Jadi untuk mendapatkan kualitas siaran yang maksimum, maka 30 menit sebelum siaran televisi dimulai, para pemilik televisi diharapkan memutar tombol setting pada televisinya sehingga saat siaran dimulai akan mendapatkan kualitas yang bagus.


Ketika dunia internet jaman now, membawa saya ke sebuah website yang ternyata menyimpan buku yang saya baca jaman 90an itu. 

courtesy of : https://www.transdiffusion.org/2014/08/18/how-to-use-testcard-f







Pada buku manual testcard model F dari BBC memang sedikit berbeda dengan test card yang dipakai TVRI sejak 80an hingga sekarang. Tapi prinsipnya sama yaitu untuk mengetahui kondisi tampilan televisi. Test card yang digunakan TVRI merupakan versi electronics keluaran philips dengan model testcard PM5544. Jaman dulu sebelum adanya mikrokontroller maka test card dibuat dengan memasukkan gambar kesebuah kamera yang dinamakan monoscope seperti gambar diatas.


Untuk mengetahui pola test card Phillips PM5554 bisa dilihat pada gambar berikut :




Philips PM5544 adalah generator pola teknik televisi, yang paling umum digunakan untuk menyediakan Pola gambar yang rumit untuk kepentingan pengaturan stasiun televisi. Biasa disebut sebagai Pola Philips atau Pola Lingkaran PTV, isi dan tata letak pola dirancang oleh insinyur Finn Hendil ( 1939–2011) di laboratorium Philips TV di Kopenhagen di bawah pengawasan kepala insinyur Erik Helmer Nielsen pada tahun 1966–1967. Alat Generator Pola Teknik PM5544, yang menghasilkan gambar seperti contoh pada gambar diatas, dibuat oleh insinyur Finn Hendil dan kelompoknya pada tahun 1968–69. Sejak pengenalan PM5544 di awal tahun 1970-an, Philips Pattern telah menjadi salah satu kartu tes yang paling umum digunakan diseluruh dunia.  Penjelasan teniknya kira-kira seperti berikut ini :



Share:

Rabu, 07 Oktober 2020

Migrasi Televisi Digital di Semarang - Ada TV KU yang merupakan TV Kampus Digital Pertama

 




Ada yang menarik di migrasi televisi digital di semarang yaitu dengan mengudaranya Televisi Kampus Universitas Dian Nuswantoro (TVKU) yang diresmikan  tahun 2003. TVKU dahulunya berafiliasi dengan televisi edukasi yang sempat mengudara dibeberapa kota besar dan kemudian di kota semarang diambil alih menjadi TVKU pada saluran 49 UHF . Mulai Oktober 2017 TVKU dapat disaksikan juga melaluiTV digital DVB-T2 pada MUX TVRI semarang. Selain itu TV KU juga aktif melakukan streaming lewat youtube terutama acara kelas online yang sangat disukai penulis.




TVRI merupakan penyedia mux yang merata di seluruh stasiun relay nya termasuk di pelosok nusantara seperti yang dapat dilihat dari hasil scan pada lokasi cilacap dibawah ini :



Dapat dipastikan dana yang disiapkan pemerintah untuk digitalisasi TVRI sudah terserap bagus  dengan bukti keseriusan nya mengudara secara digital hingga pelosok nusantara. Untuk kalangan pengusaha televisi private / swasta di kota seperti semarang tidak jauh berbeda dengan kota lainnya di Indonesia yaitu terdapat mux  Metro dan TransMedia yang memang sudah sadar bagaimana manfaat TV digital yaitu 1 frekuensi dapat dipakai untuk multi channel.




Jadi untuk semarang terdapat 12 channel televisi digital yaitu dengan 3 MUX  dan yang menarik juga adalah Magna Channel milik Media Group / Metro TV dengan siaran yang High Definition dan menyasar market anak muda. Acara musik kpop dan K-Drama nya lumayan sebagai hiburan jernih di layar televisi LED anda.




Share:

Senin, 05 Oktober 2020

Televisi Digital Di Malang Raya - TransMedia Group Memang Paling Niat


 

Demi mendukung migrasi Televisi Analog ke Digital atau istilah nya ASO (Analog switch off) pemerintah dikabarkan akan mendistribusikan 6,7 juta set-top box (STB) kepada rakyat. Tujuan dari distribusi dekoder ini adalah untuk memperlancar transisi nya  sehingga semua orang yang menerima set-top box dapat menggunakan layanan televisi digital melalui televisi lama yang masih berformat analog.

Anggaran yang diajukan kominfo berkisar uangnya 6,7 ​​juta dikalikan 100.000 rupiah. (Perkiraan harga Set Top Box oleh pemerintah) Ali Subroto, Ketua Asosiasi Produsen Telematika Indonesia (AIPTI), memperkirakan STB untuk masyarakat miskin bisa menjadi motor penggerak di balik program pergeseran siaran TV analog-to-digital.



Polytron Indonesia( PT Hartono Istana Teknologi ) sebagai produsen lokal Televisi dan STB, mengaku belum ada negosiasi dengan pemerintah. Jogianto, Senior Business Development Manager Polytron, mengatakan Polytron telah lama menjual produk STB tiga tahun lalu dengan kisaran harga Rp 300.000 hingga Rp 400.000, tergantung juga dari keuntungan yg dipatok penjualnya.


Lalu bagaimana kondisi Televisi digital di wilayah Malang raya ? Dari hasil scan pada STB digital pada oktober 2020 kenyataannya hanya transmedia group yang bersiaran pada frekuensi 674 MHZ atau saluran UHF 49.




Siaran CNN dan CNBC indonesia sudah berformat HD dan sangat terlihat jernih pada layar TV LED



Bagaimana siaran digital di kota anda? Sudah siapkah bermigrasi ke siaran super jernih ?

Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

Apa sih DVB-T2 Itu? Forward Error Correction - FEC [part 4]

Dalam sebuah sistem telekomunikasi data tentu akan selalu menghadapi gangguan berupa noise, derau, atenuasi, atau distorsi yang salah satunya disebabkan karena ketidaksempurnaan dari  perangkat keras atau keterbatasan fisik. Keberhasilan pen-dekoderan sinyal sangat bergantung pada teknik pengendalian kesalahan. Jika data hasil dari output suatu sistem komunikasi selalu memiliki kesalahan pengkodean, maka kenyataan ini seringkali dapat dikurangi dengan penggunaan sejumlah teknik pengendalian kesalahan.


Tujuan dari Error Control Coding adalah untuk menyandikan informasi digital dalam format sedemikian rupa, bahkan jika suatu hubungan komunikasi data (atau media penyimpanan nya) menghasilkan kesalahan, setidaknya penerima dapat memperbaiki kesalahan dan memulihkan informasi / data asli yang ditransmisikan. Beberapa penyebab utama dari kesalahan pengiriman data adalah sebagai berikut :




1. Sinyal Yang Diterima Mengalami Loss (hilang sinyal) 

Sinyal yang diterima kehilangan kekuatan sinyal karena: 

  • Jarak yang jauh antara Antena pemancar dan antena Penerima, 
  • Redaman Sinyal,  semisal terserap mendung atau pepohonan
  • Hamburan sinyal , misal terpantul gedung atau pegunungan, 
  • Refleksi sinyal  ,misal terpantul gedung atau pegunungan,
  • Bias Sinyal sinyal Tx, misal melewati kaca
  • Kesalahan pengarahan antena

2. Interferensi Antar Sinyal Internal

Sinyal penerimaan diganggu oleh sinyal yang ditransmisikan oleh rangkaian dalam perangkat itu sendiri, seperti frequency-dependent effect s(dalam suatu saluran komunikasi atau bisa juga dalam rangkaian amplifier).

3. Noise /Derau dan gangguan interfrensi

  • InterModulation distortion ( IMD )
  • Interfering signals (co-channel & adjacent channel interference).
  • Amplifier noise sources (thermal noise, shot noise, flicker noise).
  • Atmospheric noise and galactic noise sources.




Bagaimana ketika sinyal yang dikirimkan tanpa memiliki rangkaiaan feedback / umpan balik ? Atau semisal DVD anda tergores sehingga data video yang terdapat disana menjadi terganggu ? Nah inilah perlunya apa yang dikenal sebagai Forward Error Corection / FEC . Jadi kebanyakan teori dan penemuan tentang metode memperbaiki kesalahan sinyal ini banyak dipelopori oleh explorasi luar angkasa terutama era dimulainya NASA tahun 50-60 an dengan diluncurkannya proyek apollo dan satelit penjelajah. Bagaimana caranya sehingga data yang dikirim dapat diterima dan diolah dengan benar ? yang kebanyakan kita tahu ujungnya saja yaitu pada era tahun 90-an kita dapat menikmati siaran Televisi satelit digital dan komunikasi data kecepatan tinggi. Nah bagaimana sih teori FEC yang mudah di mengerti ?

Ada 4 type peng-koding-an error secara satu arah yang dikenal, dan kita akan bahas satu persatu di bagian lain agar dapat dimengerti secara terpisah. Metodenya berupa :

  1. Kode Hamming - Ini adalah kode blok yang mampu mendeteksi hingga dua kesalahan bit secara bersamaan dan memperbaiki kesalahan bit tunggal. Rate FEC yang digunakan umumnya 1/3, 4/7, 11/15 ,26/31
  2. Kode Konvolusi Biner  (viterbi) - Di sini, pembuat enkoder memproses urutan masukan dari bit dengan panjang acak dan menghasilkan urutan bit output yang sesuai.  Jenis FEC biasnya 1/2, 2/3, 3/4, 5/6, 7/8
  3. Reed - Solomon Code (RS) - adalah kode blok yang mampu mengoreksi burst error di blok data yang diterima. Umum menggunakan jenis kode 188/204, 216/236
  4. Low-Density Parity Check Code (LDPC) - Ini adalah kode blok yang ditentukan oleh matriks pemeriksaan paritas yang berisi kepadatan 1s rendah. Mereka cocok untuk ukuran blok yang besar di saluran yang sangat bising. FEC yang dipakai adalah : 1/4, 1/3, 2/5, 1/2, 3/5, 3/4, 5/6, 8/9, 9/10
Share:

Rabu, 30 September 2020

Apa sih DVB-T2 Itu? Bandwidth Mhz vs Kecepatan Mbps vs Sewa nya per Rupiah [part 3]


Ada kebingungan tanpa akhir tentang apa yang menentukan kecepatan dalam jaringan berkecepatan tinggi. Di sini kami akan menjelaskan perbedaan antara megahertz dan megabit, serta menjelaskan hubungan keduanya. Kecepatan bit tidak selalu sama dengan frekuensi. Mereka cocok untuk beberapa sistem; bagi yang lain, perbedaannya sangat besar. Lalu, apa hubungan antara frekuensi, hertz, Cyclic dan bit?

Bit, atau digit biner, adalah satuan informasi terkecil yang dapat diproses oleh komputer. Dalam banyak sistem, seperti American Standard Code for Information Interchange (ASCII), dibutuhkan 8 bit, atau 1 byte, untuk membuat satu karakter - huruf, angka atau simbol. BIT ini bisa diartikan sebagai 1 atau 0, "ya" atau "tidak", atau "aktif" atau "nonaktif".

Satuan dari frekuensi suatu sinyal diukur dalam siklus per detik. Satu hertz adalah satu siklus getaran lengkap per detik. Meskipun frekuensi yang lebih tinggi dapat berarti sistem komunikasi juga bisa dianggap lebih cepat, pengukuran kecepatan telekomunikasi  lebih tepat dalam satuan bit.


Kebanyakan sistem komunikasi data beroperasi pada jutaan siklus per detik, atau megahertz (MHz). Dalam frekuensi tinggi ini yang nilai angka dalam rentang jutaan Hertz, waktu yang diperlukan siklus diukur dalam orde sepersekian detik.

Jika satu siklus sinyal membawa 1 bit informasi, maka frekuensi sistem (dalam hertz) sama dengan kecepatannya (dalam bit per detik). Namun, tidak ada alasan mengapa satu siklus tidak dapat membawa lebih dari 1 bit informasi. Oleh karena itu, meningkatkan kecepatan sistem tanpa mengubah frekuensinya adalah mungkin. Dengan premi yang ditempatkan pada kecepatan dalam dunia komunikasi data, tidak mengherankan bahwa beberapa skema pengkodean telah dikembangkan yang mencapai hal itu.


Misalnya, komunikasi data terdistribusi melalui serat optik menggunakan skema pengkodean digital non-return to zero, inverted. Skema ini mewakili 1s dan 0s dalam transmisi digital menggunakan tegangan rendah dan tinggi bergantian. Setiap perubahan tegangan mewakili angka 1 digital, dan tidak ada perubahan yang mewakili angka digital 0.

Karena setiap perubahan dikenali oleh penerima sebagai bit, nonreturn to zero, inverted dapat menghasilkan 2 bit per siklus. Dalam hal ini, bit rate adalah dua kali frekuensi sinyal nominal.

Untuk meningkatkan laju bit atau "kecepatan" sinyal pada contoh di atas, kita harus meningkatkan frekuensi. Sistem masih mengirimkan 2 bit per siklus, tetapi melakukannya dalam siklus yang lebih pendek.




Komunikasi radio (dalam ranah Hz) jarak jauh rentan terhadap gangguan. Para ahli menemukan teknik modulasi, agar pengiriman data jarak jauh bisa lebih handal.

Modulasi yaitu teknik membungkus (mengkodekan) bit didalam Hertz. Teknik modulasi yang umum adalah QPSK (Quadrature Phase Shift Keying). Dimana 2 bit di-angkut oleh 1 Hertz. Dengan demikian efisiensi pengangkut adalah 2. Ada modulasi yang lebih efisien spt 256QAM, dengan efisiensi 8.



Spectral Efisiensi:


  • QPSK: 2 bit per symbol. Jika 1 symbol 1 Hz, maka Spectral Efisiensi QPSK 2 bit/Hz.
  • 8PSK 3 bit/Hz
  • 16PSK 4 bit/Hz
  • 64QAM 6 bit/Hz
  • 256QAM 8 bit/Hz


Jika di lihat di table diatas, kenapa tidak semua transmisi radio pakai 256QAM? Kenapa masih banyak yang pakai QPSK. Tidak ada yang sempurna. QPSK sangat tahan terhadap gangguan. Sedangkan 256QAM sangat rentan gangguan interferensi. Sehingga untuk komunikasi jarak jauh ke satelit, tidak bisa (at least sampai saat ini) menggunakan teknik modulasi 256 QAM. Karena komunikasi jarak jauh banyak sekali interferensi radio, cuaca, petir, dll.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi tidak ada FEC, dll)?

A: Jawabannya adalah 64 kbps, dengan QPSK 2 bit / Hz, maka dibutuhkan 32 kHz.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi FEC 3/4)?

A: Jawabannya adaah 64 kbps data. Jika FEC 3/4 (3 data, 4 total bit), maka total bitrate 64 / (3/4) = 85.33 kbps. Jika spectral QPSK 2bit/Hz, maka diperlukan 42.67 kHz spectrum.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi FEC 3/4, dan guard band 1.35)?

A: 64 kbps data. Jika FEC 3/4 (3 data, 4 total bit), maka total bitrate 64 / (3/4) = 85.33 kbps. Jika spectral QPSK 2bit/Hz, maka diperlukan 42.67 kHz x 1.35 = 57.6 kHz spectrum.


Q: Apabila kita akan mengangkut 64 kbps dengan QPSK, berapa lebar bandwith QPSK yang diperlukan (asumsi FEC 3/4, guard band 1.35, Reed Solomon)?

A: 64 kbps data. Jika FEC 3/4 (3 data, 4 total bit), maka total bitrate 64 / (3/4) = 85.33 kbps. Jika spectral QPSK 2bit/Hz, maka diperlukan 42.67 kHz x 1.35 = 57.6 kHz spectrum. Dengan Reed Solomon 188/204, maka spectrum bandwidth 57.6 / (188/204) = 62.5 kHz.



SATELIT  Mbps to MHz


Kita bayangkan mempunyai kebutuhan menyalurkan datacom throughput 64 kbps melalui koneksi Satelit (VSAT). Berapa MHZ transponder satelit yang akan terpakai?

Apabila kita asumsikan :

  • Modulasi: QPSK (power factor (PF) = 2), FEC 3/4, Roll-off factor 0.35 (RO = 1.35).
  • Data Rate (DR) = 64 kbps.
  • Symbol Rate (SR) = DR / (FEC * PF)                                    
  • SR = 64 / (0.75 * 2) = 42.67 ksps
  • Bandwidth (BW) = SR * RO                                                     
  • BW = 42.67 * 1.35 = 57.6 MHz                                             


Apabila asumsi Error Correction dengan Reed Solomon 188/204 maka BW akan menjadi:


BWr = BW / (188/204)                                                           

Bandwidth 57.6 / (188/204) = 62.5 MHz                               


Spectral efisiensi (SE) = DR / BW                         

SE = 64 kbps / 62.5 MHz = 1.024 bit /Hz ( ~ 1 bit /Hz)


Artinya jika komunikasi data kita 64 kbps, maka jika modulator kita set FEC 3/4, Red Solomon 188/204, dan modulasi QPSK maka kita sewa BW transponder +/- 64 kHz (karena spectral efisiensi 1 bit / Hz) 


SATELIT MHz to Mbps


Kita bayangkan menyewa Bandwidth 1 transpoder selebar 34 MHz. Berapa Speed / Data Rate (Mbps) yang bisa di-salurkan dalam satu transponder satelit tsb?


  • Modulasi: QPSK (power factor (PF) = 2)
  • Symbol rate (SR) = BW / RO                                     
  • SR = 34/1.35 = 25.2 Msps (roll-off factor 0.35).


Roll off factor ini perlu di masukkan karena ada bandwidth terpakai diluar bandpass filter, lihat disini.


Bisa dibanyangkan dengan demikian BW 34 MHz, usable 25.2, artinya ada 4.4 MHz di kiri dan di kanan sinyal carrier yang diperuntukkan untuk ketidak linieran bandpass filter maupun untuk guard band dengan sinyal carrier disebelahnya.


Data Rate (DR) = SR * (FEC * PF)                                

DR = 25.2 * 0.75* 2 = 37.78 Mbps


Asumsi pakai Reed Solomon 188/204


DRr = DR * (188/204)                                                        

DRr = 37.78 * (188/204) = 34.8 Mbps



Jadi dengan BW satelit 34 MHz , maka Effective Information Rate = 34.8 Mbps

Spectral Efisiensi 1 bit / Hz (compare ke QPSK 2 bit/Hz).


Apa artinya? Artinya kalau komunikasi jarak jauh pakai satelit walau kita pakai modulasi QPSK dengan efisiensi 2 bit/Hz, pada kenyataannya kita hanya dapatkan efisiensi sebesar 1 bit/Hz. Kenapa? Karena ada bit-bit yang di korbankan untuk mengangkut informasi tambahan supaya jalur komunikasi jadi lebih kebal terhadap interferensi.


Singkat kata rule of thumb bagi komunikasi satelit: Jika pakai QPSK 3/4, maka MHz transponder yang disewa ke provider Satelit, maka segitu Mbps yang akan di dapat. Misal disewa 10 MHz, akan dapat troughput 10 Mbps. 


Ongkos penyiaran PayTV Satelit






Apabila 1 channel SD menggunakan codec H264 bandwdith per channel 2 Mbps, maka untuk 1 transponder sebesar 36 MHz (setara 36 Mbps), dapat menyiarkan 36Mbps / 2 Mbps = 18 channel.Apabila ingin membawa 60 channel perlu 4 transponder. Dengan harga sewa 1 juta USD per transponder per tahun maka biaya per tahun 4 juta USD, sekitar Rp. 4.5 milyar per bulan. Apabila harga jual layanan Rp. 100 ribu dan alokasi biaya transpoder 22,5% alias Rp. 22,5 ribu, maka minimal untuk bisa impas harus ada 200 ribu pelanggan (Rp. 4.5 milyar / Rp. 22.500). Apabila kurang dari itu maka, perusahaan akan "merugi" tiap bulannya. 


Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (35) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (39) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) tachometer (2) telepon (7) televisi (73) television (5) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (60) tutorial (78) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika