Semua Tentang Belajar Teknologi Digital Dalam Kehidupan Sehari - Hari

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Ayo Migrasi TV Digital

    Kami bantu anda untuk memahami lebih jelas mengenai migrasi tv digital, apa sebabnya dan bagaimana efek terhadap kehidupan. Jasa teknisi juga tersedia dan siap membantu instalasi - setting perangkat - pengaturan antena dan distribusi televisi digital ke kamar kos / hotel

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • Node Red - Kontrol Industri 4.0

    Teknologi kontrol sudah melampaui ekspektasi semua orang dan dengan kemajuan dunia elektronika, kini semakin leluasa berkreasi melalui Node Red

Jumat, 09 Oktober 2020

Apakah itu TV Test Card - Pola Teknik ?

 



35 tahun yang lalu, gambar diatas ini mungkin sangat dinantikan oleh penulis setiap sore jam 4. Walau hanya warna pelangi, lingkaran , garis-garis dan jam beserta musik latar berupa lagu perjuangan, tetep saja dipantengin dengan sangat antusias, Kenapa ? Karena setelah pola siar muncul di layar TV , tepat pada menit ke 25 dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, lalu tinjauan acara hari ini , dan yang dinanti akan  muncul kemudian yaitu acara anak dan kartun favorit kids jaman old. Tentunya sudah cakep dan wangi habis mandi dengan bedak putih di contreng emak asal-asalan...wkwkwkwk...mungkin tahun itu satu pesawat TV ditonton oleh semua anak tetangga sebelah rumah, maklum di kota kecil yang hanya pegawai negeri bisa punya TV berwarna dan itupun nyicil menggadaikan SK Korpri nya sang bapak di Bank.

Saat penulis dewasa dan menuju ke kota besar belajar di kampus yang mempelajari seluk beluk elektronika, suatu hari sempat melihat buku manual TV TEST CARD yang berisikan banyak pembahasan dari segi teknikal pesawat penerima televisi. Dan terjawablah bahwa pola pelangi pada layar TVRI itu memiliki makna yang sangat berarti, yaitu pada saat televisi masih harus di-seting setiap saat menyalakannya. 

Maklum saja ketika tahun-tahun awal pesawat televisi muncul, teknologi transistor belum sepenuhnya dapat dihandalkan dan perlu dilakukan proses "pemanasan", apalagi kalau televisinya masih memanfaatkan transistor tabung. Jadi seiring waktu dan tv menjadi stabil "panas" nya maka gambar akan mengalami perubahan kualitas. Jadi untuk mendapatkan kualitas siaran yang maksimum, maka 30 menit sebelum siaran televisi dimulai, para pemilik televisi diharapkan memutar tombol setting pada televisinya sehingga saat siaran dimulai akan mendapatkan kualitas yang bagus.


Ketika dunia internet jaman now, membawa saya ke sebuah website yang ternyata menyimpan buku yang saya baca jaman 90an itu. 

courtesy of : https://www.transdiffusion.org/2014/08/18/how-to-use-testcard-f







Pada buku manual testcard model F dari BBC memang sedikit berbeda dengan test card yang dipakai TVRI sejak 80an hingga sekarang. Tapi prinsipnya sama yaitu untuk mengetahui kondisi tampilan televisi. Test card yang digunakan TVRI merupakan versi electronics keluaran philips dengan model testcard PM5544. Jaman dulu sebelum adanya mikrokontroller maka test card dibuat dengan memasukkan gambar kesebuah kamera yang dinamakan monoscope seperti gambar diatas.


Untuk mengetahui pola test card Phillips PM5554 bisa dilihat pada gambar berikut :




Philips PM5544 adalah generator pola teknik televisi, yang paling umum digunakan untuk menyediakan Pola gambar yang rumit untuk kepentingan pengaturan stasiun televisi. Biasa disebut sebagai Pola Philips atau Pola Lingkaran PTV, isi dan tata letak pola dirancang oleh insinyur Finn Hendil ( 1939–2011) di laboratorium Philips TV di Kopenhagen di bawah pengawasan kepala insinyur Erik Helmer Nielsen pada tahun 1966–1967. Alat Generator Pola Teknik PM5544, yang menghasilkan gambar seperti contoh pada gambar diatas, dibuat oleh insinyur Finn Hendil dan kelompoknya pada tahun 1968–69. Sejak pengenalan PM5544 di awal tahun 1970-an, Philips Pattern telah menjadi salah satu kartu tes yang paling umum digunakan diseluruh dunia.  Penjelasan teniknya kira-kira seperti berikut ini :



Share:

Rabu, 07 Oktober 2020

Migrasi Televisi Digital di Semarang - Semakin Lengkap Dengan MNC Group

 




Ada yang menarik di migrasi televisi digital di semarang yaitu dengan mengudaranya Televisi Kampus Universitas Dian Nuswantoro (TVKU) yang diresmikan  tahun 2003. TVKU dahulunya berafiliasi dengan televisi edukasi yang sempat mengudara dibeberapa kota besar dan kemudian di kota semarang diambil alih menjadi TVKU pada saluran 49 UHF . Mulai Oktober 2017 TVKU dapat disaksikan juga melaluiTV digital DVB-T2 pada MUX TVRI semarang. Selain itu TV KU juga aktif melakukan streaming lewat youtube terutama acara kelas online yang sangat disukai penulis.




TVRI merupakan penyedia mux yang merata di seluruh stasiun relay nya termasuk di pelosok nusantara seperti yang dapat dilihat dari hasil scan pada lokasi cilacap dibawah ini :



Dapat dipastikan dana yang disiapkan pemerintah untuk digitalisasi TVRI sudah terserap bagus  dengan bukti keseriusan nya mengudara secara digital hingga pelosok nusantara. Untuk kalangan pengusaha televisi private / swasta di kota seperti semarang tidak jauh berbeda dengan kota lainnya di Indonesia yaitu terdapat mux  Metro dan TransMedia yang memang sudah sadar bagaimana manfaat TV digital yaitu 1 frekuensi dapat dipakai untuk multi channel.




Jadi untuk semarang terdapat 12 channel televisi digital yaitu dengan 3 MUX  dan yang menarik juga adalah Magna Channel milik Media Group / Metro TV dengan siaran yang High Definition dan menyasar market anak muda. Acara musik kpop dan K-Drama nya lumayan sebagai hiburan jernih di layar televisi LED anda.



Untuk panduan, kami telah review beberapa merek STB digital yg sudah ada di pasaran dan anda kini bisa bandingkan sesuai fasilitas dan keunggulannya :


Matrix Apple     - Polytron PDV 600T2   - Venus Cabe Rawit  - Evinix H-1  - Akari ADS-2230


Bagi anda yg berada di lokasi lain di Nusantara dapat juga membaca update perkembangan  migrasi TV digital di  kota-kota besar seluruh Indonesia :

Surabaya  MNC  ,  EMTEK , VIVA )

Malang

Jember 

Kediri

Jombang & Mojokerto

Madiun

Jogja

Semarang

Banjarmasin

Makasar

Medan

Palembang

Perbatasan Malaysia

Share:

Senin, 05 Oktober 2020

Televisi Digital Di Malang Raya - TransMedia Group Memang Paling Niat


 

Demi mendukung migrasi Televisi Analog ke Digital atau istilah nya ASO (Analog switch off) pemerintah dikabarkan akan mendistribusikan 6,7 juta set-top box (STB) kepada rakyat. Tujuan dari distribusi dekoder ini adalah untuk memperlancar transisi nya  sehingga semua orang yang menerima set-top box dapat menggunakan layanan televisi digital melalui televisi lama yang masih berformat analog.

Anggaran yang diajukan kominfo berkisar uangnya 6,7 ​​juta dikalikan 100.000 rupiah. (Perkiraan harga Set Top Box oleh pemerintah) Ali Subroto, Ketua Asosiasi Produsen Telematika Indonesia (AIPTI), memperkirakan STB untuk masyarakat miskin bisa menjadi motor penggerak di balik program pergeseran siaran TV analog-to-digital.



Polytron Indonesia( PT Hartono Istana Teknologi ) sebagai produsen lokal Televisi dan STB, mengaku belum ada negosiasi dengan pemerintah. Jogianto, Senior Business Development Manager Polytron, mengatakan Polytron telah lama menjual produk STB tiga tahun lalu dengan kisaran harga Rp 300.000 hingga Rp 400.000, tergantung juga dari keuntungan yg dipatok penjualnya.


BACA JUGA : Perbandingan Kualitas TV Analog vs TV Digital Menggunakan Antena Indoor


Lalu bagaimana kondisi Televisi digital di wilayah Malang raya ? Dari hasil scan pada STB digital pada oktober 2020 kenyataannya hanya transmedia group yang bersiaran pada frekuensi 674 MHZ atau saluran UHF 49.




Siaran CNN dan CNBC indonesia sudah berformat HD dan sangat terlihat jernih pada layar TV LED



Bagaimana siaran digital di kota anda? Sudah siapkah bermigrasi ke siaran super jernih ?


Untuk panduan, kami telah review beberapa merek STB digital yg sudah ada di pasaran dan anda kini bisa bandingkan sesuai fasilitas dan keunggulannya :


Matrix Apple     - Polytron PDV 600T2   - Venus Cabe Rawit  - Evinix H-1  - Akari ADS-2230


Bagi anda yg berada di lokasi lain di Nusantara dapat juga membaca update perkembangan  migrasi TV digital di  kota-kota besar seluruh Indonesia :

Surabaya  MNC  ,  EMTEK , VIVA )

Malang

Jember 

Kediri

Jombang & Mojokerto

Madiun

Jogja

Semarang

Banjarmasin

Makasar

Medan

Palembang

Perbatasan Malaysia

Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

Apa sih DVB-T2 Itu? Forward Error Correction - FEC [part 4]

Dalam sebuah sistem telekomunikasi data tentu akan selalu menghadapi gangguan berupa noise, derau, atenuasi, atau distorsi yang salah satunya disebabkan karena ketidaksempurnaan dari  perangkat keras atau keterbatasan fisik. Keberhasilan pen-dekoderan sinyal sangat bergantung pada teknik pengendalian kesalahan. Jika data hasil dari output suatu sistem komunikasi selalu memiliki kesalahan pengkodean, maka kenyataan ini seringkali dapat dikurangi dengan penggunaan sejumlah teknik pengendalian kesalahan.


Tujuan dari Error Control Coding adalah untuk menyandikan informasi digital dalam format sedemikian rupa, bahkan jika suatu hubungan komunikasi data (atau media penyimpanan nya) menghasilkan kesalahan, setidaknya penerima dapat memperbaiki kesalahan dan memulihkan informasi / data asli yang ditransmisikan. Beberapa penyebab utama dari kesalahan pengiriman data adalah sebagai berikut :




1. Sinyal Yang Diterima Mengalami Loss (hilang sinyal) 

Sinyal yang diterima kehilangan kekuatan sinyal karena: 

  • Jarak yang jauh antara Antena pemancar dan antena Penerima, 
  • Redaman Sinyal,  semisal terserap mendung atau pepohonan
  • Hamburan sinyal , misal terpantul gedung atau pegunungan, 
  • Refleksi sinyal  ,misal terpantul gedung atau pegunungan,
  • Bias Sinyal sinyal Tx, misal melewati kaca
  • Kesalahan pengarahan antena

2. Interferensi Antar Sinyal Internal

Sinyal penerimaan diganggu oleh sinyal yang ditransmisikan oleh rangkaian dalam perangkat itu sendiri, seperti frequency-dependent effect s(dalam suatu saluran komunikasi atau bisa juga dalam rangkaian amplifier).

3. Noise /Derau dan gangguan interfrensi

  • InterModulation distortion ( IMD )
  • Interfering signals (co-channel & adjacent channel interference).
  • Amplifier noise sources (thermal noise, shot noise, flicker noise).
  • Atmospheric noise and galactic noise sources.




Bagaimana ketika sinyal yang dikirimkan tanpa memiliki rangkaiaan feedback / umpan balik ? Atau semisal DVD anda tergores sehingga data video yang terdapat disana menjadi terganggu ? Nah inilah perlunya apa yang dikenal sebagai Forward Error Corection / FEC . Jadi kebanyakan teori dan penemuan tentang metode memperbaiki kesalahan sinyal ini banyak dipelopori oleh explorasi luar angkasa terutama era dimulainya NASA tahun 50-60 an dengan diluncurkannya proyek apollo dan satelit penjelajah. Bagaimana caranya sehingga data yang dikirim dapat diterima dan diolah dengan benar ? yang kebanyakan kita tahu ujungnya saja yaitu pada era tahun 90-an kita dapat menikmati siaran Televisi satelit digital dan komunikasi data kecepatan tinggi. Nah bagaimana sih teori FEC yang mudah di mengerti ?

Ada 4 type peng-koding-an error secara satu arah yang dikenal, dan kita akan bahas satu persatu di bagian lain agar dapat dimengerti secara terpisah. Metodenya berupa :

  1. Kode Hamming - Ini adalah kode blok yang mampu mendeteksi hingga dua kesalahan bit secara bersamaan dan memperbaiki kesalahan bit tunggal. Rate FEC yang digunakan umumnya 1/3, 4/7, 11/15 ,26/31
  2. Kode Konvolusi Biner  (viterbi) - Di sini, pembuat enkoder memproses urutan masukan dari bit dengan panjang acak dan menghasilkan urutan bit output yang sesuai.  Jenis FEC biasnya 1/2, 2/3, 3/4, 5/6, 7/8
  3. Reed - Solomon Code (RS) - adalah kode blok yang mampu mengoreksi burst error di blok data yang diterima. Umum menggunakan jenis kode 188/204, 216/236
  4. Low-Density Parity Check Code (LDPC) - Ini adalah kode blok yang ditentukan oleh matriks pemeriksaan paritas yang berisi kepadatan 1s rendah. Mereka cocok untuk ukuran blok yang besar di saluran yang sangat bising. FEC yang dipakai adalah : 1/4, 1/3, 2/5, 1/2, 3/5, 3/4, 5/6, 8/9, 9/10
Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (19) android (12) antares (8) arduino (24) artikel (11) attiny (3) attiny2313 (19) audio (5) baterai (5) blog (1) bluetooth (1) chatgpt (2) cmos (2) crypto (2) dasar (46) digital (11) dimmer (5) display (3) esp8266 (25) euro2020 (13) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (58) jam (7) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (17) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (8) lain-lain (8) lcd (2) led (14) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) lora (5) MATV (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (70) micropython (6) mikrokontroler (1) mikrokontroller (14) mikrotik (5) modbus (7) mqtt (3) ninmedia (5) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (88) pcb (2) power (1) praktek (2) project (33) proyek (1) python (7) radio (15) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telegram (2) telepon (9) televisi (167) television (28) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (90) tutorial (108) tv digital (6) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika