Semua Akan Digital Pada Akhirnya... Dari Audio, Video, TV, Kontrol, Keuangan, Kesehatan dan Sebagainya. Blog Ini Ditujukan Buat Kamu Yang Ingin Belajar Dasar Digital Dan Yang selalu Bertanya, Kenapa Bisa Begini Dan Harus Begitu ?

Jumat, 23 Juli 2021

NB-S-IOT : Teknologi Internet Of Things Lewat Satelit, Apa Saja Tantangannya ?

Pasar yang selalu berkembang dengan cepat, tak ada yg menyangka sampai melewati batas pikiran manusia. Seperti halnya bisnis global membutuhkan akses ke data global, dan dirasakan setiap harinya, banyak perusahaan terkemuka beralih ke jaringan Internet of Things (IoT) yang benar-benar global di dunia untuk memaksimalkan efisiensi dan daya saing, serta memungkinkan aksesibilitas data di mana saja.




Komunikasi satelit jaman sekarang menawarkan keberagaman layanan yg dapat dihadirkan, bukan lagi terpaku pada audio-telephoni dan video-televisi, namun perkembangan aplikasi dan layanan haus data menjadi tuntutan dalam perkembangan terbaru satelit HTS (High Throughput satelit). Lalu bagaimana dengan perkembangan data sensor 8 bit yg sepertinya "njomplang" dalam kebutuhan bandwithnya.

Blog ini beberapa kali membahas mengenai jomplangnya kebutuhan bandwith untuk layanan boros data seperti youtube dengan iritnya data pembacaan sensor suhu dan kelembaban disebuah ladang pembibitan jamur. Sedangkan layanan 4G dan kini 5G lumayan kurang berhasil menghadirkan solusi NB-IOT yang murah dari segi user terminal maupun jaringanya. LORA mungkin menang di sisi marketing namun infrastrukturnya masih sangat terbatas. Kini kita sudah dihadapkan pada sebuah teknologi NBS-IOT yang dirasa sangat cocok untuk kepulauan nusantara.





Sebenarnya yang diharapkan dari pemanfaatan satelit sebagai pembawa data dari sensor dan kemudian mengolahnya di data center sebagai berikut :



Cakupan dan Infrastruktur Global Yang Mulus


Konstelasi satelit diatas orbit merupakan tantangan berat, dimana harus menjangkau semua lokasi. Ini mensyaratkan adanya kontinuitas data yang selalu terjaga walau terjadi pergerakan satelit.



Keandalan dan Ketersediaan tinggi


Mengharuskan ketersediaan jaringan 99,9%. Ini bisa diwujudkan dengan frekuensi yg tahan cuaca seperti layanan satelit L-Band yg tahan terhadap efek rain fading. Pemanfaatan frekuensi lainnya mungkin sedikit mengalami kendala ijin di tiap wilayah yang berbeda-beda


 

Konsumsi daya rendah

Layanan ini dirancang untuk operasi daya rendah dan dapat dipasang dengan baterai dan catu daya panel surya (PV), sehingga sangat ideal untuk lokasi off-grid dan area dengan pasokan listrik utama yang tidak dapat diandalkan.



Beberapa  penyedia layanan satelit yg sudah terkenal di dunia MSS (Maritime Satellite Service) seperti inmarsat dan Iridium sudah menyadari adanya peluang bisnis ini. Pemain lainnya yg baru  hadir dari australia yaitu MYRIOTA.



Keunggulan yg dihadirkan melalui satelit IOT adalah jangkauan  yang sangat luas sehingga menguntungkan jika disandingkan dengan layanan satelit maritim seperti iridium. Salah satu peng-aplikasian-nya adalah tracking armada pelayaran dan  pertambangan, sehingga tidak memerlukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yg harus tersedia di dekat lokasi proyek (rural & remote area).


Sedangkan tantangan yang paling berat adalah karakteristik satelit yang memakai Line Of Sight dalam penangkapan dan pengiriman sinyal. Memang sih bisa menggunakan frekuensi VHF/UHF yang bisa menembus bangunan layaknya sinyal TV. Namun ini terganjal regulasi frekuensi VHF/UHF maupun desain satelit yg umumnya berukuran kecil  untuk kebutuhan IOT sehingga RF power gain nya terbatas.




Konstelasi satelit pun harus dapat menjangkau ke seluruh lokasi yang akan dilayani, bukan hanya sebuah satelit tapi minimal tiga satelit secara teori, harus secara sinkron mengudara bersamaan untuk menghadirkan sinyal kontinyu. Jumlah 3 satelit itu didapatkan jika berasumsi menggunakan satelit geo-synchronous yg jaraknya sangat jauh dan mengakibatkan power yg dipancarkan harus tinggi atau penerima di bumi menggunakan piringan parabola yg besar.





Ke-gilaan ellon musk menghadirkan "BTS" di angkasa melalui starlink, juga menjadi tantangan berat bagi penyedia layanan satelit NB-IOT. Walaupun banyak anggapan teknologi starlink diperuntukkan bagi penggunaan internet bandwith lebar, namun jika dipikir ellon musk akan sangat mudah melakukan swtich ke narrow band mode dan menghubungkan ribuan satelitnya ke sebuah sensor arduino di bumi. Apa sih yg tidak bisa bagi SpaceX jika ada peluang ceruk bisnis yg menguntungkan bagi mereka ?

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (8) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (15) android (12) antares (3) arduino (21) artikel (11) attiny (3) attiny2313 (19) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (45) digital (1) display (3) esp8266 (25) euro2020 (13) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (44) jam (7) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (16) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (7) lain-lain (8) lcd (2) led (14) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (70) micropython (6) mikrokontroller (12) mikrotik (5) mqtt (1) ninmedia (3) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (78) pcb (2) power (1) praktek (2) project (33) proyek (1) python (3) radio (15) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) solar (1) solusi (1) tachometer (2) technology (1) teknologi (2) telegram (2) telepon (9) televisi (145) television (28) transistor (2) troubleshoot (3) tulisan (83) tutorial (80) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika