"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

Senin, 29 Juni 2020

[Rest In Peace] Mengenang kawan yang hebat dan "inspiring" Dr. Istas Pratomo ST MT


 .... A person, when dies, his soul leaves the body only, the mortal world and then enters the immortal one .....

Pada suatu minggu pagi  di awal juni 2020 saya diminta oleh kawan saya yg hebat, dengan kualitas pertemanan dari level duta besar - Menteri - Gubernur hingga rakyat jelata seperti saya seorang tukang solder, untuk mengisi podcast yang sedang dia gandrungi. Entah kenapa tukang solder ini diminta untuk menjadi narasumber mengingat sebelumnya kaliber yang diwawancarai  membuat tukang solder ini minder. Ya beliau adalah Dr. Istas Pratomo ST MT pengajar handal di bidang telekomunikasi dari Elektro ITS dan juga merangkap Dekan Fakultas Teknik UNUSA surabaya. Kita berbicara membahas algoritma medsos dan efeknya pada kehidupan.

Tak menyangka di akhir bulan yang sama dan sedang dihebohkan dengan meningkatnya kasus  covid 19, dengan posisi duduk saya yg sama (saat beliau mengundang saya) setelah rutinitas nyapu halaman, tercenganglah saya mendengar berita dari group WA bahwa beliau telah dipanggil yg maha kuasa. Tak kuasa menahan keheranan sampai kopi dihadapan saya dingin karena tatapan mata saya, ter-ngiang bagaimana keceriaan beberapa minggu yg lalu saat meminta menjadi narasumber. Ahhh saya terlalu baper dan menghubungi teman-teman sejawat untuk memastikan berita dan benar beliau sakit dan telah tiada. Sangat sedih dan saya akan membagi pengalaman saya untuk mengenang jiwa beliau. Mungkin beberapa rekan dari "Orang Baik" ini  juga menulis pengalaman yg lebih hebat, tapi ini versi saya untuk mengenang kawan yang bagi saya sangat Inspiring ! 


Kami diikat oleh persaudaraan angkatan 98 yang disebut e-38 atau Elektro ITS angkatan ke-38, dimana pada masa reformasi itu banyak di warnai dengan demo mahasiswa dan sedikit ketidakpastian. Tapi saya dan mungkin teman saya seangkatan tidak merasakan sama sekali kesulitan diluar sana, maklum masih bau kencur dan kebanyakan perantauan yang diutus ortu hanya untuk menuntut ilmu. Jadi kami santai saja walau ajakan berdemo sering muncul dari kakak kelas, apalagi ketika kakak di Fakultas Teknik ITS sempat berorasi : " Kalian Bayi - Bayi FTI ..ayo lekaslah besar agar bisa meneruskan estafet kami yg akan segera lulus ini  !" .....Salah satu teman berkelakar sambil berbisik : "...tas..istas..awakmu ta sing sing jenenge bayi FTI ? " Sejak itulah kami sering berkelakar kepada rekan kami yang bertubuh mungil dan bulat ini sebagai BAYI FTI. 


Ingatan penulis saat kuliah dulu tidak terlalu sering mengerjakan tugas kuliah bersama beliau karena mungkin beda "genk", beliau  sering kumpul dirumah salah satu teman untuk membahas tugas, mereka umumnya arek suroboyo alumni SMA 5, namun saya tetap akrab karena kadang ketemu di acara kampus seperti saat menjadi panitia reuni home coming elektro ITS di foto diatas. Jangan kaget kalau penulis sempat berambut gondrong dan dengan jailnya teman kami ini menarik rambut saya saat berfoto bersama.


Tukang solder ini sangat idealis tetap pada jalurnya masuk elektro karena ingin melanjutkan kecintaannya pada dunia solder menyolder, beliau masuk bidang telekomunikasi bersama genk yang sama, sangat solidnya mereka dan benar saja sekarang rata-rata mempunyai karir yang moncer. Pernah suatu hari beliau datang ke LAB B202 tempat penulis sering nongkrong dan dengan gayanya membuka tutup flip HP MOTOROLA , penulis bertanya : " wihhh sugihe rek..isok duwe hp" . Penulis memang bermimpi memiliki HP seperti teman lainnya, apa daya uang kiriman cukupnya buat beli tempe penyet dan sesekali nasi goreng + telor ceplok (seminggu sekali). Berbeda 180 derajat dengan penulis,  beliau ini mandiri sejak kuliah seingat saya dan dia menjawab nyinyiran saya : " yo kerjo rek...nge-lesi arek2 SMA - SMP , utowo awakmu kan pinter nyolder, golek'o monitor bekas2 nang loak trus dipermak isok didol dadi duwik !" kalau diterjemahkan " ya kerja dong, bikin les anak smp-sma atau kamu kan pinter nyolder cari aja monitor bekas di loak trus di perbaiki lalu dijual dan jadi uang ! " Ternyata kata seorang teman pernah menyebut, kalau beliau menjadi makelar komputer bekas yang di refurbish dan dijual ulang. 

Naifnya tukang solder ini langsung ingin mengikuti jejak beliau menjadi guru LES, kebetulan ada kakak kelas guru les  ( mahasiswa juga dari Singaraja ) yang penuh jadwalnya dan yang di beri les ternyata adik sepupu teman sekolah dari SMP s/d SMA. Karena sepertinya gayung bersambut deal di harga 17.500 per jam, dengan seminggu 4 jam, jadi sebulan 280rb dikantong lumayan buat nambah jajan dan harapannya jam ditambah bisa deh buat beli HP. Untung tak boleh diraih, sang anak SMP tidak naik kelas, yah karena memang niat belajarnya kurang, dalam waktu 2 bulan saya di pesangoni 500rb dan di minta jangan datang lagi. Sepupunya si anak didik yang teman lama saya langsung cemberut dan sampe sekarang tidak pernah kontak saya lagi. Hehehehe mungkin takdirnya saya disuruh ortu hanya untuk belajar gak boleh cari uang dulu.

Beliau terkenal lucu dan energic..tapi cerdas tentunya


Setelah 4 tahun menempuh kuliah, beliau lulus cepat bersama  kuartet arek pintar yang juga teman akrab beliau, penulis harus menambah masa bertapa di LAB elektronika karena sesuai rencana harus belajar microcontroller dulu baru sah lulusnya. Beliau menjadi asisten dosen termuda di lab telekomunikasi bersama pak Dr Afandi dan kemudian menjadi dosen tunggu. Suatu malam saat kuliah malam mau buyar , dilorong LAB saya bertemu beliau dan ber-keluh kesah kalau gaji nya jadi dosen tunggu sangat kecil dan seingat saya ada beberapa rekan kakak kelas yg ikut nimbrung menyarankan kalau ingin cepat jadi dosen tetap, segeralah S2 dan dengan ajaibnya saat saya lulus kuliah beliau mengabari kalau akan berangkat ke ITB Bandung untuk kuliah S2. Luar biasa kegigihannya..

Setelah itu kami berpisah ke dunia kerja masing-masing, hanya terdengar kabar kalau beliau ikut juga pada proyek telco bersama dosen-dosen telekomunikasi ITS, saya kebetulan juga melenceng pekerjaan dari tukang solder ke dunia CDMA kala itu. Jadi ketika bertemu sub-kontraktor tukang panjat tower maka nama beliau sering dibicarakan. Fast forward ke masa saat medsos facebook mendekatkan kami lagi walau dia jauh di Perancis mengambil Doctoral, kadang masih juga saling stalking sampe dia tahu kalau saya balik nyolder lagi. Hasilnya tahun 2012 saat beliau balik ke tanah air sempat menawari beberapa project sensor dan yang paling ingat adalah kegusarannya karena anaknya yg sejak kecil di prancis gak mau nonton upin ipin. Dimintalah saran ke saya harus pasang parabola apa untuk menonton TV perancis. Youtubenya kenapa kan ada?  Dia bilang gak mau, yang biasa ditonton di  ch 1,2,3 prancis dan sayangnya parabola yg sampe di Indonesia hanya menampilkan sedikit saluran prancis dan kebanyakan saluran berita. Ujungnya saya sarankan memakai STB Android dan menginstall aplikasi streaming , hasilnya sukses !



Saat kembali ke Indonesia nama beliau semakin sering terdengar di media apalagi ketika menjadi dekan Fakultas Teknik di Universitas NU Surabaya (UNUSA), pada tahun 2017 sempat diajak menjadi peserta workshop FGD  kompetensi, dan tahun 2019 diminta membantu mobile data UNUSA untuk merancang hardware pengambil data kualitas udara secara IOT. Senang sekali penulis mendapatkan kepercayaan ini karena mengembalikan "ROH" solder ke tangan saya dan percaya diri bahwa dunia saya adalah solder-microcontroller-IOT.




Kesibukan beliau yang luar biasa menyebabkan proyek ini sedikit terbengkalai, apalagi sekitar desember 2019 beliau dikirim menjadi dosen tamu di Guilin China. Mungkin ini menjadi jalan-jalan paling heboh sebelum covid menyerang daratan china dan benar saja tahun 2020 beliau kembali ke Indonesia dan menghadapi situasi pandemi memaksa semua kuliah dari rumah. Semua yg beliau pelopori sejak dulu yaitu ONLINE CLASS - VIDEO LEARNING - ZOOM dan kelakarnya tahun 2018 saat kami reuni di kampus tercinta " Dunia pendidikan sekarang sudah berbeda dari jaman kita, sekarang cukup bikin video, upload youtube, konsultasi lewat whatsapp dan diskusi via skype. Gak ada lagi mahasiswa yg tidur di LAB demi internet gratis ". Beliau adalah pelopor penggunaan zoom untuk pendidikan dimana sejak awal 2019 sudah beliau gunakan mengajar di lab Telekomunikasi Elektro ITS terutama saat kesibukan beliau keliling negeri maupun luar negeri. 



Nyambung ke alat mobile data yang sempat tertunda,  beliau kontak lagi kesaya sekitar mei 2020 dan menyerahkan sepenuhnya ke saya untuk menyelesaikan alatnya dan sesuai gambar diatas saya telah berhasil menyelesaikan dan melakukan test keliling surabaya sesuai map diatas yang lengkapnya bisa dilihat (klik disini). 




Ternyata legacy dan amal jariyah berupa ilmu dan "video" yang beberapa waktu terakhir makin sering beliau upload di berbagai macam platform medsos menjadi pertanda halus kalau beliau akan pergi untuk selamanya. Kadang kita tertawa oleh tingkah laku beliau di app "smule" yang terlihat begitu riang gembira sampai di grup WA angkatan kami sering meminta beliau untuk nyanyi atau request lagu tertentu. Pertemuan terakhir bersama angkatan merupakan inisiasi beliau saat lebaran melalui zoom dan kami merasa dipersatukan oleh beliau. 


Akhirnya ...kamipun berdoa melepas kawan saudara sejawat kami melalui aplikasi yang beliau pelopori penggunaanya. Semua yang berbicara pada acara tahlilan online via zoom merasa kehilangan, mulai dari mantan rektor dan menteri era SBY prof M Nuh hingga rekan akademisi ITS utamanya elektro ITS merasakan kesedihan ditinggalkan putra terbaiknya. Bapak Dedet yg mewakili elektro mengenang sosok beliau sebagai salah satu diantara mereka yang "Larinya Sangat Cepat ".  Saya pun  sangat kehilangan teman yang luar biasa baiknya tidak membedakan pertemanan dengan kalangan atas maupun bawah, dengan keluwesannya dan persistensi kegigihannya mencapai tujuan yang diinginkan. Semangat nya menginspirasi bahwa tiada yang tidak mungkin kalau kita terus berusaha , membekas di hati saya dan menjadi pecut buat lebih maju kedepan.



Dr. Istas Pratomo, ST., MT.
Lahir tgl. 25/03/1979
Wafat tgl. 28/06/2020
Pendidikan :
S1 ITS (elits 38)
 S2 ITB
S3 Univ. Rennes 1, France
Pekerjaan:
Dosen ITS sejak 2002 di Dep Teknik Elektro, Bid studi Telekomunikasi Multimedia
Sejak 2015 Ketua LPPM UNUSA & Sejak 2017 Dekan Fak Teknik UNUSA



Selamat Jalan Kawan...
suatu hari kita akan PODCAST lagi 
di sana...di keabadian...
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (2) arduino (12) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (35) display (3) esp8266 (2) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (11) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (2) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (50) mikrokontroller (2) mikrotik (5) ninmedia (1) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (29) pcb (2) praktek (1) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (3) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sms (6) software (18) tachometer (2) telepon (7) televisi (57) television (1) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (54) tutorial (76) tvri (1) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (2)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika