"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Senin, 25 November 2019

Membantu Sekolah Vokasi Menerjemahkan Dunia Kerja Jaman Now



Tidak terasa 5 tahun sudah terakhir kalinya saya membuka amplop slip gaji  , apalagi terakhir kali  ketika slip gajinya dibuka berisi lembaran uang. Bukan isapan jempol ini kejadian nyata waktu "mampir" bentar di pabrik di daerah berbek selama setahun, pernah merasakan gembiranya menerima slip gaji + lembaran uang biru didalamnya. Perasaan De-Ja-Vu itu muncul lagi tahun 2019 ini ketika saya diminta untuk mengisi kelas  tiap jumat membahas "teknologi jaman now" di sebuah SMK di Surabaya, dan  jika dihitung lembaran uang di amplop slip itu nilainya lebih besar (sedikit) daripada waktu saya bekerja di pabrik 15 tahun yg lalu.



Seharusnya saya sudah menjadi "pengajar" 10 tahun lebih jikalau  dulu menerima sebuah tawaran mengajar di sebuah universitas, tapi entah kenapa hati saya kecil saya waktu itu  berkata kalau ilmu saya akan lebih berguna dibagikan saat saya sudah mendapatkan ilmu yg "sebenarnya" bertahun-tahun setelahnya. Ini mungkin terasa naif atau men "justifikasi" diri sendiri, tapi benar adanya panggilan jiwa saya yang saat itu baru kerja setahun lebih, lalu di minta untuk beralih profesi menjadi pendidik, saya merasakan sesuatu yg tidak klop. Akan terlalu gampang perjalanan hidup saya setelah ini. Dan apa yg terjadi kemudian berakibat kecaman keluarga saya di kampung. BODOH atau NAIF ya mirip-mirip lah karena ujungnya di tahun ke 10 memasuki dunia kerja saya di PHK dan dipaksa untuk berusaha cari uang sendiri. Kapok mu kapan broo ?



Balik ke awal perkenalan saya dengan dunia SMK mengingatkan kegalauan waktu itu karena perasaan aneh muncul, eealahhh ketemu dunia pendidikan lagi, gak nyesel dulu sempet nolak ? Kali ini beda posisinya karena saya diminta sebagai "pembimbing" dunia usaha di sekolah vokasi lewat program magang dari sebuah SMK di kediri. Dikirimlah beberapa anak untuk mencoba menjadi pegawai di usaha yg saya kelola dan kebetulan (atau tidak ya?) saat itu project yg saya geluti tidak menuntut skill berat, hanya cukup keberanian naik genteng.



Saya buang jauh-jauh kenangan "di cela" masa lalu dan bertekad membesarkan usaha yg terlihat recehan ini. Kenyataannya berwirausaha itu tidak seperti grafik y=x^2 melainkan y= sin(x), ada saat UP dan DOWN tapi harus bisa tetap semangat. Ya setidaknya anak SMK yg magang dapat merasakan bagaimana BOS nya galau marah-marah muka cemberut atau ada kalanya baik hati ngajak makan di mall. Mungkin tidak akan didapatkan kalau mereka magang di dinas pemerintahan atau pabrik yg sudah established. Harapannya mereka jadi tau kalau yg menulis "meme" wirausaha dan  mencatut nama almarhum Om Bob Sadino lupa menambahkan foot note term and condition : *) USAHA BISA BANGKRUT !





Foto diatas diambil saat diminta menandatangani kerjasama program magang bersama beberapa nama "besar" pelaku usaha di Jawa Timur. Perasaan minder saya buang jauh-jauh karena ini  menjadi pembuktian bahwa usaha saya ini layak disejajarkan dengan perusahaan-perusahan besar itu ( preeetttt )....ahhh bawaannya pesimis dan low self esteem mulu nih bapake.... kapan lagi kesempatan muncul untuk membanggakan usaha sendiri ? Asal gak berlebihan aja.



Bulan agustus 2019 saya mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu jaman now ke sebuah SMK di Surabaya. Bapak kepala sekolahnya galau melihat tuntutan kurikulum dari kemendikbud dengan kompetensi guru-guru SMK (yg dulunya smea) tidak selaras dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0. Terlihat muluk-muluk ya padahal tinggal mengajar sesuai buku saja kok repot ? Akan tetapi memang begitu adanya  di tahun 2019 karena sekolah sekarang dituntut membuka pandangan yg lebih luas kepada siswa mengenai topik jaman now seperti : Online business, Internet of Things, Machine learning , Coding dan sebagainya. Jadilah saya menyusun beberapa kelas untuk membantu ibu dan bapak guru yg tidak bisa CATCH UP dengan kemajuan jaman.



Salah satu kelas Teori - Praktek yang saya bahas adalah untuk membantu ibu guru pengajar di jurusan  " OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN" , sebuah nama yang dahsyat untuk jurusan yg dulunya identik dengan tukang ketik. Dan tentu saja para siswa sangat tertarik dengan penjelasan beserta praktek yang saya bawakan. Jadi pengalaman saat mengatur teleconfrence jaman kerja di dunia telco , berguna setelah 10 tahun kemudian. Sesuailah harapan saya saat menolak tawaran menjadi pengajar beberapa tahun sebelumnya, karena pada akhirnya ilmu yg saya berikan sesuai PRAKTEK dan bukan copy paste dari hasil googling ....yess..yesss...yess....( sombong amat ! )


Sementara untuk jurusan "BISNIS DARING dan PEMASARAN" saya ajarkan prospek kerja di dunia Online Shoping bagaimana menjaring peluang "Niche Market" melalui jualan di medsos sampai menyusun bisnis secara lebih rapi melalui BMC seperti gambar diatas.  Saya juga mengajak narasumber yang sudah berpengalaman di dunia online shoping untuk berbagi ilmu ke anak kelas XI dan XII.



Bertepatan dengan hari guru yg diperingati saat tulisan ini saya ketik, mendorong saya untuk lebih gencar menyebarkan ilmu "PRAKTEK" yg sepertinya sudah menjadi kebiasaan saya, baik di dunia Solder Menyolder , Coding, Jaringan internet, Parabola dan banyak lainnya. Kebetulan saja bersamaan momennya dengan menteri pendidikan yg jebolan GOJEK yang kedepannya akan mendorong lebih ke PRAKTEK dari pada TEORI.

Ada yg mau meng "hire" saya mengajar teknologi jaman now di sekolah kalian  ? Ealaaahhh iklan ternyata....just call me 0813-3133-9072 ....semoga bisa membantu menyelaraskan kebutuhan dengan kenyataan. 
Share:

Rabu, 20 November 2019

Memahami Cloud Biar Ga Kelaut - AWS Cloud Day Surabaya 2019



Seminggu setelah mengikuti acara "jualan" dari Amazon Indonesia saya malah ditanyain oleh istri "Mana sih foto foto seminar kamu? Biasanya sudah narsis aja kok kali ini nggak? " Padahal aslinya tangan gatel juga buat ambil kamera smartphone kayak ibu-ibu yg duduk di depanku. Ya mungkin karena ada sedikit kegalauan penulis memahami cloud yang ditawarkan oleh sebuah company pelopor online shoping ini. Kenapa galau? Awalnya saat sign up buat ikutan acaranya yang terbayang paling juga jualan storage online atau server online gak jauh-jauh lah ekspektasi saya. Tapi ketika saya daftar untuk mencoba layanan cloud nya aws, akhirnya inilah yg membuat saya bingung dan jadi males untuk selfie di acara seminarnya.


Gambar diatas saya buat saat menyiapkan video "show off" yg saya persiapkan untuk acara ini, siapa tau ada yg bisa saya prospek dan tertarik dengan project iot saya. MQTT dan database mongodb yg saya gunakan pada project ini semuanya berbasis AWS akan tetapi saya tidak sadar bahwa layanan yg saya pakai merupakan layanan 3rd party yg sepenuhnya jauh dari harapan saya yaitu IOT yg langsung ke system IOT CORE nya amazon. Tools yg saya gunakan ternyata tidak lebih hanya memanfaatkan platform "remote computing" dan "serverless script" yg terdapat pada AWS. Semakin bingung nih saya sampai akhirnya tercerahkan saat mengikuti seminar.


Nah loo..gimana gak bingung saat saya memulai berkenalan dengan AWS, uuakehh poool item yg ditawarkan dan saya mulai dari mana nih ? Wahh gak usah datang aja ke seminarnya, bakalan mati kutu nih? hihihii gitu aja nyerah kan ada google-yotutube-facebook dan sebagainya dan benar saja saya menggunakan youtube untuk mejawab "Saya Mulai Dari Mana?" Jawabannya adalah EC2 dimana berada di paling ujung awal dari list servis yg ditawarkan oleh AWS (panjang banget kepotong tuh gambarnya). Tentu saja saya sangat mengenal EC2 (sombong amatttt) karena ternyata gak jauh berbeda dengan VPS alias server virtual berbasis windows maupun linux.








Ahh cupu amat masih pake windows ? Ya mampunya bikin scriptnya di windows sih lagian biar gak pusing-pusing beradaptasi karena kebetuan saja python yg sedang saya oprek berbasis windows. Linuxnya bagaimana ? Mau jadi bingung ? nih saya connect kan ya...



Tuh bisa kan ? Jadi setelah saya mempunyai VPS serasa punya PC baru di "CLOUD" dan saya bisa menaruh script di sana. Hasilnya cakep juga dan bisa dilihat dari 2 video youtube berikut:








Terasa sudah keren banget dan ahli nih saya, sampai saatnya jadi peserta seminar dan ketemu sama  orang-orang keren dari teamnya Amazon Indonesia. Dan saya sukses balik ke level newbie ...


AWS cloud day surabaya ini berlangsung tanggal 13 nopember 2019 dan lebih ditujukan kepada pelaku bisnis di surabaya dengan harapan tertarik menggunakan layanan cloud AWS. Tentu saja harapannya seperti itu dengan dibawanya pelaku bisnis lokal yg sudah memindahkan server dan aplikasinya ke platform cloud computing. Jawapos dot com ternyata telah berbasis cloud sejak 2016 dan saat ini sudah memangkas 1/2 budget jika menggunakan server premise (server fisik di data center). Dan yg menjadi momok bagi pegawai penjaga server adalah monitoring 24 jam, dan kini sepenuhnya dilakukan oleh AWS sehingga pekerja di jawapos dot com bisa tidur nyenyak kemudian bisa mencurahkan perhatiannya lebih ke konten dan kreativitas.

Apalagi sekarang AWS menjadi salah satu andalan berbagai perusahaan di dunia dalam hal pengaturan administrasi perusahaan dengan platform cloud computingnya berupa EC2 (elastic cloud computing) dan S3 (Simple Storage Service) sehingga aplikasi berupa SAP dan ERP sejenis bisa dijalankan di cloud. Lagi-lagi biaya maintenace server menjadi "0" NOL. Ya karena tentunya pihak amazon akan mengontrol sepenuhnya dengan garansi SLA 100% comply.

Topik industri 4.0 berupa pengolahan data alias Data Mining, Artificial Inteligent, dan Machine learning mungkin terlalu berat dipraktekkan dan cenderung hanya mudah diucapkan. Untuk itu AWS menawarkan solusi yaitu membuat orang yg awam, tidak perlu harus menjadi Data Scientist untuk mengolah data, semisal data forex forecasting. Saking banyaknya servis yg ditawarkan sampai-sampai terlihat AWS layaknya warteg yg "kebanyakan" menu dan semuanya enak untuk dicicipi.

Bagaimana dengan harga servis yg ditawarkan ? Ternyata sangat flexible dimana kita akan membayar sesuai apa yg kita butuhkan dan gunakan. Jadi semisal saat suatu layanan kita rasa berlebih maka bisa downgrade begitu juga sebaliknya. Saat kita tidak memerlukan layanan semisal lagi libur atau lagi ada kejadian tertentu maka user sepenuhnya memiliki hak untuk mematikan layanan tanpa harus membayar saat layanan mati. Bayangkan jika server kita berada di data center maka akan dikenakan charge bulanan yg FIX.


Lalu bagi penggiat microcontroller 8 bit bisa juga menggunakan layanan IOT Core dari AWS dan yg senang dengan Node.js bisa menggunakan AWS Lambda untuk menjalankan scriptnya secara SERVERLESS. Sampai tulisan ini saya buat penulis belum berhasil menghubungkan arduino dengan AWS IOT Core karena ada beberapa term "Security" yg sangat ketat dan sepertinya berlebihan diterapkan oleh AWS. Ya akhirnya penulis kembali lagi ke penggunaan EC2 untuk  menjalankan server mqtt dan selama response nya cepat maka tidak menjadi masalah.

Sebenarnya banyak yg ingin saya bagi tapi akan saya tulis lagi saat ilmu saya sudah banyak. Maklum saja ilmu KELAUT ini masih menjadi hal baru bagi penulis. Dan bila anda membaca 5 tahun setelah tulisan ini di posting dapat dipastikan anda sudah menggunakan layanan CLOUD lebih sering daripada saat tulisan ini ditulis. Para pelajar di SMK jurusan TKJ tidak akan lagi belajar menyambung kabel UTP tapi belajar configurasi node js serverless. Dan anak-anak dirumah main game nya bukan di PC bapaknya tapi di CLOUD.




Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (3) amplifier (1) analog (9) android (11) attiny (1) attiny2313 (16) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (35) display (2) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (4) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (2) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (48) mikrokontroller (1) mikrotik (5) ninmedia (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (27) pcb (2) project (33) proyek (1) radio (3) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (2) sms (5) software (18) tachometer (2) telepon (7) televisi (52) television (1) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (44) tutorial (72) tvri (1) vu meter (1) vumeter (1) wav player (3) wayang (1) wifi (1)

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika