"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

Rabu, 16 November 2016

Memahami Konsep VLAN TAG dengan Mikrotik Switch RouterBoard 260GS

Bagi seorang yg dikatakan tukang solder sejati terkadang hal yg berhubungan dengan networking atau jaringan TCP/IP menjadi momok yg mengerikan. Konsep per "LAN" an memang gampang dimengerti tapi karena otak tukang solder maksimum hanya 8 bit dengan speed 9600bps mungkin akan sedikit mengalami  "IP address conflict" dengan Gigabit Ethernet ber VLAN. Hahahahah

Pengalaman yang sedikit "miss match" ini terjadi saat sang penulis mendapatkan project untuk meng-oprek sebuah perangkat microwave point to point generasi terbaru, yang akan menyambungkan suatu jaringan LAN ke lokasi lain melalui udara. Secara konsep sangatlah gampang hanya menaikkan perangkat ke atas genteng , intip antena lawannya dan pastikan tidak terhalang , that's it...LAN nya nyambung dari lokasi yg jaraknya 5 km.



Lalu miss match nya dimana ? Kan gampang banget itu tinggal plug and play saja dan tidak sesusah jaman microwave jadul dengan TDM-PCM yang penuh kegiatan berdarah-darah saat pointing. Apalagi semua sudah berbasis  WEB-GUI SNMP yg tinggal colok laptop ..beress. Ini loo miss matchnya...klien pengguna layanan ingin memasukkan jaringan nya dalam sebuah VLAN ...barang apa pulak ini ? Sekali lagi Google menjadi penyelamatku.





Dari gambar diatas dapat dilihat konsep LAN dengan protocol 802.1Q sebagai standar dasar dari VLAN tagging. Kenapa harus di tagging? Kayaknya kalau ditelaah VLAN berguna untuk meringkas perkabelan dari sebuah jaringan besar. Memang jika jaringan kecil saja maka ga perlulah ber-VLAN, tapi ketika jaringannya sudah terdiri dari bermacam switch-router dan dituntut tingkat keamanan yg tinggi tentunya semisal komputer si "BOS" yg nancep di jaringan akan aman dari stalker atau PING DDOS dari karyawan sok jahil. 



Miss Match dengan otak tukang solder kembali muncul saat akan merubah VLAN Tagging, saat itu pekerja yg ditugaskan untuk melakukan setting di lapangan dengan enaknya merubah semua setting seperti yg diminta klien, dan akhirnya dia bingung saat perangkat tidak bisa diakses GUI nya. Ya iya lah kan komputer nya kebetulan ethernet cards nya tidak support vlan tagging. Pusing ? oo..tidak seperti biasa tukang solder akan menyepi dan semedi pada mbah google, dan disarankan untuk membeli Managable Switch yg dapat menghandle VLAN dan ketemulah yg murah-meriah-mungil dan lagi booming yaitu MIKROTIK dengan type switch RouterBoard 260GS.

GUI nya juga sangat simple via browser seperti ini nih...gampang..



Sesuai permasalahan yg saya hadapi, kini laptop yg saya punya akan dicoba untuk terhubung kembali dengan perangkat microwave yg sudah di TAG VLAN nya. Jadi seperti ini uraian permasalahannya:

  • Perangkat Microwave Telah di setting IP nya dan Memiliki VLAN TAG ID= 10
  • Laptop tidak memiliki fungsi VLAN TAG 
  • LAPTOP dan MICROWAVE tidak bisa terhubung





Mari kita perhatikan fasilitas VLAN pada mikrotik 260GS, dan sangat mengejutkan betapa mudahnya konsep yg ditawarkan.






Kemudahan konsep dari mikrotik switch ini adalah semua port yg ber vlan dapat diperlakukan :


  • INGRESS (Trafik Masuk) : Bisa dipilih Any, Only Tag atau Only Untagged , maksudnya port bisa ditentukan trafik jenis apa saja yg bisa masuk ke port ini.
  • EGRESS (Trafik keluar) : Bisa dipilih Leave As is, Add if missing, Always strip , jadi keluaran data dari port ini bisa ditambahkan TAG VLAN atau dihilangkan TAG VLAN nya, yang tentunya telah di assign / didaftarkan  di halaman seting VLANs.

Yang baca miss match ? Gini deh langkah2nya:

  • Pastikan IP dari switch sudah dalam satu subnet dengan perangkat
  • Hubungkan Perangkat yg telah ber VLAN ke PORT1
  • Hubungkan Laptop yg ga bisa VLAN Ke PORT2
  • Setting VLANs (tabel vlan) dan tambahkan ID vlan (contoh 10)  pada tabel VLAN dan pilih untuk PORT1  "add if missing" dan PORT2  "always strip" . Artinya setiap trafik di PORT1 akan selalu ditambahkan VLAN TAG 10 , dan setiap trafik pada PORT2 akan dihilangkan VLAN TAG nya
  • Masuk ke menu setting VLAN per port , enable VLAN dan masukkan VLAN default 10 untuk PORT1 dan PORT2 . Ingress PORT1 : Only Tagged, PORT2 : Any  , sedangkan engress nya PORT1: Add if Missing , PORT2: Always Strip









Mudah-mudahan penjelasan singkat saya ini dapat membantu pemahaman konsep VLAN yg mungkin menjadi momok bagi para tukang solder dan jangan kawatir jika contoh yg saya tampilkan salah. Jangan panik ketika laptop ga nyambung ke GUI nya SwOS , silahkan colok LAN dari laptop ke port yg masih bersih atau jika bingung matikan Switch, ambil pulpen, colokkan dan tahan pulpen ke lobang "RES" , hidupkan lagi ..tahan pulpen sampai led ACT kedap kedip...voilla switch mikrotiknya kembali seperti baru. Dan mungkin kalau mentok panggil aja anak SMK yg mengambil jurusan TKJ dijamin mereka ahli mikrotik..





Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Langsung



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

ANTI SPAM !



Blog Ini Mendukung Blogger Indonesia Yang Jujur dan Memberikan Informasi Sebenarnya, Bukan Menyampah Demi $Rp$ Yang Hanya Merendahkan Blogger Indonesia

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (3) amplifier (1) analog (9) android (11) attiny (1) attiny2313 (16) blog (1) bluetooth (1) cmos (1) dasar (31) display (2) gcc (1) infrared (2) Input Output (3) jam (6) jualan (10) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (9) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (2) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (48) mikrokontroller (1) mikrotik (4) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) pcb (2) project (33) proyek (1) radio (3) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (2) sms (5) software (16) tachometer (2) telepon (7) televisi (16) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (34) tutorial (67) vu meter (1) vumeter (1) wav player (3) wayang (1) wifi (1)

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika