"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Senin, 30 April 2018

Ninmedia Tambah Siaran beIN Sport dan Fox Sport ? Kami Bisa Bantu...



Cerita klasik di keluarga pada umumnya adalah persaingan siapa yang menguasai remote TV antara bapak dan ibu. Sang bapak karena jagoannya Liverpool sedang bagus-bagusnya dengan Mo Salah yg sering mencetak gol indah, memutuskan memasang K-Vision , dengan biaya pasang lengkap 900 rb dan gratis 1 bulan all ch. "Cuman 99 ribu perbulan untuk bola " si ibu pasti gak akan marah nih..





Ibu yg setia menemani bapak sebagai ibu rumah tangga, menyapu-mencuci-masak jadi kerjaan siang hari. Malamnya sinetron di TV kesayangan menjadi penghilang lelah. Akan tetapi terkejutnya saat dilihat di Kvision RCTI Gak ada ! Wahhh..repot kalau gini.

Tenang, bapak gak usah kawatir tambah uang banyak lagi ganti parabola MN*V***** untuk liat RCTI, Percayakan kepada kami untuk Tandem atau Memodifikasi 1 parabola Jadi 2 satelit untuk dapat menikmati tayangan RCTI di Ninmedia.





Harganya berapa?

Pasang K-vision Parabola Lengkap : 900rb
Tandem Modifikasi Ninmedia : 200rb

Jika punya 2 TV bisa lebih aman karena bisa menonton masing-masing satelit di TV berbeda (parabola tetap 1)

Tambah receiver Ninmedia : 400 rb

Berikut ini daftar saluran nya

K-Vision 50/80/99/150rb per bulan 36 ch :beIN Sports 1 - beIN Sports 2 - beIN Sports 3 - FOX Sports - FOX Sports 2 - FOX Sports 3 - FIGHT Sports - FOX Life - FOX Movies - FOX Action Movies - FOX Family Movies - FOX Crime - FOX - tvN - National Geographic Channel - Nat Geo Wild - My Kids - Duck TV - My Cinema Asia - My Family - My Cinema - Da Vinci Learning - Kompas TV - Berita Satu - KTV - ANTV - Indosiar - Metro TV - SCTV - Trans TV - Trans7 - TV One - TVRI - NET. TV - RTV + Radio Favorite

Piala dunia 2018 voucher 880 rb (gratis 6 bulan all channel)



Ninmedia Gratis selamanya 45 ch : Ninmedia Info channel - Saluran Musik Indonesia - Klik Music - Metro TV - SalingSapa - TV One -SFI - Indosiar - DC 7 - Net TV - SCTV - NU Channel - ANTV - KITANESIA - Diamond Earth - Tabalong TV - Duta TV - Trans 7 - Kompas TV - Arek TV - DMI -Quran TV - Rodja TV - TVRI - TV Desa - Trans TV - Inspira TV - RTV - Inews - Ladies Channel - BMW TV - Maleo - Gemilang TV - Avava Bolywood - Black Diamond - Global TV - MNC TV - RCTI - Diamond TV - Red Diamond - Avava Diamond - Tribrata TV - Fakta TV - Diamond Kids - Gold Diamond

Semoga dengan mempercayakan parabola bapak dan ibu kepada kami maka keharmonisan keluarga tetap terjaga...amien..

Kontak kami 24 jam telpon atau whatsapp:
Teknisi : 081246637645
CS : 082143111200
Share:

Jumat, 06 April 2018

Ninmedia - Dunia Baru Persatelitan Dengan Closed Loop Via Smartphone - Xmedia



Dahulu prinsip cara kerja TV satelit menggunakan prinsip One Way yaitu dari penyedia saluran TV menggunakan metode Uplink untuk mengirim data ke satelit yang mana dari satelit nanti akan dikirim ke TV Relay Center atau langsung ke Receiver menggunakan metode Downlink. Jika menggunakan prinsip One Way penyedia layanan saluran TV satelit tidak akan bisa mengetahui bagaimana Rating acara dari penyedia TV satelit. Untuk mengetahui rating biasanya menggunakan jasa survey dari pihak ketiga, dari pihak ketiga ini akan mensurvey pelanggan penyedia tv satelit dengan memberinya beberapa pertanyaan atau bahkan mendatangi langsung ke rumah. Data dari pihak ketiga ini nantinya akan dikirimkan ke penyedia TV satelit yang mana nantinya akan digunakan untuk melihat rating acara TV tersebut.




Berbeda dengan sekarang, penyedia layanan saluran TV satelit sekarang menggunakan prinsip closed loop memanfatkan system IP cloud. Jika sistem One Way sudah dijelaskan tadi diatas, sekarang saya akan menjelaskan prinsip system cloud. System cloud lebih memudahkan penyedia saluran TV satelit untuk mengetahui Rating pemirsa dari acara yang di tampilkan penyedia layanan TV memanfaatkan jaringan internet dari aplikasi yang terinstall di Smartphone . cara kerja dari system cloud yaitu mengirim data ke cloud yang kemudian dari cloud, data akan diunduh dari penyedia layanan saluran TV satelit. Jika penyedia saluran Ninmedia menggunakan system scan Barcode yang data hasil Scan akan dikirim ke Cloud. Ninmedia menggunakan aplikasi X – MEDIA untuk menScan Barcode yang ada di Receiver. Dengan iming-iming bonus poin yang dapat ditukarkan hadiah dengan jumlah tertentu. Diagram penjelasannya dapat dilihat pada gambar pertama tulisan ini.





Ninmedia adalah Layanan Siaran TV Satelit FTA dengan Frekuensi Ku–Band, yang disiarkan melalui Satelit Chinasat 11 98E sejak tahun 2015 dan Menjangkau seluruh pelosok wilayah Indonesia. Ninmedia (sebelumnya smartvision) berisikan channel – channel tv nasional seperti trans tv, trans 7, antv, indosiar, sctv, dan bebrapa konten lokal dan luar negeri yg disiarkan dari dalam negeri . Total Terdapat 45 ch sampai tulisan ini dibuat.




Setelah menguadara 2 tahun ninmedia mulai melirik receiver rekomendasi yang menggunakan OTA, OTA (Over The Air) maksudnya adalah receiver yg digunakan oleh ninmedia bisa diprogram Over The Air, yaitu ketika kita ingin melakukan update perangkat lunak bisa langsung menggunakan satelit tertentu tanpa internet. Receiver yang memiliki fitur ini umumnya merupakan receiver yang berbasis langganan.  




Aplikasi X – MEDIA adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Ninmedia yang dioperasikan pada perangkat bergerak ( Smart phone ) berbasis android. Aplikasi ini melekat pada  nomer telepon seluler dan alamat email pengguna didalam proses pendaftaran akun aplikasi. Apabila informasi, data, point dan riwayat dalam aplikasi hilang, maka berarti pengguna sudah kehilangan akses pengguna terhadap nomor telepon dan alamat surel.       

   Aplikasi X – MEDIA berfungsi untuk media berinteraksi Antara Pengguna, Teknisi dan Ninmedia. X – MEDIA juga sarana bagi Pengguna untuk menemukan layanan yang disediakan oleh teknisi.  
Jika anda ingin menggunakan aplikasi X – MEDIA, maka anda harus melakukan Ikutilah langkah – langkah kami dari awal sampai mengoperasikan aplikasi X – MEDIA.
Langkah paling awal anda harus mendownload dan menginstall aplikasi X – MEDIA, anda dapat mendownload X – MEDIA di Playstore dengan mudah. Disini saya sudah mendownload dan menginstall aplikasi X – Media, sehingga tampilan seperti dibawah ini. 




Ketika anda baru pertama kali membuka aplikasi X – Media maka anda akan diminta untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. 



Lakukan Registrasi sesuai dengan langkah – langkah yang ada di aplikasi X – Media yang sudah anda install. Aplikasi ini sangat melekat dengan akun Email dan nomor seluler yang anda daftarkan pada saat registrasi. Selanjutnya aplikasi sudah bisa dijalankan. Pastikan receiver "rekomendasi" dalam keadaan menyala.
  



Lalu operasikanlah aplikasi X – Media, klik pada icon Pairing box agar dapat memindai QR Code yang ada pada set top Box receiver.


Kemudian klik tombol tambah pada pojok kanan bawah, untuk melakukan scan barcode receiver.
  



Code QR yang akan di scan, terletak pada  set top box. 



Lakukan scan code QR yang terdapat pada receiver.dalam melakukan scan code, kamera harus tepat ditengah tengah code, supaya mudah untuk pengambilan code QR nya. Setelah code QR terekam oleh kamera maka kita perlu menunggu beberapa waktu untuk memverifikasi kode yang akan muncul pada monitor tv. Setelah code QR berhasil di scan tampilannya akan seperti ini, kemudian akan muncul daftar receiver yg telah didaftarkan.
  




Dengan terdaftarnya code QR dari Receiver, maka dari situlah anda sudah bisa memanfaatkan salah satu fasilitas yg terbaru yaitu menuliskan kata / pesan sesuai dengan apa yang anda inginkan pada layar televisi. Kita dapat menulis berbagai macam kata dengan minimal 30 karakter, dan pesan / kata tersebut akan muncul pada layar TV tentunya terhubung dengan receiver yg sudah "pairing" tadi . Dan kami memiliki contoh hasil dari percobaan kami.

Klik “ Kirim pesan ”



Saya akan menuliskan pesan yang ingin saya tampilkan di layar TV saya, kemudian klik “Ok”



Tunggu beberapa menit, maka tulisan akan muncul pada layar TV. Jika sudah muncul seperti gambar dibaawah ini, maka percobaan berhasil.  




Dalam percobaan ini, saya menggunakan receiver type lgsat lg-101 oracle HD, mengapa saya menggunakan receiver type ini ?  Karena receiver ini merupakan receiver rekomendasi Ninmedia. Pastikan receiver anda memiliki OTA update 101 keatas

Receiver oracle memiliki spesifikasi yang cukup mendukung, yaitu :
1. NINMEDIA Lancar tanpa kendala delay/cekot cekot
2. Port HDMI/RCA
3. LNB Input C band - Ku band
4. BISS
5. Support Media Player


*) Ditulis bersama anak PKL SMKN 2 Kediri - youfan-amel-ken

Share:

Rabu, 28 Maret 2018

[Tutorial] Modifikasi DVR CCTV LAN Menjadi Wireless - Untuk Monitoring TV Kabel



DVR CCTV murah meriah membanjiri pasaran elektronika dan yg paling membuat senang adalah input ke DVR 5 in 1 , yg artinya kamera merek apapun dari yg CVBS Analog sampai Digital HD dapat dilayani. Ketika saya butuh alat pembagi layar monitor untuk banyak receiver parabola maka DVR murah meriah ini menjadi solusi.




Awalnya saya mencoba untuk menghubungkan DVR ke Router TP-Link menggunakan kabel LAN dengan maksud ingin mengakses web server / aplikasi remote dari DVR tersebut menggunakan komputer. Akan tetapi karena jarak Router (TP Link) dan DVR sangat jauh saya membutuhkan kabel LAN yang panjang dan saya lihat juga kurang rapi. Dan saya menemukan solusi untuk menghubungkan DVR ke Router TP Link dengan cara saya menambahkan satu buah router lagi yaitu Router TP Link dengan system upgrade firmware Open WRT agar dapat tersambung dengan DVR.

Saya mencoba untuk menggunakan Router TP Link (B) untuk menjembatani / Bridge Router TP Link (A) sebagai master router yg memiliki akses internet, dengan DVR. Akan tetapi saya mengalami kesulitan untuk menyetting Router TP Link (B) saat menghubungkan Router TP Link (A) dengan DVR yang dibridge Router TP Link (B). Ini akibat keterbatasan fasilitas routing forward dari wifi ke LAN , mungkin dengan perangkat TP link chipset lainnya akan berbeda hasilnya.

Akhirnya saya upgrade firmware milik Router TP Link (B) type WR841N menjadi Open WRT. Untuk tutorial firmware TP Link menjadi Open WRT bisa simak dibawah ini.


Langkah-langkah upgrade OpenWRT:  

a. Kembalikan router ke settingan pabrik dengan cara, klik System Tool selanjutnya klik Factory Default. Tunggu proses pengembalian router ke settingan pabrik.



b. Klik Firmware Upgrade, browse firmware factory.bin yang sudah di download sebelumnya di website open wrt  (contoh: openwrt-15.05.1-ar71xx-generic-tl-wa7210n-v2-squashfs-factory.bin)

c. Selanjutnya klik Upgrade, proses flash firmware akan berjalan. Pada saat proses upgrade / flash firmware berjalan, jangan menekan tombol apa pun dan jangan sampai router dimatikan atau listrik padam, karena apabila router atau listrik padam saat proses flash berjalan akan mengakibatkan router brick dan gagal flash. Walupun proses flash ini hanya memakan waktu kurang lebih 4 sampai dengan 5 menit, gunakan UPS untuk berjaga-jaga apabila listrik tiba-tiba padam.

d. Kemudian akan muncul halaman dengan alamat http://192.168.2.1/cgi-bin/luci. Pada tahap ini router Anda sudah berhasil di flash/upgrade ke OpenWRT.


e. Klik Login tanpa mengisikan password, maka akan muncul halaman seperti gambar dibawah. Anda akan masuk ke halaman System > administration untuk set password pertama kali. 






Oke berarti proses upgrade telah selesai, kita lanjut untuk konfigurasi Bridge / Repeater dari Router wifi  A  (masih memakai software TP Link dan terhubung internet) ke Router wifi B yg sudah menjadi open wrt.


1. Setelah upgrade, masuk pada web 192.168.2.1 melalui PC yg terhubung LAN ke router B

klik pada gambar untuk memperjelas

2. Masuk pada menu Network -> wifi

klik pada gambar untuk memperjelas

3. Hapus semua pengaturan yang ada pada menu wifi klik remove.

4. Klik scan untuk mencari jaringan wifi yang akan di bridge, kali ini harus yg dipancarkan oleh wifi router A.

klik pada gambar untuk memperjelas

5. Klik Join Network lalu klik Submit dan Oke. Jangan lupa memasukkan password wifi router A.




klik pada gambar untuk memperjelas

6. Untuk membuat sebuah jaringan wifi baru (membuat repeater) klik add -> Isi nama SSID -> Security configurator untuk mengubah password. Pada wifi mode pilih LAN. Jika tidak dibutuhkan repeat wifi pun tidak masalah dan abaikan proses ini.


klik pada gambar untuk memperjelas


7. Klik save dan apply.


8.   Kembali ke router A , kita akan lakukan seting Static IP dan Static Routing , sehingga dapat melakukan routing ke router B segmen 192.168.2.0


Catat MAC address dari wifi router B


Tambahkan reserved / pemesanan  IP static ke MAC address tadi dan kemudian reboot router A. Tujuannya adalah mencegah IP wifi router B yg bisa berubah-ubah karena DHCP. Kali ini saya pilih IP nya 192.168.0.109 .



Tambahkan routing manual ke  network router B  192.168.2.0 dengan gateway IP yg merupakan IP wifi router B .


8. Kembali ke router B dan masuk pada menu Network -> Firewall.
Ubahlah forward yang awalnya Reject menjadi Accept. Klik save dan submit.


klik pada gambar untuk memperjelas

9. Coba untuk ping ke 8.8.8.8 dari konsol router B dan  dari PC yg terkoneksi ke router B

klik pada gambar untuk memperjelas



Jika sudah berhasil, maka Router B bisa digunakan untuk me-remote konsol CCTV dengan catatan seting IP nya terlebih dahulu lewat layar monitor dan mouse pada DVR.


Jika anda sudah mengikuti sesuai langkah-langkah maka anda sudah bisa memanfaatkan 2 Router. Akhirnya dengan cara yang saya lakukan yaitu menambah 1 Router (OpenWRT) saya tidak memerlukan banyak kabel dan ruangannya juga tidak terlihat banyak kabel yang tidak beraturan. Meskipun awalnya saya mengalami kesulitan pada saat setting Router. Tapi setelah melihat dari berbagai referensi akhirnya bisa dan berhasil. 

Untuk mengetest apakah SPC DVR dapat diakses oleh web remote maka gunakan web browser ( internet explorer) install Activex bawaan dari DVR yg umumnya dapat dunduh di alamat ip dvr. Untuk  handphone bisa juga dengan menginstal software remote android sesuai merek DVR.







*) Ditulis bersama praktek PKL SMK 2 Kediri jurusan TKJ ( Youfan, Amel, Ken)
Share:

Jumat, 23 Maret 2018

[Tutorial] Membangun System Distribusi TV Satelit Ke Banyak TV Untuk Kos2an / Hotel /Kantor



Jika pembaca pernah menginap di hotel, tiap kamar pada umumnya dilengkapi perangkat televisi. Siaran yg disajikan beragam, ada hotel yg hanya menampilkan siaran tv lokal dan ada juga hotel yg lebih bagus menyajikan siaran televisi luar negeri FTA / gratis maupun berbayar. Siaran ini diambil dari parabola dan disebarkan melalui perangkat MATV / CATV alias tv kabel analog.  Pernah suatu ketika penulis menginap di hotel yg bekerjasama dengan Telkom / Indihome dan siaran USEETV via iptv yg dipasang di tiap kamar, tentunya STB atau receiver useetv ada menancap dibelakang TV nya. Bayangkan saja jika kamar hotel berkisar 50 kamar, berapa biaya langganan bulanan yang harus dikeluarkan ? 




Beberapa tahun yg silam penulis pernah mendapatkan proyek pemasangan software display informasi  di sebuah hotel. Software ini akan digunakan sebagai konten dari salah satu channel informasi di hotel tersebut. Perangkat pada gambar diatas dinamakan HeadEnd CATV untuk hotel yg terdiri dari sumber siaran dari receiver parabola , kemudian menuju ke RF modulator - combiner - dan diakhiri dengan power amplifier di setiap titik yg dianggap kabelnya kejauhan dan  melemah penerimaannya. Hasil dari siaran TV di kamar kualitasnya sangat diluar harapan jika berada di kamar yg jauh dari "booster" dan si teknisi mengeluh kalau beberapa titik terdapat noise yg menyebabkan siaran bersemut dan berbayang.



Dengan modulator RF untuk MATV analog, jumlah siaran maksimal tidak bisa lebih dari jumlah ch TV pada spektrum VHF - UHF atau jumlah channel pesawat televisi analog yang umumnya berjumlah 60. Itupun jika dipikir-pikir untuk membuat 60 ch dibutuhkan perangkat penerima/decoder + RF Modulator parabola di perangkat HeadEnd berjumlah 60 juga . Akan menjadi kurang ekonomis semisal untuk hotel atau kos - kosan yg berkamar 20 , bisa dibayangkan berapa dana yg dibutuhkan untuk 60 receiver dan modulator? Jika mengurangi channel takutnya kualitas layanan ke hotel dianggap kurang lengkap.


BAGAIMANA KALAU RECEIVER NYA SAJA YG DIBAWA KE KAMAR  ?




Perangkat diatas dinamakan "MULTI SWITCH" yang berfungsi untuk membagi sinyal dari LNB ke beberapa receiver. Umumnya dipasaran terdapat 2 jenis yaitu "passive" dimana tegangan suply yg digunakan berasal dari receiver dan cocok untuk distribusi di rumah yg jarak antar receivernya tidak jauh. Sedangkan tipe lainnya adalah "Active" dimana power suply nya tersendiri dan cocok untuk pemakaian dengan banyak receiver dan jarak distribusi cukup panjang. Jenis yg lainnya adalah "Cascadeable" yg dimaksudkan nantinya sinyal LNB dari MultiSwitch ini dapat di "Repeat ulang" di MultiSwitch yg lainnya. Sehingga yg cascadeable dapat menghemat penggunaan Parabola dan tentunya lebih mudah pengaturan perkabelannya karena dapat dipecah semisal pemasangan multiswitch di tiap lantai daripada terpusat di satu ruangan yang akan menyusahkan pengaturan kabel coaxialnya.




Untuk mempersingkat bahasan, saya akan ambil contoh proyek yg baru saja saya kerjakan yaitu system distribusi TV untuk kos2an elite  dengan 20 TV. Mari kita rancang terlebih dahulu diagram system distribusinya.





PERSIAPAN PERANGKAT :

1. PARABOLA jaring 7 feet.



Dipilih 7 feet karena alasan ekonomis dan 2 satelit yg akan dituju cukup bagus untuk 7 feet. Dipasaran parabola jaring 7 feet paling laris adalah  Venus AL7201 new .

2. LNB Dual Out - Polaritas Terpisah


Multiswitch akan berfungsi sebagai pemilih / switching polaritas dari masing-masing siaran dari banyak reseiver, sehingga dibutuhkan LNB khusus yg polaritas V dan H nya berada pada port berbeda. Karena satelit yg kita akan tuju adalah palapa dan telkom maka dibutuhkan 2 LNB jenis ini.


3. Braket / Scalar Ring twin LNB.


Saya pilih Scalar twin LNB model baru yg tanpa pemisah atau ada jalur kosonh ditengahnya...kenapa? Keuntungannya saya jelaskan nanti.

4. Multiswitch  5 x 24 atau 5 x 32


Kebetulan saja yang 5 x 24 stok lagi kosong jadi saya menggunakan yg 5 x 32 . Kenapa 5 input? karena 4 input untuk LNB ke satelit palapa & telkom dan 1 input untuk antena UHF. Tidak akan saya bahas penggunaan input UHF kecuali ada pertanyaan di komentar.

5.  Kabel Coaxial, F Konektor, Sambungan F conector, Panel  Box dan peralatan pertukangan lainnya



PERAKITAN dan TREKING


1. Rakit Parabola 7 feet pada lokasi yang bagus sehingga memungkinkan treking dengan mudah. 



2. Pasang kedua LNB dengan Posisi Fokus Palapa sedangkan Telkom 3S berada disebelah BARAT nya  dengan jarak sekitar 2 jari. Kedalaman LNB palapa sekitar 40 dan Telkom 38 (berbeda-beda tergantung merek parabola / LNB). Sesuaikan arah kemiringan /elevasi dan azimuth dengan jarak satelit ke lokasi pemasangan . Pasang  4 kabel coax ke 2 LNB  dan akan sekaligus  di test koneksi per port serta treking satelitnya.





Hubungkan Port H LNB Fokus (palapa ) ke receiver dan treking ke rodja TV ( frek 4057 H sr 2727) sampai didapatkan kualitas sinyal 80% . Lanjut kan cari siaran RCTI Mpeg4 (frek 3934 H sr 7200) dan treking sampai kualitas sinyal 45%. Untuk LNB palapa polaritas vertikal pindahkan dulu kabel yg ke receiver dan di test menggunakan siaran Kompas TV ( frek 4055 v  sr 2900). Untuk list daftar semua Transponder dapat menuju ke lyngsat.





Setelah Palapa selesai maka dilanjut dengan treking Telkom 3S dan ini lumayan mudah karena sinyalnya yang sangat kuat untuk parabola 7 feet. Testing kabel ke LNB sekaligus treking bisa menggunakan tranponder milik TransTV  untuk Horizontal ( frek 3587  H sr 6000  ) dan  TVTL untuk vertikal ( frek 4192 sr 4280). 


3. Pasang 4 kabel LNB ke port Multiswitch 





Jangan lupa konfigurasi diatas menggunakan 22khz off untuk satelit palapa dan 22khz on untuk satelit telkom dan sesuaikan setting pada receivernya.



4. Pasang kabel distribusi ke Kamar dan setting receiver 



Kebetulan lokasi pemasangan semi outdoor jadi dibutuhkan BOX dan kipas exhaust agar tidak kepanasan. 




Cara cepat agar tidak susah seting receiver satu persatu adalah dengan mengcopy "user db / database pengguna" ke USB , jadi seting secara lengkap di 1 receiver lalu di copykan ke receiver lain melalui usb. Sesuaikan cara copy dengan receiver yg digunakan dan sebaiknya semua kamar receivernya seragam/sejenis. Jumlah siaran untuk kombinasi Palapa D & Telkom 3S sekitar 100 lebih.



KASUS KHUSUS

- Penambahan siaran QuranTV dan Sunnah TV.

Awalnya pemilik kos ingin membagi parabola ku band Ninmedia akan tetapi karena pertimbangan kualitas siaran terhadap cuaca maka dipilihkan lah parabola 7 feet palapa & telkom. Masalahnya pemilik kos ingin menambahkan suasana islami jadi untuk menambahkan Quran TV dan Sunah TV paling mudah adalah mengganti receiver menjadi Matrix Sinema yg mendapatkan siaran gratis dari transponder matrix garuda. Karena pertimbangan sudah membeli 20 receiver sky box,  maka opsi ke- 2 adalah menggeser LNB Telkom3S ke satelit Asiasat 5 . Wahhh TransTV / Trans7 / Antv nasibnya gimana ? Solusinya kita pakai satelit chinasat 10 yg kebetulan siaran Quran TV dan Sunnah TV dibagikan gratis oleh skynindo. TV lokal selain MNC Group pun lengkap ditambah MTV asia .



Beruntunglah kita memakai scalar ring yang tanpa pembatas, jadi posisi LNB chinasat10 bisa dipepetkan ke sebelah TIMUR palapa. Frekuensi transpondernya adalah 3560 V sr 30000  . Sayangnya dari hasil kawin model PALCHIN, 1 port multiswitch jadi mubazir. Nah...kita bisa tambahkan siaran Ku Band disini. Baca selanjutnya yaa..



- Menggunakan Ku band /Ninmedia ke Multiswitch


Kasus khusus ini nyambung ke bahasan sebelumnya, ketika 1 port H dari multiswitch ternyata menganggur. Kita harus mengerti karakteristik LNB ku band dulu dimana yg umum dijual adalah Ku band universal dengan 2 frekuensi LO 9750 - 10600 , sedangkan yg umumnya digunakan hanya LO 10600. Didalam LNB Ku band Universal terdapat switch 22khz untuk memilih frekuensi LO ini. 22khz Off = LO 9750 sedangkan 22khz ON = LO 10600. Dapat disimpulkan untuk siaran ku band 22khz harus dalam keadaan ON. 

Wahhh enak banget ya, kan yg nganggur port multiswitchnya di  22khz ON polaritas  Horizontal. Eitttt jangan langsung dipasang ya..bisa-bisa minum bodrex terus karena pusing gak nyantol2 walau sudah puter LNB kesegala arah (ingat ninmedia polaritas hanya Veritikal jadi butuh memutar LNB 90 derajat untuk menjadikannya horizontal, dengan kata lain posisi konektor jam 6). 

Kuncinya adalah alat ini yang bernama 22khz generator.


Saya menemukan saat praktek langsung, 22khz di output multiswitch berhenti sampai disana dan tidak sampai ke LNB Ku band. Entah karena drop atau memang di blok oleh multiswitch, itu perkiraan saya. Jadi perlu dipasangkan alat ini ditengah-tengah kabel dari multiswitch menuju LNB ku band dan dapat diletakkan dekat LNB ataupun dibawah dekat multiswitch.

Bagaimana jika kos2annya super elite dan kemudian ingin membagi siaran berbayar Ku-band (Transvision atau Kvision) ke tiap kamar? 




Gampang aja...gambar diatas gabungan Transvision dengan Ninmedia kemudian disambungkan ke multiswitch. Karena Transvision menggunakan 2 Polaritas maka dibutuhkan LNB 2 out (gambar diatas LNB yg bawah). Jadi jika Transvision Gabung Ninmedia dibutuhkan tambahan 3 buah 22khz generator dari LNB ke Multiswitch.


LAYANAN BERBAYAR di PALAPA

Beberapa TV berbayar juga menggunakan PALAPA sebagai satelit penyiarannya dan umumnya menggunakan system voucher. Dengan menyewakan receiver dan menjual voucher nya kepada penghuni kos bisa menjadi nilai tambah ke kos2an nya juga. 



Tertarik memasang parabola distribusi ke kamar hotel/ kos/ kantor ? 
Hubungi kontak kami : 08155737755 
Harga Distribusi 20 Kamar/TV hanya 8.5 juta lengkap perangkat + instalasi 


Share:

Kontak Langsung



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

ANTI SPAM !



Blog Ini Mendukung Blogger Indonesia Yang Jujur dan Memberikan Informasi Sebenarnya, Bukan Menyampah Demi $Rp$ Yang Hanya Merendahkan Blogger Indonesia

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (3) amplifier (1) analog (9) android (11) attiny (1) attiny2313 (16) blog (1) bluetooth (1) cmos (1) dasar (31) display (2) gcc (1) infrared (2) Input Output (3) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (9) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (2) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (48) mikrokontroller (1) mikrotik (4) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) pcb (2) project (33) proyek (1) radio (3) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (2) sms (5) software (16) tachometer (2) telepon (7) televisi (24) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (36) tutorial (69) vu meter (1) vumeter (1) wav player (3) wayang (1) wifi (1)

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika