"Kembali Ke Dasar Elektronika Digital ... "

  • IC Timer 555 yang Multifungsi

    IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Komponen ini digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik

  • Animasi LED Dengan IC 4017

    IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Sangat berguna jika ingin membuat animasi lampu atau LED secara sederhana seperti led berjalan, tulisan berjalan , counter/timer dan masih banyak kegunaan lainnya

  • Bermain DOT Matrix - LOVEHURT

    Project Sederhana dengan Dot Matrix dan Attiny2313. Bisa menjadi hadiah buat teman atau pacarmu yang ulang tahun dengan tulisan dan animasi yang dapat dibuat sendiri.

  • JAM DIGITAL 6 DIGIT TANPA MICRO FULL CMOS

    Jika anda pencinta IC TTL datau CMOS maka project jam digital ini akan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya balik kembali ke dasar elektronika digital , sebab semuanya BISA dibuat dengan teknologi jadul

  • BIKIN PCB SEDERHANA TAPI GA MURAHAN

    Bikin PCB itu ga susah kok..dengan software EAGLE CAD dan teknik sterika kamu dapat membuat PCB untuk berbagai project elektronika mu ...

Sabtu, 23 Mei 2020

[Praktek Mudah Banget] Bermain dengan alat GPS receiver jadul - Part 1



Masih dalam rangka kegatelan tangan mengoprek sesuatu yang berhubungan GeoPy dan pengolahan data lokasi, kali ini dalam 2 seri tulisan akan saya bahas mengenai Hardware GPS receiver yg umum ada pasaran elektronika di olshop. Ternyata masa lebaran ini agak beresiko kalau belanja dan kirim barang, jadi saya terpaksa kembali ke 15 tahun yang lalu ketika saya bekerja di salah satu vendor perangkat telekomunukasi CDMA. Jadi saat itu salah satu cara membedakan BTS CDMA dengan GSM adalah mencari antena berbentuk setengah bola atau kerucut yg diletakkan tidak terlalu tinggi dekat dengan shelter BTS.



Bernostalgia ke masa-masa proyek memasang antena GPS di tower, yg nilai rupiahnya bisa untuk beli HP baru belum lagi sisa kabel yang panjang kualitas jerman yg laku keras di loak...ahhhh sudahlahh...kini yang menjadi warisan di saya hanya sebuah receiver GPS USB yang dulunya digunakan  untuk referensi lokasi saat melakukan drive test sinyal. Dan saat saya colokkan port USB nya ke komputer  terdeteksi sebagai Usb to serial converter. Wahh ini dalemannya pasti masih berupa UART dan bisa  di interfacing ke arduino !



Jadi makin semangat nih buat menyambungkannya ke Arduino. Tapi sebelumnya ada baiknya mencari referensi tentang data yg dikirim oleh si receiver. Sial nya si pembuat modul telah bangkrut dan sedikit yg bisa saya dapatkan digoogle tapi cukuplah informasi yg di dapat bahwa receiver ini berbasis NMEA yg masih umum digunakan. Dengan terminal putty dan serial baudrate 4800 layar menangkap seperti ini :


Buset dah..banyak amat tuh tulisan yg harus diparsing, dan dari yg saya baca di standar NMEA receiver ini lumayan lengkap karena bisa membaca berbagai standar GPS , jadi ada $GPRSV dan $GPRSA untuk melihat informasi satelit dan $GPGGA dan $GPRMC untuk membaca koordiat, waktu, kecepatan, ketinggian dsb. Wah saya mumet ini kalau membaca parsingan segitu banyak, dan pilihan tertuju ke google dan saya cari ada gak software gratis untuk membaca parsingan NMEA seperti diatas...dan ternyata banyak loo..ayo kita coba dan bawa keruangan terbuka agar sinyal satelitnya lebih bagus.



Pilihan saya tertuju ke software yg pertama dimana terpampang jelas parsingan NMEA nya sehingga dari data serial yg didapat seperti ini :


$GPRMC,040503.246,A,0719.6784,S,11243.4344,E,0.00,0.00,220520,,*1B


Artinya kira-kira :

040503.246       = jam 04 , Menit 05, Detik 03.246 (UTC)
A                            = Data Benar (V jika datanya salah )
0719.6784,S     = Latitude 7' 19.6784 " South
11243.4344,E  = Longitude 112' 43.4344 " East
220520        = Tanggal 22 Bulan 05 Tahun 20

Nah sudah siap nih...ayo kita siapkan bahan-bahan dan mulai menyolder modul receiver GPSnya agar bisa dihubungkan ke Arduino.



Skematik tidak akan saya bahas karena sangat gampang dicari apalagi cara koneksi LCD ke Arduino seperti apa pasti para pembaca sudah tahu, dan kalau belum ya tinggal googling aja bagaimana cara menyambungkan LCD ke arduino. Microcontroller yg pas ada disaya adalah wemos d1 r1  yang memiliki wifi berbasis ESP8266 dan nantinya akan saya proogram untuk membaca GPS secara serial dan DHT11 sebagai tambahan sensor agar sedikit berbau IOT. Tujuan akhir dari praktek ini adalah mengirimkan data sensor suhu/kelembaban beserta dengan data GPS dan nama lokasi pembacaan yg akan dikolaborasikan dengan Mqtt serta Geopy phyton. Pada part 1 ini akan difokuskan pembahasan mengenai pembacaan GPS ke LCD.


Pertanyaan besarnya adalah bagaimana cara parsing text serial secara efektif? Apakah manual saja? Secara tukang solder ini memiliki pengalaman buruk dengan parsing serial ! Teringat bahwa modul GPS receiver banyak dijual sebagai interfacing Arduino dan pastinya ada Library jadinya, dan benar saja beberapa library terpampang di sketch dan stelah mencoba beberapa kali akhirnya diputuskan untuk menggunakan library TinyGps++ . Kenapa? Karena dengan script examplenya (ada di folder lib nya) alat saya  sukses membaca data GPS dengan bagus. Mari kita berkreasi dengan cara copy paste ala tukang solder ini.


#include <TinyGPS++.h>
#include <LiquidCrystal.h>
#include <SoftwareSerial.h>

static const int RXPin = 0, TXPin = 15; 
//pake RX aja hanya baca data !

static const uint32_t GPSBaud = 4800;


Seperti biasanya menggunakan board arduino versi kecil maka serial portnya harus dengan software serial. Baudrate disesuaikan yaitu 4800


// The TinyGPS++ object
TinyGPSPlus gps;

// The serial connection to the GPS device
SoftwareSerial ss(RXPin, TXPin);

LiquidCrystal lcd(16, 5, 4, 14, 12, 13);


Inisialisai LCD seperti biasa simple aja dan harus diperhatikan Wemos D1 R1 memiliki GPIO yang agak loncat loncat, jadi sesuaikan penamaan portnya jangan sampe salah. Gunakan Google Search jika salah.



void setup()
  Serial.begin(9600);
  ss.begin(GPSBaud);
  lcd.begin(20, 4);

  Serial.println(F("Coba-Coba GPS"));
  Serial.println(F("Menggunakan  TinyGPS++ Dan GPS module"));
  Serial.print(F("Testing TinyGPS++ library v. ")); 
  Serial.println(TinyGPSPlus::libraryVersion());
  Serial.println(F("by ahocool with respect to Lib creator  Mikal Hart"));
  Serial.println();
}


Function setup menyatakan bahwa serial dari wemos akan digunakan sebagai console juga untuk melihat hasil pembacaan GPS selain di LCD. keuntungan lainnya adalah memudahkan untuk debugging.

void displayInfo()
{
  Serial.print(F("Location: ")); 
  if (gps.location.isValid())
  {
    Serial.print(gps.location.lat(), 6);
    Serial.print(F(","));
    Serial.print(gps.location.lng(), 6);
    lcd.setCursor(0,0);
    lcd.print(" ---- GPS VALID ----");
    lcd.setCursor(0,1);
    lcd.print("LAT :");
    lcd.print(gps.location.lat(), 6);
    lcd.setCursor(0,2);
    lcd.print("LONG:");
    lcd.print(gps.location.lng(), 6);    
  
  }
  else
  {
    Serial.print(F("INVALID"));
    lcd.setCursor(0,0);
    lcd.print(" ---GPS INVALID --- ");
  }

  Serial.print(F("  Date/Time: "));
  if (gps.date.isValid())
  {
    Serial.print(gps.date.month());
    Serial.print(F("/"));
    Serial.print(gps.date.day());
    Serial.print(F("/"));
    Serial.print(gps.date.year());
  }
  else
  {
    Serial.print(F("INVALID"));
  }

  Serial.print(F(" "));
  if (gps.time.isValid())
  {
    if (gps.time.hour() < 10) Serial.print(F("0"));
    Serial.print(gps.time.hour());
    Serial.print(F(":"));
    if (gps.time.minute() < 10) Serial.print(F("0"));
    Serial.print(gps.time.minute());
    Serial.print(F(":"));
    if (gps.time.second() < 10) Serial.print(F("0"));
    Serial.print(gps.time.second());
    Serial.print(F("."));
    if (gps.time.centisecond() < 10) Serial.print(F("0"));
    Serial.print(gps.time.centisecond());
  }
  else
  {
    Serial.print(F("INVALID"));
  }

  Serial.println();
  
}


Pada sript diatas berfungsi sebagai tampilan GPS ke Serial dan LCD, secara umumnya dapat dilihat class yg umum digunakan :

gps.location.isValid()
gps.location.lat()
gps.location.lng()
gps.date.isValid()
gps.time.hour()
gps.time.minute()
gps.time.second()
gps.time.second()


Untuk loop utama seperti dibawah ini :

void loop()
{
  // Data ditampilkan hanya setelah data selesai di olah 
  while (ss.available() > 0)
    if (gps.encode(ss.read()))
      displayInfo();

  if (millis() > 5000 && gps.charsProcessed() < 10)
  {
    Serial.println(F("GPSMU pedot brooo! cek kabelmu."));
    while(true);
  }


}


Hasilnya ketika saya jalankan diluar ruangan sangat akurat apalagi saat cuaca ternag dan LED dari GPS rceiver tidak berkedip yg artinya FULLY LOCKED TO 3 SATELLITES.



Tidak terlalu sulit jika kita sudah mengetahui langkah-langkah "googling" yang sesuai untuk meng "oprek" arduino. Untung saja saya punya receiver GPS jadul kalau tidak harus keluar duit 200rb an untuk membeli modul GPS Ublox Neo.

.....TUNGGU YANG LEBIH KEREN DI TULISAN PART 2...

Selamat mencoba 
Share:

Kamis, 21 Mei 2020

[IOT Ternyata Mudah] GeoPy Sebagai Pengolah Data GIS Paling Sederhana


Setelah berhasil menjadikan Raspberry Pi Zero sebagai broker MQTT Publik saya jadi berpikir untuk melihat resource yg dihabiskan oleh mosquitto pada komputer kecil ini. Dan ternyata masih banyak ruang tersedia untuk pengembangan lainnya , ini tidak berlebihan karena setelah saya kerjakan proyek data logger menggunakan mongoDB seperti yang kita bahas terdahulu disini http://www.aisi555.com/2019/10/iot-menyimpan-data-sensor-lewat-nbiot.html , terasa masih ringan saja bahkan bisa sampai sukses mengirim ke database di cloud.



Data GPS yang alat saya kirimkan melalui MQTT dapat di olah selanjutnya oleh python dan aplikasi GIS lanjutan pada mongoDB atlas. Apakah Raspberry Pi mampu mengolah data Geo menjadi pelaporan seperti gambar diatas ? Mungkin jalan masih jauh kearah sana karena keterbatasan kemampuan tukang solder ini. Lalu paling tidak, saya berkeinginan agar data GPS yg saya punya dapat disimpan menjadi data nama point terdekat atau alamat dari koordinat GPS nya, dan akan saya coba menggunakan kemampuan raspberry pi. Script yg saya bayangkan akan menunjukkan koordinat gambar dibawah ini sesuai dengan nama titik nya dan dapat dilakukan oleh komputer kecil Raspberry Pi Zero.




Langkah pertama adalah mencari plugin dari PYTHON yang bisa mengolah data GPS. 

Geopy merupakan library python yang mampu mengolah beberapa GEO API terkenal seperti google, openstreet, baidu, ArcGis dll. Secara default Raspbian telah menginstall python 2 dan 3 , untuk itu lakukan installasi di raspberry pi menggunakan perintah :

pi@raspberry:~ $ pip3 install geopy

Kita gunakan python 3.x agar lebih up to date , dan dari github resmi geopy untuk mengubah koordinat GPS menjadi nama lokasi kita gunakan cara seperti ini :

>>> from geopy.geocoders import Nominatim
>>> geolocator = Nominatim(user_agent="specify_your_app_name_here")
>>> location = geolocator.reverse("lat, long")
>>> print(location.address)

Dari hasil membaca beberapa blog yg membahas GeoPy , Nominatim adalah API gratis walau terbatas yang paling mudah digunakan, untuk itu ayo kita mencoba nya di PC saya dulu sesuai contoh diatas, dan hasilnya saat saya masukkan koordinat tugu pahlawan -7.425808 , 112.737785 ...


Jiiiahhhh koordinatnya salah yang diberikan oleh website tadi...hahahah...cek punya googlemap ahh...Koordinat dari Tugu Pahlawan : -7.245862 ,  112.737799 ..dan kita coba ulang..

 -7.245862 ,  112.737799

Ternyata website yg pertama salah posisi 1 angka saja sudah menyebabkan sasaran melenceng jauh. Selanjutnya saya ingin menggunakan MQTT untuk mengirim / Publish data GPS dan kemudian diolah oleh Script Python pada Raspberry Pi untuk mendapatkan nama lokasi dan kemudian dikembalikan secara pPublish dan di Subscribe balik oleh pengirim awal. Untuk itu jangan lupa menginstal library PAHO MQTT pada raspberry pi.


 pi@raspberry:~ $ pip3 install paho-mqtt


Script python MQTT sudah pernah saya bahas pada tulisan data logger sebelumnya, dan untuk keperluan kali ini scritnya kira - kira seperti ini :


import paho.mqtt.client as mqtt #import mqtt client
from geopy.geocoders import Nominatim #import nominatim sebagai geocoder


geolocator = Nominatim(user_agent="my-application") #Gratisan Harus Seperti ini
########################################################
def on_message(client, userdata, message): #routine pesan mqtt masuk
    print("message received " ,str(message.payload.decode("utf-8")))
    print("message topic=",message.topic)

    if (message.topic == '/gps'): #jika topik /gps
       location = geolocator.reverse(str(message.payload.decode("utf-8")))
       lokasi = location.address #ambil lokasi dari geo
       print(lokasi)
       client.publish("/lokasi",lokasi) #kirim ke topik /lokasi
########################################################
broker_address="localhost"
broker_port=1883
broker_user="usernya"
broker_pass="paswordnya"
print("creating new instance")
client = mqtt.Client("P1") #instance mqtt baru
client.on_message=on_message #attach function ke routine callback
client.username_pw_set(broker_user,broker_pass)
print("connecting to broker")
client.connect(broker_address,broker_port) #connect to broker
 #start the loop
print("Subscribing to topic...")
client.subscribe("/gps")
client.loop_forever()
 #muter terusss


Jalankan script diatas pada terminal yg terhubung pada raspberry pi, dan buka juga 2 buah terminal (melalui putty dan sejenis) sebagai terminal PUB yang akan mengirim koordinat GPS ke topik /gps dan satunya sebagai SUB yang akan menunggu kiriman nama titik koordinat tadi dari topik /lokasi. Hasilnya seperti ini nih..


Sukses tapi tidak begitu menarik ya sepertinya karena semuanya berbasis teks. Yang menarik pakai apa ya ? Kita manfaatkan SMARTPHONE aja dengan menggunakan aplikasi IOT MQTT PANEL sebagai dashboard komunikasi MQTT paling terjangkau sampe saat ini karena masih GRATIS walau pake iklan. Cari pada play store dan install pada smartphone kamu dan lakukan setup koneksi ke broker yg digunakan.




Kita akan mengirim dan menerima TEKS , jadi kita butuh 2 panel yaitu  Text Input dan Text Log.



Dan hasilnya menggembirakan seperti dibawah ini :

Selamat Mencoba

Share:

Selasa, 19 Mei 2020

[IOT Ternyata Mudah] Memanfaatkan Raspberry Pi Sebagai Broker MQTT (Mosquitto) Yang dapat Diakses Publik



Beberapa hari terakhir penulis kembali disibukkan dengan project "tertunda" dari tahun 2019 milik seorang teman. Dapat dibilang sedikit beruntung karena penulis pada masa PSBB covid-19 ini  mempunyai waktu luang dikarenakan beberapa proyek yg seharusnya masa sebelum lebaran menjadi "sok sibuk" dengan terpaksa di cancel. Tapi live mas gogon - tetap berkreasi adalah pilihan yang terbaik daripada menjadi panik akibat virus yang tak kunjung ketemu vaksin nya.




Masih ingat gambar diatas ? Itu merupakan tulisan saat kawan yg mengajak saya mengerjakan proyek pengolahan data IOT membuat saya giat belajar teori + praktek pengiriman data IOT menggunakan protokol MQTT. Jika pembaca belum sempat memperhatikan ada baiknya menelaah dahulu pada link berikut : http://www.aisi555.com/2019/10/iot-lebih-lanjut-dengan-mqtt.html . Dan sangat terkejutnya ketika bulan mei 2020 saat mengerjakan proyek bersambung tadi, tersadar bahwa server/broker  CloudMqtt dot com yg saya sering gunakan, mulai memasang harga dan versi gratisnya dibilang "OUT OF STOCK". Ya saya maklum saja mereka butuh sewa server dan cari untung dan walau akun mqtt saya masih aman dan instance saya masih aktif akan tetapi kualitasnya menurun, putus-putus, dan mungkin ini sebabnya di berikan "meteran" agar terjadi keseimbangan antara penggunaan dan kapasitas server.


Lalu apakah yg harus saya perbuat ? Apakah mencari broker publik ? Dan pilihan tertuju ke sebuah alat kecil yg tergeletak di toolbox pemberian teman tadi, yang ditinggalkan mahasiswanya (seharusnya ikut mengerjakan proyek)  akibat kampus lockdown terdampak covid-19. Dan alat itu ternyata raspberry zero W.

Saya tidak akan membahas cara install raspi zero karena sangat umum ditemukan di internet, yang penting saran saya adalah gunakan SD CARD kualitas terbaik yaitu kelas EXTREME dengan kecepatan transfer s/d 100mbps dan lupakan membeli sd card class 10 yang banyak palsunya. Belilah di toko online yg jualan spesialis alat rekam video karena dijamin sudah terpercaya. Saya pilih OS yang paling umum yaitu RASPBIAN. Cara install mosquitto sangat gampang dan juga umum ditemukan dengan googling.


pi@raspberry:~ $ sudo apt install -y mosquitto mosquitto-clients

Jangan lupa untuk menjadikan mosquitto sebagai service sehingga auto start

pi@raspberry:~ $ sudo systemctl enable mosquitto.service

sudah...sederhana seperti itu dan bisa digunakan secara langsung..oh iya untuk mengetahui apakah broker mqtt sudah berjalan gunakan perintah 

pi@raspberry:~ $ mosquitto -v

secara default port yang digunakan adalah 1883 dan IP nya berapa ya ? Hayo coba googling sendiri cara menemukan IP dari raspberry kamu. Gampang kok...

dan script arduino kamu cukup dikosongkan username dan passwordnya seperti berikut :



Jika menginginkan MQTT brokernya lebih secure dengan user password, gunakan perintah berikut ini :

 pi@raspberry:~ $ mosquitto_passwd -c passwordfile user

nanti akan keluar perintah untuk memasukkan pasword. Nah..gampang begitu masak gak bisa? kalau melihat proyek sebelumnya menggunakan ESP8266 tinggal sambung ke wifi yang sama dan otomatis terhubung dengan mantap. 

Untuk melakukan sub dari topik pada raspberry gunakan perintah :

pi@raspberry:~ $ mosquitto_sub -h localhost -u namauser -P password -t TOPIKNYA 

Gunakan terminal telnet/ssh lainnya untuk PUBLISH message ke topic agar tertangkap pada terminal sebelumnya

pi@raspberry:~ $ mosquitto_pub -h localhost -u namauser -P password -t TOPIKNYA -m "saya publish pesan"


Lalu bagaimana jika menggunakan modem SIM800 sejenis yang mengakses servernya dari internet ? Cara termudah adalah dengan memanfaatkan PORT FORWARDING dari router wifi dari layanan internet rumahan indihome/mncplay/firstmedia dll. Secara umum langkahnya mirip yaitu mencari IP publik dari router dan melakukan port forwarding ke raspberry pi. 


Dengan setting diatas maka IP dari Raspberry yang kita gunakan akan bisa diakses dari luar begitu juga PORT MQTT nya. IP publik ini mungkin saja akan berubah saat terjadi rekonfigurasi dari pusat ISP, modem ter Reset atau lampu mati. Untuk itu agar memudahkan mengingat butuh DOMAIN PUBLIK yg khusus mengarahkan ke IP router kita dari jalur internet menggunakan Dynamic DNS atau DDNS. Salah satu layanan DDNS yang lumayan simple adalah noip dot com seperti gambar berikut :



Jadi pastikan servise DDNS tersedia dan aktif pada router kamu dan selanjutnya secara dinamis akan merubah pada public DNS domain dan IP routernya. Jika router kamu tidak memiliki fasilitas DDNS maka bisa menggunakan akses DDNS melalui aplikasi DUC pada raspberry pi kamu . Googling aja : " Raspberry noip DUC install "

Tuh kan..saya jadi bisa akses alat arduino saya melalui HP dengan koneksi 4G .


Selamat Mencoba


Share:

Senin, 24 Februari 2020

Signage Papan Proyek - Display HSE - Memanfaatkan TV Layar Lebar



Display Informasi memanfaatkan TV layar lebar telah kami kembangkan selama hampir 10 tahun dan telah menyentuh banyak aspek ekonomi-sosial, mulai dari pemanfaatan tempat komersial, perkantoran, sekolah bahkan telah merambah ke tempat ibadah dengan pewaktu sholat dimana harga yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dari pihak masjid/mushola. 

Seperti pada video dibawah ini,  display informasi / signage yg kami kembangkan diminta untuk  mempercantik pameran pendidikan di kota surabaya sehingga Televisi layar lebar yang dipajang tidak hanya memutar playlist dari USB tapi bisa menampilkan display suka-suka sesuai desain yang diinginkan saat itu.




Kembali signage yang kami kembangkan mendapatkan kepercayaan untuk mendesain display HSE (Health Safety Environment) untuk sebuah proyek di jakarta dengan desain seperti berikut:




Konfigurasi hardware masih seperti biasa sederhana memanfaatkan Mini PC / Laptop dan semua data yang ditampilkan akan dapat diupdate secara realtime. Monitoring waktu pelaksanaan proyek juga secara otomatis akan berkurang sesuai parameter yang dimasukkan. Video penyuluhan keselamatan kerja juga bisa ditampilkan agar mudah dipahami oleh para pekerja. 


Masih menggunakan papan proyek seperti dibawah ini ?




Ganti Segera dan Hubungi kami :

0813-3133-9072
0815-5737-755
Share:

Senin, 03 Februari 2020

[Parabola] Solusi Terjebak Mode OTA pada Receiver GOL- Garmedia versi Old



Gempar ! Itulah hadiah buat para teknisi parabola di penghujung bulan januari 2020, yang dulunya pasang parabola ke user dengan varian receiver Garmedia / GOL (Gardiner - Optus - LGsat)  versi awal. Permasalahan ini mungkin mirip seperti terjebak OTA ninmedia, tapi setelah penulis mencoba memakai pancingan 22khz generator dan sampai mengolah nilai TP sampai ke angka ekivalen nya ku band, ternyata OTA nya hanya aktif pada hari kamis-jumat yg kurang bersahabat itu. Esoknya sabtu ketika hari telah berganti bulan baru, kegemparan lain muncul dengan masalah OTA pada receiver Nex parabola merah yang juga dikira hang (ternyata proses lambat aja dan teknisi gak sabaran) dilanjut dengan hilangnya beberapa siaran FTV di NINMEDIA menjadi berbayar. Ahhh sudahlah weekend awal bulan menjadi hari pusing bagi  hampir semua teknisi parabola seanterno nusantara. Kita sekarang fokus pemecahan masalah terjebak OTA pada receiver GOL OLD. 


Sial bagi mereka yg menyalakan receiver GOL nya pada hari kamis-jumat karena akan menemui layar STB mode ON, sedangkan pada layar TV muncul gambar "Collecting Information" yg progress bar nya tidak kunjung bergerak. Saat penulis menerima receiver pada hari senin didapatkan bahwa parameter OTA dari receiver ini berada pada mode C band padahal umumnya pelanggan yang komplain ini memasang pada KU Band.


Akhirnya penulis mencoba merubah parameter C band menjadi ku band dengan rumus :

  • TP MEASAT  : 12436
  • LO ku band  : 10600
  • Selisih : 1836
  • LO C band : 5150
  • TP di C band : 5150 - 1836 = 3314  
Dan tentunya ku band butuh 22khz generator untuk mengatifkan LO 10600, dan sinyal berhasil muncul. Apakah OTA dapat dilanjutkan ? ooo tidak...ternyata progress tidak jalan juga dan lalu mencoba TP yang lain yaitu 12396 dan PID yg berbeda (1100 dan 1200). Tetap saja tidak berhasil dan ini menandakan OTA sedang tidak aktif di Kvision. Apa solusinya ? Dari Tulisan OM chenlung didapatkan saran seperti ini :





Nah ... pencerahan muncul karena receiver GOL versi OLD memiliki chipset persis dengan matrix sinema yaitu ber chipset ALI dan toolsnya ada beredar dimana -mana . Lanjut aja penulis bongkar dan menghubungkan kabel DEBUG ke pin pada kabel USB to RS232 . Jadi jangan salah menggunakan USB to TTL karena yang berhasil adalah dengan port serial RS232. 




Sambungkan kabel dengan konfigurasi kabel seperti pada gambar diatas dan untuk mengetest apakah konfigurasi sudah benar tinggal jalankan software STB Erom upgrade dan lakukan seperti gambar dibawah.




Lanjut klik next dan lakukan reset receiver sehingga jika koneksi kabel rs232 benar maka STB akan masuk ke mode download flash ke eeprom.




Dan tunggu sampai semua data di dump ke komputer (agak lama) dan bersabar adalah kuncinya sampai muncul layar petunjuk untuk melakukan "BURN FLASH" dan proses burning lumayan cepat juga dibanding proses dump di awal.



Dan akhirnya...layar TV menjadi bergairah lagi dengan muncul logo yang diharapkan...



Syukurlah tidak ada perubahan di STB ID yg beberapa teman menyebutkan  menjadi FFFFFFF. Dan STB yang saya flash ulang berhasil  dengan siaran FTV dari Kvision dapat disaksikan kembali.



Untuk tools dan file recovery dari receiver GOL versi Lawas chipset ALI dapat diunduh disini  .



GUNAKAN DENGAN RESIKO SENDIRI PENULIS HANYA MENUNJUKKAN URUTAN DARI PRAKTEK DAN BERHASIL ! KEMUNGKINAN GAGAL ITU ADA !


Share:

Kontak Penulis



12179018.png (60×60)
+628155737755

HP: 081331339072
Mail : ahocool@gmail.com

Site View

Categories

555 (6) 7 segmen (3) adc (4) amplifier (2) analog (10) android (11) antares (3) arduino (14) attiny (1) attiny2313 (17) blog (1) bluetooth (1) cmos (2) crypto (2) dasar (35) display (3) esp8266 (3) gcc (1) iklan (1) infrared (2) Input Output (3) iot (16) jam (6) jualan (12) kereta api (1) keyboard (1) keypad (3) kios pulsa (2) kit (6) komponen (12) komputer (3) komunikasi (1) kontrol (4) lain-lain (8) lcd (2) led (9) led matrix (6) line tracer (1) lm35 (1) memory (1) metal detector (4) microcontroller (55) mikrokontroller (7) mikrotik (5) ninmedia (2) ntp (1) paket belajar (19) palang pintu otomatis (1) parabola (39) pcb (2) praktek (2) project (33) proyek (1) python (1) radio (3) raspberry pi (4) remote (1) revisi (1) rfid (1) robot (1) rpm (2) rs232 (1) script break down (3) sdcard (3) sensor (1) sharing (3) signage (1) sinyal (1) sms (6) software (18) tachometer (2) telepon (7) televisi (73) television (5) transistor (1) troubleshoot (3) tulisan (60) tutorial (78) tvri (2) vu meter (2) vumeter (2) wav player (3) wayang (1) wifi (3)

Arsip Blog

Diskusi


kaskus
Forum Hobby Elektronika